Dear All,

Saya mencoba menjawab dan merespon.
- Benar kalo tidak ada HDD maka akan error tetapi seperti yang saya 
katakan sebelumnya
yang penting ada Network Adapter (NIC), dan dari NIC lah yang men-boot 
dan mencari servernya
Saya tidak melakukan apa2 di PC lama/ second atau pun di BIOS tetapi 
saya hanya men-set dari server semuanya

- Jadi untuk penambahan PC atau Client, harus di daftarin dulu di Server
dan jika tidak ada settingan maka si client tidak akan bisa koneksi ke 
server
Dari Server bisa di tentukan Si Client itu mau koneksi server mana bisa 
di atur dari server jadi tidak perlu ke client lagi
Semuanya sudah terpusat.

- Thin Client itu mempunyai Processor dan Memory, jadi benar ada Flash  
memory (besar memory mempengaruhi harganya) dan ada semacam operating 
system di sana
Ada beberapa OS yang di tanam, antara lain: Linux, MS Windows Embedded 
dan OS yang spesifik tuk Thin Clientnya
Sehingga dari OS tersebutlah yang men-setting IP dan di arahkan ke 
server mana
Kalo pake Windows Embedded sudah sepeti PC biasa hanya tidak bisa di 
install apa2 dan di lock

- Benar Thin Client itu cuma 15 Watt di bandingkan dengan PC biasa
Saya ukur kalo CPU only (CPU rakitan baru loh),
dgn Spek Procesor Core Duo 2.9 GHZ, Memory 3 GB HDD sata 2 buah (80 dan 
160 GB), 1 CD Rom Sata serta 2 FAN serta Power supply 350 watt), 
memerlukan daya 80 watt (saat awal) dan stabil di 53 Watt
Lalu saya lepas semua HDD dan CD Rom serta 2 Fan yang di casing, 
hasilnya di dapat 35 Watt

Jadi kalo beda antara 20 Watt  masih termasuk wajar tidak??
Jadi 1 CPU di banding 2 Thin Client, sayang waktu itu saya tidak ukur 
sampe watt dengan PC design saya
Tetapi saya yakin tidak beda jauh atau lebih kecil dari pengukuran 
dengan PC yang baru

Lalu saya ukur untuk CRT 15" Viewsonic, Start awal perlu 135 wat dan 
stabil di 45 watt
Maka dapat project sebelumnya saya sarankan pake LCD pasti lebih rendah

Lalu saya ukur lagi untuk notebook saya memerlukan 40 watt

- Waktu saya implementasi di kantor lama juga ada perdebatan apakah 
menggunakan PC lama/ PC second atau Thin Client
Dan saya coba buat cost and benifit (TCO) serta di demokan, maka di 
pilih PC lama / PC Second.

Waktu itu saya menggunakan PC Second yang saya design sehingga besarnya 
sebesar LCD
Jadi CPU diletakan di belakang LCD 15" pas hanya tebal saja kurang lebih 
10 cm

Waktu saya demokan ke management LCD dan CPU saya di baut (LCD khan bisa 
di gantung jadi ada tempat bautnya)
sehingga saya bawa sudah merupakan satu kesatuan.
(Sayang saya tidak ada Fotonya)
Maka Management memutuskan tidak beli Thin Client yang di pasaran karena 
cost > USD 100 (Apalagi waktu itu > USD 200)
Saya juga katakan PC lama ( < Pentium1) bisa di gunakan lagi dan PC baru 
(sudah > P5) bisa di alokasikan ke tempat yang perlu PC (tidak 
menggunakan Thin Client) dan di ganti dengan PC second yang design dari 
saya.
Sedangkan HDD dan CD Rom di ambil dan di buat sebagai backup

- Jadi kembali lagi jika sudah ada PC > 200 dan mau coba implemet bisa 
di gunakan solusi konsep dari saya (solusi 1)
Tetapi jika baru dan kurang < 10 bisa menggunkan Thin Client yang saya 
baru temukan dan lihat demonya
karena saya lihat ini lebih simple dan tidak sesulit dari thin client 
yang pernah saya tau.(Solusi 2)
Harga relatif antara USD 100 < xx < USD 150

Saya belum mencoba dan lihat demo NComputing, jadi saya tidak bisa 
komentar.hanya tau harga yang versi murah (CMIIW) itu > USD 150
Kalo merek H*, Z**** sudah lihat dan harga cukup mahal > USD 200 karena 
di dalam nya bisa di install OS dari Microsoft (plus license juga) jadi 
bisa > USD 300

- Yang perlu di ingat Back Office atau Data Center harus 'Kuat', jika 
tidak maka user tidak kerja,

- Untuk masalah license (jika pake Microsoft) hanya berkurang dari sisi 
OS Client saja (WinXp or Vista)
Selebih dari itu jika menggunakan MS Windows Server perlu License CAL 
dan TS CAL (Dulu +- USD 100)
belum termasuk harga MS Windows Servernya

Itu untuk Solusi 1 jika menggunakan PC lama/ Second dan unit > 200 client
Untuk Solusi 2 untuk Client < 10 unit cukup beli 1 License MS Windows XP 
saja
(unutk solusi ke 2 saya belum cek ke Micosoft secara detail apakah ini 
cukup legal tidak)

OOT: saya pernah lihat motto dari salah satu produsen mobil dengan moto
Reuse, Reduce dan Recycle
Jadi bisa saja gunakan PC yang lama, hilangkan HDD dan Pake kembali HDD 
sebagai Data Backup ;)


PS: Untuk tertarik lebih lanjut bisa japri atu PM saya langsung. Saya 
tidak enak nanti di jalum atau milis ini


Thanks

Regards,

Johnny





Patrick Darmawan wrote:
>  
>
> Kalau menurut saya, lebih baik menggunakan thin client seperti 
> NComputing. Daripada memakai komputer lama.
> Karena Produk tersebut mempunyai kelebihan2:
> 1. telah terdapat software dimana memudahkan kita mengatur koneksi ke 
> server mana.
> 2. memudahkan pengaturan di server
> 3. dari server kita bisa melihat layar client, sehingga jika kita 
> curiga mengenai hal2 tertentu atau aktifitas dr client tersebut. Kita 
> dapat melihat dari server, layaknya kita melihat langsung di komputer 
> client tersebut.
> 4. pemakaian listrik jauh lebih kecil. Cukup sekitar 15 watt per thin 
> client. Dibandingkan komputer yang menkomsumsi listrik hingga 250 - 
> 500 watt.
>
> Mengenai client dapat mengetahui host ada dimana, dapat di isi 
> settingnya yang terdapat info IP. Saya rasa setting tersebut akan 
> tersimpan di memory thin client.
>
> Kokon, murah sekali harga komputer disana ya? Rasanya di indo untuk 
> spek seperti itu masih termasuk mahal, apalagi komputer branded.
> Seandainya di indo harga komputer dapat semurah itu... :)
>
> Best Regards,
> Patrick
>
> Re: Thin client PC
> Posted by: "Edwin H." [email protected] 
> <mailto:ed.de.wind%40gmail.com> ed_de_wind
> Wed Aug 19, 2009 6:55 pm (PDT)
>
> Saya cukup tertarik dengan yg dilakukan rekan Johnny yg menggunakan PC
> lama sebagai thin clientnya. Tapi saya masih agak bingung, bagaimana
> bisa client tsb tau ke host mana koneksi tsb akan dilakukan pas PC baru
> dihidupkan? Apa ada semacam setting yg ditanamkan di BIOS? Bukannya kalo
> HDD tidak didetect saat PC nyala akan muncul pesan error?
> Begitu pula halnya dengan NComputing, bagaimana client bisa tau hostnya
> ada di IP berapa? Yg terpikir oleh saya, apa mungkin di dalam client
> NComputing itu ada semacam flash memory yg menyimpan setting itu... Kalo
> betul begitu, berarti setiap penambahan client baru tetap ada setting yg
> dilakukan ya.
>




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke