Halo Bro Chun Khu :-) Iya nih, dah kangen makan Indomie bareng di Binus. Kapan nih bisa kesampaian?! he he he
Thanks berat atas kritikan thd email yg ane forward. Semua kritikan itu bagus dan benar belaka. Ane rasa yg buat email ini (orang aslinya) juga kepikir akan hal itu. Cuma mungkin dia sengaja menonjolkan dgn berlebihan aspek yg ia mau kritis, agar orang aware dan berbenah. Mungkin itu saja motivasinya. Anyway, kita mesti bangga sebagai WNI, tapi juga kita mesti banyak berbenah. Agar kebanggaan tsb bukanlah seperti mutiara dalam lumpur...melainkan seperti mutiara yg telah menjadi perhiasan dipakai oleh seorang gadis belia yg cantik. Met kejar Deadline. Kalo sukses...kayaknya ane boleh nagih jatah Indomie nih :-P~ Best Regards, Nugon --- In [email protected], "Chun Khu" <chun...@...> wrote: > > Sorry nug saya jadi tidak tahan untuk komentar setelah baca foward dari kamu :) sepertinya ini topik yang bagus untuk diskusi sambil makan indomie ditemani sepiring besar gorengan tempe hehehe :) > > Kritik memang bagus dan kadang dengan kritik kita membangun diri kita dan orang lain, Tapi janganlah akhirnya kita hanya melihat negara kita dengan kacamata minus saja. Beberapa hal yang ditulis dibawah memang ada benarnya tetapi tidak semua masyarakat Indonesia seperti itu. mau bukti ? saya percaya satu komunitas binusnet ini tidak ada satupun yang beli gelar akademisnya. > > Jangan sampai kita hanya melihat keburukan negara kita lalu kita sebarkan kemana - mana dan akhirnya mempengaruhi pemikiran orang bahwa tidak ada yang baik dinegeri ini. Kita sebagai orang Indonesia harus seimbang disatu sisi kririk kekurangan tetapi disisi lain juga propagandakan kebaikan negara kita terutama kepada dunia luar. Percayalah kita tidak seburuk itu :) > > Seperti kata pepatah "gara - gara nila setitik rusak susu .., sebelahnya". Di Amerika yang menjadi acuan kita juga tidak semuanya baik. mereka juga tidak berani jalan malam - malam sendirian di harlem seperti kita tidak berani jalan sendirian di kota. bahkan menurut teman saya yang dari India, bahkan disiang haripun didaerah tertentu dia tidak berani jalan sendiri karena rawan. > > Masalah korupsi dan ketidak adilan hukum ada dimana - mana diseluruh dunia. sudah rahasia umum kalau anggota senat dan kongres di amerika 'dipelihara' oleh pengusaha untuk melancarkan urusan mereka. > > Masalah penanganan bencana? masih hangat dalam ingatan kita tentang penanganan korban gempa katrina yang secara manajemen juga amburadul (saya baca ini dari kompas dan internet juga). > > Politikus busuk, korupsi dan money politic juga ada dimana - mana diseluruh dunia tidak hanya di Indonesia > > > Beberapa point dibawah ini juga akhirnya saya komentarin karena menurut saya tidak relevan :) > > Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia persepakbolaan. > (Dinegara mana saja orang perlu hobi dan itu tidak berarti buruk. > tidak ada salahnya kalau orang penting tahu tentang barcelona yang menang atas madrid 1-0 :) hehehe) > > Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya > (Apakah jadi pengungsi harus menangis terus ? bahkan kita diharapkan untuk menghibur mereka agar melupakan > kesedihan dengan memberikan hiburan) > > Orang bule mabuk krn kelebihan uang, Orang kampung mabuk beli minuman patungan > (Tidak semua orang bule mabuk krn kelebihan uang, bule juga tidak semuanya kaya ada yang miskin dan jadi > pengemis yang alkoholic) > > 62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja > (Apa salahnya lomba makan kerupuk? ini adalah tradisi. di negara lain juga ada tradisi yang 'konyol' seperti lomba lari dikejar banteng, ada pesta tomat, lomba lempar kayu balok, mandi telanjang diair es, dan mereka bangga dengan itu karena tradisi. Yang kasihan negara seperti singapura yang bahkan lagu rakyat / folk song saja mereka tidak punya) > > > Dan jangan lupa kita adalah negara berpenduduk muslim paling demokratis di seluruh belahan dunia ini and yes.. > we should be proude of that, cause i know i am :) .... > > ok kembali kerja lagi .... deadline .... deadline ..... > > Warmest Regards, > Chun Khu > >
