Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!!



http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/

http://nugon19.multiply.com/journal



--- In [email protected], Dicky Kurniawan <marcial_rique...@...> wrote:

 Ini dikutip dari tulisan Mang Ucup di milis mediacare...
Saya hanya mengutip saja, hak cipta dan hak penyebaran ada pada mang ucup...
Terima kasih...
FACEBOOK - Sampai Dengan DELETE Memisahkan Kita!
Nama Mang Ucup
berikut foto smooth-nya telah tertayang di Facebook. Abrakadabra bimsalabim..
.sontak hanya dalam jangka waktu tiga minggu saja, sudah bisa mempunyai sahabat
baru lebih dari 375 orang. Apakah dengan kuasa menambah stok 375 rekan baru ini
berarti sesuatu hal yang patut dibangga-banggakan kepada publik and all
everybody. Karena memiliki sahabat yang kian berjibun banyaknya, bukankah sebuah
pencapaian prestasi nyata? Mungkin karena dilanda perasaan narcisi kali ya.
Memang tidak bisa dipungkiri lagi, kini Anak-anak Baru Gedhe (ABG) saling
berlomba-lomba, sepak sana, terjang situ; demi memperebutkan siapa yang
memiliki sahabat paling banyak, paling 

 caem, terganteng ataupun paling cantik
di Facebook

 

 Facebook adalah sebuah web jaringan sosial
atau bahasa akompleksnya tempat mejeng, berhaha-hihi, berlenggokkanan
berlenggangkiri- -yang  paling banyak
dikunjungi dewasa ini. Berdasarkan statistik ter-up  date yang ada, rata-rata 
setiap anggota
(member) Facebook mempunyai sedikitnya 100 sahabat. Jumlah anggota Facebook
awal tahun 2009 ini saja sudah mencapai lebih dari 150 juta jiwa. Dus
fantastisnya, setiap hari jumlah itu kian menggelembung bertambah banyak
sekitar 600 ribu anggota baru. Konon kabarnya, apabila nama Anda tidak tercantum
di Facebook itu sama dengan "U are nobody". Yang bila benar itu
adanya, berarti itu bisa menihilkan aforisma terkenal yang 

 pernah dikoar-koarkan oleh filsuf Yunani
Decartes (baca: Deca) pada abad Eropa klasik dengan perkataannya: "cognito
ergo sum" yang berarti: "saya ada, karena saya di Facebook".

 

 Singkat cerita wabil esensinya, sabahat
adalah tempat di mana kita bisa berbagi suka dan duka maupun tempat curhat.
Bahwa setiap orang membutuhkan sahabat, itu sebuah keniscayaan. Hanya
sayangnya, kebanyakan manusia sekarang ini--mungkin karena terlanjur hidup serba
hedonis, individualis dan narcisi serta cenderung amoralis--

 tidak memiliki banyak waktu lagi untuk
menjalin persahabatan (friendship) , persekutuan dalam artian lebih luas. Maka
Anda tidak perlu terheran-heran apabila di Eropa sana menjamur bisnis yang 
menawarkan jasa
"Rent a Friend". 

 

 Cermati jeli fenomena budaya di masa
kontemporer ini. Kita lebih senang mencari sahabat secara instan layaknya
membikin mie seduh, bisa melalui Facebook, Friendster, MySpace dan banyak lagi.
Memang mudah dan murah, hanya dengan satu keterampilan meng-Klik saja, Anda 
sudah
bisa mendapatkan seorang sahabat yang jauh domisilinya di 

 tengah lautan Atlantik sana . Sama seperti juga bunga, buat apa
susah- susah menanam bunga; lebih baik beli atau tinggal petik saja. Banyak 
orang
menduga bahwa Facebook, Friendster itu adalah situs hanya untuk para ABG
mejeng. 

 

 Tetapi kenyataannya ini tidak benar.
Berdasarkan data valid demografi yang pernah dipublikasikan oleh Facebook;
nyatanya anggota terbanyak dan teraktif adalah mereka yang usianya sudah di
atas kepala tiga, 30 tahun. Maklum mulai dari usia inilah yang paling banyak
merasa kesepian. Rekan-rekan seusia mereka sudah sibuk dengan 

 dunia mereka masing-masing, keluarga
masing-masing; sehingga tak ada waktu luang untuk berbagi, sharing sekedar
ber-say Hello dengan teman kampung semasa masih muda dulu.

 

 Apakah sahabat yang didapatkan melalui
internet atau Facebook ini bisa diposisi sejajarkan sebagai seorang sahabat
benaran ataukah lebih tepatnya hanya sebagai kenalan sekilas pandang saja.
Sebab dalam ikatan persahabatan model Facebook itu tidak melibatkan faktor 
emosional.

 

 Saya menyadari sepenuhnya bahwa
persahabatan itu sama saja seperti juga tanaman yang membutuhkan pemeliharaan.
Artinya perlu diberikan pupuk, disiram setiap hari agar bisa tumbuh dengan
baik. Tetapi dengan jumlah kenalan yang sedemikian banyaknya seperti ala 
Facebook,
Friendster itu membikin Anda tidak mungkin melakukan proses-proses pemupukan
kasih sayang, penyiraman air cinta kasih 

 pada seluruh teman Anda tersebut. 

 

 Soalnya sederhana saja, Anda tidak punya
banyak waktu untuk melakukannnya secara intensif, juga teman-teman dunia maya
Anda tadi. Berbeda hal dengan pertemanan di darat yang terjalin secara alamiah,
natural dan tidak terkesan dibuat-buat; menjadikan ikatan batin model 
persahabatan
sejati inilah yang membikin mesra dan indahnya hidup di dunia ini.

 

 Tetapi bagi saya pribadi, kenalan atau
sahabat di Facebook pun sama nilainya seperti para sahabat lainnya, kenapa bisa
demikian? Mereka telah menghargai saya di mana mereka mau meluangkan waktunya
khusus untuk berkenalan dengan saya. Tidakkah itu berarti ia telah mengorbankan
sesuatu yang paling berharga miliknya ialah "WAKTU" 

 walaupun mungkin ini hanya beberapa
detik sekalipun.

 

 Melalui persahabatan atau kenalan di
Facebook tersebut membuktikan bahwa mereka mau menerima saya sebagai sahabat,
rekan yang berdiri sejajar, duduk sama rendah. Hal ini tidak mungkin didorong
tanpa adanya rasa simpati, empati sosial ataupun perasaan senang terhadap diri
saya. Bahkan dari koordinat pertemanan Facebook itu juga, saya 

 bisa menilai bahwa hasil coret-coretan
saya selama ini ternyata tidak sia-sia atau sirna begitu saja. Hal ini bagi
saya, sesungguhnya merupakan anugerah atau berkat yang dapat memantikkan spirit
memotivasi saya untuk terus-menerus menulis di manapun dan 

 kapanpun juga.

 

 Persahabatan (Friendship) adalah satu
kata sakral yang bisa menembus-nembus dimensi ruang maupun triomensi waktu
serta tetralogi kosmos; walaupun jarak memisahkan Anda; tetaplah pertahankan
kata "persa-'Friendship' -habatan" itu. Sebab ia adalah putera
makhkota kehidupan mensejati yang harus tetap terjaga koeksistensinya dari masa
ke 

 masa, zaman ke zaman; hingga hari kiamat
kubro nanti datang. 

 

 He..he..maukah Anda bersahabat dengan
Mang Ucup, walaupun hanya di Facebook sekalipun juga? Daripada cari racun rent
a friend, mendingan pilih madu-racunnya Facebook karena masih berprobabilitas 
besar
peroleh segelas madu rendesvous persahabatan. Maukah? Kalau nanti udah bosan
tinggal Klik "DELETE" azah untuk perceraian dalam Facebook ini!

 

 Salam persahabatan dengan sepasang jabat
tangan tererat yang terindah

 

 Mang Ucup

 Facebook

 Emal: mang.ucup<at> gmail.com




Kalau di dunia nyata 'till death do us apart, di dunia maya (yang dijadikan 
nyata) Till deleted on facebook do us apart...

Menyenangkan punya sahabat-sahabat terbaik dalam hidup...
 It's only a transition...

Dicky Kurniawan
News Camera Person
NEWS DIVISION
PT. Televisi Transformasi Indonesia (TRANS TV)
Gd. Trans TV 3rd Fl.
Jl. Kapt. Tendean Kav. 12-14A
Jakarta Selatan 12790
+628174964705
marcial_rique...@...
dicky.kurnia...@...
omongkosongku.blogspot.comanswerlieswithin.multiply.com  

--- End forwarded message ---





      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke