Rudy, Rudy, Rudy, comments inline...

2008/4/16 Rudy Tosin <[EMAIL PROTECTED]>:
>
>  Nah sdr Eko kan sudah tahu kalo berargumentasi musti menggunakan fakta.
>  Malahan dikasih link tentang berargumentasi. Terus berdasarkan fakta apa
>  Anda menginterpretasikan:
>
>  1. Single female, max.24 years old
>  2. Attractive personality
>  3. Teamwork & cooperation skills
>  4. Proficient in both oral & written English
>  5. Computer literate
>  6. Having background in Economics
>  7. Great passion in consulting & advisories services
>
>  menjadi:
>
>  1. Female, has to be young, attractive, hot is preferred.
>  2. Has to be single, because it's easy to ask you out (and maybe more...)
> if
>  you're single.
>  Don't lie about your marriage status, it'll be on your own risk.
>  3. Skill is not important, as long as you know a bit of English, and a bit
>  of economy, you're in! Again, see req #1 & #2.
>
Jangan lupa, di bagian awal saya menulis "This is how I interpret it:"

>  Apakah Anda sudah cek job scope posisi internee di perusahaan yg
>  bersangkutan? Apakah Anda sudah menanyakan ke perusahaan yg bersangkutan
>  mengapa hanya pelamar yg berjenis kelamin wanita yg diperbolehkan untuk
>  melamar posisi internee tersebut?
>
Tidak, tentu tidak. Mustinya kita harus bertanya, kenapa harus
berjenis kelamin wanita,
umur harus di bawah 24, dan harus single, dan harus attractive?

>  Kalau belum, atas dasar fakta apa Anda membuat 3 poin interpretasi diatas
>  (yg menurut saya jelas2 tidak ada relevansinya dengan 7 point sebelumnya)
Relevansinya diskriminasi bukan?

>  dan dengan tegasnya Anda bilang "In times of war, even the messenger could
>  be executed. Be selective"? Be selective terhadap apa?
>
Be selective? Lho... bukankah kalimatnya sudah mengatakan tentang messenger,
apakah pekerjaan si messenger? Mengirim berita bukan? Berarti
be-selective terhadap
berita yang mau dikirim bukan?

>  Kalo Anda tidak memakai fakta konkrit dan menulis hanya karena Anda
> antipati
>  terhadap hal2 yg menurut Anda diskriminatif. Apakah konsisten antara ucapan
>  dan perbuatan Anda?
>
Ya, saya antipati terhadap aksi diskriminatif. Dan saya rasa ucapan saya masih
konsisten dengan sikap saya yang tidak mendukung diskriminasi.

>  Jangan salah sangka, saya tidak bermaksud menyerang pribadi Anda atau bikin
>  ribut dimilis. Mau email ini dijawab atau didelete pun gak masalah. Hanya
>  utk konfirmasi saja sebelum saya mem-filter email Anda ke junk email saya.
>
Sudah saya jawab di atas. Dan kalau mau filter ya silakan, siapa tahu
kapan-kapan
saya ada aksi protes lagi di binusnet, kan Anda ngga perlu melihat :)


KOkon.

Kirim email ke