Kang Vayireh, Pak Sur, n’ All, Ajiiiiiib :)... Five thumbs up buat yang ini :D... > Memelihara, melestarikan dan mengembangkan kearifan lokal sebagai akar Budaya Indonesia. Program- programnya menarik sekali, kritikannya kesan yang sy dapatkan ketika Prabowo di Interview oleh TVOne (Bang One) atau dulu sama Mang Dalton, Prabowo kurang bisa mengontrol emosinya sehingga kadang terkesan selalu ingin mendominasi, terlalu ngotot gitu deh (terkesan otoriter). Saran sy ada baiknya dia bisa me-manage emosinya agar bisa cool, calm, n’ confident. Perbanyak senyum biar lebih cair suasananya, dll. Apalagi isu yang diusung adalah Kerakyatan... sehingga pencitraannya perlu juga ditonjolkan kesan MERAKYAT-nya. Ada kalanya ngotot itu perlu ketika misalnya berbicara mengenai perubahan, dll... tetapi untuk hal- hal tertentu tidak bisa ngotot all the time. Istilahnya mah kayak main layangan... ada kalanya di dudut... adakalanya di ulur.
Menurut sy pencitraan “merakyat” ini malah sukses dibentuk oleh JKWin... namun isu agama yang “diusung” oleh JKWin menurut sy kurang tepat karena rakyat mengetahui sebelumnya JK pernah berkomentar mengenai Jiarah Amal Gairah di Puncak oleh Turis TimTeng dimana waktu itu menyampaikan tentang itu sebagai “potensi” walopun itu bercanda tapi sempat ramai di media ;). JKWin lumayan juga ternyata tidak bisa dianggap remeh. Untuk Megawati terus terang sy cukup salut... ada kemajuan lah dari dulunya yang terkesan jutek sekarang lebih komunikatif tapi terus perlu di-improve lah. Mestinya Megawati sebagai perempuan lebih bisa bermain dan sebaiknya ini justru dikedepankan oleh PDIP lho untuk meraup masa Ibu- Ibu. Yang perlu direkrut oleh PDIP menurut sy adalah model “MAMAH DEDEH”... sekarang punya masa banyak dan justru sedang ngetrend dengan acaranya Mamah dan Aa... Curhat Doooong ;))... Nah kalo curhat RS.Omni mah berujung dipenjara... kalp Curhat Mamah Dedeh mah malah dapat ilmu :). Keunikan Megawati sebagai perempuan harusnya ditonjolkan kesan keibuannya dan perlu diingat lho... secara budaya Masyarakat Indonesia sebagian menganut maternalistik... contohnya Kebudayaan Sunda, Minang, dll... termasuk Islam. Ibu adalah Surga. Do’a Ibu lebih sakti dari Bapak atau yang lainnya. Seperti iklan SBY tentang kehidupan keluarga... sy kira Megawati juga perlu mempromosikan bahwa dia juga seorang Ibu yang baik dan merakyat. Mengenai masa pemerintahan Megawati dulu yang juga carut marut sy kira perlu di-clearkan juga... misalnya tentang penjualan aset negara ke asing, naaah menurut sy mah ngak apa-2 di akui kesalahan itu justru karena itulah gitu Mega mencalonkan lagi agar kesalahan yang sama tidak terulang lagi. Itu adalah kesalahan terbesar dalam hidup karena waktu itu katakanlah dia memiliki keterbatasan, dll. Seperti Bill Clinton yang kena kasus skandal dia di bukunya My Life Bill Clinton mengakui... ya itulah manusia yang tidak luput dari kesalahan. Yang lainnya menurut sy konsistensi... sy sempet appreciate dengan pandangan Mega mengenai BLT yang memang tidak mendidik... tetapi anehnya pas terakhir justru malah mendukung BLT. Harusnya MegaPro menawarkan program lain atau insentif lain yang lebih “merakyat” yang bisa diterima oleh rakyat better than BLT ... misalnya program BLT diganti apa gitu yang lebih bermanfaat. SBY- Budiono secara overal udah lumayan lah hanya saja menurut pengamatan sy justru terakhir-2 ketika SBY eyel-2an dengan capres lain menurut sy itu justru menurunkan citra SBY. Seharusnya SBY mah tetap Cool, Calm, n’ Confident.... nah kalau urusan eyel-2an mah harusnya diserahkan ke second layer lah. Menurut sy juga tidak perlu ditanggapi segala macam isu tektek bengek... oleh SBY langsung... biar yang lain yg handle... SBY cukup comment big issue-nya saja. Tentunya tinggal dia terus promosi aja keberhasilan pemerintahannya... misalnya dalam urusan KKN, ekonomi, dll. Untuk meng-counter isu NEOLIB sih menurut sy mah simple... Budiono tinggal bikin program-2 ekonomi yang “merakyat” dan isu Neolib tidak perlu ditanggapi toh rakyat mah tidak terlalu peduli... yang penting buat rakyat mah harga pupuk murah, harga beras n’ produk pertanian kalo bisa mahal ;))... biar petani bisa untung... untuk rakyat bawah di kota yang tidak hidup dari pertanian bikin subsidi beras, dll. Flash Back kebelakang, belajar dari Diani di Pikada Bogor... menurut sy Diani melakukan strategi komunikasi politik yang cerdas dan tidak instan lho!! Perlu perjuangan dan pengorbanan juga... contohnya Diani punya kegiatan SULING dan TARLING... Subuh Keliling dan Taraweh Keliling. Menurut sy itu pencitraan yang perlu perjuangan besar... karena harus bangun subuh-2 roadshow ke mesjid-2, dll ;)). Terus yang berhasil di citra kan oleh Diani juga dia welcome ke PKL (welcome ke Rahayat Leutik) dan menurut sy itu baik sekali dalam pencitraan yang “merakyat” karena kebanyakan rakyat kan profesi-nya itu, pedagang kecil, dll. Makanya waktu nongkrong di pasar anyar sy lihat ada spanduk ucapan selamat terpilihnya Diani... nah tentunya tinggal PR Diani me-MANAGE itu PKL agar lebih well-organize dan dikembangin untuk jadi motor penggerak ekonomi rakyat. Nah mestinya Prabowo dan Megawati... sekarang gencar nih bikin program-2 ekonomi “merakyat” ini.... misalnya bikin Festival Kreatifitas PKL... design outlet, dll-nya... terus turunin tuh laskar-2 PDIP buat merapihkan PKL... dalam artian membantu misalnya memperbaiki kounter-2 PKL... dll. Bikin festival produk-2 rakyat... banyak kan kerajinan, makanan, dan minuman yang khas termasuk JAMU untuk kesehatan yang originally dari Indonesia (local knowledge). Sentilan Prabowo oleh Rizal kan Message and the Messenger katanya... pintar juga dia jadi memang kontradiktif... ekonomi kerakyatan tapi olah raganya polo yang mana milik elit-2 Inggris, dll. Begitu juga dulu Megawati wong cilik tapi programnya Sembako Murah (kasian petani atuh kalau produk pangan murah mah... makin ngak ada orang yang mau jadi petani)... lebih menarik Gerindra sebenernya yang programnya meningkatkan daya beli... Mestinya sekarang-2 MegaPro lebih banyak “berada” di sisi petani, nelayan, dan pedagang kaki lima... sisi pemulung menurut sy mah malah kurang karena majority penduduk kita kan lebih banyak petani dan pedagang kecil. Untuk iklannya sy kira Iklannya SIDOMUNCUL Irawan Hidayat lebih cocok buat Ekonomi Rakyat itu... Five thumbs up buat Mas Irawan Hidayat. Jagoan bisa mencitrakan Jamu Sidomuncul lebih berkelas tapi tetap merakyat. Untuk PKL mudah-2an pemerintah bisa mengembangkan itu dan mestinya dikembangkan sy malah lebih setuju memperbesar trotoar dibandingkan harus menggusur mereka, dan masyarakat bawah pun mau lho kalau ditarif asalkan jelas dan puguh. Harusnya menurut sy mah... dari Tugu Kujang... muterin Kebun Raya Bogor + sepanjang jalan Pajajaran bisa jadi semacam Orchard Road-nya Singapore.... trotoar-nya diperbesar dan dibikin nyaman ... agar pejalan kaki enak dan nyaman begitu juga PKL yang unik-2 juga bisa ditempatkan disana sebagai daya tarik tourism attraction-nya kota Bogor. Kalo sy mah... bukan simpatisan partai manapun... seperti yg sebelumnya disampaikan sy mah lebih senang yang MUDA dan PROFESSIONAL yang maju namun sepertinya belum saatnya... comment sy berdasarkan kesan yang sy tangkap, suka tidak suka silahkan saja menyikapinya bagaimana. Strategi Komunikasi dan Pencitraan (Brand Image) ini penting untuk pemenangan Pilpres atau apapun termasuk tetapi tidak terbatas kepada Bisnis, dll... terlepas nantinya pelaksanaanya sesuai atau tidak dengan Citra yang diusung tersebut. Tentunya kalau ingin langgeng ya harus sesuai dengan Citra yang diusung tersebut kalau tidak ya Hit n’ Run. Mudah-2an ada manfaatnya. Salam Strategi Komunikasi, KAsep Hemmm... kayaknya boleh juga nih ngambil PHD dibidang komunikasi ;). From: [email protected] [mailto:[email protected]] On Behalf Of Vayireh Sitohang Sent: 03 Juni 2009 23:02 To: [email protected] Cc: [email protected] Subject: Re: [kota-bogor] Kabinet Megawati Soekarno Putri – Prabowo Subianto Haha..Kang Sur ini spertinya meledekku. Yg pasti aku dukung program MegaPro lah. Bukan krn aku kader PDIP atau lain2 ya.. Tetapi krn Tanggung jawab Ekonomi diserahkan utk dikendalikan Prabowo Subianto.. Sbg tentara perang pasti janjinya akan ditepati. Pada 3 Juni 2009 18:59, Vayireh Sitohang <[email protected] <mailto:vayireh%40yahoo.com> > menulis: > Bahan diskusi yang perlu dikritisi atau diperbaiki atau terlalu berat > (???)..Mohon maaf jika ada pengulangan dan mohon maaf jika saya meneruskan. > Saya dapat email sebagai berikut : > > KISI-KISI Program Utama > > > > Kabinet Megawati Soekarno Putri – Prabowo Subianto > I. > VISION : > > > > Menggerakkan > dan mengawal Indonesia Raya menuju kedaulatan politik, kemandirian ekonomi > dan > kepribadian budaya. > > > > Tataran Implementasi : > > > > 1. > Menjaga, > mempertahankan dan membangun keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik > Indonesia > yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. > > 2. > Menggerakkan Negara dan > Pemerintahan Indonesia berdaulat secara politik, duduk sama rendah dan > berdiri > sama tinggi sebagai sahabat Negara-negara asing. > > 3. > Menggerakkan Negara dan > Pemerintahan Indonesia untuk membangun Bangsa dan Rakyat secara mandiri > dengan > kekuatan SDM dan SDA sendiri untuk sebesar-besarnya kemakmuran Rakyat. > > 4. > Membangun Negara, Bangsa dan Rakyat > Indonesia yang berkepribadian Pancasila menuju Masyarakat Adik dan Makmur. > > 5. > Memelihara, melestarikan dan > mengembangkan kearifan lokal sebagai akar Budaya Indonesia. > > > > > > II. > ISSUE > POKOK : > > > > 1. > Kekayaan > Negara untuk Kemakmuran Rakyat : > > > > 1.1. > Menjadwalkan > kembali utang luar negeri dan mengalihkannya untuk membiayai program > pendidikan, pangan dan energi murah serta ramah lingkungan. > > 1.2. > Meminimalkan > pinjaman luar negeri secara bertahap sampai pada tahapan membangun dengan > kekuatan sendiri (Berdikari = Berdiri di Atas Kaki Sendiri). > > 1.3. > Menyelamatkan > kekayaan Negara melalui peninjauan kembali setiap kontrak pemerintah yang > membebani keuangan Negara dan merugikan kepentingan nasional. > > 1.4. > Menghentikan > penjualan aset Negara strategis dan atau yang menjadi kebutuhan hajat hidup > mayoritas Rakyat. > > 1.5. > Mereformasi > Bank Indonesia > dalam pengatur dan pengendalikan lalu lintas devisa Negara maupun sebagai > lender of the last resort dari sistem pengendilan keuangan nasional. > > 1.6. > Mewajibkan > eksportir yang berbadan usaha nasional dan menikmati pembiayaan kredit > ekspor > impor dari Negara untuk menyimpan dana hasil ekspornya di bank dalam > negeri. > > 1.7. > Melakukan > larangan penyaluran kredit bank-bank pemerintah untuk pembiayaan perumahan > dan > apartemen mewah, mall dan proyek-proyek mewah lainnya > > > > 2. Melaksanakan > Penyelenggaraan Perekonomian Nasional yang Berdaulat, Adil dan Makmur : > > > > 2.1. > Menyelenggarakan > pengelolaan BUMN sebagai penggerak dan ujung tombak kebangkitan dan > kedaulatan ekonomi > nasional. > > 2.2. > Memperkuat industri bahan dasar dan > membangun industri pengolahan hasil tambang dan pertanian untuk > meningkatkan > nilai tambah. > > 2.3. > Membangun prasarana dan sarana > transportasi massal, murah dan aman. > > 2.4. > Meningkatkan > pendapatan per kapita penduduk dari US $ 2.000 menuju US $ 4.000. > > > > 3. > Melaksakan > Ekonomi Kerakyatan (Perekonomian Pro Rakyat) : > > > > 3.1. > Menyelenggarakan sistem jaminan > sosial bagi para fakir miskin, penyandang cacat dan rakyat terlantar. > > 3.2. > Meningkatkan anggaran pembiayaan > untuk pertanian, petani, nelayan, buruh, pedagang pasar tradisional dan > pedagang kecil lainnya. > > 3.3. > Melaksanakan prioritas penyaluran > kredit perbankan kepada petani, nelayan, pengrajin rumah tangga, pedagang > pasar > tradisional dan pedagang kecil lainnya. > > 3.4. > Mengupayakan peningkatan permodalan > lembaga keuangan mikro untuk penyaluran kredit bagi usaha-usaha rakyat > kecil. > > 3.5. > Melindungi buruh tani dan nelayan > kecil dengan melarang beroperasinya para tengkulak dan penangkapan ikan di > daerah pesisir yang menggunakan perahu motor. > > 3.6. > Melindungi pedagang pasar > tradisonal dengan melarang pembangunan pasar swalayan dan mall berskala > besar > yang dinilai merugikan usaha mereka dan/atau yang tidak sesuai dengan > peraturan > perundang-undangan. > > 3.7. > Memodernisasi pasar tradisional > untuk para pedagang kecil, pedagang kaki lima maupun para pedagang musiman > lainnya. > > 3.8. > Melindungi hak-hak buruh dan > pekerja kasar, termasuk buruh migrant, buruh sewa dan buruh musiman dengan > mengubah peraturan/ perundang-undangan yang tidak sesuai. > > > > 4. > Membangun Kedaulatan Pangan dan > Energi : > > 4.1. > Membuat perundang-undangan tentang > Tata Ruang, Tata Guna dan Kelola Lingkungan. > > 4.2. > Mencetak 2 (dua) juta hektar lahan > pertanian untuk meningkatkan produktifitas padi (beras), jagung, kedele dan > kacang-kacangan sebagai sumber protein nabati yang dapat menyerap tenaga > kerja > 12 juta orang. > > 4.3. > Membangun pabrik pupuk Urea dan NPK > milik petani melalui pelarangan ekspor dengan total kapasitas 4 juta ton. > > 4.4. > Membangun pembangkit listrik tenaga > panas bumi dan air berkapasitas hingga 10.000 MW. > > 4.5. > Meningkatkan efisiensi > kilang-kilang minyak dalam negeri dan membangun kilang-kilang bioetanol dan > DME > (pengganti LNG). > > 4.6. > Mencetak 4 (empat) juta hektar > lahan untuk aren sebagai bahan baku bioetanol yang dapat menyerap tenaga > kerja > 24 juta orang. > > 4.7. > Memperbarui sistem pengelolaan sumber > daya tambang, baik kerjasama dengan investasi asing maupun investasi dalam > negeri yang merugikan keuangan Negara. > > > > 5. > Menyelenggarakan Pemerintahan yang > Tegas dan Efektif : > > > > > Meningkatkan kesejahteraan aparatur > Negara secara bertahap dan sistemik. > > > Mempercepat reformasi birokrasi, > terkait dengan aspek pelayanan umum, kepentingan publik, penjenjangan > jabatan > dan perlindungan masa pensiun. > > > Penegakan > dan perlindungan hukum terkait pemberantasan korupsi tanpa pandang bulu. > > > > 6. > Pendidikan, > Kesehatan dan Kebudayaan : > > > > 6.1. > Menijau > kembali otonomi pendidikan dengan menempatkan pendidikan sebagai wahana > pembentuk karakter dan kepribadian nasional Bangsa (Character Building). > > 6.2. > Mencabut > Undang-Undang Badan Hukum Pendidikan (BHP) karena bertentangan dengan aspek > keadilan yang menjadi kewajiban Negara untuk memajukan kesejahteraan umum > dan > mencerdaskan kehidupan bangsa. > > 6.3. > Wajib belajar 12 tahun dengan > sepenuhnya dibiayai oleh Negara. > > 6.4. > Mengupayakan secara berkelanjutan > alokasi dana pendidikan nasional mecapai 25 % dari total Anggaran Negara. > > 6.5. > Menghapuskan pajak buku pelajaran > sekolah dan menghentikan model penggantian buku-buku sekolah setiap tahun > ajaran. > > 6.6. > Membagikan sekurang-kurangnya 1 > (satu) juta laptop untuk pelajar, mahasiswa dan guru berprestasi. > > 6.7. > Memberikan beasiswa serta fasilitas > kredit untuk pembiayaan pelajar dan mahasiswa berpotensi yang tidak mampu. > > 6.8. > Meningkatkan fungsi dan peran PKK, > Posyandu dan Puskesmas. > > 6.9. > Penempatan sarjana dan dokter baru > melalui program nasional, khususnya di kantong – kantong kemiskinan dan > daerah > tertinggal. > > 6.10. > Menggerakkan Revolusi Putih melalui > penyediaan susu untuk anak-anak dari keluarga miskin. > > 6.11. > Mengembangkan karakter bangsa yang > berkepribadian dalam bidang budaya dan melestarikan peninggalan/warisan > kebudayaan daerah sebagai budaya Bangsa. > > > > 7. > Menjaga > Kelestarian Alam dan Lingkungan Hidup : > > > > 7.1. > Melaksanakan > penghijauan kembali 59 juta hektar hutan yang rusak dan melakukan > konservasi > hutan lindung, keanekaragaman hayati (flora-fauna) dan plasma nutfah > sebagai > aset Bangsa. > > 7.2. > Merehabilitasi dan mengamankan > Daerah Aliran Sungai dengan menindak tegas pelaku pembalakan liar tanpa > pandang > bulu. > > 7.3. > Mencegah dan menindak tegas para pelaku > maupun pencari keuntungan sepihak dari pencemaran lingkungan air, tanah dan > udara. > > 7.4. > Membangun pusat penelitian dan > pembibitan tanaman langka untuk tujuan pelestarian, bioteknologi dan > pemuliaan > galur murni. > > 7.5. > Membangun pusat karantina pertanian > untuk mencegah, melindungi dan mengamankan wilayah nasional dari berbagai > infeksi dan penyakit yang ditularkan melalui komoditas pertanian. > > > > 8. > Membangun > Infrastruktur Desa untuk Rakyat : > > > > 8.1. > Penyediaan > Listrik dan Air Bersih untuk Desa. > > 8.2. > Bank dan Lembaga Keuangan Desa. > > 8.3. > Koperasi Desa, Lumbung Desa dan > Pasar Desa. > > 8.4. > Pendidikan > dan Klinik Desa. > > 8.5. > Infrastruktur Pedesaan dan Daerah > Pesisir. > > 8.6. > Rumah > Sakit Pedesaan (Peningkatan Fungsi Puskesmas). > > 8.7. > Badan > Usaha Milik Desa. >
