Kami dipaksa bekerja Maraknya buruh migran di bawah umur Kemiskinan ternyata bisa menjadi pembenaran bagi siapa saja, termasuk orang tua untuk mengirimkan anaknya yang masih di bawah umur bekerja menjadi buruh migran di negeri orang. Dengan dalih, biar dapur rumah tetap mengebul, anak-anak yang masih di bawah umur dipaksa untuk bekerja.
Rendahnya kesadaran dari para orang tua untuk tidak mengirimkan anaknya yang seharusnya menikmati masa sekolah dan bermain telah menjadi salah satu sumber utama maraknya buruh migran di bawah umur. Di sisi lain, gerilya para calo/sponsor di kantong-kantong buruh migran dengan ribuan bujuk rayunya bisa merangkul ribuan anak di bawah umur mau menjadi buruh migran. selengkapnya di : http://www.iwork-id.org/index.php?action=news.detail&id_news=70

