--- In [email protected], Endang Sobarudin
<kawnifarm...@...> wrote:
>
> Tapi can aya nu naliti saha sutradara-na....maenya dibaledog
diharepeun irung bisa ngagiwar.... sigana latihan gladi resik heula
antara si wartawan jeung G. Bush...
>
>
>
Hebat, wanian oge tah si Akang nu maledogkeun sapatu teh! Ieu teh
sacara teu langsung nempokeun martabat Bush! Mani euweuh simaan! Sabab
kalakuanna teu aya araheun kitu? :))R
Hanjakal, eta tukang sapatu teh digebugan cenah!
16 Desember, 2008 - Published 13:17 GMT
Email kepada teman Versi cetak
Pelempar sepatu Irak 'dipukuli'
Wartawan Muntazar al Zaidi diringkus dan dibawa pergi setelah
pelemparan
Saudara laki laki wartawan Irak yang melempar sepatu ke presiden Bush
melaporkan, pelaku dipukuli dalam tahanan.
Muntazar al-Zaidi mengalami patah tangan, rusuk dan pendarahan di
dalam, disamping cedera mata, kata saudara laki lakinya, Dragham,
kepada BBC.
Zaidi melempar sepatunya kepada Bush pada sebuah konferensi pers, dan
memanggilnya sebagai "seekor anjing".
BBC telah berusaha menghubungi pejabat keamanan senior Irak tetapi
tidak berhasil mendapatkan pernyataan.
Sementara itu tawaran membeli sepatu tersebut muncul di dunia Arab,
sejumlah laporan menyebutkan.
Unjuk rasa besar besaran mendukung Zaidi dilakukan di Irak, mendesak
pembebasannya.
Dragham al-Zaidi mengatakan kepada wartawan BBC di Baghdad, Caroline
Wyatt, bahwa dia yakin saudaranya dibawa ke rumah sakit militer
Amerika di kota tersebut.
Pahlawan
Zaidi mengatakan kepada wartawan BBC bahwa meskipun muncul permintaan
dari sejumlah pengacara, saudara laki lakinya tidak diberikan akses,
sejak Zaidi ditahan berdasarkan perintah penasehat keamanan nasional
Irak, Mowaffaq al-Rubaie.
Kami berharap pemerintah dan lembaga peradilan akan mempertimbangkan
pembebasannya karena dia memiliki keluarga dan masih muda usianya
Mouyyad al-Lami, serikat wartawan Irak
Pemerintah Irak mengatakan pria berusia 28 tahun tersebut akan dihukum
berdasarkan hukum Irak, meskipun belum jelas dakwaannya.
Pengacara Irak memperkirakan Zaidi akan didakwa melakukan penghinaan
terhadap pemimpin asing dan perdana menteri Irak, Nouri al Maliki,
yang berdiri disamping Bush saat itu. Pelanggar hukum ini dapat
dipenjara selama dua tahun.
Wartawan BBC melaporkan wartawan yang sebelumnya kurang dikenal
tersebut bekerja untuk televisi swasta al-Baghdadiya yang bermarkas di
Kairo.
Zaidi telah menjadi pahlawan bagi sebagian orang, bukan hanya di Irak
tetapi juga di dunia Arab. Banyak orang memandang tindakannya adalah
salam perpisahan yang pantas bagi presiden Amerika yang tidak disukai
tersebut.
Saat melemparkan sepatunya, Zaidi juga berpekik:" Ini ciuman
perpisahan dari bangsa Irak, Anjing!"
Dargham al-Zaidi mengatakan kepada BBC bahwa saudaranya sengaja
membeli sepatu bertali berwarna coklat gelap itu buatan Irak. Sepasang
sepatu itu dibeli dari sebuah toko di kawasan belanj termana Irak di
jalan al-Khyam.
Namun, tidak semua orang di Irak mendukung aksi wartawan tersebut.
Saat berbicara di Baghdad, Mouyyad al-Lami dari persatuan wartawan
Irak menggambarkan aksi Zaidi itu "aneh dan tidak profesional", namun
mendesak Maliki agar menunjukkan belas kasihan.
"Sekalipun dia telah melakukan kesalahan, pemerintah dan lembaga
peradilan berfikiran luas, dan kami harapkan mereka mempertimbangkan
pembebasannya, sebab dia punya keluarga dan masih muda," kata al_lami
kepada kantor berita Associated Press.
"Kami mengharapkan kasus ini berakhir sebelum mencapai pengadilan,"
tambahnya.
Pernah diculik
Sepatu itu sendiri dilaporkan mengundang tawaran untuk membeli dari
seluruh dunia Arab.
Muntazar al-Zaidi mengaku bertindak demi yatim piatu dan janda Irak
Beberapa laporan koran yang belum dikukuhkan, mantan pelatih
kesebelasan nasional Irak, Adnan Hamad, menawarkan $100.000 untuk
mendapatkan sepasang sepatu yang dilemparkan ke Bush. Sedangkan,
seorang warga Saudi tampaknya menawarkan $10 juta.
Putri Pemimpin Libia Muammar Gaddafi, Aicha, mengatakan, lembaga
sosialnya akan memberikan penghormatan berubah medali keberanian, dan
menyatakan, aksi itu "kemenangan bagi hak asasi manusia".
Lembaga sosial Libia itu menyeru media agar mendukung Zaidi, dan
menekan pemerintah Irak agar membebaskannya.
Zaidi, yang tinggal di Baghdad, telah bekerja untuk al-Baghdadiya
selama tiga tahun.
Muzhir al-Khafaji, direktur program stasiun televisi tersebut,
menggambarkan dia "pria berfikiran terbuka dan orang Arab yang
bangga".
Menurut al-Khafaji, Zaidi lulusan jurusan komunikasi dari Baghdad
University.
"Dia tidak punya kaitan dengan rezim lama. Keluarga ditahan di bawah
rezim Saddam," tambahnya.
Zaidi pernah diculik oleh gerilyawan dan dua kali diinterogasi oleh
pasukan Amerika di Irak.
Pada bulan November, dia diculik oleh kawanan saat menuju tempat kerja
di Bagdhad dan dibebaskan tiga hari kemudian tanpa uang tebusan.
Dia mengatakan saat itu bahwa para penculik memukuli dia sampai
pingsan, dan menggunakan dasinya untuk menutupi kedua matanya.
Zaidi tidak pernah mengetahui jati diri kawanan penculik, yang
menanyai dia soal pekerjaannya sebelum membebaskan dirinya.