Hm.. menumpuk karena sering hujan salju, tapi tidak pernah cair es nya. 2009/12/7 Wahyudi Gunawan <[email protected]>
> > > Mungkin jawaban saya bisa membantu. > > Es / salju menumpuk di kutub utara dan selatan karena wilayah kutub adalah > yang paling sedikit mendapatkan sinar matahari. Bahkan pada area tertentu di > kutub utara / selatan setiap tahunnya akan mengalami gelap total selama 6 > bulan penuh (musim dingin), lalu mengalami keadaan seperti pagi > hari terus-menerus selama 6 bulan penuh juga (musim panas). Begitu > seterusnya terjadi selama jutaan bahkan milyaran tahun. > > Keadaan seperti pagi hari terus-menerus itu adalah keadaan dimana matahari > berkeliling tepian daratan dengan posisi sedikit di atas garis horisontal > bumi tanpa terbenam sama sekali selama kira2 6 bulan. Kalau kita berdiri di > daerah kutub di suatu hamparan es datar yang sangat luas dan menghadap ke > suatu arah yang sama selama seharian penuh, maka matahari akan terlihat > memutari diri kita dari depan ke kanan, ke belakang, ke kiri dan balik ke > depan lagi (bukan dari bawah, ke atas dan ke bawah lagi). Dan > seterusnya. Dengan demikian, di kutub tidak pernah matahari mencapai > ketinggian di atas kepala manusia. Hal ini menyebabkan suhu udara di kutub > menjadi sangat dingin, mencapai minus 40 derajat celcius atau lebih. > > Sekedar mengingatkan yang pernah kita dapatkan waktu sekolah dulu, > penjelasan yang lebih mendasar adalah sbb : > > Bumi kita berotasi dengan poros putaran / sumbu rotasi (sumbu ini bisa > dibayangkan seperti sebatang sumpit) yang menghubungkan kutub utara dan > selatan, gambaran ini bisa dilihat pada miniatur bumi (globe) yang dijual di > toko2 buku. Rotasi tersebut seperti gasing yang dimainkan. Bumi berputar > dari arah barat ke timur. > > Selain berotasi, bumi pun berevolusi (mengelilingi matahari). Dengan adanya > rotasi dan revolusi tersebut, maka kita semua yang tinggal di daerah > khatulistiwa sampai daerah yang mendekati kutub akan selalu melihat > seakan-akan matahari mengelilingi bumi dari pagi hingga petang, dari timur > ke barat, dari bawah ke atas dan ke bawah lagi. Padalah itu terjadi karena > bumilah yang berotasi dari barat ke timur. Pada saat kita melihat sunset, > seakan-akan matahari menjauhi kita. Yang terjadi sebenarnya adalah posisi > kita duduk sedang menjauhi matahari dengan kecepatan sekitar 1.600 kilometer > per jam. > > Sebagian besar negara2 di bumi terletak di antara kutub utara dan kutub > selatan. Daratan / lautan yang letaknya paling jauh dari kutub utara dan > kutub selatan disebut daerah khatulistiwa. Wilayah ini paling banyak > mendapatkan sinar matahari, sehingga tidak mengenal musim dingin dan musim > panas. Sedangkan pada daerah non tropis tetapi juga bukan di kutub, pada > saat posisi matahari di bagian utara garis khatulistiwa, maka bumi bagian > selatan khatulistiwa akan mengalami musim dingin (sinar mataharinya lebih > sebentar / sedikit). Dan sebaliknya. Makanya di daerah Eropa atau Kanada > atau New Zealand yang mendekati kutub, mereka pun bisa mengalami musim > salju. > > Selain karena akibat letak geografis terhadap sinar matahari seperti > tersebut di atas, penumpukan es/salju pun bisa terjadi di wilayah non kutub > karena tergantung pada ketinggian daratannya. Di daratan rendah, lapisan > atmosfirnya sangat padat, sehingga panas yang timbul akibat sinar matahari > akan menetap (terjebak) agak lama dan menghangatkan daratan tersebut. > Sedangkan di daratan tinggi, lapisan atmosfirnya semakin tinggi akan semakin > tipis. Sehingga panas yang terjadi akan cepat hilang karena tidak terlalu > diikat oleh atmosfir dan berubah menjadi dingin sekali pada malam hari. > Itulah mengapa pada gunung-gunung yang puncaknya di atas ketinggian 4 > kilometer bisa saja ditutupi salju abadi, meskipun berada di wilayah > khatulistiwa. Contohnya puncak Jayawijaya di Papua. Rata-rata setiap > kenaikan ketinggian 100 meter dari daratan akan menyebabkan penurunan suhu 1 > derajat celcius. > > Semoga penjelasan ini bisa menjawab pertanyaan Bu Anatta. Tks. > > Regards, > Yudi > > > > --- On Sun, 12/6/09, anatta net <[email protected]<anatta.net%40gmail.com>> > wrote: > > From: anatta net <[email protected] <anatta.net%40gmail.com>> > Subject: [BinusNet] Bagaimana cara es bisa menumpuk dikutub? > To: [email protected] <binusnet%40yahoogroups.com> > Date: Sunday, December 6, 2009, 9:44 PM > > > > > Dear all, > > Agak oot kali ya, tapi ini pertanyaan yang blm saya dapat jawabannya. > > Selama ini kita hanya sibuk membicarakan es kutub mencair, air laut naik. > > Nah skrg pertanyaannya, bagaimana prosesnya es bisa numpuk dikutub? > > thx > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ "We cannot all do great things.But we can do small things with great love." - Mother Teresa --------------------------------------------------------- BinusNet founded on Dec 28, 1998 Owner : Johan Setiawan Moderator BinusNet : Suryadi Liawatimena & Surya Iskandar Stop or Unsubscribe: send blank email to [email protected] Questions or Suggestions, send e-mail to [email protected] Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/binusnet/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
