---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Rabu 01 April 2009 14:10 UTC



** GEMPA BERTUBI-TUBI DI WILAYAH INDONESIA

** BANJIR AUSTRALIA

** KOMANDAN TALIBAN TERBUNUH

** TINJAUAN PERS: STRATEGI CINA DALAM KRISIS DAN PENEMUAN TENGKORAK PARA KORBAN 
PEMBUNUHAN MASSAL DI DILI 

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BELANDA PUAS ATAS KONPERENSI AFGHANISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: KEBIASAAN BERHUTANG AKAR KRISIS EKONOMI 
GLOBAL

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: BICARA DENGAN TALIBAN TAK ADA GUNANYA 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: PERANAN NEGARA BERKEMBANG DI G20 LONDON 

** GEMA WARTA TOPIK INDONESIA: MUSIM GEMPA, PEMERINTAH HARUS WASPADA



* GEMPA BERTUBI-TUBI DI WILAYAH INDONESIA

Gempa bumi berkekuatan 6,1 pada skala richter mengguncang propinsi Bengkulu 
hari ini. Demikian Badan Meteorologi dan Geofisika. Gempa ini berpusat  227 
kilometer di barat daya Bintuhan, pada kedalaman 30 kilometer di bawah laut. 

Pada saat hampir bersamaan Badan Meteorologi dan Geofisika Amerika Serikat juga 
menyatakan, di pantai utara Papua Nugini terjadi gempa. Gempa ini berkekuatan 
6,3 pada skala richter, 31 kilometer di tenggara kota Wewak, pada kedalaman 10 
kilometer di bawah laut. 

Menyusul dua gempa bumi ini, peringatan tsunami tidak diberlakukan dan sampai 
sekarang masih belum ada laporan korban jiwa.


* BANJIR AUSTRALIA

Sejumlah tempat di Australia dinyatakan sebagai wilayah bencana. Hujan deras 
mengakibatkan jalan-jalan di Coffs Harbour dan wilayah-wilayah sekitarnya 
banjir. Air yang datang dengan sangat cepat  mengakibatkan dua ribu orang tidak 
bisa keluar rumah. Sisanya terpaksa tetap tinggal di restoran, sekolah, atau 
tempat-tempat di mana mereka berada saat itu. Ratusan orang lainnya dievakuasi. 

Di wilayah Coff Harbour di negara bagian New South Wales hujan mengakibatkan 
air tergenang setinggi hampir setengah meter.


* KOMANDAN TALIBAN TERBUNUH

Komandan penting Taliban, Mullah Abdul Bari, dibunuh tentara Australia di 
Uruzgan. Ia terbunuh dalam aksi gabungan tentara internasional ISAF dan tentara 
Afghanistan. Abdul Bari terbunuh dalam baku tembak. Ia dianggap 
bertanggungjawab atas semua operasi pengeboman di Uruzgan.


* OBAMA ON TOUR

Presiden Amerika Barack Obama menemui sejumlah kepala negara menjelang 
pertemuan G20 di London, Inggris. Di Downing Street Obama disambut Perdana 
Menteri Gordon Brown. Selain dijadwalkan bertemu Ratu Elizabeth. Obama juga 
akan berdiskusi dengan Presiden Rusia Dimitri Medvedev dan Presiden Cina Hu 
Jintao. Ini adalah perjalanan pertama Obama ke Eropa sejak menjabat sebagai 
Presiden Amerika. Setelah pertemuan G20, Obama akan melanjutkan perjalanan ke 
Straatsburg untuk memperingati ulang tahun NATO ke-60 Jumat dan Sabtu ini. 
Selanjutnya Obama akan mengunjungi Praha, ibukota Ceko untuk menghadiri 
pertemuan antara Amerika Serikat dan negara-negara Uni Eropa.


* KURSI KOMISI HAM PBB UNTUK AMERIKA

Washington berniat meminta satu kursi di Komisi HAM PBB. Pemerintah Amerika 
menyatakan ingin ikut bekerja menangani masalah-masalah seputar HAM. Mei 
mendatang kursi-kursi di komisi HAM PBB akan kembali dibagikan diantara 47 
negara anggotanya. Pemerintahan Amerika sebelumnya tidak mau ikut campur dalam 
masalah HAM, salah satunya karena takut dikritik perihal Israel. Sekjen PBB Ban 
Ki-Moon antusias Amerika sekarang mau bekerjasama dan berdiskusi dalam komisi 
tersebut.


* EMBARGO AMERIKA TERHADAP KUBA

Para senator Amerika telah mengajukan usulan untuk menghapus larangan 
perjalanan ke Kuba. Menurut senator Demokrat dan Republikan yang mengajukan 
usulan ini, embargo Amerika sepuluh tahun terakhir tidak berdampak positif. 
Demokratisasi di Kuba bisa berhasil jika orang Amerika bebas bepergian ke Kuba. 
Diramalkan akan ada cukup dukungan dalam kongres untuk setidaknya mengurangi 
embargo Amerika terhadap Kuba.


* PABRIK ROKOK AMERIKA BAYAR JANDA

Pabrik rokok Amerika, Philip Morris, harus membayar ganti rugi sebesar 145 juta 
dolar kepada seorang janda dari Oregon. Janda ini menuntut pabrik rokok 
tersebut karena suaminya meninggal akibat kanker paru-paru. Menurut si janda, 
suaminya telah merokok tiga pak  per hari selama lebih dari empat puluh tahun. 
Suaminya tersebut percaya pada pabrik rokok yang selama berpuluh-puluh tahun 
menyatakan, merokok tidak berbahaya bagi kesehatan. Setelah proses juridis 
selama bertahun-tahun, Mahkamah Agung Amerika akhirnya mengeluarkan putusan: 
pabrik harus membayar ganti rugi. Perusahaan tersebut dituntut pada akhir tahun 
1990-an dan waktu itu harus membayar denda kira-kira 80 juta dolar. Karena 
proses pengadilan terus berjalan selama sepuluh tahun terakhir, denda dan ganti 
rugi - termasuk bunga - yang harus dibayar sekarang mencapai 145 juta dolar.


* BERITA BURSA

Setelah penutupan positif Selasa kemarin, bursa-bursa Eropa kembali dibuka 
lebih rendah Rabu pagi. Indeks AEX Amsterdam dibuka dengan kerugian 0.7% pada 
216 poin. London, Frankfurt, Paris juga mengalami kerugian yang sama. 
Bursa Tokyo ditutup jauh lebih tinggi. Indeks Nikkei naik 2,99% pada 8.351,91 
poin.
1 Euro = 1,31 USD
1 Euro = Rp. 15.377,-
1 USD = Rp. 11.609,-


* STRATEGI CINA DALAM KRISIS DAN PENEMUAN TENGKORAK PARA KORBAN PEMBUNUHAN 
MASSAL DI DILI

Pekan ini Presiden Cina Hu Jintao akan bertemu rekan sejawatnya Barack Obama 
sewaktu KTT G20 di London. Demikian harian Belanda de Volkskrant. Hubungan 
ekonomi Cina-Amerika memang tergolong erat. Dan kali ini, Cina datang ke London 
dengan pesan jelas untuk Amerika: jaga dolar agar tetap stabil dan tetap beli 
produk Cina.

Krisis Ekonomi
Walaupun ekonomi Cina terbilang satu-satunya yang masih berkembang di tengah 
krisis, krisis juga mengancam negara itu: 25 juta orang sudah kehilangan 
pekerjaan. Dan Beijing sudah memperingatkan, tahun 2009 akan jadi tahun 
tersulit dalam tiga puluh tahun terakhir. Demikian de Volkskrant.

Di sisi lain, pemimpin Cina melihat krisis ekonomi sebagai kesempatan historis 
untuk 'membungkam' dunia Barat yang selalu sibuk mengkritik negaranya 
sehubungan hak azasi manusia. Tahun ini, Cina sudah memulai awal yang baik. 
Kedatangan Hillary Clinton - yang sama sekali tidak menyinggung masalah HAM 
secara terang-terangan - dianggap sebagai pertanda positif untuk memperbaiki 
posisi Cina di kancah politik dan ekonomi dunia. Begitu tulis de Volkskrant.

Timor Leste
Beralih ke Asia. Situs berita Australia, The Age, mengangkat pencarian mayat 
korban pembunuhan massal di Dili. Penyelidik Timor Leste dan ahli forensik dari 
Victorian Institute Australia menemukan 16 tubuh di kuburan tanpa nama, di 
Hera, 15 kilometer dari Dili. Keenam belas tengkorak ini diduga milik korban 
keganasan TNI pada pembunuhan massal di Dili tahun 1991. 

Gregorio Saldanha - dari Komite 12 November 1991 - menyatakan, tengkorak ini 
berhasil ditemukan dalam penggalian, setelah seorang penggali kubur lokal 
bersaksi bahwa TNI memaksanya mengubur korban-korban pembunuhan massal di 
pemakaman tersebut. "Sangat penting untuk menemukan sumber terpercaya untuk 
mencari tahu di mana korban-korban tersebut dikubur. Dan itu tidak mudah," kata 
Saldanha.

Pembunuhan Massal
Pembunuhan massal ini terjadi karena delegasi parlemen Portugal yang didukung 
PBB dilarang mengunjungi Timor Leste - yang waktu itu masih ada di bawah NKRI. 
Menghadapi pelarangan itu, para nasionalis Timor Leste berunjuk rasa: mereka 
turun ke jalan, dan pertama kalinya sejak invasi Indonesia pada 1975, mereka 
menuntut kemerdekaan dan mendukung pemimpin pemberontakan Xanana Gusmao.

Pembunuhan massal terjadi ketika para pengunjuk rasa menghadiri pemakaman 
Sebastiao Gomes, seorang mahasiswa yang dibunuh TNI beberapa hari sebelumnya. 
Ketika upacara pemakaman dimulai,  para pengunjuk rasa tiba-tiba dikepung TNI 
yang langsung menembakkan peluru. Massa yang tak bersenjata tentu saja terbunuh 
tanpa bisa melakukan perlawanan. Diduga 200 orang terbunuh dalam aksi ini.

Jurnalis Max Stahl berhasil memfilmkan tragedi tersebut. Dunia bereaksi keras 
dan mendukung kemerdekaan Timor Leste. Lucunya, pemerintah Indonesia tetap saja 
bersikeras, kejadian itu hanya memakan 19 korban jiwa. "Beberapa waktu kemudian 
di bawah tekanan internasional, pemerintah Indonesia mengakui, mungkin 50 orang 
meninggal," kata Saldanha sembari menambahkan bahwa pihaknya memiliki daftar 
yang berisi lebih dari 75 korban tewas. Demikian The Age.


* BELANDA PUAS ATAS KONPERENSI AFGHANISTAN

Menurut para peserta, konperensi internasional mengenai Afghanistan yang 
diselenggarakan Selasa kemarin di Den Haag benar-benar berhasil. Tuan rumah 
mendapat banyak pujian, atas lancarnya penyelenggaraan. Namun apakah bagi 
Belanda sendiri konperensi tersebut merupakan suatu keberhasilan? Laporan Perro 
de Jong.

"Di sini berdiri seorang yang merasa puas", kata Menteri Luar Negeri Belanda, 
Maxime Verhagen, usai konperensi kepada Radio Nederland Wereldomroep.

Menlu Verhagen puas, karena dalam tempo kurang dari tiga pekan, berhasil 
menyelenggarakan suatu konperensi internasional yang sangat kompleks, dengan 
resiko keamanan sangat besar.

Negara tetangga
Dan Maxime Verhagen lebih puas lagi, karena konperensi menekankan pentingnya 
negara-negara tetangga Afghanistan.

Klip 1 "dayafter" Maxime Verhagen in Exchange
VO 1 Maxime Verhagen: "Saya anggap, itu salah satu unsur paling penting 
konperensi ini. Bahwa masalah ini bukan hanya urusan NATO. Jika kita 
menyatakan, ini bukan hanya urusan militer, tapi juga bagi para pekerja 
kerjasama pembangunan dan diplomat. Perwujudan, bukan hanya keamanan, tapi juga 
pembangunan dan pemerintahan yang bersih, membutuhkan banyak donor. Jadi, kita 
juga butuh negara-negara yang tidak ikut aktif dalam urusan militer. Khususnya 
negara-negara tetangga".

Iran, yang berbatasan dengan Afghanistan sepanjang hampir seribu kilometer, 
ikut hadir dalam konperensi. Banyak pihak kaget atas kesediaan mereka.  Maxime 
Verhagen menilai kehadiran tersebut positif. Sekian lama Iran tidak bersuara, 
tapi kini Teheran menyatakan akan menangani rute penyelundupan narkoba ke Barat 
yang melalui negeri mereka.

Insiden
Walaupun demikian, Maxime Verhagen bertanggung-jawab atas munculnya satu 
insiden dalam konperensi. Ia menuduh Teheran tidak berusaha mencegah jatuhnya 
senjata-senjata milik Iran ke tangan kelompok pemberontak Taliban. Hal ini 
memancing kemarahan utusan Iran, wakil Menteri Luar Negeri, Mehdi Akhundzadeh, 
yang menjawab dalam bahasa Inggris yang fasih:

Klip 2 "dayafter" Mehdi Akhundzadeh
VO 2 Mehdi Akhundzadeh: "Semua tuduhan itu tanpa dasar. Ini hanya mencari-cari 
alasan bagi kegagalan kekuatan militer yang kini beroperasi di Afghanistan. 
Tuduhan tanpa dasar, hanya untuk melindungi pihak-pihak yang tidak mampu 
memenuhi janji mereka kepada masyarakat internasional".

Mengakui kesalahan
Dalam konperensi ini Maxime Verhagen mengakui, misi perdamaian Barat di 
Afghanistan ternyata lebih sulit ketimbang perkiraan semula. Bukan hanya 
menteri Verhagen tapi juga Amerika mengaku salah. Karena itu konperensi ini 
berhasil mengeluarkan pesan bersama secara unanim. Wakil Menlu Iran merasa 
puas, karena masyarakat internasional ternyata juga memahami penderitaan warga 
Afghanistan.

Apakah dengan ini, muncul peluang baru bagi penanganan yang lebih 
terkoordinasi, dan makin besarnya peran negara-negara tetangga, masih harus 
dibuktikan. Paling tidak, pernyataan Menlu Verhagen bahwa penyelesaian harus 
datang dari regio itu sendiri, langsung akan diuji.

Wanita Afghanistan
Konon, sebelum berangkat ke konperensi di Den Haag, Presiden Hamid Karzai baru 
saja menyetujui rencana undang-undang yang membatasi hak kaum perempuan, yaitu 
tidak mengakui adanya pemerkosaan dalam ikatan pernikahan. Dalam hal ini, 
bukankah tugas para mitra aktif dalam proses perdamaian di Afghanistan, untuk 
juga menaruh perhatian pada persoalan seperti itu?

Klip 3 "dayafter" Maxime Verhagen
VO 3 Maxime Verhagen: "Jika hal itu melanggar hak-hak asasi manusia, kita tidak 
bisa menerima hal tersebu. Dan jika kita tidak setuju, kita juga tidak akan 
berdiam diri. Tapi, kita tidak membuat undang-undang bagi mereka. Itu dibuat 
oleh warga Afghanistan sendiri. Walaupun demikian, mereka pun harus mengikuti 
norma-norma internasional".

Undang-undang tersebut tidak mempengaruhi keputusan Belanda untuk tidak 
memperpanjang masa tugas militer di Afghanistan. Dalam hal ini sikap Menteri 
Verhagen jelas. Sebagaimana pujian Menlu Amerika Hillary Clinton, dengan 
menyatakan peran Belanda sangat penting, tidak akan mengubah sikap Den Haag. 
Walaupun secara diam-diam sebenarnya menlu Belanda berharap akan ada 
perpanjangan.


* KEBIASAAN BERHUTANG AKAR KRISIS EKONOMI GLOBAL

"Kita hidup berdasar hutang. Itu akar masalahnya," ujar sosiolog berpengaruh 
Zygmunt Bauman. Menanggapi krisis ekonomi sekarang, Bauman mengkritik sistem 
perbankan serta paket stimulus ekonomi sebesar tiga trilyun dolar untuk 
menghidupkan kembali perekonomian internasional. Laporan Jose Zepeda dan 
Laurens Nijzink. 


Zygmunt Bauman seorang sosiolog, lahir di Polandia tahun 1925. Pada usia sangat 
muda, ia mengalami masa-masa anti-Semitisme, Nazi-Jerman, komunisme dan perang. 
Pengalaman inilah ladang subur bagi pekerjaannya sebagai sosiolog di kemudian 
hari. Tahun 1968 ia diusir dari Polandia terkait kampanye anti-Semitis. Sejak 
awal tahun 1970an Bauman menetap di Inggris. Setelah pensiun tahun 1990, 
publikasinya makin banyak. Mulai tahun 2000 ia menulis puluhan buku bertema 
globalisasi, konsumen, Holocaust dan muncul di berbagai acara televisi. 

Menjelang konperensi G20 di London, Zygmunt Bauman pesimis tentang 
rencana-rencana penanganan krisis finansial. 

Zygmunt Bauman: "Saya tidak melihat upaya serius mencari jalan keluar global 
atas krisis ekonomi sekarang. Justru sebaliknya, saya melihat kecenderungan 
menghidupkan lagi apa yang saya pikir sudah berakhir untuk selamanya, sejak 
mulainya masa globalisasi, yakni proteksi ekonomi. Perdana Menteri Inggris 
baru-baru ini mengatakan: pekerjaan Inggris adalah untuk pekerja Inggris. Ini 
jelas kembali ke masa sebelum perang. Sudah lama saya tak lagi mendengar 
ungkapan seperti itu. 20 negara akan menghadiri konperensi di London. 17 dari 
mereka telah mengumumkan akan mengambil tindakan proteksionis. Mereka datang ke 
London membahas tindakan bersama yang bisa diterapkan di semua negara."

Menurut Zygmunt Bauman, akar permasalahan tidak akan bisa diselesaikan dalam 
KTT G20 ini. Yang dimaksud adalah masyarakat yang hidup berdasar kredit. Karena 
itu Bauman bersikap sinis. 


Zygmunt Bauman: "Pelbagai bank mulai menemukan, mayoritas warga tidak meminjam 
uang. Mereka hidup semampu mereka. Menurut bank ini memalukan, karena ini 
adalah peluang luar biasa untuk mengambil laba! Mengapa tidak mendorong mereka 
untuk meminjam dan hidup berdasar kredit? Masih ingatkah ketika 30 tahun lalu 
kartu kredit pertama kali diluncurkan? Ingatlah slogan ketika itu: "Take the 
waiting out of wanting?' Itulah ungkapan paling revolusioner dalam sejarah 
modern."


Diskusi sewaktu KTT G20 adalah berapa jumlah dana yang harus dipompa ke dalam 
ekonomi. Pasar keuangan sudah terkunci. Karena itu bank harus melanjutkan 
pemberian pinjaman agar roda ekonomi tetap berputar. 

Zygmunt Bauman: "Idenya adalah memulihkan perbankan ke keadaan normal. Tapi 
keadaan normal itulah penyebab krisis! Jadi mengapa harus mengeluarkan tiga 
bilyar dolar untuk kembali ke keadaan normal penyebab krisis? Krisis kredit dan 
perbankan yang sekarang bukan hasil kegagalan bank. Justru sebaliknya: krisis 
adalah cerita sukses yang luar biasa. Mereka berhasil merubah mayoritas warga 
menjadi orang yang meminjam, berhutang dan meminta kredit."

Di Amerika Serikat hipotek sub-prime mengubah hutang menjadi sumber pendapatan. 
Bank-bank menawarkan pinjaman ini kepada orang-orang yang sebenarnya tidak 
mampu membeli rumah. Setelah itu pasar perumahan mulai jenuh, permintaan 
berkurang, harga anjlok dan akhirnya sistim ekonomi hancur.

Zygmunt Bauman: "Ini seperti sistim bunuh diri. Saya memakai metafora ular yang 
makan ekornya sendiri. Ketika ular mulai makan ekornya sendiri, awalnya 
semuanya tampak baik. Tapi lambat laun makin sulit mencernanya. Dan akhirnya 
tidak ada lagi yang bisa dimakan.. Hal sama terjadi dengan sistim perbankan dan 
kartu kredit mereka."

Zygmunt Bauman menyimpulkan kita harus ke akar permasalahan, mengubah tatanan 
masyarakat . Dengan kata lain revolusi budaya. Semboyan ekonomi "nikmati 
sekarang, baru bayar kemudian" sudah melewati masa jayanya.


* BICARA DENGAN TALIBAN TAK ADA GUNANYA

Suzanna Koster / Radio Nederland Wereldomroep
31-03-2009
Hari ini puluhan negara berkumpul di Den Haag Belanda untuk membicarakan masa 
depan Afghanistan. Salah satu pokok pembicaraan adalah mencoba berdamai dengan 
Taliban. Namun, mantan duta besar Pakistan untuk Afghanistan Rustam Shah 
Mohmand mengatakan pembicaraan damai dengan Taliban tidak akan membawa hasil 
apapun.
Ketika Presiden Amerika Barack Obama secara resmi berusaha membujuk Taliban 
yang kecewa untuk pindah haluan, spesialis Afghanistan Rustam Shah Mohmand 
tidak setuju. Dia adalah duta besar Afghanistan untuk Pakistan selama tahun 
2002 hingga 2005, periode dimana Pakistan adalah salah satu dari sedikit negara 
yang mengakui pemerintahan Taliban.
Rustam Shah Mohmand tidak percaya Taliban bisa dibujuk untuk mengadakan 
pembicaraan damai selama 70 ribu pasukan Amerika dan NATO masih bercokol di 
Afghanistan. Sebelumnya, Pimpinan Taliban Mullah Omar menyebut hengkangnya 
seluruh pasukan asing sebagai prasyarat perundingan. Institut Penelitian 
Amerika New America Foundation melaporkan, selama empat tahun terakhir, ribuan 
Taliban sudah meninggalkan kelompoknya sebagai bagian dari program amnesti 
(pengampunan) pemerintah Afghanistan. Program ini pada dasarnya menerima semua 
orang, tapi selama wawancara di Peshawar Pakistan, Mohmand mengatakan sudah 
tidak ada lagi Taliban yang berminat pindah haluan.
Sangat kuat
Rustam Shah Mohmand yang mantan dubes ini mengatakan salah satu alasannya 
adalah bertumbuhnya kekuatan Taliban:
"Taliban merekrut pengikut baru, karena pada umumnya orang Afghanistan 
memandang pasukan asing sebagai pasukan penjajah, sama halnya dengan keberadaan 
Rusia di tahun 80an. Selain itu, kelompok lain seperti milisia Hekmatyar 
bergabung dengan Taliban." Panglima perang Gulbuddin Hekmatyar bertahun-tahun 
berjuang melawan Taliban, bahkan melarikan diri ke Iran ketika Taliban 
berkuasa. Namun, musuh bersama membuat keduanya bergabung.
Dewan Keamanan dan Pembangunan Internasional mengatakan Taliban dan sekutunya 
saat ini menguasai 72 persen wilayah Afghanistan, dibandingkan 54 persen tahun 
lalu. Dalam sebuah laporan ke Institut Perdamaian Amerika Serikat, mantan 
penasihat presiden Mohammad Masoom menulis bahwa jumlah insiden kekerasan 
meningkat dari 44 kali perbulan di tahun 2003 menjadi 573 di tahun 2008. Dan 
lebih dari 14.500 orang tewas. Mohmand menambahkan, Taliban tidak mempercayai 
tawaran perdamaian.
"Taliban berpikir perundingan damai dimaksudkan untuk membujuk para pejuang 
untuk pindah haluan. Selama tujuh atau delapan tahun belakangan, berbagai 
tawaran perundingan damai gagal menghasilkan sesuatu dan tidak ada yang 
berubah."
Pasukan Keamanan
Mohmand berargumen bahwa Taliban mungkin setuju berunding jika NATO dan Amerika 
mau mengabulkan tuntutan mereka: hengkangnya pasukan asing. 
"Taliban mungkin setuju penarikan bertahap pasukan dan mengganti mereka dengan 
penjaga keamanan dari negara-negara yang tidak punya kepentingan di 
Afghanistan, seperti Indonesia, Filipina dan Jepang. Mereka akan membuat 
konstitusi dan merencanakan pemilu dimana kelompok pemberontak seperti Taliban 
juga ambil bagian."
Mohmand melanjutkan, itulah satu-satunya jalan untuk mengakhiri kekerasan, yang 
merupakan prasyarat untuk pembangunan dan emansipasi masyarakat. Sebagai 
tambahan, masalah obat bius dan kurangnya birokrasi bisa dicoba diselesaikan. 
Kelompok perlawanan harus disertakan dalam masyarakat kebanyakan.
Contoh Buruk
Namun, para kritikus hanya perlu merujuk ke Afghanistan untuk menunjukkan 
seberapa sulit membujuk Taliban untuk berkompromi dalam bentuk apapun. Otoritas 
di Lembah Swat Pakistan menggunakan militan moderat untuk mengatasi para 
ekstrimis. Selama 18 bulan, tentara dan militan mati-matian memperebutkan 
kekuasaan di lembah tersebut. Kelompok militan bahkan membentuk pemerintahan 
paralel mereka sendiri, termasuk eksekusi dengan cara menggantung lawan mereka. 
Sekolah-sekolah untuk perempuan diledakkan, para artis diusir dari lembah dan 
para pria diperintahkan menumbuhkan janggut. Sebuah perjanjian damai seharusnya 
bisa mengakhiri kekerasan, tapi penculikan masih sering terjadi. Para pengacara 
dan hakim tidak berani lagi ke kantor setelah kaum militan mengumumkan jasa 
mereka tidak lagi diperlukan.
Dan demokrasi? Kaum militan mengatakan tidak perlu demokrasi dan memandang hal 
tersebut sebagai konsep Barat  yang asing dari Islam. Dengan adanya Taliban di 
Afghanistan, pembangunan di Lembah Swat menciptakan preseden berbahaya.


* PERANAN NEGARA BERKEMBANG DI G20 LONDON

Kamis ini di London dibuka pertemuan negara-negara yang bergabung dalam apa 
yang disebut G20. Pertemuan ini bertujuan untuk mengatasi krisis ekonomi yang 
makin mengancam dunia saat ini. Indonesia salah satu dari negara berkembang 
yang ikut serta. Apa artinya ini bagi Indonesia dan negara-negara berkembang? 

Menurut Wamenlu Triyono Wibowo, pertemuan ini sangat penting bagi Indonesia. Ia 
menambahkan Indonesia barangkali sudah dipertimbangkan dunia internasional 
untuk menyumbangkan pikiran untuk menyelesaikan masalalah-masalah internasional.

Triyono Wibowo:  "Ini merupakan apresiasi dari masyarakat internasional 
terhadap Indonesia. Dan sekaligus akan kita manfaatkan bersama-sama dengan 
masyarakat internasional mencari solusi terhadap persoalan krisis ekonomi 
global sekarang ini."

Senada dengan wamenlu prof Hendrawan Supratikno, pakar ekonomi di Universitas 
Kristen Satya Wacana di Salatiga, mengatakan, peranan negara berkembang sangat 
penting dalam pertemuan di Inggris itu.  

Menurut guru besar ini, akibat krisis global, banyak dolar yang mengalir 
kembali ke negeri asalnya. Sementara banyak proyek-proyek yang perlu pendanaan 
segera. Akibatnya pembangunan negara-negara berkembang akan terhambat. 

Untuk mengatasinya maka diperlukan semacam mekanisme global, tambahnya. 

Saat ini misalnya IMF dan Bank Dunia didominasi oleh negara-negara Barat.  Ini 
berarti negara-negara maju masih dominan. Oleh karena itu negara-negara 
berkembang hendaknya ditambah peranannya, tandas Hendrawan. 

Meski perbedaan pendapat antara negara-negara berkembang dengan negara-negara 
maju, besar sekali, namun mereka memiliki kepentingan bersama. Semua pihak 
ingin menangani krisis yang telah melanda dunia saat ini. 

Oleh karena itu Hendrawan optimis, pendapat negara-negara berkembang akan 
didengar. Karena misalnya Amerika memerlukan Cina untuk mengatasi krisis 
global. Dan ini terbukti dari kunjungan menlu Amerika Hillary Clinton ke Cina 
beberapa saat silam.

Pakar bursa dari Salatiga ini sadar, perjuangan negara-negara berkembang dalam 
G20 ini tidak mudah. Tetapi ia melihat, kansnya 50 persen. Alasannya karena 
negara-negara berkembang semakin kuat posisinya. Misalnya Amerika pernah minta 
bantuan Cina untuk mengatasi krisis yang tengah dihadapinya. 

Hendrawan: "Hillary Clinton pergi ke Cina untuk meminta pemerintah Cina agar 
bersedia membeli surat utang pemerintah Amerika Serikat dengan suku bunga tiga 
persen. Artinya Amerika sebenarnya sudah dalam posisi sulit dan tahu Cina 
memiliki cadangan besar devisa yang begitu besar yang bisa digunakan untuk 
menyelamatkan perekonomian global."

Lalu bagaimana dengan peranan ASEAN? Untuk mengetahuinya silakan dengarkan di 
sini.


* MUSIM GEMPA, PEMERINTAH HARUS WASPADA

Tanggal 1 April ini terjadi dua bencana gempa di Indonesia, satu di Bengkulu 
dan dan satu lagi di dekat Papua Nugini, masing-masing dengan kekuatan 6 pada 
skala Richter. Menurut Dani Hilman Natawijaya, dari Pusat Penelitian 
geoteknologi di Bandung, keduanya adalah gempa susulan. Memang saat ini boleh 
dibilang musim gempa di sejumlah wilayah rawan gempa di Indonesia. Pemerintah 
baik pusat maupun daerah diminta waspada dan menyiapkan program mitigasi gempa 
bumi. Ikuti keterangannya kepada Radio Nederland Wereldomroep:


Gempa yang dirasakan di wilayah Papua Rabu 1 April, adalah gempa susulan dari 
gempa di Irian dan maluku Januari dan Februari lalu. Seperti diketahui wilayah 
Sumatra dan Indonesia Timur adalah wilayah rawan gempa. Selain itu boleh 
dibilang beberapa minggu terakhir ini adalah periode musim gempa:

Dani Hilman Natawijaya: Bisa dibilang begitu. Jadi kalau kita melihat sejarah 
gempa di berbagai tempat, memang di satu periode terjadi banyak sekali gempa 
besar. kemudian di periode berikutnya relatif lebih sepi.

Dan apakah masyarakat harus khawatir kalau ada pemberitaan terjadi gempa 
berturut-turut di Indonesia? Dani Hilman Natawijaya menjawab:

Saya pikir memang masyarakat dan pemerintah harus waspada. Harus siap dengan 
kemungkinan terjadi gempa di wilayahnya. Dengan cara menyiapkan program 
mitigasi bencana yang baik, yang sudah menjadi menjadi kewajiban baik 
pemerintah pusat maupun daerah. 

Lalu bagaimana kemungkinan early warning system untuk gempa? Apakah itu sudah 
mungkin? Dani Hilman menerangkan:

Sistim ini adalah bagian dari mitigasi bencana. Tujuan utama adalah untuk 
evakuasi dan meminimalisasi korban jiwa. Tapi sistim untuk gempa belum ada. 
Kalaupun ada tidaklah akurat, karena tidak bisa diperkirakan waktu gempa yang 
tepat. Hanya potensi gempa yang bisa diperhitungkan.

Ikuti penjelasan lebih lanjut, dengan mengklik alamat di bawah ini:


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke