---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 24 Maret 2009 14:40 UTC



** INDONESIA TANGKAP EMPAT WARTAWAN BELANDA

** KABINET BARU ISRAEL HAMPIR RAMPUNG

** HUKUMAN MATI NAIK DUA KALI LIPAT 

** ULASAN PERS SELASA: GARMENT KOMBOJA KENA DAMPAK EKONOMI DAN REMAJA ADOPSI 
REMAJA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PEMERINTAH BELANDA TIDAK PUNYA DAYA 
MEMBATALKAN BONUS

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: PENGADILAN DEN HAAG ADILI PENJAHAT PERANG 
RWANDA

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: AKTIVIS KELAHIRAN INDONESIA RAIH PENGHARGAAN 
LINGKUNGAN

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: INDONESIA TANGKAP WARTAWAN BELANDA



* INDONESIA TANGKAP EMPAT WARTAWAN BELANDA

Empat wartawan Belanda ditangkap di Jayapura Papua. Mereka ditangkap ketika 
sedang meliput demonstrasi. Pemerintah Indonesia berdalih wartawan Belanda itu 
melanggar aturan imigrasi. Mereka konon juga dituduh membuat rekaman video 
tanpa ijin.

Seorang wartawan koran NRC Handelsblad dan tiga wartawan lepas itu meliput 
kunjungan Nicolaas Jouwe, salah seorang pendiri Organisasi Papua Merdeka OPM. 
Jouwe berada di Indonesia sejak Ahad lalu. Sejak puluhan tahun, aktivis di 
Papua memperjuangkan kemerdekaan dari Indonesia. Demonstrasi Selasa ini 
menuntut referendum mengenai masa depan Papua.


* KABINET BARU ISRAEL HAMPIR RAMPUNG

Calon Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu hampir merampungkan susunan 
kabinetnya. Media Israel menyebutkan pemimpin partai kanan Likud itu sudah 
mencapai kesepakatan dengan koalisi dengan Ehud Barak dari partai kiri tengah 
Buruh.

Kongres partai Buruh masih harus memberi dukungan secara resmi. Di harapkan 
Selasa ini pemungutan suara akan memberikan lampu hijau. Sebelumnya partai 
ekstrim kanan Yisrael Beiteinu sudah menyatakan bergabung dalam koalisi 
pimpinan Netanyahu. 

Netanyahu membutuhkan dukungan partai Buruh untuk meraih kursi mayoritas di 
parleman Knesset. Partai terbesar dan pemenang pemilu Israel, Kadima tidak mau 
berkoalisi karena tidak berminat bekerjasama dengan Netanyahu dan partai-partai 
kanan.


* HUKUMAN MATI NAIK DUA KALI LIPAT

Tahun 2008 lalu jumlah pelaksanaan hukuman mati meningkat dua kali lipat 
dibanding tahun sebelumnya. Demikian organisasi pemerhati HAM, Amnesty 
Internasiona dalam laporan tahunan.

Angka hukuman mati tahun lalu mencapai 2400 kali. Hampir tiga perempat dari 
hukuman mati terjadi di Cina. Organisasi HAM itu mengingatkan bahwa jumlah 
sesungguhnya bisa lebih besar lagi. Cina biasanya melakukan hukuman mati secara 
diam-diam. 

Peningkatan angka hukuman mati, juga disebabkan karena Cina merampungkan 
kasus-kasus lama. Menurut angka itu negara yang menduduki urutan kedua adalah 
Iran. Tahun lalu Teheran melaksanakan sekitar 350 hukuman mati. 

Disusul tempat ke tiga Arab Saudi dengan 100 eksekusi mati. Sementara itu 
Amerika Serikat yang juga masih melakukan hukuman mati sejak 1994, mengalami 
perbaikan. Tahun lalu AS menghukum mati 37 orang warganya. Argentina dipuji 
karena tahun lalu menghapuskan hukuman mati.


* MANAGER ASURANSI AIG KEMBALIKAN BONUS

Perusahaan asuransi Amerika Serikat AIG menyetujui pengembalian bonus senilai 
30 juta dolar. Demikian dilaporkan harian The New York Times. 15 dari 20 
manager tingkat atas memutuskan untuk tidak mengambil bonus. 

Sebelumnya perusahaan asuransi AIG telah mengucurkan bonus hingga 165 juta 
dolar. Kehakiman di New York berharap separohnya bisa kembali. Kehakiman sedang 
memeriksa penggunaan uang rakyat.

Kasus bonus AIG ini memicu amarah di Amerika Serikat. Karena perusahaan yang 
mengalami kesulitan keuangan ini, baru saja mendapatkan suntikan 170 milyar 
dolar uang negara.


* PEMERINTAH BELANDA SEPAKATI PENGHEMATAN

Partai-partai koalisi Belanda CDA, PvdA dan Kristen Uni hampir mencapai 
kesepakan mengenai paket penanggulangan krisis keuangan. Menurut sumber, tiga 
partai pemerintah itu hampir menyepakati jumlah penghematan tahun 2011. 

Jumlah dana penghematan mencapai 5 milyar euro. Partai koalisi Selasa ini 
bertemu pihak serikat buruh dan majikan mengenai rancangan ini.


* REMAJA IRLANDIA DIADILI SEBAGAI PEMBUNUH POLISI

Remaja Irlandia Utara 17 tahun didakwa sebagai pembunuh aparat polisi, dua 
pekan lalu. Ia dihadapkan ke pengadilan Selasa ini. Selain itu remaja ini juga 
didakwa memiliki senjata gelap dan anggota organisasi teror. 

Dua hari sebelum aparat polisi berusia 48 tahun ditembak mati, dua polisi 
Britania juga dibunuh di Irlandia Utara. Organisasi teror Katolik, Continuity 
Ira menyatakan bertanggungjawab. Gerakan ini adalah sempalan IRA.


* PETANI KEDELAI ARGENTINA MOGOK

Petani kedelai Argentina melancarkan aksi mogok dengan alasan pajak ekspor yang 
terlalu tinggi. Para petani kedelai tidak akan menjual produknya selama sepekan 
penuh. 

Kedelai adalah hasil pertanian paling penting Argentina. Petani dan pemerintah 
Argentina sudah setahun ini terlibat sengketa mengenai pajak ekspor kedelai. 
Presiden Christina Fernandez mencari dukungan pemerintah daerah dan propinsi 
untuk meloloslan pajak ekspor ini. Presiden menjanjikan sebagian hasil pajak 
untuk kas propinsi dan daerah.


* AUSTRALIA BERUSAHA KERAS SELAMATKAN IKAN PAUS

Regu penolong berusaha keras menyelamatkan ikan paus yang terdampar di pantai 
barat Perth Australia. Sejak Senin kemarin sekitar 80 anak paus terdampar di 
pantai, sebagian besar mati. 

Puluhan orang aktivis lingkungan berusaha menggiring ikan paus itu kembali ke 
samudra, tetapi gelombang laut terlalu dahsyat. 11 ekor paus diangkut dengan 
truk dan dicoba dilepas di teluk berair dalam. 

Ikan paus sering kali terdampar di pantai-pantai Australia dan Tasmania. Empat 
bulan terakhir saja sudah 400 ekor terdampar di pantai.


* JEPANG JUARAI TURNAMEN BASEBALL DUNIA

Timnas baseball Jepang menjuarai turnamen dunia  Baseball Classic. Dengan 
demikian tim Matahari Terbit itu berhasil mempertahankan gelar tahun lalu. 

Di pertandingan final Jepang mengalahkan Korea Selatan 5-3 di stadion Dodgers 
Los Angeles Amerika Serikat.

Belanda juga ikut serta dalam turnamen ini. Prestasi tim Belanda tahun ini 
lebih baik dari tahun sebelumnya. Menang dua kali dari negara tangguh Republik 
Dominika.


* GARMENT KOMBOJA RASAKAN DAMPAK EKONOMI DAN REMAJA ADOPSI REMAJA

Harian berbahasa Inggris terbitan Den Haag, the International Herald Tribune 
mengangkat imbas ekonomi global pada nasib para buruh industri pakaian atau 
garment Kamboja. Ribuan buruh industri pakaian kehilangan pekerjaan dan harus 
kembali ke kampung beternak babi.

Akibat krisis ekonomi global, banyak perusahaan konfeksi tutup karena pesanan 
dari Amerika Serikat, Eropa dan Jepang menurun. Ekspor ke Amerika merosot 40 
persen awal tahun ini. Garmen adalah produk impor paling penting negara-negara 
Asia Tenggara. Penurunan pesanan berarti anjloknya ekonomi, demikian analisa 
itu.

Banyak buruh yang tiba-tiba dipecat tanpa pemberitahuan sebelumnya. Menurut 
pihak serikat buruh nasional Kamboja, 70 ribu buruh yang kebanyakan perempuan 
di-PHK sejak tahun lalu. Sementara nasib 100 ribu lainnya masih tidak pasti, 
demikian dikutip harian The International Herald Tribune. 

Situasi runyam ini hanya akan menambah kemiskinan di Kamboja, demikian juru 
bicara Bank Dunia di Kamboja. Padahal industri garmen, pariwisata dan pertanian 
adalah tulang punggung perekonomian negeri ini, demikian Bank Dunia. 

Krisis ekonomi ini menurut pengamat, memicu kerusuhan di masyarakat dan 
kejahatan. Angka perampokan dan penyelundupan obat bius akan meningkat. Walau 
demikian posisi perdana menteri berkuasa Kamboja tetap tidak akan terusik, 
demikian ulasan the International Herald Tribune.

Dari Kamboja ke Indonesia. Televisi Belanda menyiarkan acara tentang pertemuan 
antara gadis Belanda 15 tahun dengan bocah Indonesia, Marto 9 tahun. 

Gadis Belanda bernama Else Lotte itu mengadopsi Marto. Setiap bulan Else Lotte 
mengirim uang 29 euro per bulan untuk kebutuhan bocah siswa SD di Timor Barat 
ini. Uang senilai 450 ribu rupiah dipakai untuk membiayai uang sekolah dan 
seragam Marto dan keluarganya yang miskin. Sudah tiga tahun ini Else Lotte 
membatu keluarga Marto, demikian tulisan itu.

Tulisan di harian de Telegraaf memuji sikap dermawan remaja Belanda itu. 
Sebagai siswa sekolah menengah, Else Lotte tidak membelanjakan uang sakunya 
untuk membeli HP baru atau baju mahal seperti layaknya kawan-kawannya. Ia lebih 
suka menabung untuk membantu anak miskin. 

Untuk bisa mengirimkan uangnya secara rutin, di Belanda ia bekerja sambilan 
sebagai pengasuh anak dan mencuci piring di restoran. 

Pertemuan pertama kali Else Lotte dengan anak adopsinya Marto di kampungya di 
Timor Barat berlangsung penuh kenangan. Else Lotte membawa bola Oranje dari 
Belanda dan Marto menyerahkan selendang tenun Timor untuk ibu angkatnya. 

Ditanya alasannya mengapa ia melakukan bakti sosial membantu sesama, Else Lotte 
mengatakan sudah semustinya kita berbagi dengan orang yang membutuhkannya. 
Selain itu Else Lotte berharap kawan-kawan sebayanya di Belanda juga melakukan 
hal serupa, membantu mereka yang membutuhkan, demikian de Telegraaf mengenai 
acara televisi Belanda menyorot remaja Belanda yang  mengadopsi bocah di Timor 
Barat.


* PEMERINTAH BELANDA TIDAK PUNYA DAYA MEMBATALKAN BONUS

'Gelitikan perversi' itulah nama baru untuk pemberian bonus kepada pimpinan 
perusahaan. Terutama apabila perusahaan ini berprestasi buruk atau mendapat 
dukungan dana dari pemerintah, pemberian bonus boleh dibilang secara halus 
'tidak bisa dimengerti' oleh publik. Karena itu pemerintah Belanda mencari 
jalan untuk memblokade bonus-bonus tersebut. Sementara dari kalangan pengusaha 
keluar 'seruan moral' untuk mengembalikan pemberian hadiah ini. Laporan 
redaktur Laurens Nijzink.

Pertanyaan ada dua: bagaimana pemerintah bisa menarik bonus yang diberikan 
tahun 2008 dan bagaimana mencegah agar tidak ada pemberian bonus luar biasa di 
tahun 2009? Menteri Keuangan Belanda Wouter Bos mencari cara untuk mengatur 
keduanya. Dari sisi hukum, menarik kembali perjanjian yang sudah dibuat resmi, 
adalah kasus yang berbelit-belit. Demikian guru besar hukum perburuhan Belanda 
Ton Wilthagen:

Ton Wilthagen: Secara hukum itu sudah disepakati. Dalam hal ini seorang pekerja 
telah menyelesaikan tugas apabila mencapi tujuan yang diharapkan dan karena itu 
diberikan bonus. Apabila itu sudah ditetapkan dan dijanjikan, maka sang pekerja 
berhak untuk menuntutnya. Hal itu tidak bisa diubah apabila salah satu pihak 
menentangnya. Penarikan bonus hanya bisa dilakukan kalau kedua pihak 
menyetujuinya. Tetapi sang penerima tentu saja tidak mudah menyetujui hal ini.

Kode Etik
Seruan moral bagi pimpinan tingkat atas untuk mengembalikan bonus-bonus lama, 
seperti yang dilakukan direktur ING Jan Hommen, adalah pilihan yang dianggap 
wajar. Untuk pemberian bonus di masa depan harus dibuat perjanjian baru. 
Belanda mengenal kode etik untuk perusahaan yang terdaftar dalam bursa efek, 
apa yang dinamakan kode etik Tabaksblatt. Di dalam versi baru secara jelas 
dinyatakan, kemungkinan untuk menarik kembali bonus bisa dimasukkan ke dalam 
kontrak kerja.

Bonus dan pemberian hadiah sesuai dengan prestasi memang seringkali 
dipukulrata, tetapi sebenarnya sangat berbeda. Yang kedua dikenal dengan 
istilah ekonomi variable pay. Yang menarik, kebingungan opini publik mengenai 
kedua pemberian itu bisa jadi jalan keluar bagi menteri Belanda. Janet Visbeen, 
pakar di bidang bonus para manager dari biro penasehat internasional 
menerangkan:

Janet Visbeen: Pengertian umum mengenai bonus adalah hadiah yang diberikan 
untuk jangka waktu pendek. Tetapi juga ada pemberian bonus untuk jangka 
panjang. Seorang pekerja mendapat bonus ini apabila berprestasi baik di jangka 
panjang atau apabila si perusahaan mencapai prestasi khusus.

Jangka Panjang
Saat ini opini publik terutama menentang pemberian bonus. Tetapi apakah dengan 
ini prinsip-prinsip pemberian bonus sesuai prestasi untuk jangka panjang juga 
harus dihapus? Visbeen mengusulkan agar tidak membuang pemberian bonus yang 
bertujuan mendorong pekerja untuk berprestasi. Di jangka panjang kemungkinan 
ini justru dapat mendorong para pekerja untuk mengatasi resesi. Hal itu juga 
dimengerti Presiden Amerika Serikat Barack Obama. Demikian Visbeen:

Janet Visbeen: Obama mengatakan: tidak ada bonus atau anda akan dikenakan pajak 
pemasukan 90%. Tetapi dia mengijinkan pemberian saham sebagai bonus apabila 
semua utang kepada pemerintah sudah dibayar. Di sini juga ada bagian sistim 
variable pay di jangka panjang.

Bagaimana Eropa?
Jalan keluar untuk keresahan seputar pemberian bonus tidak hanya dicari di 
dalam Belanda saja. Menteri Keuangan Belanda Wouter Bos akan meninjau aturan di 
negara-negara tetangga di Eropa. Pakar perburuhan Ton Wilthagen menerangkan:

Ton Wilthagen: Sebenarnya jalan keluar untuk ini adalah melihat apakah bisa 
disepakati aturan internasional. Ini lebih mudah daripada aturan dalam negeri 
yang jutru bisa berdampak negatif bagi Belanda. Ini salah satu risiko apabila 
sebuah perusahaan internasional ingin berinvestasi di Belanda atau menarik 
pakar asing bekerja di Belanda. Menurut saya menteri Bos harus berkonsultasi 
dengan rekannya di Uni Eropa, seberapa besar dukungan untuk mengatur ini di 
tingkat Eropa, apabila kita ingin langkah yang lebih konkrit dan bukan hanya 
seruan moral saja.

Walaupun begitu menteri Belanda tidak punya banyak senjata untuk melawan sistim 
pemberian bonus yang berlaku sekarang. Minggu ini ia berbicara dengan para 
bankir besar di Belanda. Sebelumnya ia akan berkonsultasi dengan menteri Eropa 
lainnya, untuk menyamakan kebijakan.


* PENGADILAN DEN HAAG ADILI PENJAHAT PERANG RWANDA

Pengadilan kota Den Haag menjatuhkan hukuman penjara 20 tahun kepada warga 
Rwanda, Joseph Mpambara. Ia terbukti melakukan kejahatan perang sewaktu 
genosida di Rwanda tahun 1994. Menurut hakim Mpambara memerintahkan untuk 
membunuh dua ibu Tutsi dengan anak-anak mereka, menggunakan sabit dan tongkat 
kayu. Selain itu ia dibebaskan dari lima kasus kejahatan lainnya karena tidak 
cukup bukti. Pihak kejaksaan Belanda sebelumnya menuntut hukuman penjara seumur 
hidup. Laporan redaktur hukum internasional Sebastiaan Gottlieb:

Joseph Mpambara datang di Belanda tahun 1998 dan mengajukan permintaan suaka 
karena khawatir di Rwanda ia akan diadili. Dinas Imigrasi dan Naturalisasi 
Belanda, IND, menolak menindaklanjuti permintaan perlindungan politik ini. 
Karena ada petunjuk kuat Joseph Mpambara melakukan tindak kejahatan perang di 
Rwanda. Obed Ruzindana, saudara pria Joseph Mpambara, pada tahun 2001 divonis 
25 tahun penjara oleh Tribunal Rwanda, karena terbukti melakukan genosida dan 
kejahatan terhadap kemanusiaan.

Pembunuhan dan Pemerkosaan
Pada tahun 2006, polisi Belanda menangkap Joseph Mpambara di Hilversum, dengan 
tuduhan terlibat kejahatan genosida di Rwanda. Bersama saudaranya, ia membunuh 
dan memperkosa sejumlah besar perempuan. Selain itu Mpambara memerintahkan 
untuk menembak mati tujuh orang korban cedera, yang berada di dalam sebuah 
ambulans. Tuduhan lainnya, terlibat dalam peristiwa pembunuhan puluhan warga 
Tutsi yang berlindung di sebuah gereja. Joseph Mpambara membantah semua tuduhan 
tersebut.

Semula, atas permintaan Tribunal Rwanda, Belanda juga akan mengadili Joseph 
Mpambara atas tuduhan melakukan genosida. Namun, pihak kejaksaan menarik 
kembali tuntutan, karena pengadilan Belanda tidak berwenang mengadili perkara 
seperti itu. Ketika itu tuduhan penganiayaan yang mematikan dan kejahatan 
perang. Kini, perundang-undangan telah berubah, dan pengadilan Belanda 
berwenang untuk menangani perkara kejahatan genosida. Jaksa menuntut Joseph 
Mpambara dihukum penjara seumur hidup.

Pelarian Tipe 1F
Sangat jarang sekali, pengadilan Belanda menangani perkara yang terjadi di luar 
negeri. Pada tahun 2004, seorang kolonel asal Kongo diadili di Belanda, dengan 
tuduhan melakukan serangkaian pemerkosaan di negeri asalnya. Tidak lama 
kemudian, berlangsung proses pengadilan beberapa tertuduh asal Afghanistan. 
Walaupun demikian, di Belanda ini tinggal ratusan orang, yang menurut 
Undang-Undang Kejahatan Internasional, harus diseret ke pengadilan. Kelompok 
ini dinamakan pelarian politik kategori 1F.

Mereka semua meminta perlindungan politik di Belanda. Namun tidak mendapat izin 
tinggal. Karena, mereka dituduh bertanggung-jawab atas berbagai kejahatan di 
negara asal. Atas dasar kemanusiaan, kelompok pelarian kategori 1F ini juga 
tidak bisa dideportasi ke negara asal mereka. Karena ada resiko mereka langsung 
dibunuh. Dengan demikian mereka tinggal di Belanda, tapi dalam praktek mereka 
hidup terisolasi baik sosial maupun hukum. Mereka tidak punya hak apa pun. 
Demikian pula, anak-anak dari para pelarian politik kategori 1F ini. Mereka 
menjadi korban kevakuman administratif.

Terlalu Mudah
Frank van Haren, seorang pengacara untuk para migran, bisa memahami jika 
orang-orang yang di luar negeri melakukan kejahatan, tidak bisa menempuh proses 
permintaan perlindungan politik di Belanda. Namun ia menilai, Belanda terlalu 
gampang memasukkan seseorang ke dalam kategori 1F. Badan pengungsi PBB, UNHCR 
juga mengecam Belanda karena serampangan menyatakan orang masuk kategori 1F. 
Dampaknya, 99 persen dari mereka tidak akan pernah diajukan ke pengadilan. 
Karena, pihak kejaksaan beranggapan kasus ini tidak punya bukti kuat. Jadi 
kategori 1F akan tetap disandang mereka, dan hampir tidak ada harapan ststus 
itu akan berubah.


* AKTIVIS KELAHIRAN INDONESIA RAIH PENGHARGAAN LINGKUNGAN

Maggie Muurmans, aktivis lingkungan Belanda kelahiran Indonesia, adalah salah 
satu pemenang Future for Nature Award. Hadiah internasional ini dianugerahkan 
kepada orang-orang yang melakukan kegiatan melindungi sumber daya alam. Berikut 
rangkuman wawancara Radio Nederland Wereldomroep dengan Maggie Muurmans. 

Ia dianugerahi hadiah internasional ini karena perannya dalam melindungi penyu 
laut serta pengembangan ekowisata di Pulau Banyak, Aceh Selatan. Maggie sangat 
gembira menerima penghargaan tingkat internasional itu. Future for Nature Award 
merupakan dorongan untuk melanjutkan pekerjaannya di Aceh. Tidak mudah untuk 
bekerja di propinsi tersebut, karena kerap menghadapi kendala pemerintah 
setempat, jelas Maggie.

Future for Nature Award adalah hadiah tahunan yang dianugerahkan kebun binatang 
Belanda, Burgers'Zoo dan Future for Nature Foundation untuk berbagai proyek 
lingkungan. Selama satu dasawarsa mereka setiap tahun menyediakan dana bagi 
pelbagai proyek di luar negeri. Orang bisa mencalonkan diri. "Suami sayalah 
yang mendaftarkan saya sebagai calon pemenang hadiah tersebut," cerita Maggie.

Pulau Banyak, tempat Maggie bekerja, berpenduduk sekitar 7000 jiwa dan memiliki 
populasi penyu hijau terbesar di pesisir barat Indonesia. Maggie dan timnya 
terlibat proyek konservasi. Itu juga dilakukan dalam kerja sama dengan penduduk 
lokal untuk mencari sumber pendapatan alternatif. Misalnya melalui ekowisata, 
program pengajaran bahasa Inggris di sekolah-sekolah setempat serta pembangunan 
lapangan sepak bola.

Alasan Maggie memilih melindungi penyu laut  karena pulau Banyak adalah kawasan 
yang sangat miskin. Penduduknya kesulitan memanfaatan sumber daya alam secara 
berkelanjutan, seperti hutan dan terumbu karang.

"Ini jelas mengancam keberadaan hutan dan terumbu karang membahayakan wilayah 
tinggal penyu laut. Dengan melindungi kawasan itu, keberadaan penyu pun dapat 
dilindungi." Ungkapnya. Dalam hal ini juga penting menyadarkan masyarakat suatu 
saat sumber daya alam akan bisa habis kalau tidak dimanfaatkan secara 
berkelanjutan. 

Untuk negeri sebesar Indonesia, menurut Maggie masih kurang banyak proyek yang 
memperhatikan perlindungan penyu laut. Sejauh ini hanya enam atau tujuh proyek 
perlindungan alam. Ini bisa menyebabkan organisasi lain tidak berminat bekerja 
di negeri tersebut. Tapi untung sejauh ini program perlindungan penyu laut 
mendapat dukungan besar masyarakat lokal.


* INDONESIA TANGKAP WARTAWAN BELANDA

Empat wartawan Belanda ditangkap di Papua ketika meliput unjuk rasa di ibukota 
Jayapura. Apa alasan penangkapan mereka? Berikut rangkuman wawancara Radio 
Nederland dengan koresponden Michel Maas. 

Empat wartawan Belanda  berada di Papua untuk meliput kegiatan Nicolaas Jouwe, 
salah seorang pendiri Organisasi Papua Merdeka. Jouwe berkunjung ke Indonesia 
sejak Ahad lalu. 

Kebetulan Selasa pagi kemarin berlangsung unjuk rasa kecil di depan sebuah 
hotel menuntut Papua merdeka. Ketika meliput demonstrasi itu, seorang wartawan 
dan dua orang juru kamera Belanda ditangkap. Wartawan keempat ditahan beberapa 
jam kemudian. Mereka dibawa ke kantor imigrasi Jayapura. 

Menurut pihak kantor imigrasi surat-surat empat wartawan tidak beres, ujar 
koresponden Michel Maas. Mereka mendapat ijin tertulis Menteri Koordinator 
Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie meliput kunjungan Nicolaas Jouwe ke Papua. 
Tapi setelah Jouwe meninggalkan Papua, wartawan Belanda dianggap tidak punya 
urusan lagi di Papua. 

Masalah lain menurut Maas, dua juru kamera Belanda memang berdomisili di Bali 
tapi tidak memiliki ijin kerja resmi. Hal yang paling menyedihkan, menurut Maas 
bahwa semua rekaman hasil liputan disita, termasuk semua rekaman wawancara 
dengan Nicolaas Jouwe yang menyangkut hal-hal pribadi. 

Tampaknya Nicolaas Jouwe masih dianggap isu peka di Indonesia. 
Kedatangan Nicolaas Jouwe diumumkan sebagai kunjungan rekonsiliasi. Sebelum 
kunjungannya, para wartawan diberitahu pihak berwenang Indonesia, Jouwe datang 
untuk melepaskan cita-cita Papua merdeka dan dengan begitu tunduk pada 
Indonesia. 

Tapi itu tidak dilakukannya. Dalam jumpa pers, Jouwe justru menyebut soal dua 
bangsa, dua negara, di mana Indonesia adalah negara tetangga Papua. Ini semua 
jelas bukan yang diinginkan Indonesia. Sejak itu suasananya mulai berubah. 
Kontrol pemerintah atas kunjungan ini makin ketat, dijaga polisi berseragam dan 
tidak berseragam berjumlah besar. 

Menurut Michel Maas, Nicolaas Jouwe tahu betul ungkapannya tidak dihargai 
pemerintah RI. Bahkan disepakati Jouwe secara simbolis akan menyerahkan bendera 
Papua kepada menteri Indonesia. Tapi ini ditolak Jouwe. Menurutnya belum 
saatnya untuk melakukan itu. Ini jelas membuat pemerintah RI panik.

Menurut Michel Maas, Nicolaas Jouwe jelas tahu pemerintah RI tidak akan 
menghargai ungkapannya tentang dua negara dan dua negara tetangga. Walaupun 
ruang geraknya dipersulit, tapi Nicolaas Jouwe akhirnya berhasil juga 
mengunjungi tanah kelahirannya setelah sekian tahun. 

Kembali ke empat wartawan Belanda yang ditangkap, Michel Maas menyatakan sangat 
sulit sebagai wartawan mendapatkan ijin meliput di Papua. Bisa makan waktu 
berbulan-bulan untuk memperoleh ijin meliput di Papua, kadang-kadang ijin itu 
tak kunjung keluar juga. 

"Jadi kalau wartawan begitu saja membuat rekaman film di Papua, itu jelas tidak 
bisa. Dibutuhkan ijin khusus. Kalau tidak punya ijin yang bersangkutan bisa 
dituduh bekerja ilegal. Apalagi kalau merekam demonstrasi menuntut Papua 
merdeka," demikian Michel Maas.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke