Milih kok nanya? Jd ikut2an dunk. Org indo uda trauma kali yah dg janji2 yg lagi2 tinggal janji. Tp g rasa beberapa taon terakhir meskipun bencana n masalah terus melanda, tindak lanjutnya uda mending kok, meskipun gak perfect, at least ga omongan doang. Setiap negara pasti ada masalah sendiri kok. Yang penting rakyat n pemerintah optimis, yang uda tercapai uda lumayan dan untuk berikutnya pasti lebih baik lagi. Mengembalikan kesejahteraan seluruh bangsa tidak semudah dengan membalikkan telapak tangan. Meskipun kita punya presiden n legislatif yang uda ok banget, gak menjamin 100% yg mereka berikan akan diterima 100% oleh rakyat. Masih ada tangan2 penyambung lain yang kita tidak bisa pastikan kejujurannya. Dan pada kenyataanya masih banyak sekali rakyat indo yang pendidikannya kurang, dan terus memelihara mental ego. Bahkan yang berpendidikan pun blm tentu punya aklak yang membangun. Tidak terlalu peduli dengan sesama, baik hanya sama orang yang baik sama dirinya saja. Yah.. gitu2 deh. Kalau mau keluar dari lubang buaya, bukan cman orang yang narik yang musti berusaha, tp orang yang ditarik jg musti usaha keluar. Dan untuk pemilu kali ini... hehe.. pilihlah mana yang menurut kita paling tepat. Dan berdoalah kalo pilihan kita itu memang yang tepat.
Tiw² ~ ________________________________ From: calimoya <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thursday, April 9, 2009 12:10:37 AM Subject: RE: Bls: [BinusNet] OOT: Pemilu 2009 > > ucapan bijak Noam Chomsky, seorang ilmuwan politik di Amerika > Serikat, berikut ini: "Jika Anda berlaku seolah-olah tak ada > peluang bagi perubahan, maka sebetulnya Anda sedang menjamin > bahwa memang tak akan ada perubahan." > > salam > > ferry Bro ferry Aku setuju sekali statement diatas. Dari 100% caleg paling Cuma 1 % yang brengsek. Tapi sialnya setiap kali aku lihat daftar caleg, koq ketemunya yang 1% itu. Yg 99% nya ga tau dimana. Tolong kasih tau donk, harus pilih siapa. Karena setiap lihat daftar caleg koq "tikus" lagi "tikus" lagi. Masa memaksa diri pilih "tikus". khan tidak sesuai hati nurani. Salam hin [Non-text portions of this message have been removed]
