--------------------------------------------------------------------- WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP Edisi: Bahasa Indonesia
Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir. --------------------------------------------------------------------- Edisi ini diterbitkan pada: Selasa 24 Maret 2009 14:40 UTC ** INDONESIA TANGKAP EMPAT WARTAWAN BELANDA ** KABINET BARU ISRAEL HAMPIR RAMPUNG ** HUKUMAN MATI NAIK DUA KALI LIPAT ** ULASAN PERS SELASA: GARMENT KOMBOJA KENA DAMPAK EKONOMI DAN REMAJA ADOPSI REMAJA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMERINTAH BELANDA TIDAK PUNYA DAYA MEMBATALKAN BONUS ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGADILAN DEN HAAG ADILI PENJAHAT PERANG RWANDA ** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AKTIVIS KELAHIRAN INDONESIA RAIH PENGHARGAAN LINGKUNGAN ** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA TANGKAP WARTAWAN BELANDA * INDONESIA TANGKAP EMPAT WARTAWAN BELANDA Empat wartawan Belanda ditangkap di Jayapura Papua. Mereka ditangkap ketika sedang meliput demonstrasi. Pemerintah Indonesia berdalih wartawan Belanda itu melanggar aturan imigrasi. Mereka konon juga dituduh membuat rekaman video tanpa ijin. Seorang wartawan koran NRC Handelsblad dan tiga wartawan lepas itu meliput kunjungan Nicolaas Jouwe, salah seorang pendiri Organisasi Papua Merdeka OPM. Jouwe berada di Indonesia sejak Ahad lalu. Sejak puluhan tahun, aktivis di Papua memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia. Demonstrasi Selasa ini menuntut referendum mengenai masa depan Papua. * KABINET BARU ISRAEL HAMPIR RAMPUNG Calon Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu hampir merampungkan susunan kabinetnya. Media Israel menyebutkan pemimpin partai kanan Likud itu sudah mencapai kesepakatan dengan koalisi dengan Ehud Barak dari partai kiri tengah Buruh. Kongres partai Buruh masih harus memberi dukungan secara resmi. Di harapkan Selasa ini pemungutan suara akan memberikan lampu hijau. Sebelumnya partai ekstrim kanan Yisrael Beiteinu sudah menyatakan bergabung dalam koalisi pimpinan Netanyahu. Netanyahu membutuhkan dukungan partai Buruh untuk meraih kursi mayoritas di parleman Knesset. Partai terbesar dan pemenang pemilu Israel, Kadima tidak mau berkoalisi karena tidak berminat bekerjasama dengan Netanyahu dan partai-partai kanan. * HUKUMAN MATI NAIK DUA KALI LIPAT Tahun 2008 lalu jumlah pelaksanaan hukuman mati meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Demikian organisasi pemerhati HAM, Amnesty Internasiona dalam laporan tahunan. Angka hukuman mati tahun lalu mencapai 2400 kali. Hampir tiga perempat dari hukuman mati terjadi di Cina. Organisasi HAM itu mengingatkan bahwa jumlah sesungguhnya bisa lebih besar lagi. Cina biasanya melakukan hukuman mati secara diam-diam. Peningkatan angka hukuman mati, juga disebabkan karena Cina merampungkan kasus-kasus lama. Menurut angka itu negara yang menduduki urutan kedua adalah Iran. Tahun lalu Teheran melaksanakan sekitar 350 hukuman mati. Disusul tempat ke tiga Arab Saudi dengan 100 eksekusi mati. Sementara itu Amerika Serikat yang juga masih melakukan hukuman mati sejak 1994, mengalami perbaikan. Tahun lalu AS menghukum mati 37 orang warganya. Argentina dipuji karena tahun lalu menghapuskan hukuman mati. * MANAGER ASURANSI AIG KEMBALIKAN BONUS Perusahaan asuransi Amerika Serikat AIG menyetujui pengembalian bonus senilai 30 juta dolar. Demikian dilaporkan harian The New York Times. 15 dari 20 manager tingkat atas memutuskan untuk tidak mengambil bonus. Sebelumnya perusahaan asuransi AIG telah mengucurkan bonus hingga 165 juta dolar. Kehakiman di New York berharap separohnya bisa kembali. Kehakiman sedang memeriksa penggunaan uang rakyat. Kasus bonus AIG ini memicu amarah di Amerika Serikat. Karena perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan ini, baru saja mendapatkan suntikan 170 milyar dolar uang negara. * PEMERINTAH BELANDA SEPAKATI PENGHEMATAN Partai-partai koalisi Belanda CDA, PvdA dan Kristen Uni hampir mencapai kesepakan mengenai paket penanggulangan krisis keuangan. Menurut sumber, tiga partai pemerintah itu hampir menyepakati jumlah penghematan tahun 2011. Jumlah dana penghematan mencapai 5 milyar euro. Partai koalisi Selasa ini bertemu pihak serikat buruh dan majikan mengenai rancangan ini. * REMAJA IRLANDIA DIADILI SEBAGAI PEMBUNUH POLISI Remaja Irlandia Utara 17 tahun didakwa sebagai pembunuh aparat polisi, dua pekan lalu. Ia dihadapkan ke pengadilan Selasa ini. Selain itu remaja ini juga didakwa memiliki senjata gelap dan anggota organisasi teror. Dua hari sebelum aparat polisi berusia 48 tahun ditembak mati, dua polisi Britania juga dibunuh di Irlandia Utara. Organisasi teror Katolik, Continuity Ira menyatakan bertanggungjawab. Gerakan ini adalah sempalan IRA. * PETANI KEDELAI ARGENTINA MOGOK Petani kedelai Argentina melancarkan aksi mogok dengan alasan pajak ekspor yang terlalu tinggi. Para petani kedelai tidak akan menjual produknya selama sepekan penuh. Kedelai adalah hasil pertanian paling penting Argentina. Petani dan pemerintah Argentina sudah setahun ini terlibat sengketa mengenai pajak ekspor kedelai. Presiden Christina Fernandez mencari dukungan pemerintah daerah dan propinsi untuk meloloslan pajak ekspor ini. Presiden menjanjikan sebagian hasil pajak untuk kas propinsi dan daerah. * AUSTRALIA BERUSAHA KERAS SELAMATKAN IKAN PAUS Regu penolong berusaha keras menyelamatkan ikan paus yang terdampar di pantai barat Perth Australia. Sejak Senin kemarin sekitar 80 anak paus terdampar di pantai, sebagian besar mati. Puluhan orang aktivis lingkungan berusaha menggiring ikan paus itu kembali ke samudra, tetapi gelombang laut terlalu dahsyat. 11 ekor paus diangkut dengan truk dan dicoba dilepas di teluk berair dalam. Ikan paus sering kali terdampar di pantai-pantai Australia dan Tasmania. Empat bulan terakhir saja sudah 400 ekor terdampar di pantai. * JEPANG JUARAI TURNAMEN BASEBALL DUNIA Timnas baseball Jepang menjuarai turnamen dunia Baseball Classic. Dengan demikian tim Matahari Terbit itu berhasil mempertahankan gelar tahun lalu. Di pertandingan final Jepang mengalahkan Korea Selatan 5-3 di stadion Dodgers Los Angeles Amerika Serikat. Belanda juga ikut serta dalam turnamen ini. Prestasi tim Belanda tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Menang dua kali dari negara tangguh Republik Dominika. * GARMENT KOMBOJA RASAKAN DAMPAK EKONOMI DAN REMAJA ADOPSI REMAJA Harian berbahasa Inggris terbitan Den Haag, the International Herald Tribune mengangkat imbas ekonomi global pada nasib para buruh industri pakaian atau garment Kamboja. Ribuan buruh industri pakaian kehilangan pekerjaan dan harus kembali ke kampung beternak babi. Akibat krisis ekonomi global, banyak perusahaan konfeksi tutup karena pesanan dari Amerika Serikat, Eropa dan Jepang menurun. Ekspor ke Amerika merosot 40 persen awal tahun ini. Garmen adalah produk impor paling penting negara-negara Asia Tenggara. Penurunan pesanan berarti anjloknya ekonomi, demikian analisa itu. Banyak buruh yang tiba-tiba dipecat tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut pihak serikat buruh nasional Kamboja, 70 ribu buruh yang kebanyakan perempuan di-PHK sejak tahun lalu. Sementara nasib 100 ribu lainnya masih tidak pasti, demikian dikutip harian The International Herald Tribune. Situasi runyam ini hanya akan menambah kemiskinan di Kamboja, demikian juru bicara Bank Dunia di Kamboja. Padahal industri garmen, pariwisata dan pertanian adalah tulang punggung perekonomian negeri ini, demikian Bank Dunia. Krisis ekonomi ini menurut pengamat, memicu kerusuhan di masyarakat dan kejahatan. Angka perampokan dan penyelundupan obat bius akan meningkat. Walau demikian posisi perdana menteri berkuasa Kamboja tetap tidak akan terusik, demikian ulasan the International Herald Tribune. Dari Kamboja ke Indonesia. Televisi Belanda menyiarkan acara tentang pertemuan antara gadis Belanda 15 tahun dengan bocah Indonesia, Marto 9 tahun. Gadis Belanda bernama Else Lotte itu mengadopsi Marto. Setiap bulan Else Lotte mengirim uang 29 euro per bulan untuk kebutuhan bocah siswa SD di Timor Barat ini. Uang senilai 450 ribu rupiah dipakai untuk membiayai uang sekolah dan seragam Marto dan keluarganya yang miskin. Sudah tiga tahun ini Else Lotte membatu keluarga Marto, demikian tulisan itu. Tulisan di harian de Telegraaf memuji sikap dermawan remaja Belanda itu. Sebagai siswa sekolah menengah, Else Lotte tidak membelanjakan uang sakunya untuk membeli HP baru atau baju mahal seperti layaknya kawan-kawannya. Ia lebih suka menabung untuk membantu anak miskin. Untuk bisa mengirimkan uangnya secara rutin, di Belanda ia bekerja sambilan sebagai pengasuh anak dan mencuci piring di restoran. Pertemuan pertama kali Else Lotte dengan anak adopsinya Marto di kampungya di Timor Barat berlangsung penuh kenangan. Else Lotte membawa bola Oranje dari Belanda dan Marto menyerahkan selendang tenun Timor untuk ibu angkatnya. Ditanya alasannya mengapa ia melakukan bakti sosial membantu sesama, Else Lotte mengatakan sudah semustinya kita berbagi dengan orang yang membutuhkannya. Selain itu Else Lotte berharap kawan-kawan sebayanya di Belanda juga melakukan hal serupa, membantu mereka yang membutuhkan, demikian de Telegraaf mengenai acara televisi Belanda menyorot remaja Belanda yang mengadopsi bocah di Timor Barat. * PEMERINTAH BELANDA TIDAK PUNYA DAYA MEMBATALKAN BONUS 'Gelitikan perversi' itulah nama baru untuk pemberian bonus kepada pimpinan perusahaan. Terutama apabila perusahaan ini berprestasi buruk atau mendapat dukungan dana dari pemerintah, pemberian bonus boleh dibilang secara halus 'tidak bisa dimengerti' oleh publik. Karena itu pemerintah Belanda mencari jalan untuk memblokade bonus-bonus tersebut. Sementara dari kalangan pengusaha keluar 'seruan moral' untuk mengembalikan pemberian hadiah ini. Laporan redaktur Laurens Nijzink. Pertanyaan ada dua: bagaimana pemerintah bisa menarik bonus yang diberikan tahun 2008 dan bagaimana mencegah agar tidak ada pemberian bonus luar biasa di tahun 2009? Menteri Keuangan Belanda Wouter Bos mencari cara untuk mengatur keduanya. Dari sisi hukum, menarik kembali perjanjian yang sudah dibuat resmi, adalah kasus yang berbelit-belit. Demikian guru besar hukum perburuhan Belanda Ton Wilthagen: Ton Wilthagen: Secara hukum itu sudah disepakati. Dalam hal ini seorang pekerja telah menyelesaikan tugas apabila mencapi tujuan yang diharapkan dan karena itu diberikan bonus. Apabila itu sudah ditetapkan dan dijanjikan, maka sang pekerja berhak untuk menuntutnya. Hal itu tidak bisa diubah apabila salah satu pihak menentangnya. Penarikan bonus hanya bisa dilakukan kalau kedua pihak menyetujuinya. Tetapi sang penerima tentu saja tidak mudah menyetujui hal ini. Kode Etik Seruan moral bagi pimpinan tingkat atas untuk mengembalikan bonus-bonus lama, seperti yang dilakukan direktur ING Jan Hommen, adalah pilihan yang dianggap wajar. Untuk pemberian bonus di masa depan harus dibuat perjanjian baru. Belanda mengenal kode etik untuk perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek, apa yang dinamakan kode etik Tabaksblatt. Di dalam versi baru secara jelas dinyatakan, kemungkinan untuk menarik kembali bonus bisa dimasukkan ke dalam kontrak kerja. Bonus dan pemberian hadiah sesuai dengan prestasi memang seringkali dipukulrata, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Yang kedua dikenal dengan istilah ekonomi variable pay. Yang menarik, kebingungan opini publik mengenai kedua pemberian itu bisa jadi jalan keluar bagi menteri Belanda. Janet Visbeen, pakar di bidang bonus para manager dari biro penasehat internasional menerangkan: Janet Visbeen: Pengertian umum mengenai bonus adalah hadiah yang diberikan untuk jangka waktu pendek. Tetapi juga ada pemberian bonus untuk jangka panjang. Seorang pekerja mendapat bonus ini apabila berprestasi baik di jangka panjang atau apabila si perusahaan mencapai prestasi khusus. Jangka Panjang Saat ini opini publik terutama menentang pemberian bonus. Tetapi apakah dengan ini prinsip-prinsip pemberian bonus sesuai prestasi untuk jangka panjang juga harus dihapus? Visbeen mengusulkan agar tidak membuang pemberian bonus yang bertujuan mendorong pekerja untuk berprestasi. Di jangka panjang kemungkinan ini justru dapat mendorong para pekerja untuk mengatasi resesi. Hal itu juga dimengerti Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Demikian Visbeen: Janet Visbeen: Obama mengatakan: tidak ada bonus atau anda akan dikenakan pajak pemasukan 90%. Tetapi dia mengijinkan pemberian saham sebagai bonus apabila semua utang kepada pemerintah sudah dibayar. Di sini juga ada bagian sistim variable pay di jangka panjang. Bagaimana Eropa? Jalan keluar untuk keresahan seputar pemberian bonus tidak hanya dicari di dalam Belanda saja. Menteri Keuangan Belanda Wouter Bos akan meninjau aturan di negara-negara tetangga di Eropa. Pakar perburuhan Ton Wilthagen menerangkan: Ton Wilthagen: Sebenarnya jalan keluar untuk ini adalah melihat apakah bisa disepakati aturan internasional. Ini lebih mudah daripada aturan dalam negeri yang jutru bisa berdampak negatif bagi Belanda. Ini salah satu risiko apabila sebuah perusahaan internasional ingin berinvestasi di Belanda atau menarik pakar asing bekerja di Belanda. Menurut saya menteri Bos harus berkonsultasi dengan rekannya di Uni Eropa, seberapa besar dukungan untuk mengatur ini di tingkat Eropa, apabila kita ingin langkah yang lebih konkrit dan bukan hanya seruan moral saja. Walaupun begitu menteri Belanda tidak punya banyak senjata untuk melawan sistim pemberian bonus yang berlaku sekarang. Minggu ini ia berbicara dengan para bankir besar di Belanda. Sebelumnya ia akan berkonsultasi dengan menteri Eropa lainnya, untuk menyamakan kebijakan. * PENGADILAN DEN HAAG ADILI PENJAHAT PERANG RWANDA Pengadilan kota Den Haag menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada warga Rwanda, Joseph Mpambara. Ia terbukti melakukan kejahatan perang sewaktu genosida di Rwanda tahun 1994. Menurut hakim Mpambara memerintahkan untuk membunuh dua ibu Tutsi dengan anak-anak mereka, menggunakan sabit dan tongkat kayu. Selain itu ia dibebaskan dari lima kasus kejahatan lainnya karena tidak cukup bukti. Pihak kejaksaan Belanda sebelumnya menuntut hukuman penjara seumur hidup. Laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb: Joseph Mpambara datang di Belanda tahun 1998 dan mengajukan permintaan suaka karena khawatir di Rwanda ia akan diadili. Dinas Imigrasi dan Naturalisasi Belanda, IND, menolak menindaklanjuti permintaan perlindungan politik ini. Karena ada petunjuk kuat Joseph Mpambara melakukan tindak kejahatan perang di Rwanda. Obed Ruzindana, saudara pria Joseph Mpambara, pada tahun 2001 divonis 25 tahun penjara oleh Tribunal Rwanda, karena terbukti melakukan genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan. Pembunuhan dan Pemerkosaan Pada tahun 2006, polisi Belanda menangkap Joseph Mpambara di Hilversum, dengan tuduhan terlibat kejahatan genosida di Rwanda. Bersama saudaranya, ia membunuh dan memperkosa sejumlah besar perempuan. Selain itu Mpambara memerintahkan untuk menembak mati tujuh orang korban cedera, yang berada di dalam sebuah ambulans. Tuduhan lainnya, terlibat dalam peristiwa pembunuhan puluhan warga Tutsi yang berlindung di sebuah gereja. Joseph Mpambara membantah semua tuduhan tersebut. Semula, atas permintaan Tribunal Rwanda, Belanda juga akan mengadili Joseph Mpambara atas tuduhan melakukan genosida. Namun, pihak kejaksaan menarik kembali tuntutan, karena pengadilan Belanda tidak berwenang mengadili perkara seperti itu. Ketika itu tuduhan penganiayaan yang mematikan dan kejahatan perang. Kini, perundang-undangan telah berubah, dan pengadilan Belanda berwenang untuk menangani perkara kejahatan genosida. Jaksa menuntut Joseph Mpambara dihukum penjara seumur hidup. Pelarian Tipe 1F Sangat jarang sekali, pengadilan Belanda menangani perkara yang terjadi di luar negeri. Pada tahun 2004, seorang kolonel asal Kongo diadili di Belanda, dengan tuduhan melakukan serangkaian pemerkosaan di negeri asalnya. Tidak lama kemudian, berlangsung proses pengadilan beberapa tertuduh asal Afghanistan. Walaupun demikian, di Belanda ini tinggal ratusan orang, yang menurut Undang-Undang Kejahatan Internasional, harus diseret ke pengadilan. Kelompok ini dinamakan pelarian politik kategori 1F. Mereka semua meminta perlindungan politik di Belanda. Namun tidak mendapat izin tinggal. Karena, mereka dituduh bertanggung-jawab atas berbagai kejahatan di negara asal. Atas dasar kemanusiaan, kelompok pelarian kategori 1F ini juga tidak bisa dideportasi ke negara asal mereka. Karena ada resiko mereka langsung dibunuh. Dengan demikian mereka tinggal di Belanda, tapi dalam praktek mereka hidup terisolasi baik sosial maupun hukum. Mereka tidak punya hak apa pun. Demikian pula, anak-anak dari para pelarian politik kategori 1F ini. Mereka menjadi korban kevakuman administratif. Terlalu Mudah Frank van Haren, seorang pengacara untuk para migran, bisa memahami jika orang-orang yang di luar negeri melakukan kejahatan, tidak bisa menempuh proses permintaan perlindungan politik di Belanda. Namun ia menilai, Belanda terlalu gampang memasukkan seseorang ke dalam kategori 1F. Badan pengungsi PBB, UNHCR juga mengecam Belanda karena serampangan menyatakan orang masuk kategori 1F. Dampaknya, 99 persen dari mereka tidak akan pernah diajukan ke pengadilan. Karena, pihak kejaksaan beranggapan kasus ini tidak punya bukti kuat. Jadi kategori 1F akan tetap disandang mereka, dan hampir tidak ada harapan ststus itu akan berubah. * AKTIVIS KELAHIRAN INDONESIA RAIH PENGHARGAAN LINGKUNGAN Maggie Muurmans, aktivis lingkungan Belanda kelahiran Indonesia, adalah salah satu pemenang Future for Nature Award. Hadiah internasional ini dianugerahkan kepada orang-orang yang melakukan kegiatan melindungi sumber daya alam. Berikut rangkuman wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan Maggie Muurmans. Ia dianugerahi hadiah internasional ini karena perannya dalam melindungi penyu laut serta pengembangan ekowisata di Pulau Banyak, Aceh Selatan. Maggie sangat gembira menerima penghargaan tingkat internasional itu. Future for Nature Award merupakan dorongan untuk melanjutkan pekerjaannya di Aceh. Tidak mudah untuk bekerja di propinsi tersebut, karena kerap menghadapi kendala pemerintah setempat, jelas Maggie. Future for Nature Award adalah hadiah tahunan yang dianugerahkan kebun binatang Belanda, Burgers'Zoo dan Future for Nature Foundation untuk berbagai proyek lingkungan. Selama satu dasawarsa mereka setiap tahun menyediakan dana bagi pelbagai proyek di luar negeri. Orang bisa mencalonkan diri. "Suami sayalah yang mendaftarkan saya sebagai calon pemenang hadiah tersebut," cerita Maggie. Pulau Banyak, tempat Maggie bekerja, berpenduduk sekitar 7000 jiwa dan memiliki populasi penyu hijau terbesar di pesisir barat Indonesia. Maggie dan timnya terlibat proyek konservasi. Itu juga dilakukan dalam kerja sama dengan penduduk lokal untuk mencari sumber pendapatan alternatif. Misalnya melalui ekowisata, program pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah setempat serta pembangunan lapangan sepak bola. Alasan Maggie memilih melindungi penyu laut karena pulau Banyak adalah kawasan yang sangat miskin. Penduduknya kesulitan memanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan, seperti hutan dan terumbu karang. "Ini jelas mengancam keberadaan hutan dan terumbu karang membahayakan wilayah tinggal penyu laut. Dengan melindungi kawasan itu, keberadaan penyu pun dapat dilindungi." Ungkapnya. Dalam hal ini juga penting menyadarkan masyarakat suatu saat sumber daya alam akan bisa habis kalau tidak dimanfaatkan secara berkelanjutan. Untuk negeri sebesar Indonesia, menurut Maggie masih kurang banyak proyek yang memperhatikan perlindungan penyu laut. Sejauh ini hanya enam atau tujuh proyek perlindungan alam. Ini bisa menyebabkan organisasi lain tidak berminat bekerja di negeri tersebut. Tapi untung sejauh ini program perlindungan penyu laut mendapat dukungan besar masyarakat lokal. * INDONESIA TANGKAP WARTAWAN BELANDA Empat wartawan Belanda ditangkap di Papua ketika meliput unjuk rasa di ibukota Jayapura. Apa alasan penangkapan mereka? Berikut rangkuman wawancara Radio Nederland dengan koresponden Michel Maas. Empat wartawan Belanda berada di Papua untuk meliput kegiatan Nicolaas Jouwe, salah seorang pendiri Organisasi Papua Merdeka. Jouwe berkunjung ke Indonesia sejak Ahad lalu. Kebetulan Selasa pagi kemarin berlangsung unjuk rasa kecil di depan sebuah hotel menuntut Papua merdeka. Ketika meliput demonstrasi itu, seorang wartawan dan dua orang juru kamera Belanda ditangkap. Wartawan keempat ditahan beberapa jam kemudian. Mereka dibawa ke kantor imigrasi Jayapura. Menurut pihak kantor imigrasi surat-surat empat wartawan tidak beres, ujar koresponden Michel Maas. Mereka mendapat ijin tertulis Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie meliput kunjungan Nicolaas Jouwe ke Papua. Tapi setelah Jouwe meninggalkan Papua, wartawan Belanda dianggap tidak punya urusan lagi di Papua. Masalah lain menurut Maas, dua juru kamera Belanda memang berdomisili di Bali tapi tidak memiliki ijin kerja resmi. Hal yang paling menyedihkan, menurut Maas bahwa semua rekaman hasil liputan disita, termasuk semua rekaman wawancara dengan Nicolaas Jouwe yang menyangkut hal-hal pribadi. Tampaknya Nicolaas Jouwe masih dianggap isu peka di Indonesia. Kedatangan Nicolaas Jouwe diumumkan sebagai kunjungan rekonsiliasi. Sebelum kunjungannya, para wartawan diberitahu pihak berwenang Indonesia, Jouwe datang untuk melepaskan cita-cita Papua merdeka dan dengan begitu tunduk pada Indonesia. Tapi itu tidak dilakukannya. Dalam jumpa pers, Jouwe justru menyebut soal dua bangsa, dua negara, di mana Indonesia adalah negara tetangga Papua. Ini semua jelas bukan yang diinginkan Indonesia. Sejak itu suasananya mulai berubah. Kontrol pemerintah atas kunjungan ini makin ketat, dijaga polisi berseragam dan tidak berseragam berjumlah besar. Menurut Michel Maas, Nicolaas Jouwe tahu betul ungkapannya tidak dihargai pemerintah RI. Bahkan disepakati Jouwe secara simbolis akan menyerahkan bendera Papua kepada menteri Indonesia. Tapi ini ditolak Jouwe. Menurutnya belum saatnya untuk melakukan itu. Ini jelas membuat pemerintah RI panik. Menurut Michel Maas, Nicolaas Jouwe jelas tahu pemerintah RI tidak akan menghargai ungkapannya tentang dua negara dan dua negara tetangga. Walaupun ruang geraknya dipersulit, tapi Nicolaas Jouwe akhirnya berhasil juga mengunjungi tanah kelahirannya setelah sekian tahun. Kembali ke empat wartawan Belanda yang ditangkap, Michel Maas menyatakan sangat sulit sebagai wartawan mendapatkan ijin meliput di Papua. Bisa makan waktu berbulan-bulan untuk memperoleh ijin meliput di Papua, kadang-kadang ijin itu tak kunjung keluar juga. "Jadi kalau wartawan begitu saja membuat rekaman film di Papua, itu jelas tidak bisa. Dibutuhkan ijin khusus. Kalau tidak punya ijin yang bersangkutan bisa dituduh bekerja ilegal. Apalagi kalau merekam demonstrasi menuntut Papua merdeka," demikian Michel Maas. --------------------------------------------------------------------- Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum http://www.ranesi.nl/ http://www.radionetherlands.nl/ Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda peroleh melalui [email protected] Copyright Radio Nederland Wereldomroep. ---------------------------------------------------------------------
