Bagaimana dengan di sekitar kita???

Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal


--- In [email protected], Dedek Hendry <dedek.hen...@...>
wrote:

Rakyat Bengkulu : Rabu, 4 Februari 2009

Siswa SMP Tidak Bisa Baca dan Tulis

LEBONG - Kepala Dinas Pendidikan Nasional, Pemuda dan Olahraga Kabupaten
Lebong Drs. Dahari Hanafi, M. Pd mengatakan, perbaikan mutu pendidikan
di Lebong mutlak diperlukan. Sebab, masih banyak siswa SMP yang tidak
bisa membaca dan menulis. Fakta ini ditemukannya sewaktu memonitoring
sekolah bersama Satpol PP belum lama ini. "Menuliskan namanya sendiri,
tidak bisa. Kok sewaktu di SD dia bisa naik kelas dan lulus ujian ?"
kata Dahari seraya bertanya.

Karena itu, sambung Dahari, perubahan metode penentuan kelulusan siswa
SD harus diubah. Bila selama ini kelulusan ditentukan setelah sekolah
mengetahui nilai siswa. Dimulai tahun ini, sekolah terlebih dahulu harus
menetapkan nilai minimum kelulusan. Sehingga, penentuan kelulusan
dilakukan dengan mengacu nilai minimum tersebut. "Apa mungkin
seluruh siswa SD bisa lulus semua ? Masa pintar semuanya ? Jangan hanya
mengejar kuantitas. Kualitas juga harus diperhatikan," tambah Dahari.

Untuk menetapkan nilai minimum kelulusan, Dahari meminta sekolah
membahas dan menyepakatinya bersama komite sekolah dan orang tua siswa.
Sehingga orang tua siswa ikut bertanggungjawab untuk mendorong anaknya
agar rajin belajar dan tidak komplain bila saja anaknya dinyatakan tidak
lulus. "Apakah akan mencontoh SD 17 Muara Aman yang menetapkan 4,5 atau
lebih tinggi lagi, silakan disepakati saja. Yang jelas, sebelum ujian
dilaksanakan, saya minta dilaporkan," kata Dahari.

Boleh-boleh saja pemekaran dijadikan alasan, sambung Dahari. Namun
menjadikannya terus- menerus sebagai alasan, sangat tidak tepat. Karena
dunia pendidikan ataupun dunia kerja tidak memberikan permakluman
terkait status pemekaran. Jika tidak memenuhi kualifikasi yang
disyaratkan, lulusan Lebong tidak akan bisa melanjutkan pendidikan ke
jenjang lebih tinggi di luar daerah. Dan sulit untuk mendapatkan
pekerjaan.. "Pemekaran ya pemekaran. Tapi kualitas tidak mengenal
pemekaran. Apalagi sebelum Lebong ini dimekarkan, pendidikan sudah ada,"
kata Dahari. (dmi)




--- End forwarded message ---





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke