untuk menambah dan memperluas wawasan
daripada cuma berprasangka buruk
j.l.nawan


----- Forwarded Message ----
From: Satria Dharma
Sent: Tue, October 13, 2009 8:45:04 AM
Subject: [cfbe] OOT : Pelaku Teror Ingin Mati Ditembak

  
Tanggal: Sen 12 Okt 2009 17:37
Dari: korandigital 

Pelaku Teror Ingin Mati Ditembak
Tuesday, 13 October 2009
JAKARTA (SI) – Pelaku teroris berharap tewas tertembak saat terjadi
penindakan oleh Tim Densus 88 Mabes Polri.Mereka lebih mengharapkan berakhir 
dengan kematian di tangan aparat Polri daripada tertangkap hidup-hidup dan 
menjalani proses persidangan.

Kepala Divisi Humas Markas Besar Polri Irjen Pol Nanan Soekarna
menceritakan, Putri Munawaroh, istri pelaku teror Hadi Susilo, sempat
marah kepada anggota Tim Densus 88 Mabes Polri yang menggerebek mereka di 
Solo,Jawa Tengah,Kamis (17/9) lalu. Gembong teroris Noordin M Top beserta Bagus 
Budi Pranoto alias Urwah dan Hadi Susilo alias Adib tewas dalam 
penggerebekan.“Putri Munawaroh mengatakan, kenapa saya tidak
ditembak mati saja? Padahal kami sebisa mungkin menangkap orang yang
diduga pelaku teror hidup-hidup,” ujar Nanan dalam jumpa pers di Ruang
Rapat Utama Markas Besar Polri,Jakarta, tadi malam.

Nanan menuturkan, prosedur tetap yang dibuat oleh Polri dalam menindak
para pelaku teror yaitu sebisa mungkin menyeret pelaku teror tanpa
menghilangkan nyawanya. Dengan membawa mereka hidup-hidup, polisi bisa 
mengembangkan penyidikan untuk mengetahui dugaan keterlibatan pihak lain, 
termasuk jaringan yang sudah dibangun gembong teroris. “Kami tetap membutuhkan 
keterangan, dan dalam aturan kami tetap harus ditangkap hidup-hidup,”tutur 
Nanan.

Sejauh ini, dari pengembangan penyidikan kasus terorisme setidaknya 466
tersangka teroris sudah ditangani polisi, 452 orang diseret ke
pengadilan. Hanya 14 orang sisanya terpaksa ditindak di tempat kejadian.
Mengenai dua jenazah teroris yang tewas ditembak di sebuah rumah indekos
di Ciputat, Tangerang Selatan, Jumat (9/10),Mabes Polri memastikan
keduanya adalah Syaifudin Zuhri dan Muhammad Syahrir. Kepastian
diperoleh setelah dilakukan uji forensik melalui tes DNA
(Deoxyribonucleic acid) dan identifikasi ciri-ciri khusus.

Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri Brigjen Pol Eddy Suparwoko
telah melakukan analisis primer, yaitu dengan membuat uji DNA dan
analisis sekunder dengan melihat ciri-ciri khusus.“Kesimpulannya,
berdasarkan tes DNA maupun tes sekunder, secara ilmiah dan tak
terbantahkan keduanya merupakan Syaifudin Zuhri dan Muhammad Syahrir,”
ujar Eddy tadi malam. Eddy telah melakukan analisis terhadap
ayah,ibu,dan anak untuk mengidentifikasi kedua jenazah. Pihak forensik
menemukan sejumlah ciri tertentu yang dimiliki Syahrir, yakni terdapat
tahi lalat di sudut pipi kanan.

Pada telinga bagian bawah Syaefudin sobek, dan itu langsung dikenali
keluarga.“Kami juga sudah mengidentifikasi Syaifudin,memiliki 12 titik
kesamaan pada sidik jari,sedangkan Syahrir punya 14 titik,” imbuhnya.
Syaifudin dan Syahrir terlibat dalam kasus pengeboman di Hotel JW
Marriott dan The Ritz Carlton,Jakarta, Jumat (17/7). Dalam kasus
pengeboman di Hotel JW Marriott dan Ritz Charlton, 22 orang sudah
ditetapkan sebagai tersangka—2 di antaranya Nana dan Dani yang diketahui 
menjadi pelaku bom bunuh diri,9 orang tewas di tempat,dan 11 diantaranya 
mendekam di tahanan kepolisian.

Kesebelas tersangka itu Amir Abdullah,Kedu, Bejo, Indra,Aris,Fajar
Firdaus, Putri Munawaroh,Afam, Sonny Jayadi,Ali,dan M Jibril. Fajar
Firdaus ditangkap di Bekasi,Jawa Barat,hingga akhirnya Densus 88 bisa
mencium keberadaan sejumlah teroris di Ciputat, Tangerang, Banten. Dari
Fajar,diperoleh informasi bahwa Syaifudin dan Syahrir tinggal di sebuah
rumah indekos di bilangan Ciputat.Sonny Jayadi,yang diminta Fajar
mencari kamar kos, juga berhasil dibekuk polisi.

”Meski tidak ikut dalam tindak terorisme,Fajar maupun Sonny tahubahwa
Syaifudin serta Syahrir merupakan orang yang diburu polisi,”beber Nanan.
(rd kandi)

http://www.seputar- indonesia.com/edisicetak/ content/view/ 276461/38/


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke