---------------------------------------------------------------------

WARTA BERITA RADIO NEDERLAND WERELDOMROEP
Edisi: Bahasa Indonesia

Ikhtisar berita disusun berdasarkan berita-berita yang disiarkan oleh
Radio Nederland Wereldomroep selama 24 jam terakhir.

---------------------------------------------------------------------

Edisi ini diterbitkan pada:

Selasa 31 Maret 2009 15:00 UTC



** DUKUNGAN INTERNASIONAL AFGANISTAN 

** AL QAEDA TANGGUNGJAWAB SERANGAN LAHORE

** KEADAAN DARURAT DI JOLO, FILIPINA

** GEMA WARTA TOPIK ULASAN PERS: PENGADILAN DUCH DAN DEMOKRASI INDONESIA

** GEMA TOPIK INTERNASIONAL: LABORATORIUM UTRECHT PELOPOR PEMBIAKAN JARINGAN 
USUS

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: TAK ADA JAMINAN PERANG AKAN BERHENTI

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: INDONESIA INGIN BERPERDAN DALAM PERDAMAIAN 
AFGANISTAN

** GEMA WARTA TOPIK INTERNASIONAL: SEMUA PIHAK BANGGA DENGAN KONFERENSI 
AFGANISTAN DI DEN HAAG



* DUKUNGAN INTERNASIONAL AFGANISTAN

Terorisme di Afganistan hanya dapat diberantas dengan dukungan internasional. 
Demikian dikatakan presiden Afganistan, Hamid Karzai dalam pidato pembukaan di 
KTT internasional soal Afganistan di Den Haag, Belanda. Para wakil dari 70 
negara membicarakan masa depan Afganistan. Negara-negara tetangga seperti 
Pakistan dan Iran memainkan peran penting dalam pemberantasan terorisme, tambah 
Karzai. Delegasi Iran menyatakan besedia untuk bekerjasama dalam pengembangan 
dan pembangunan kembali Afganistan. Namun Iran menentang keras pengiriman 
pasukan tambahan asing ke Afganistan seperti yang diumumkan Amerika Serikat. 
Menteri luar negeri Amerika Hillary Clinton mengatakan para pejuang Taliban 
yang melepaskan diri dari kubu ekstrim harus bisa mendapat semacam pengampunan. 
Selain itu dalam pidatonya tuan rumah menlu Maxime Verhagen mengatakan 
prioritas utama adalah pembentukan kembali militer dan polisi Afganistan.


* AL QAEDA TANGGUNGJAWAB SERANGAN LAHORE

Cabang Al Qaeda di Pakistan menyatakan bertanggungjawab atas serangan terhadap 
akademi polisi di Lahore. Pemimpin cabang tersebut, Baitullah Mehsud mengatakan 
bahwa ia akan memberikan keterangan soal aksi tersebut. Sekelompok penyerang 
menyerbu akademi polisi di Lahore. Akibatnya terjadi baku tembak dengan pasukan 
keamanan selama delapan jam. Delapan anggota polisi dan delapan penyerang 
tewas. Sementara sumber lain mengatakan ada 40 tewas. Empat penyerang berhasil 
ditangkap, salah seorang di antaranya adalah warga Afganistan. Otoritas 
Pakistan menuduh serangan itu dimotori oleh negara lain. Menteri luar negeri 
Rehman Malik mengatakan Pakistan berada di balik serangan itu untuk menganggu 
stabilisasi. Sementara itu negara tetangga India yang juga merupakan musuh 
bebuyutan, mengecam serangan di Lahore. Awal bulan ini di kawasan sama Lahore, 
terjadi serangan terhadap bis yang mengangkut pemain kriket Srilanka. Serangan 
tersebut menewaskan enam polisi Pakistan dan supir bis tersebut.


* KEADAAN DARURAT DI JOLO, FILIPINA

Pemerintah Filipina mengumumkan keadaan darurat di pulau Jolo. Pasalnya, 
kelompok militan muslim Abu Sayyaf menyandera tiga anggota regu bantuan Palang 
Merah dan Selasa ini mengancam untuk menewaskan satu di antaranya. Dinas 
keamanan bersiaga penuh. Pemerintah Filipina menekan Abu Sayyaf agar 
membatalkan rencana eksekusi salah seorang sandera. Kelompok tersebut menuntut 
agar pasukan keamanan segera meninggalkan lima kota di Pulau Jolo. Sementara 
Manila menyatakan tidak dapat memenuhi tuntutan tersebut. Tiga sandera itu 
adalah seorang perempuan Filipina, seorang warga Swiss dan seorang warga 
Italia. Mereka diculik Januari lalu ketika berkunjung ke tempat sarana perairan 
milik Palang Merah.


* AMERIKA HAPUS PERANG LAWAN TEROR

Amerika Serikat menghapus istilah Perang Melawan Teror.  Demikian diungkapkan 
Menlu Amerika Hillary Clinton sesaat sebelum dimulainya KTT internasional soal 
Afganistan di Den Haag, Belanda. Perang melawan terorisme diumumkan setelah 
serangan 11 September 2001 oleh mantan presiden George W Bush. 
Kelompok-kelompok hak-hak asasi manusia selalu mengkritik istilah tersebut. 
Menurut mereka, Amerika berlindung dibalik "Perang Terhadap Teror", untuk 
membenarkan pelanggaran terhadap kemanusiaan. Misalnya seperti yang terjadi di 
penjara Guantanamo Bay. Clinton mengatakan penghapusan itu bukanlah keputusan 
resmi pemerintah. Istilah itu tidak lagi dipergunakan secara umum, tambah 
Clinton.


* KTT AFGANISTAN DI DEN HAAG

KTT internasional mengenai Afganistan di Den Haag dibuka. Menteri luar negeri 
Maxime Verhagen dan perdana menteri Jan Peter Balkenende menyampaikan kata 
sambutan. Mereka menyatakan pentingnya kerjasama yang baik dengan Afganistan. 
Pertemuan tersebut dihadiri oleh wakil-wakil dari 72 negara di antaranya 
presiden Afganistan, Hamid Karzai. Dalam pidato pembukaanya Karzai menekankan 
bantuan dari negara-negara tetangga sangatlah penting untuk memberantas 
terorisme. Sesaat setelah kedatangannya di Belanda menteri luar negeri Hillary 
Clinton mengatakan, Amerika menyediakan 40 juta dolar untuk pemilihan umum di 
Afganistan tahun ini. Menlu Clinton juga mengatakan bahwa Amerika tidak 
mempunyai rencana untuk berbicara secara terpisah dengan delegasi Iran. Hal itu 
dilontarkan Clinton sehubungan dengan pemberitaan yang meramalkan pembicaraan 
itu, atas upaya normalisasi hubungan kedua negara. Selama berlangsungnya 
pertemuan, ruang udara di Den Haag menjadi tempat terlarang, dan sekitar 
tigaribu polisi dikerahkan. Selain itu pemeriksaan di perbatasan dengan Belgia 
dan Jerman juga diperketat. Kendati demikian Den Haag tidaklah tertutup rapat. 
Lima organisasi diberikan tempat khusus untuk menggelar demonstrasi.


* DUA JURNALIS AMERIKA DIADILI DI KORUT

Dua jurnalis Amerika yang ditahan di Korea Utara diadili dengan dakwaan 
melakukan tindakan permusuhan dan memasuki Korea Utara secara ilegal. Demikian 
dilaporkan kantor berita negara Korea Utara. Tidak dijelaskan lebih lanjut apa 
yang dimaksud dengan melakukan tindakan permusuhan. Namun menurut media massa 
Korea Selatan, itu adalah istilah untuk tindakan mata-mata. Kedua jurnalis 
perempuan tersebut ditangkap ketika berada di pinggir Sungai Tumen, yang 
merupakan perbatasan antara Korea Utara dan Cina. Mereka dianggap tidak 
menghiraukan perintah penjaga perbatasan untuk menghentikan pengambilan gambar. 
Kedua wartawan itu bekerja di sebuah stasiun televisi California. Mereka sedang 
bertugas meliput warga Korea Utara yang mengungsi ke Cina.


* MA BATALKAN VONIS SHARIF

Mahkamah Agung Pakistan membatalkan vonis pengadilan sebelumnya yang menyatakan 
mantan perdana menteri Nawaz Sharif dilarang menduduki jabatan terpilih. Hakim 
di pengadilan rendah memutuskan hal itu karena Sharif memiliki catatan 
kejahatan. Mahkamah Agung juga mencabut vonis larangan menduduki jabatan di 
pemerintahan atas kakak laki-lakinya Shabaz Sharif. Ia akhirnya kembali 
menduduki jabatannya sebagai perdana menteri di Propinsi Punjab. Vonis terhadap 
kakak beradik Sharif akhir bulan lalu menimbulkan kemarahan oposisi. Presiden 
Asif Ali Zardari dianggap turut campur tangan dalam menentukan vonis untuk 
membungkam kakak beradik Sharif.


* RATUSAN PENGUNGSI AFRIKA HILANG

Ratusan pengungsi perahu Afrika hilang setelah perahu mereka mengalami 
kerusakan di lepas pantai Libya. Setidaknya satu perahu dengan 250 penumpang 
tenggelam. Dikabarkan, perahu kedua dengan 300 pengungsi juga mengalami nasib 
sama. Menurut beberapa sumber, ada dua perahu lain yang juga mengalami 
kerusakan. Sekitar 20 pengungsi berhasil diselamatkan. Sementara 21 lainnya 
dipastikan tewas, di antaranya adalah pengungsi dari Mesir, Palestina dan 
Tunisia. Dikhawatirkan jumlah korban tewas terus bertambah. Sementara perahu 
lainnya yang mengalami kerusakan diselamatkan oleh angkatan laut Italia. 
Kapal-kapal sarat pengungsi itu berangkat dari Tripoli menuju Italia. Sekitar 
30 kilometer dari pantai Libya, perahu mereka terjebak masalah.


* DUCH MINTA MAAF

Di hadapan tribunal Kamboja, pentolan Khmer Merah Duch meminta maaf atas 
perbuatannya. Saat pemerintahan Khmer Merah, Duch menjabat kepala pusat 
interogasi S21. Ia dianggap bertanggungjawab atas penyiksaan dan eksekusi 
ribuan tahanan. Selama berlangsungnya proses pengadilan Duch meminta maaf 
terhadap keluarga korban dan ia berharap suatu saat dapat dimaafkan. Untuk 
pertama kalinya Duch secara umum mengakui tanggungjawabnya atas kekejaman yang 
dilakukan. Sampai sejauh ini Duch tetap bersikeras bahwa ia hanya mengikuti 
perintah. Duch atau Kaing Guek Eav, adalah satu dari lima pemimpin Khmer Merah 
yang ditahan oleh tribunal. Rejim tersebut antara tahun 1975 dan 1979 
diperkirakan menewaskan dua juta warga.


* BERITA BURSA

Setelah kerugian berat Senin, lantai bursa Eropa dibuka dengan keuntungan. 
Indeks AEX dibuka dengan keuntungan dua persen pada 215 poin. 

Indeks Tokyo, kembali ditutup dengan kerugian dengan 1,5 persen pada 8.109,53 
poin.

Nilai tukar euro tercatat $1,329
Satu euro sama dengan Rp 15.278
Satu dolar setara dengan Rp 11.491


* PENGADILAN DUCH DAN DEMOKRASI INDONESIA

Ulasan pers kali ini mengulas soal demokrasi di Indonesia menjelang pemilihan 
umum dan pengadilan terhadap pentolan Khmer Merah.

Harian Algemeen Dagblad menulis, Tribunal Kamboja memulai proses peradilan 
terhadap para pentolan Khmer Merah. Orang pertama yang muncul di pengadilan 
adalah ketua penjara S21 di Phnom Penh, Kaing Guek Eav atau dikenal dengan 
julukan Duch. Rejim komunis Khmer Merah memerintah penuh kekejaman dari 1975 
hingga 1979. 

Di kamp penyiksaan Tuol Seng saja, yang dipimpin Duch, setidaknya ada 16 ribu 
pria, perempuan dan anak-anak yang terbunuh. Jumlah total korban tewas mencapai 
1,7 juta orang. Duch merupakan orang pertama dari lima pemimpin Khmer Merah 
yang diseret ke pengadilan. Ia juga merupakan satu-satunya pentolan Khmer Merah 
yang menyatakan penyesalannya.

Pendirian tribunal Khmer Merah sempat tertunda selama lima tahun. Setelah lama 
tarik ulur Kamboja akhirnya mencapai kesepakatan dengan PBB dan hakim-hakim 
luar negeri. Sayangnya, pemimpin terpenting Pol Pot yang juga dijuluki Saudara 
laki-laki nomor satu, tidak dapat diadili karena sudah meninggal di hutan tahun 
1998. 

Rakyat Kamboja harus menanti selama 30 tahun. Ruang pengadilan tribunal yang 
dengan kapasitas 500 tempat duduk, dijejali pengunjung, Senin kemarin.

Dari Kamboja kita beralih ke masalah demokrasi di Indonesia

Situs Asia Sentinel menulis sulit dipercaya menghadapi pemilu legislatif 9 
April mendatang Indonesia akhirnya dikatakan bisa mencapai demokrasi yang baik, 
dan bahkan bersinar di antara negara-negara tetangga. Sebanyak hampir 40 partai 
mengikuti pemilihan legislatif kali ini, pertanyaan mendasar adalah apa yang 
akan terjadi setelah pemilihan legislatif berakhir. 

Masalahnya tidaklah semudah yang dibayangkan. Percaturan politik akan 
menghadapi masa sulit. DI bawah UU pemilihan umum, sebuah partai tidak dapat 
mencalonkan presiden, kecuali jika merebut 20 persen kursi DPR atau mencapai 25 
persen suara dalam pemilihan legislatif. Satu-satunya partai yang diramalkan 
dapat mencapai jumlah itu adalah Partai Demokrat milik presiden SBY. Sementara 
tiga partai lainnya Golkar, PDI P dan Gerindra, partai sayap kanan milik mantan 
jenderal Prabowo Soebianto mencoba untuk membentuk koalisi guna mencapai batas 
20 persen untuk mencalonkan presiden.

Sementara itu partai-partai islam juga memegang peran penting terutama Partai 
Keadilan Sejahtera PKS yang popularitasnya meningkat setelah 2004. Jurubicara 
presiden SBY mengatakan dukungan terhadap UU Anti pornografi dan pornoaksi 
merupakan suatu isyarat simbolis presiden akan dukungannya terhadap kelompok 
islam. 

Kendati ada kekhawatiran, akan adanya kecurangan dalam daftar pemilih di Jawa 
Timur dan ketegangan etnis di Papua, demokrasi di Indonesia masih lebih maju 
dibanding negara-negara tetangga lainnya. Partai Demokrat diramalkan akan 
mencapai suara terbanyak. Namun jika itu gagal maka ancaman koalisi Parta 
Demokrat dan PKS diramalkan akan nyata. PKS telah membangun dukungan akan upaya 
meleburkan masyarakat islam ke masyarakat plural Indonesia serta berjanji untuk 
memberantas korupsi.

Demikian situs Asia Sentinel dan sekian pula ulasan pers kali ini.


* LABORATORIUM UTRECHT PELOPOR PEMBIAKAN JARINGAN USUS
Jaringan usus dibiakkan di laboratorium. Itulah penemuan institut penelitian 
Utrecht. Bahan dasarnya adalah sel induk yang diambil dari usus pasien 
bersangkutan. Berkat penemuan ini, dalam beberapa tahun lagi, penderita 
penyakit usus akan bisa tertolong. 
Untuk sekarang yang dibiakkan adalah sel usus tikus. Tetapi menurut para 
peneliti, teknik pembiakan ini juga bisa diterapkan pada manusia. Jaringan usus 
tumbuh pesat; ukurannya bisa lima kali lipat dalam seminggu saja. Dalam 
beberapa tahun lagi, metode ini bisa diterapkan pada terapi gen. Menurut Hans 
Clevers, pemimpin proyek penelitian sel induk usus, penemuan ini merupakan 
langkah penting dalam penelitian sel induk. 
Menurut Clevers terapan teknologi baru dalam terapi gen adalah sebagai berikut: 
"Karena terapi sinar X atau karena penolakan sel baru, bagian dalam usus itu 
rusak atau tidak berfungsi lagi. Karena itu harus diganti. Sekarang kami capai 
kemajuan luar biasa dalam upaya mengobati pasien dengan jaringan usus yang 
dibuat dari sel induk mereka sendiri." 
Beberapa minggu
Keuntungan medisnya luar biasa. Karena jaringan usus dibiakkan dari sel induk 
yang tidak asing bagi tubuh si pasien, maka penolakan tidak akan terjadi. Ini 
berarti seorang dokter tidak perlu takut lagi membuang jaringan tumor secara 
drastis; karena jaringan usus yang baru dan sehat tersedia dalam beberapa 
minggu. 
Para peneliti di Utrecht bisa dikatakan 'beruntung' karena jangka waktu pendek 
itu disebabkan regenerasi jaringan usus yang berjalan sangat cepat. Setiap 
manusia memproduksi 200 gram sel usus setiap hari yang kemudian diganti dalam 
waktu lima hari. Kecepatan ini membuat usus menjadi calon unggulan untuk 
membiakkan jaringan baru dari sel induk usus. 
Seperti tanaman
Tim Utrecht selanjutnya menemukan tempat pembiakan yang cocok dan faktor-faktor 
pertumbuhan yang baik sehingga sel bisa berkembang biak di luar tubuh. "Jadi", 
Hans Clevers bercanda, "seperti tanaman harus dirawat. Kalau keadaannya baik 
dia akan tumbuh." 
Yang masih merupakan tantangan adalah menemukan sel induk yang dibutuhkan di 
jaringan usus, tapi dalam hal ini tim Utrecht dapat mengandalkan penelitian 
sebelumnya yang dilakukan laboratorium Hubrecht: 
"Selama 10 tahun kami meneliti kaitan antara kanker yang tumbuh dalam usus dan 
regenerasi usus yang sehat. Kami melakukan experimen canggih dan itu 
menghasilkan apa yang kami sebut 'zat putih telur khusus'. Zat putih telur ini 
disebut LGF5, yang dimiliki oleh setiap sel induk usus di lapisan luarnya. Ini 
berati kami benar-benar dapat mendeteksi sel dan melihatnya di bawah 
mikroskop." 
Keberhasilan Hans Clevers bersama timnya sebenarnya lebih besar lagi: metode 
pembiakan ternyata dapat diterapkan pada jaringan lain. Laboratoriumnya 
membiakkan jaringan lambung selama beberapa bulan.




* TAK ADA JAMINAN PERANG AKAN BERHENTI

Januari lalu komando tentara Belanda di Uruzgan - Afghanistan selatan, masuk ke 
lembah Baluchi dengan 800 tentara. Lembah Baluchi yang merupakan sarang 
kerusuhan antar suku dipakai oleh gerilyawan Taliban. Seorang penengah Afghan 
menunggu perkembangan dari serbuan ini. Apakah serbuan tersebut akan 
menyebabkan pemberontakan dari penduduk lokal ? Perundingannya selama ini baik 
dengan kalangan diplomat di Kamp Holland maupun penduduk lokal, potisip. 
"Percayalah pada para pemimpin suku dan penengah seperti saya", ujarnya. Kami 
sampaikan laporan koresponden Bette Dam di Afghanistan dan Pakistan.

Penengah ini mau diwawancara lewat telepon dengan syarat namanya tidak disebut. 
Masih bahaya kalau diasosiasikan dengan pasukan Belanda. Bisa-bisa dia akan 
menerima surat ancaman mati yang ditanda-tangani pemimpin Taliban Mullah Omar.

Si penengah itu - sebuat saja namanya Abdul, merupakan penengah penting antara 
pasukan Belanda dengan penduduk lokal. Tapi pengaruhnya tidak begitu besar, 
tambahnya langsung. Pengaruh yang paling besar adalah seorang pemimpin suku 
yang misterius yang ditakuti semua orang. Melibatkan mantan tokoh Taliban ini, 
punya risiko besar. "Namanya sangat dirahasiakan. Saya tidak bisa menyebutnya, 
karena menyangkut keamanannya", kata Abdul.

Abdul jemu dengan aksi-aksi razzia yang dilakukan oleh militer selama 
bertahun-tahun karena tidak menghasilkan ketentraman di Lembah Baluchi. Tahun 
lalu ia memutuskan untuk melibatkan diri. "Saya rasa penduduk lokal Afghanistan 
jemu berperang dan mereka mau bekerja sama dalam proses perundingan", tegas 
Abdul. 

Bagaimana anda berperan sebagai penengah antara pasukan Belanda dan penduduk 
lokal ?
"Saya selalu punya orang-orang yang bertugas di lembah Baluchi. Itulah sebabnya 
mereka percaya pada saya disini. Dari balik layar selama setahun saya ikut 
berunding dengan para pemimpin suku dan tokoh-tokoh penting lain disini. 
Pasukan Belanda memainkan peranan penting. Gubernur Hamdan dan komandan polisi 
juga bekerja keras untuk menciptakan perdamaian".

Apa yang ditawarkan pasukan Belanda kepada penduduk lokal Afghan yang anda 
wakili, uang atau yang lain ?
"Penduduk lokal di lembah Baluchi tidak menerima imbalan apapun secara konkrit 
atas kerjasama mereka. Kami katakan kepada mereka : kalau anda menginginkan 
perdamaian yang langgeng, anda harus juga berkorban. Itu tidak pernah berhasil. 
Penduduk lokal harus diberi proyek, seperti membangun sekolah, jalan dan rumah 
sakit. Pasukan Belanda berjanji akan melakukan hal itu dalam waktu dekat. Saya 
yakin 100%, pasukan Belanda akan memenuhi janji mereka".

Bagaimana anda berhubungan dengan orang-orang Afghan ?
"Terutama dengan berbicara. Lambat laun semakin banyak pemimpin suku yang 
muncul. Saya rasa bagaimanapun juga saya bisa meyakinkan mereka. Banyak dari 
mereka terlibat dalam peperangan, dalam bentuk apapun. Mereka juga berperang 
dengan pasukan Belanda. Sikap permusuhan di lembah Baluchi sangat peka. Setiap 
kali saya bertanya kepada mereka : jangan biarkan anak-anakmu juga berperang 
melawan musuh. Jangan ! Ini bukan pemecahannya". 

Ketika pasukan Belanda melakukan operasi Januari lalu, kelihatannya tidak ada 
tembak-menembak ?
"Memang, para pemimpin suku nampaknya menepati janji dan para pemimpin suku 
juga melarang anak-anak mereka. Tidak ada jaminan hitam diatas putih bahwa para 
pemimpin suku itu akan memenuhi imbauan saya. Hal itu saya sadari dan sayapun 
cemas.  Tapi saya percaya akan janji mereka. Bisa saja karena kesepakatan kami 
itu perlawanan terhadap pasukan Belanda berkurang. Tapi tentu saya tidak tahu 
pasti".

Apakah sekarang akan terus aman ?
"Stabilitas 100% hanya ada kalau semua berkorban yaitu gubernur, komandan 
polisi dan pasukan Belanda. Setelah berunding selama bertahun-tahun mereka 
harus tetap berbicara dengan para pemimpin suku maupun saya sebagai penengah. 
Hanya itulah jaminan agar supaya bisa berhasil.  

Salah satu agenda dalam konperensi Afghanistan di Den Haag adalah apa yang 
disebut dengan "comprehensive approach" pendekatan semua pihak. Yang dimaksud 
adalah lewat militer, perundingan diplomatik dan bantuan pembangunan. 
Koresponden Bette Dam menyebut contoh di Uruzgan - Afghanistan selatan dimana 
pasukan Belanda merupakan bagian dari missi perdamaian internasional ISAF.


* INDONESIA INGIN BERPERDAN DALAM PERDAMAIAN AFGANISTAN

Selasa ini di Den Haag diselenggarakan konperensi internasional untuk 
Afghanistan yang diikuti 72 negara termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia 
diwakili wakil menteri luar negeri, Triyono Wibowo. Tujuan keikutsertaan 
Indonesia dalam konperensi ini adalah untuk menunjukkan komitmen serta bahwa 
Indonesia selalu bersedia ikut serta dalam upaya perdamaian internasional. 
Ikuti keterangan wamenlu kepada Radio Nederland Wereldomroep:

Triyono Wibowo [ TW ]: Barangkali ada dua hal yang perlu kita garis bawahi 
satu, masalah Afghanistan memang menjadi satu isu internasional yang menonjol 
saat ini. Jadi sebagai negara yang memang sejak awal selalu sesuai dengan 
konstitusinya, selalu ingin terlibat dalam masalah-masalah internasional maka 
Indonesia terpanggil untuk itu. 

Yang kedua adalah bahwa pertemuan ini adalah salah satu dari rangkaian 
international conference yang diadakan oleh PBB untuk mencari solusi terhadap 
permasalahan di Afghanistan. Jadi sebelum ini ada pertemuan di Paris, pada 
bulan Juni tahun lalu kemudian di London dan Bonn. 

Radio Nederland Wereldomroep [ RNW ]: Indonesia juga ikut?

TW: Ya, Indonesia selalu ikut hadir pada pertemuan-pertemuan itu. Hanya bedanya 
pertemuan kali ini di Den-Haag adalah bukan pleadging conference seperti di 
Paris tahun lalu, pleadging conference artinya masing-masing negara yang hadir 
itu menawarkan bentuk bantuan apa yang bisa diberikan dalam rangka rehabilitasi 
dan rekonstruksi politik maupun ekonomi di Afghanistan. Tapi pertemuan kali ini 
hanya untuk menunjukkan komitmen internasional, komitmen masyarakat 
internasional terhadap upaya pembangunan kembali Afghanistan. 

RNW: Saya lihat itu ada 70 negara yang diundang pak ya, kira-kira kenapa 
Indonesia diundang? Karena negara berkembangnya, karena negara Islamnya atau 
bagaimana?

TW: Bukan, samasekali tidak ada kaitannya dengan Indonesia sebagai penduduk 
atau negara Islam. Lebih kepada komitmen Indonesia selama ini, khususnya dalam 
dua tahun terakhir ketika kita menjadi anggota Dewan Keamanan PBB, di mana 
kita, Indonesia muncul sebagai sebuah negara yang dikonsider sebagai consensus 
builder jadi membangun konsensus. 

Kita tahu bahwa tekanan sekarang ini kepada upaya Afgahnistan adalah bagaimana 
upaya penyelesaian Afghanistan dilihat dalam konteks regional, yaitu 
menyertakan negara-negara di kawasan regional, untuk ikut serta di dalam 
pembangunan kembali atau pemulihan stabilitas di Afghanistan. 

Nah, Indonesia memang saat ini seperti kita ketahui menonjol sekali di dalam 
upaya-upaya internasional. Contoh misalnya kita diundang ke G20. Sekarang OECD 
pun pun mengundang kita sebagai partisipasi sebagai anggota OECD dan 
sebagainya. Jadi barangkali memang bobot diplomasi Indonesia, bobot Indonesia 
sendiri yang sekarang sudah mulai diperhatikan oleh internasional.  

RNW: Dalam wawancaranya dengan Radio Nederland, ada mantan dubes Pakistan di 
Kabul, dia mengatakan sebenarnya katanya untuk berdialog dengan Taliban itu 
nggak mungkinlah katanya. Tapi mungkin juga bisa katanya, Taliban pasti ada 
syaratnya. Syaratnya itu kalau memang pasukan asing itu ditarik dan kalau toh 
mereka tidak ditarik mereka menyebut menginginkan negara-negara tertentu yang 
boleh menjadi penjaga perdamaian di sana. Disebut juga salah satu Indonesia 
pak, kira-kira Indonesia bersedia nantinya atau bagaimana terlalu jauh 
berbicara soal itu?

TW: Pertemuan ini sendiri masih akan menjajaki, langkah-langkah berikut dari 
upaya kedepan dalam penyelesian masalah Afghanistan. Hanya memang yang selalu 
ditekankan Indonesia adalah adanya ownership dari rakyat dan pemerintah 
Afghanistan dalam setiap upaya itu. Apa pun penyelesaian yang akan ditempuh 
oleh masyarakat internasional itu harus diawaki oleh Afghanistan. Artinya pihak 
rakyat dan pemerintah Afghanistan berada di travingsite. 

Nah kita masyarakat internasional hanya membantu mensukseskan upaya dari 
pemerintah dan rakyat Afghanistan dalam mencari penyelesaian solusi terhadap 
mereka sendiri. Komitmen Indonesia selalu di dalam upaya penyelesaian di 
mana-mana, kita selalu aktif berpartisipasi, tapi kita melakukan itu hanya 
apabila itu merupakan keputusan dari PBB. Nah, yang terjadi sekarang di 
Afghanistan bukan pada bendera PBB tapi di ISAF, International Security 
Assistance Force. 

RNW: Tapi apakah Indonesia sendiri, bapak membawa harapan-harapan tertentu, 
mungkin dari pak menlu atau presiden atau pemerintah untuk konperensi ini?

TW: Kehadiran kita di pertemuan di Den Haag ini adalah untuk menunjukkan bahwa 
komitmen Indonesia, pertama dan bahwa Indonesia akan selalu ikut serta di dalam 
upaya internasional untuk mencari penyelesaian secara damai yang baik untuk 
Afghanistan.


* SEMUA PIHAK BANGGA DENGAN KONFERENSI AFGANISTAN DI DEN HAAG

Penjagaan sangat ketat sempat menimbulkan kejengkelan tapi penduduk kota Den 
Haag juga bangga menjadi tuan rumah Konperensi Internasional Afghanistan yang 
dihadiri 72 negara, ribuan wartawan , dijaga 3500 polisi dan menghabiskan 4 
juta Euro. Wakil menlu Triyono Wibowo juga bangga bahwa Indonesia selalu 
diundang dalam perundingan internasional bagi Afghanistan. Demikian kesan rekan 
Bari Muchtar yang meliput World Forum Afghanistan di Den Haag.

Bari Muchtar (BM): Luar biasa memang situasinya. Bagi Den Haag bisa dikatakan 
bersejarah, karena memang ini disebut konferensi KTT tentang Afganistan yang 
dihadiri oleh 72 negara. Terus juga organisasi-organisasi internasional. 
Keamanannya luar biasa. Di kawasan di mana terletak Gedung World Forum Centre, 
tempat diadakan konferensi itu,` disterilkan. Sekali-sekali di atas ini ada 
helikopter berkeliling. Ini memang betul-betul luar biasa.

Polisi bermotor di mana-mana dan mobil-mobil mengangkut tamu-tamu. Antara lain 
tamu yang sangat penting yaitu presiden Afganistan Hamid Karzai, selalu dijaga 
dengan ketat. Dan para wartawan banyak sekali. Itu kesan saya.

Radio Nederland Wereldomroep (RNW): Mengeni penjagaan yang begitu ketat di kota 
Den Haag itu, apakah tidak mempersulit anda untuk melakukan tugas memberikan 
liputan?

BM: Sedikit lah begitu. Untuk masuk pers itu ada pintu tertentu. Katanya ini 
warnanya kuning( red : warna bagde wartawan) maka anda harus lewat sana. Jadi 
saya harus keliling jauh lagi begitu. Jadi cukup menyulitkan bagi saya. Dan 
bagi penduduk Den Haag yang saya dengar di samping yang bangga, banyak juga 
yang mengeluh. Katanya, kenapa ini tidak diadakan saja di bandara Schiphol 
supaya tidak mengganggu. Jadi begitu tamu datang langsung saja ada konferensi 
di sana tidak perlu menganggu hingga ditutup jalan-jalan, katanya. 

Tapi banyak juga penduduk Den  Haag yang bangga bahwa Den Haag memang sebagai 
kota perdamaian karena ada juga Mahkamah Internasional Yugoslavia antara lain 
dan juga Mahkamah Pidana. Jadi ini katakanlah pusat hukumnya dunia ada di Den 
Haag. Satu kebanggan juga, seperti dikatakan oleh walikota Den Haag, Jozias van 
Aartsen.

RNW: Anda berhasil melakukan wawancara dengan wakil menteri luar negeri (red : 
Triyono Wibowo) yang diutus oleh Jakarta ke Den Haag ini?

BM: Saya sudah janjian untuk mewawancarai beliau kemarin di rumah dinas 
dutabesar RI di Wassenaar, di sana memang diadakan juga pertemuan dengan para 
diplomat. Saya diberi kesempatan, satu-satunya wartawan yang diberi kesempatan 
untuk mewawancarai dia. Waktu saya tanya apa pentingnya bagi Indonesia 
konferensi ini? Katanya, bagi kita ini menunjukkan bahwa kita dihargai oleh 
dunia internasional. Indonesia selalu diundang kalau ada pertemuan-pertemuan 
yang diselenggarakan oleh PBB. Jadi ini bukan pertama kali kita menghadiri 
pertemuan tentang Afganistan. Ini sudah ketiga kalinya.

Kemudian ia menjelaskan, baginya ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin 
dihargai di mata dunia, di dunia internasional. Malah sudah mau dilibatkan di 
OECD, organisasi ekonomi Eropa. Saya tanyakan kepada Pak Triyono Wibowo apakah 
nanti kemungkinan Indonesia akan diminta untuk mengirim pasukan keamanan? 
Katanya ya bisa saja dan kita bersedia, tapi syaratnya harus dibawah bendera 
PBB.

RNW: Anda juga dihubungi oleh media di Indonesia untuk memberikan laporan?

BM: Ya antara lain Metro TV, saya sudah dua kali dihubungi mereka dan mereka 
sangat tertarik sekali dengan peristiwa ini dan kita pun sebagai Radio 
Nederland sangat bangga bisa melayani mereka. Dan itu juga ada radio Sonora dan 
radio Suara Surabaya yang sudah menjadi mitra kita. Jadi mereka cukup berminat 
sekali. Saya dengar dari rekan-rekan Radio Nederland lain bahwa yang paling 
laris kita ini, bangga ini. Yang lain belum di kontak oleh media asing kecuali 
mungkin ada yang dari Amerika Latin

RNW: Baik Bari terima kasih atas laporan anda dan selamat bertugas.


---------------------------------------------------------------------
Radio Nederland Wereldomroep, Postbus 222, 1200 JG Hilversum
http://www.ranesi.nl/
http://www.radionetherlands.nl/

Keterangan lebih lanjut mengenai siaran radio kami dapat Anda
peroleh melalui
[email protected]

Copyright Radio Nederland Wereldomroep. 
---------------------------------------------------------------------

Kirim email ke