Dijawab langsung oleh yg berkompeten dlm bidang astronomi, yaitu NASA. Ane ambil referensi dari Vivanews: http://showbiz.vivanews.com/news/read/105284-ini_pendapat_ahli_soal_prediksi_kiamat_2012http://showbiz.vivanews.com/news/read/105355-mitos_kiamat_2012_dan_badai_mataharihttp://showbiz.vivanews.com/news/read/105358-meteor_hantam_bumi_di_2012__ini_jawaban_nasa Referensi tambahan: http://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012.htmlhttp://astrobiology.nasa.gov/ask-an-astrobiologist/intro/nibiru-and-doomsday-2012-questions-and-answershttp://www.badastronomy.com/bad/misc/planetx/nutshell.htmlhttp://www.nasa.gov/topics/earth/features/2012-guest.html
Apa pun itu, yg jelas hanya Allah sajalah yg tahu kapan akan terjadi kiamat. Kiamat adalah salah satu rahasia Allah. Dan kalau Allah yang telah merahasiakan dan menyatakan hanya Dia saja yg tahu, mustahil kita bisa menebak dgn jitu. Best Regards and Wassalam, Nugon Kebanyakan sumber permasalahan adalah cara berkomunikasi!!! http://nugon19.blogs.friendster.com/my_blog/ http://nugon19.multiply.com/journal Meteor Hantam Bumi di 2012? Ini Jawaban NASAAda isu kiamat disebabkan badai matahari atau hantaman meteor yang terjadi tahun 2012.JUM'AT, 13 NOVEMBER 2009, 13:23 WIBElin Yunita Kristanti VIVAnews - Adegan kehancuran bumi dalam Film '2012' menerbitkan tanda tanya, benarkah kiamat akan terjadi pada 2012, berdasarkan teori bahwa akhir kalender Bangsa Maya juga berarti akhir dunia. Berbagai spekulasi penyebab kiamat muncul. Ada yang kabar yang mengatakan kiamat akan terjadi saat Planet Nibiru, Planet X, atau Planet Eris mendekat lalu menabrak bumi. Ada juga yang isu yang berhembus bahwa kiamat disebabkan badai matahari hingga tabrakan meteor yang terjadi tahun 2012. Benarkah demikian? Lembaga Antariksa Amerika Serikat (NASA) lantas angkat bicara, mengklarifikasi banyak isu tak bertanggung jawab yang beredar, khususnya soal kiamat di 2012. Berikut jawaban ilmiah para ilmuwan NASA: T: Apakah akan ada meteor raksasa yang menghantam bumi pada 2012? J: Bumi selalu jadi objek tubrukan komet dan asteroid, meski jarang sekali terjadi tubrukan besar. Tabrakan dahsyat terakhir terjadi 65 juta tahun lalu, hingga menyebabkan kepunahan spesies Dinosaurus. Saat ini, para astronom NASA sedang mengadakan penelitian dalam proyek 'Spaceguard Survey' untuk melacak asteroid-asteroid besar, jauh sebelum benda langit itu berpotensi menabrak bumi. Kami sudah mengungkapkan bahwa tak ada ancaman asteroid, sebesar ancaman asteroid yang telah memusnahkan dinosaurus.Semua hasil kajian ini sudah dibuka untuk umum di laman Neo Program NASA, jadi Anda bisa melihat sendiri bahwa tidak ada benda langit yang diprediksikan menabrak bumi pada 2012. T: Bagaimana dengan badai matahari besar yang diprediksi terjadi pada 2012? J: Aktivitas matahari berlangsung secara reguler, puncaknya kira-kira setiap 11 tahun. Makin dekat ke puncak, badai matahari dapat mengakibatkan gangguan sistem komunikasi satelit. Para ahli teknik saat ini mempelajari bagainama menciptakan alat elektronik anti fenomena badai matahari. Namun, sekali lagi, tak ada resiko badai matahari yang ada hubungannya dengan 2012. Puncak badai matahari diperkirakan terjadi pada 2012-2014, namun tak ada yang spesial, diperkirakan yang akan terjadi saat itu sama dengan fenomena serupa yang pernah terjadi dalam sejarah. T: Apa pendapat para ahli NASA soal klaim kiamat 2012? J: Terhadap klaim soal bencana dahsyat atau perubahan drastis pada 2012, kami menanyakan, dimana dasar ilmiahnya? Mana buktinya? Tak ada sama sekali. Kami tak bisa dengan mudah mengubah kepercayaan orang terhadap informasi fiksi soal hari akhir bumi, apakah itu berdasarkan buku, film, film dokumenter, atau internet. Namun, yang pasti, tak ada bukti terpercaya yang mendukung teori bahwa kiamat akan terjadi pada Desember 2012.• VIVAnews Mitos Kiamat 2012 dan Badai MatahariMitos kiamat dihubungkan dengan ancaman badai matahari pada 2012.JUM'AT, 13 NOVEMBER 2009, 12:48 WIBPipiet Tri Noorastuti VIVAnews - Melalui film berjudul '2012', sutradara Hollywood, Roland Emmerich, kembali mempopulerkan ramalan bangsa Maya kuno tentang akhir zaman yang jatuh pada 2012. Tanggal 21 Desember 2012 merupakan akhir penanggalan kalender bangsa itu. Sang sutradara menafsirkan ramalan bangsa Maya itu sebagai kiamat. Dan, mitos mengenai kiamat pada 2012 itu menguat setelah sejumlah ilmuwan mengungkap ancaman badai matahari yang berpotensi menghancurkan bumi pada 2012. Berdasar penelitian National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), yang disponsori lembaga antasariksa Amerika Serikat, NASA, badai matahari terjadi ketika muncul flare atau ledakan besar di atmosfer matahari dengan daya supertinggi. Badai matahari bisa menyebabkan lonjatan tenaga lisrik hingga miliaran watt. Bila sampai ke bumi, pancarannya akan mempengaruhi medan magnet bumi yang selanjutnya berdampak pada sistem satelit, listrik, dan frekuensi radio. Bumi terancam kehilangan daya listrik. Badai matahari merupakan siklus biasa yang terjadi setiap 11 tahun. Namun, siklus itu diperkirakan akan mencapai puncaknya pada 2012-2013. Badai matahari pernah melanda bumi pada 1 September 1859. Namun, kala itu tak terlalu berdampak karena kehidupan di masa itu belum ditopang listrik. Berdasar prediksi tersebut, sejumlah badan antariksa telah berupaya menyiapkan sejumlah strategi menghadapi badai matahari. Strategi untuk mengantisipasi hilangnya daya listrik, satelit, dan frekuensi radio yang menopang kehidupan masyarakat modern masa kini.• VIVAnews Ini Pendapat Ahli Soal Prediksi Kiamat 2012"Bangsa Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012."JUM'AT, 13 NOVEMBER 2009, 10:07 WIBElin Yunita Kristanti VIVAnews - Film teranyar berjudul '2012' diluncurkan ke pasar. Sutradara Holywood, Roland Emmerich membuat Film '2012' dengan mengambil setting 2012, akhir penanggalan Bangsa Maya, sebagai kehancuran dunia.Tahun itu tiba-tiba jadi penting, seiring kabar yang beredar bahwa dunia akan kiamat pada 21 Desember 2012. Benarkah kiamat akan datang tiga tahun lagi? Seorang ilmuwan yang mempelajari Bangsa Maya kuno selama 25 tahun, John Major Jenkins memberi pencerahan kepada kita semua, terutama kepada para penonton film itu. Dunia ini, katanya, tidak akan berakhir pada 2012. Sebab, " Bangsa Maya tidak pernah mengatakan bahwa kiamat akan terjadi pada 2012. Mitos kiamat diciptakan oleh Hollywood. Tujuannya apa lagi selain uang," kata Jenkins, seperti dimuat laman Cape Cop Times, Kamis 12 November 2009. Menurut sang ahli, bangsa Maya justru memiliki keyakinan terbalik dari apa yang digambarkan dalam film itu. Bukan menuju kehancuran, 2012 justru diyakini Bangsa Maya sebagai awal kebangkitan. "Bangsa Maya beranggapan 2012 adalah saat kelahiran kembali, ketimbang kematian. Kelahiran kembali, seperti yang diajarkan para spiritualis kepada kita. Anda tak akan menemukan tentang wahyu tentang apa yang akan terjadi pada 2012," tambah dia. Hollywood yang menciptakan histeria itu, akan menjadi orang yang beruntung dengan kesimpangsiuran ini. "Isu kiamat dijual. Histeria bisa diciptakan dengan mudah. Informasi yang sesungguhnya, bangsa Maya tak pernah meramalkan dunia berakhir pada 2012," kata Jenkins. Dijelaskan dia, penanggalan 'Perhitungan Panjang' Bangsa Maya yang ditemukan sekitar 2.100 tahun lalu memang berakhir 21 sampai 23 Desember 2012. "Kalender 'Perhitungan Panjang' milik Bangsa Maya memang ada akhirnya. Namun, ada lagi kalendar yang justru lebih sering digunakan, dalam kalender itu satu tahun terdiri dari 260 hari [sekitar 9 bulan]," kata Jenkins. "Itu adalah angka keramat [260] karena menggambarkan masa kehamilan manusia. Apa yang akan terjadi setelah itu? Ya, kelahiran. Itu yang harus kita jadikan analogi untuk melihat fenomena 2012," kata dia. "2012 adalah akhir dari sebuah putaran dan mulainya yang baru. Apapun dalam budaya Maya adalah perputaran, termasuk kelahiran dan kelahiran kembali," jelas dia. Bangsa Maya Kuno, kata Jenkins, diduga bahkan sengaja memilih 2012 sebagai masa 'kelahiran kembali' berdasarkan ramalan astronomi Maya bahwa pada 2012 ada fenomena astronomis tak biasa yang terjadi di kurun ribuan tahun. Tanggal akan terjadi puncak badai matahari yang mengakibatkan gangguan pada sistem komunikasi. Jenkins mengatakan dugaan adanya kiamat pada 2012 kemungkinan berakar dari sebuah buku berjudul 'The Maya' yang ditulis Michael Coe. Penulis buku tersebut, tambah dia, mengartikan akhir penanggalan Maya sebagai kiamat karena didasarkan latar belakang keyakinannya. ***Meski jadi perdebatan heboh, keturunan Bangsa Maya justru adem ayem. Anggota Organisasi Maya K'iche, Anibal Lukas, mengaku tak terpengaruh dan tak ambil pusing dengan histeria 2012 yang dihubung-hubungkan dengan Bangsa Maya. Bagi dia, tanggal 21 Desember 2012 tak berarti apapun baginya. "Bagi kami, itu tidak merubah apapun. Hari itu bukan akhir dunia," kata dia. Lukas menyayangkan apa yang diungkap dalam film maupun sumber lain, yang menyebut 2012, akhir penanggalan Maya, sebagai akhir dunia. "Banyak hal yang orang tulis tentang kami, sayangnya salah kaprah," tambah dia• VIVAnews [Non-text portions of this message have been removed]
