---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 03 Februari 2009 16:20 UTC



** GELOMBANG KEDUA MANUSIA PERAHU MYANMAR 

** MILITAN BOM JEMBATAN KYBHERPAS 

** UNI EROPA DAN KANADA TEKAN OBAMA

** TOPIK TINJAUAN PERS: OBAMA DAN DUNIA MUSLIM SERTA SUKSESI DALAI LAMA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MEMBERDAYAKAN PEMUKIMAN KUMUH

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: MURID SD STRESS GARA-GARA UJIAN 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: KEMBALINYA PENGUNGSI ROHINGYA DITOLONG DI ACEH



* GELOMBANG KEDUA MANUSIA PERAHU MYANMAR

Hampir 200 manusia perahu asal Myanmar diselamatkan di pantai Sumatra. Sekitar 
50 dari mereka dibawa ke rumah sakit.  Para manusia perahu ini adalah minoritas 
muslim asal Myanmar yang disebut Rohingya. Mereka menceritakan mencapai 
Thailand pekan lalu, dan diusir kembali ke laut oleh otoritas Thailand. 

Awal bulan lalu, angkatan laut Indonesia juga mendapati sebuah perahu yang 
membawa sekitar 200 orang asal Myanmar yang bernasib sama. 

Pekan lalu, pemerintah menyatakan para Rohingya itu tidak akan diberi suaka 
karena motif mereka adalah ekonomi dan bukan politik.


* MILITAN BOM JEMBATAN KYBHERPAS

Sebuah jalur militer penting ke Afganistan terputus di Pakistan baratlaut. Kaum 
militan meledakkan jembatan besi sepanjang 30 meter yang terletak di Khyberpas. 

Melalui terusan tersebut, bekal bagi pasukan internasional di Afganistan 
diangkut. Sekitar 300 truk melalui jembatan itu setiap harinya.
 
Tentara Amerika dan pasukan NATO di Afganistan memperkecil makna serangan. 
Mereka mengatakan jembatan akan segera pulih. 

Kaum militan sering menyerang terusan Khyber ini untuk memblokir serangan 
terhadap Taliban.


* UNI EROPA DAN KANADA TEKAN OBAMA

Uni Eropa dan Kanada menekan Presiden Amerika Serikat Barrack Obama, untuk 
membatalkan apa yang disebut Beli Produksi Dalam Negri, seperti tercantum dalam 
paket stimulus ekonomi. 

Kongres tengah membicarakan rencana agar proyek-proyek infrastruktur wajib 
menggunakan besi dan baja produksi dalam negri. 

Duta besar Kanada dan Uni Eropa di Washington memperingatkan Obama,  kebijakan 
proteksionis seperti itu berbahaya dan bisa mendorong negara-negara lain 
melakukan langkah yang sama. 

Apabila Obama hendak memimpin dalam krisis ekonomi ini, maka ia harus 
menunjukkan contoh yang baik. Demikian pendapat Uni Eropa dan Kanada.


* IRAN LUNCURKAN SATELIT BUATAN SENDIRI

Iran untuk pertamakali meluncurkan satelit buatan sendiri. Satelit yang diberi 
nama Omid  itu diluncurkan dalam rangka memperingati 30 tahun Revolusi Islam.

Peluncuran bisa disaksikan langsung lewat televisi Iran. Menurut Iran, satelit 
itu memiliki misi penelitian dan komunikasi. 

Satelit diluncurkan dengan menggunakan semacam roket baru, yang dikhawatirkan 
Barat akan digunakan dalam program nuklir Iran. Namun Iran mengatakan tidak 
memiliki rencana untuk itu.


* PEMERINTAH AUSTRALIA SUNTIK DANA LAGI

Pemerintah Australia mengucurkan lagi hampir 21 milyar euro untuk mengatasi 
krisis ekonomi. Dana itu antara lain dimaksudkan untuk membangun infrastruktur, 
sekolah, dan rumah. Beberapa milyar diberikan kepada penduduk berpenghasilan 
menengah dan rendah, dalam bentuk pengurangan pajak sera pembayaran tak 
langsung lain. 

Insentif tersebut diharapkan bisa memperbesar pengeluaran serta mendorong roda 
ekonomi. Perdana Mentri Kevin Rudd, sebelumnya telah menyuntik sekitar 18 
milyar euro ke dalam ekonomi, dan tidak menutup kemungkinan akan menyusul 
langkah-langkah lainnya.


* AUSTRALIA VONIS IMAM ASAL ALJAZAIR

Pengadilan Australia menjatuhkan 15 tahun hukuman penjara kepada seorang imam 
karena menjadi anggota organisasi teroris dan berencana melakukan aksi teror. 

Bersama teman-temannya, pria tersebut berencana melakukan pengeboman ketika 
berlangsung pertandingan sepakbola di Melbourne tahun 2005. Sebanyak enam orang 
lainnya telah dijatuhi hukuman antara empat sampai tujuh setengah tahun. 

Imam asal Aljazair itu mengimbau pengikutnya untuk membuat korban sebanyak 
mungkin. Serangan yang dimaksudkan guna menekan pemerintah Australia itu gagal. 
Imam dan para pengikutnya menghendaki agar Australia menarik pasukannya dari 
Afganistan.


* SPANYOL TAHAN BELASAN TERSANGKA AL-QAEDA

Polisi Spanyol menahan sebelas orang, pemalsu paspor dan dokumen lain untuk 
al-Qaeda. Penahanan berlangsung di Barcelona dan Valencia. Menurut media, 
mereka adalah orang Pakistan.

Polisi Spanyol sangat waspada terhadap ekstrimis muslim. Dua pekan lalu, polisi 
menahan sepuluh tersangka teroris dalam serangkaian penggerebekan di Barcelona, 
Madrid, dan Kepulauan Kanari. Mereka juga orang Pakistan. 

Serangkaian serangan bom terjadi di Madrid 11 Maret 2004, menewaskan 200an 
orang.


* TENTARA ETHIOPIA KEMBALI KE SOMALIA

Saksi mata menyatakan pasukan Ethiopia kembali berada di Somalia. Mereka 
kabarnya mendirikan pos pengawas di Baladwayne,  yang dikuasi pemberontak 
Islam. 

Ethiopia membantah berita tersebut dan mengatakan tentaranya berada di dalam 
perbatasan. Addis Abeba menarik pasukannya bulan ini sesudah dua tahun berada 
di Somalia. Sejak penarikan itu, para pejuang Islam kembali melakukan ofensi 
dan menguasai sebagian besar Somalia.


* PENEMUAN JENIS AMFIBI BARU DI KOLOMBIA
 
Para ilmuwan di Kolombia baratlaut menemukan sepuluh jenis amfibi baru. 
Sembilan diantaranya dari jenis katak dan satu dari jenis salamander.

Penemuan itu terjadi dalam ekspedisi di pegunungan Tacarcuna,  perbatasan 
dengan Panama. Di antara katak itu terdapat katak berkaki oranye, tiga katak 
beracun, dan tiga katak berbadan tembus pandang. 

Para ilmuwan sangat gembira dengan penemuan itu mengingat sepertiga amfibi di 
dunia terancam punah.


* BERITA BURSA

Bursa Eropa pagi ini dibuka dengan kenaikan tipis. Namun mendekati perdagangan 
tengah hari, bursa berbalik arah. Indeks AEX di Amsterdan turun 0,3% pada 245. 
Bursa London, turun 0,1% sedangkan bursa Paris dan Frankfurt nyaris tidak 
bergeming.

Perdagangan di bursa Tokyo ditutup dengan kerugian. Indeks Nikkei turun 0,6% 
pada 7825. Ini kerugian sebesar 48 poin. 

Nilai tukar euro tercatat $1, 2868.
1 euro = Rp. 14.695
1 US$ = Rp. 11.507


* OBAMA DAN DUNIA MUSLIM SERTA SUKSESI DALAI LAMA

Masalah suksesi Dalai lama, pemimpin spiritual Tibet, makin hangat dengan makin 
uzurnya sang pemimpin yang kini mencapai 74 tahun. Siapa yang akan menggantikan 
pemimpin kharismatis dengan kharisma terikat kuat dengan nasib Tibet ini? 
Demikian tanya The International Herald Tribune.

Dalai Lama sendiri telah berspekulasi secara terbuka mengenai reinkarnasinya, 
memilih sendiri reinkarnasinya sebelum meninggal, untuk melindungi orang Tibet 
di pengasingan. Tapi mungkinkah itu, bahkan seorang Buda yang mendekati 
kesempurnaan seperti Dalai Lama untuk memilih reinkarnasinya sendiri?

Masalah penerus ini penting karena nasib Tibet tergantung padanya. Apabila 
Dalai Lama meninggal dan penerusnya adalah seorang muda yang tidak 
berpengalamanan, maka perlahan-lahan orang Tibet akan menjadi orang-orang yang 
tidak memiliki tanah dan akan hilang di bawah banyang-bayang negara adidaya 
yang tengah bangkit. 'Kami akan kehilangan lambang penyatu yang kuat', demikian 
Tenzin Thethong, akademisi di Universitas Stanford seperti dikutip The 
International Herald Tribune.

Beralih ke Jakarta Post. Hubungan Presiden Amerika Barack Obama dengan dunia 
muslim, sejauh ini memuaskan. Obama menepati janji-janji kampanyenya. Keputusan 
tegas Obama menutup kamp tawanan Guantanamo di hari pertamanya, disambut hangat 
dunia Muslim. Inilah tanda era baru hubungan Amerika Serikat dunia Muslim, 
sesudah delapan tahun tegang.

Tidak hanya penutupan Guantanamo yang dipuji-puji dunia Muslim, tapi juga 
keputusannya memberi wawancara pertamanya kepada pemancar televisi Arab Al 
Arabbiya, serta pesan rekonsiliasinya kepada dunia Muslim. Ini semua menegaskan 
ketulusannya. Demikian The Jakarta Post.

Kepada dunia Muslim, Presiden Obama menyatakan Amerika bukanlah musuh mereka 
dan mengakui Amerika telah membuat kesalahan di masa lalu. Ia melanjutkan tidak 
ada alasan mengapa kemitraan antara Amerika Serikat dengan dunia Muslim tidak 
bisa dipulihkan seperti 20 atau 30 tahun silam.

Perubahan juga tampak dalam kebijakan luar negri Amerika Serikat tentang Iran. 
Pemerintahan Obama bersedia berbicara dengan Teheran, tanpa syarat. Diharapkan 
Iran akan menyambut itikad baik ini. Sedangkan dalam isu paling rumit, 
Israel-Palestina, belum jelas bagaimana Amerika akan menyelesaikannya. Tapi 
tampak kesediaan untuk melakukan upaya diplomatik guna membawa kedua pihak ke 
meja perundingan. Penyelesaian adil dan jujur, akan mampu memulihkan citra 
Amerika di dunia Muslim.

Bagaimana hubungan dengan Indonesia, sebagai negara berpenduduk muslim terbesar 
dunia? Jakarta tentu saja berharap Obama akan memilih Indonesia sebagai tempat 
untuk memenuhi janji kampanyenya dalam menyampaikan pidato besar kepada dunia 
Muslim. Tapi sejauh ini, Indonesia tidak dianggap penting dalam langkah 
diplomatik awal Obama.

Mari berharap Obama tidak saja akan melihat Indonesia sebagai negara 
berpenduduk muslim terbesar tapi juga sebagai sesama negara demokrasi. Apabila 
demikian, maka mungkin saja Obama akan menunggu sampai November untuk 
menyampaikan pidato kepada dunia Muslim yang telah ditunggu-tunggu ketika ia 
datang ke Jakarta sekitar KTT Asem di Singapura.

Demikian The Jakarta Post dan sekian pula tinjauan pers kali ini.


* MEMBERDAYAKAN PEMUKIMAN KUMUH

Di seluruh dunia, kampung kumuh berkembang pesat. Saat ini sekitar satu milyar 
orang - atau sepertiga penduduk dunia - tinggal di permukiman kumuh. Tahun 2030 
jumlah penghuninya bahkan bisa berlipat ganda. Laporan redaktur kerjasama 
pembangunan Laurens Nijzink.

Jonas Bendiksen, juru potret muda Norwegia anggota agen foto terkenal Magnum, 
menerbitkan buku tentang daerah kumuh. Antara 2005 hingga 2008 ia bekerja pada 
empat permukiman kumuh Caracas di Venezuela, Jakarta, Nairobi di Kenya dan 
Mumbai di India.

Selama beberapa bulan Bendiksen tinggal di setiap permukiman kumuh tadi. Ia 
berhasil menjalin hubungan baik dengan para penghuninya. Dengan demikian ia 
bisa memotret rumah penduduk dari dalam. 

Jonas Bendiksen:"Saya tidak bisa bicara bahasa mereka. Jadi saya minta bantuan 
pemuda setempat menjadi penterjemah. Lucunya, belum pernah saya kerja untuk 
proyek yang dengan begitu mudah bisa saya masuki. Orang cepat tahu, saya tidak 
mencari kesengsaraan ekstrem, melainkan ingin menyaksikan hidup sehari-hari. 
Jadi mereka bersedia menceritakan kisah hidup dan apa yang telah dilakukan 
selama ini. Saya ditarik dari satu rumah ke rumah lain." 

Jakarta
Bendiksen menjelajahi pelbagai kampung kumuh Jakarta. Ia menjelaskan sebuah 
foto yang dibuatnya di salah satu permukiman kumuh ibukota Indonesia. Foto ini 
menampilkan ruangan serta penghuninya. 

Jonas Bendiksen: "Ini rumah tangga Asanah dan keluarganya. Asanah itu  ibu 
berusia setengah baya. Ia tinggal bersama suami dan tiga anak remaja di ruangan 
berukuran dua kali dua meter dengan tinggi satu meter. Ruangan itu sangat kecil 
dan tidak memungkinkan mereka berdiri tegak. Tidak ada tempat untuk perabot 
rumah, satu pun."

"Dari empat kota proyek fotonya, rumah kumuh di Jakartalah yang paling kecil. 
Di Jakarta tidak ada permukiman kumuh luas, seperti di Nairobi atau Mumbai. 
Prasarana  buruk membuat orang seolah-olah hidup terjepit. Asanah dan 
keluarganya tinggal di bawah kolong jembatan kecil di jantung Jakarta, satu 
meter di atas kanal pembuangan."

Perhatian
Jonas Bendiksen terharu melihat bagaimana keluarga Asanah tetap berusaha 
membuat rumah mereka hangat, kendati keadaan ekonomi mereka begitu sulit. 

"Semuanya dihiasi rapih sekali. Mereka membuat semacam kertas dinding dari 
beberapa tempelan bekas. Di dinding terpajang beberapa pigura perak dengan foto 
keluarga, gambar buatan anak mereka serta kalender. Semua hal yang ditemukan di 
rumah mana pun di dunia, juga ditemukan di ruangan kecil ini". 

Itulah inti proyek foto Bendiksen tentang permukiman kumuh: kemampuan luar 
biasa orang untuk menciptakan suasana yang normal bahkan dalam situasi 
seekstrem ini. 

Nilai dan martabat
Dari pandangan estetik, Jonas Bendiksen berhasil membuat foto-foto indah. 
Tidakkah dia tergoda meromantisir kesengseraan serta kekerasan yang juga ada di 
permukiman ini? 

Jonas Bendiksen: "Proyek ini bagaikan berjalan di atas tali. Di satu sisi saya 
ingin membuat foto yang menggambarkan kehidupan di daerah kumuh. Di sisi lain, 
kami harus menghormati warga permukiman kumuh karena berhasil menciptakan 
hal-hal yang begitu berharga. Inilah inti proyek: kemampuan luar biasa manusia 
menciptakan hal-hal yang berharga, martabat serta kehidupan normal, bahkan 
dalam situasi seburuk ini."

Buldoser
Jonas Bendiksen mengakhiri pembicaraan dengan anjuran bagi para perancang kota. 
Biasanya mereka menangani masalah pemukiman kumuh dengan mengerahkan buldoser. 
Apa saja yang dimiliki warga kampung kumuh ini, seperti sekolah, penitipan 
anak, bisnis dan sanitasi, semuanya adalah hasil kerja tangan mereka sendiri. 
Gunakan mereka, semua kemampuan mereka adalah juga sumber daya manusia.


* MURID SD STRESS GARA-GARA UJIAN

Ini adalah hari-hari yang menegangkan bagi murid-murid kelas enam SD Belanda. 
Mulai Selasa kemarin berlangsung ujian akhir sekolah dasar yang begitu 
ditakuti. Dalam waktu tiga hari, para murid harus menjawab 200 soal tentang 
bahasa, berhitung dan lainnya. Hasil ujian CITO bersama anjuran guru menentukan 
pendidikan lanjutan si murid. Laporan redaktur Belinda van Steijn.

150 ribu murid stres dan tak bisa tidur menjelang ujian CITO. Floris, bocah 
berusia sebelas tahun asal Zwolle berharap meraih tingkat tertinggi, tapi tidak 
yakin apakah akan berhasil. 

Floris: "Ya, saya sedikit tegang. Saya ingin sekali melanjutkan pendidikan ke 
tingkat universitas. Kalau gagal, kayaknya saya tidak akan bisa ke sana. Pasti 
saya akan sangat kecewa. Saya masih ingin berlatih pakai komputer. Tapi saya 
pasti akan sedikit gelisah menghadapi ujian CITO."

Sudah 40 tahun ini Belanda memberlakukan ujian CITO. Setiap tahun pasti 
terlontar banyak kritik, karena ujian CITO menyebabkan terlalu banyak stres 
pada anak-anak. Kritikan lain adalah bahwa CITO hanya menguji pengetahuan si 
murid dan tidak melihat kemampuan lain.

Sekolah-sekolah tidak wajib menggunakan ujian ini. Tapi kembali tahun ini 85% 
sekolah Belanda turut serta. Bahkan persentase kecil sekolah di Antilia Belanda 
juga ikut menyelenggarakannya.

Bagi Juna van Nood, ibu guru sekolah dasar De Morgenster di Zwolle, stres tidak 
bisa menjadi alasan untuk menghapus ujian CITO. Ujian ini mempersiapkan 
anak-anak menghadapi ujian lain dalam hidup mereka. Misalnya ujian mengemudi 
mobil dan ujian akhir sekolah menengah. 

Juna van Nood: "Kami mempersiapkan mereka untuk terjun dalam masyarakat. Ujian 
adalah salah satu persiapan itu. Saya pikir CITO tidak terlalu berat. Menurut 
saya ini terlalu dibesar-besarkan. Tapi di kelas, saya dan murid berusaha 
membahasnya. Mereka saya minta berpikir sendiri dan berlatih menggunakan 
soal-soal dari tahun-tahun terdahulu. Kemudian bisa kami bahas soal-soal itu 
disusun. Mereka biasanya menjawab: sebenarnya tidak terlalu sulit. Setelah itu 
kami semua makan kentang goreng, menunjukkan: Ya, kami berhasil. Sekarang kami 
berpesta!"

Ibu guru bisa saja menanggapi ujian CITO dengan ringan, tapi ketegangan pada 
para murid sangat terasa. Juga Lisa, gadis berusia 12 tahun sangat khawatir. 

Lisa: "Saya takut saya tidak bisa tenang, ini malah justru mengacaukan 
semuanya. Saya tidak bisa tenang. Saya selalu berpikir: Sekarang semuanya 
kacau. Jadi ya, ini sangat menegangkan. Ini tidak berlaku bagi bahasa. Karena 
prestasi saya lumayan bagus di situ. Saya hanya tegang untuk bagian berhitung."

Kendati semua kritik, ujian yang sudah menjadi tradisi selama 40 tahun ini, tak 
bisa dibayangkan hilang dari pendidikan Belanda. Tapi selain 'ujian 
pengetahuan' ini, pelbagai sekolah dasar dewasa ini makin sering melakukan tes 
kecerdasan, yang juga menguji ketrampilan lain para murid.


* GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: TIM MEDIS INDONESIA DI GAZA: BISAKAH MEREKA TETAP 
AKTIF DI SANA?

TIM MEDIS INDONESIA DI GAZA: BISAKAH MEREKA TETAP AKTIF DI SANA?


Pemerintah Mesir menetapkan batas waktu untuk warga negara asing meninggalkan 
Jalur Gaza, yaitu 5 Februari mendatang. Langkah ini berlaku bagi mereka yang 
masuk Jalur Gaza lewat pintu Rafah, perbatasan Mesir-Jalur Gaza. Apa dampak 
keputusan ini bagi tim relawan Indonesia yang sudah berada di kawasan itu? 
Namun sebelum itu, Natsir Nugroho, Ketua Majelis Kesehatan dan Kesejahteraan 
Masyarakat PP Muhammadiyah menjelaskan susunan dan tujuan tim relawan yang 
dikirim ke Jalur Gaza. 

Natsir Nugroho [NN]: Kita berangkat atas nama Interfaith, Kerjasama Lintas 
Agama. Yang berangkat adalah tim dari rumah sakit Muhammadiyah. 

Terdiri dari rumah sakit Muhammadiyah Jakarta dan Jogya serta teman-teman dari 
rumah sakit Bethesda Jogya, terdiri dari satu orang dokter anestesi, satu orang 
dokter bedah, tiga perawat bedah dan yang lain adalah tim-tim kemanusiaan itu 
yang ke sana. 

Radio Nederland Wereldomroep[RNW]: Apa tujuan mereka di sana?

NN: Tujuannya yang pertama kita melihat bahwa situasi di Gaza ini adalah 
situasi kemanusiaan, jadi kita tidak berbicara mengenai agama tapi kemanusiaan. 

Maka kita berangkat, Muhammadiyah tergantung dengan humanitarian Indonesia. 
Jadi teman-teman dari beberapa lintas agama. Kita ke sana mewakili lintas agama 
yang ada di Indonesia. 

Tahap pertama ini terdiri dari teman-teman yang dari rumah sakit Islam dan 
rumah sakit Bethesda di Jogyakarta ini. Inilah salah satu solidaritas 
kemanusiaan pada korban di Gaza.     

RNW: Mengapa Muhammadiyah menganggap penting mengirim relawan ke Jalur Gaza?

NN: Karena kita tergabung dalam suatu humanitarian. Muhammadiyah dilahirkan 
sebagai suatu organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan dalam bantuan 
kemanusiaan. 

Kalau di Indonesia dengan orang-orang miskin ya, dan untuk itulah kita mencoba 
meluaskan cakrawala kita dengan membantu teman-teman kita yang ada di luar. 

Dalam hal ini Gaza kami lihat sebagai suatu strategi, karena telah terjadi 
tragedi kemanusiaan di sana. Maka kami berbicara di humanitarian di Jakarta, 
bersama-sama dengan teman-teman dari agama lain. Ini adalah masalah 
kemanusiaan. Bukan masalah Hamas dengan Israel semata. 

Ada orang yang malah mempolitisir menjadi antara agama Yahudi dengan agama 
Islam. Tapi kami melihat dari sudut kemanusiaannya. 

RNW: Apakah ada rencana untuk mengirim lebih banyak relawan lagi ke Jalur Gaza 
di masa mendatang?

NN: Kita lihat dari assessment dari teman-teman yang ada di sana. Saat ini 
mereka sudah sampai di Gaza ya, dibantu oleh Bulan Sabit Merah Yordania, Bulan 
Sabit Merah Palestina, teman-teman dari Magen David Adom Israel. 

Karena kita menyeberang bukan lewat Rafah, dari yang dilewati selama ini oleh 
teman-teman yang lain tapi kita lewat jalur Yordan. Sehingga kita mau nggak mau 
harus lewat daerah Israel. 

Dan kebetulan kami berteman baik dengan teman-teman dari Megan David Adom 
Israel sehingga kami diberikan suatu fasilitas untuk menyeberang ke sana 
dibantu untuk sampai ke Gaza. 

RNW: Pemerintah Mesir ingin agar warga negara asing meninggalkan Jalur Gaza, 
lalu bagaimana dengan tim sukarelawan Muhammadiyah yang telah berada di sana?

NN: Kalau memang itu diharuskan oleh pemerintah Mesir untuk meninggalkan, kita 
akan berbicara dengan teman-teman di Palestina, kira-kira masih ada nggak 
permintaan mereka untuk perpanjangan dari kehadiran kami, untuk membantu secara 
kemanusiaan. 

Kalau memang ini tidak dibutuhkan ya, kami akan melakukan suatu assessment 
kira-kira apa lagi yang dibutuhkan dari teman-teman di Palestina. 

Nah, itu kita akan mengikuti dari otoritas setempat. Apakah kita akan 
meninggalkan Gaza pada tanggal 5, saya dengar ya, di koran-koran itu. 

Yang jelas kami nanti toh keluar tidak akan lewat Mesir, karena kami tidak 
punya visa ke Mesir ya, visa kami kan ke Yordan. Nanti kami kembali lewat itu 
lagi.

RNW: Apakah menurut Anda keputusan Mesir itu akan bisa menghambat rencana 
pengiriman relawan ke kawasan tersebut di masa mendatang?

NN: Tidak akan bisa, karena jalur yang kami tempuh kan bukan jalur yang ada di 
Rafah, jadi jalur yang kebanyakan ditempuh oleh teman-teman. Tapi karena jalur 
melalui Amman dan hubungan baik kami dengan teman-teman dari Bulan Sabit Merah 
Internasional dan kemudian dari Bulan Sabit Merah Palestina dan dari Magen 
David Adom Israel. 

Kami sudah berhubungan baik dengan mereka karena kita berbicara atas nama 
kemanusiaan. 

RNW: Lalu bagaimana keadaan tim relawan yang berada di Jalur Gaza?

NN: Saya kira baik-baik semua. Kebetulan kan selama ini yang ada di Jalur Gaza 
untuk teman-teman dari Indonesia ini kan difokuskan di rumah sakit Aria ya 
kalau nggak salah. 

Ada teman-teman dari Bulan Sabit Merah Indonesia, kami barangkali akan membantu 
lewat rumah sakit lainnya yang lebih memerlukan, dan kami akan lebih 
mendekatkan diri dengan pusat-pusat atau perkemahan-perkemahan para pengungsi 
supaya kami lebih dekat dengan mereka. 

Ada dua tujuan satu untuk membantu rumah sakit, dan satu untuk bisa masuk ke 
kamp-kamp pengungsi di Gaza itu. 

RNW: Apakah mereka mengalami hambatan dalam menjalani kegiatan mereka?

NN: Alhamdulilah, selama ini mereka baik-baik saja, dibantu sepenuhnya oleh 
teman-teman yang ada di sana. Kami bukan berbicara karena politik ya, karena di 
sana ada Hamas, ada Fatah, tapi kami berbicara atas nama kemanusiaan sehingga 
kami baik dengan semua pihak, karena memang tujuan kami adalah membantu dari 
segi kemanusiaan, jauh dari masalah-masalah pertikaian politik di antara mereka.


* KEMBALINYA PENGUNGSI ROHINGYA DITOLONG DI ACEH

Kembali pengungsi Rohingya mendapat pertolongan untuk merapat di Aceh. Kaum 
pria yang mencapai 198 orang ini, termasuk anak laki-laki berusia 13 tahun, 
mengaku sudah 21 hari terkapung-kapung di laut. Beberapa orang dalam keadaan 
kritis. Pekan silam Jakarta berniat mendeportasikan 193 orang Rohingya tanggal 
7 Januari lalu sudah merapat di Aceh. Apakah Jakarta akan kembali memulangkan 
pendatang baru ini? Berikut penjelasan Teuku Faizasyah, jurubicara Departemen 
Luar Negeri di Pejambon, Jakarta. 

Teuku Faizasyah [TF]: Untuk 193 manusia perahu yang terdampar di Aceh sejak 
tanggal 7 Januari, maka proses identifikasi dan investigasi yang dilakukan oleh 
tim pemerintah bekerjasama dengan IOM, International Organization for 
Migration, hampir mendekati penyelesaian. 

Dan kita harapkan dalam beberapa hari ke depan, mereka sudah dapat menyampaikan 
rekomendasi kepada pemerintah dari proses investigasi/interview yang dilakukan 
pada setiap orang perahu yang berada di Kepulauan Sabang. Proses itu sudah akan 
selesai dan segera mereka akan menyampaikan temuannya dan rekomendasi dari apa 
yang telah didapatkan dari mereka. 

Radio Nederland Wereldomroep [RNW]: Kenapa Deplu bekerjasama dengan IOM, kenapa 
tidak misalnya dengan UNHCRnya PBB?

TF: Keputusan pemerintah melibatkan IOM terkait dengan temuan awal pada saat 
kita melakukan interview secara acak pada tanggal 9 dan 10 Januari. 

Dari proses interview tersebut, kita menarik satu kesimpulan bahwa kedatangan 
mereka ke Indonesia lebih didasari oleh kepentingan untuk mencari kehidupan 
yang lebih baik. 

Dengan demikian IOM adalah lembaga yang sangat tepat untuk dilibatkan, 
khususnya mengetahui sejauh mana ada isyu-isyu migrasi, people smuggling atau 
trafficking in person. Kita tidak melibatkan UNHCR pada saat ini, terkait pada 
fakta bahwa pertama motifnya adalah motif ekonomi. Pemerintah ingin cepat 
menyelesaikan permasalahan ini dengan tuntas.

Karena kita sebelumnya juga memiliki pengalaman masalah manusia perahu dari 
Rohingya juga pada tahun 2006 dan ditangani oleh UNHCR tapi tidak selesai 
secara tuntas. 

Jadi ada pengalaman masa lalu kita bekerja sama dengan UNHCR dan di samping itu 
kita lihat bahwa fakta di lapangan adalah motif ekonomi yang mendasari mereka 
meninggalkan negara asal mereka.

RNW: Ini ada kritik, misalnya dari Yayasan Pijar yang menyatakan bahwa Deplu 
tidak melihat konteks politik di Myanmar secara keseluruhan. Karena Myanmar kan 
diperintah oleh junta militer gitu yang tidak demokratis.  Karena junta militer 
ini menyebabkan orang-orang menderita lalu mencari kehidupan yang lebih baik?

TF: Bisa saja mereka menyampaikan pandangan seperti itu. Namun sebelumnya kita 
berangkat dari temuan kita di lapangan dan dari hasil investigasi dan interview 
yang dilakukan oleh pemerintah dengan lembaga internasional tadi IOM yang 
tentunya lebih independen dan tidak memiliki penghakiman dini atas apa yang 
mereka dapatkan dari proses interview.

Sebetulnya kita juga menyadari sinyalemen yang berkembang di pemberitaan 
terkait dengan isyu-isyu HAM yang mencuat. Namun tentunya apa yang kita hadapi 
pada saat ini adalah satu realita yang terkait dengan isyu ekonomi. 

Dari sisi lain pemerintah juga sudah tentu melakukan konsultasi dengan negara 
asal untuk memastikan bahwa pada waktunya, apabila mereka dideportasi maka 
keselamatan mereka dapat dijamin. 

RNW: Bagaimana ini pak menjamin keselamatan mereka, pemerintah Birma sendiri 
kan kita tahu menindas rakyatnya ini?

TF: Itu tentunya kita bicarakan tidak saja dengan pihak Myanmar tapi dengan 
pihak pemerintah Bangladesh. Dan persisnya seperti apa belum bisa kita 
utarakan, karena ini merupakan proses konsultasi antar pemerintah dan juga kita 
masih menunggu sebenarnya cara rekomendasi yang akan disampaikan oleh tim yang 
berada di Sabang, yang tentunya juga akan melihat permasalahan ini secara 
komprehensif dari berbagai sisi. 

RNW: Hari Selasa ini tanggal 3 Februari berhasil diselamatkan hampir 200 orang 
pengungsi Rohingya lagi. Apakah Deplu akan menempuh prosedur yang sama ini pak?

TF: Kita saat ini sudah mendapatkan informasi yang sangat awal ya, mengenai 
satu kapal di perairan dekat wilayah Aceh yang kemudian berkat jasa baik pelaut 
kita telah ditarik ke wilayah di Aceh Timur.

Direncanakan selambat-lambatnya besok pagi sudah ada tim dari Departemen Luar 
Negeri dengan juru bahasa untuk mendata dan mengumpulkan fakta terkait dengan 
keberadaan mereka di Aceh. 

RNW: Kenapa orang-orang ini tidak boleh bertemu dengan wartawan pak? 

TF: Saat sekarang tentunya kondisi fisik mereka sangat lemah ya, dan tentunya 
apa yang harus kita lakukan pada saat ini dalam memberikan fasilitasi 
kemanusiaan, itu yang menjadi pemerintah daerah pada saat ini, sehingga belum 
pada tempatnya apabila kita melibatkan media. 

RNW: Tapi apakah media suatu saat boleh berbicara dengan mereka?

TF: Tentu saja apabila semua proses sudah diselesaikan. Kita tidak memiliki 
satu kendala pun untuk memberikan akses pada media, tapi tentunya kita 
seharusnya terlebih dahulu memastikan bahwa semua proses investigasi selesai 
dilakukan dan juga kita memberikan prioritas ke konsuleran bagi negara asal 
lah. Setelah semua pihak yang terkait langsung mendapatkan akses, barulah kita 
nanti berbicara mengenai akses pada media.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke