PENTINGNYA NILAI HIDUP

 

Oleh: Eko Jalu Santoso. Weblog: www.ekojalusantoso.com
<http://www.ekojalusantoso.com/> 

 

 

Memasuki kehidupan di era digital dewasa ini, tantangan terbesar yang
dihadapi manusia modern sekarang ini bukan hanya ancaman terorisme, ledakan
bom, ancaman nuklir semata, tetapi yang lebih besar lagi adalah terjadinya
proses perubahan "fitrah" manusia itu sendiri. Ancaman terjadinya proses
perubahan dan kehancuran unsur kemanusiaan dari dalam diri manusialah yang
sebenarnya sangat berbahaya. Kehancuran unsur kemanusiaan ini akan
melahirkan ras-ras manusia yang memiliki perilaku dan sikap bagiakan bukan
manusia. Meskipun secara fisik manusia, tetapi mereka bertindak tidak sesuai
dengan kehendak suara hati yang merupakan manifestasi kehendak Tuhan dalam
diri manusia. 

 

Salah satu penyebab utamanya adalah kesalahan dalam menganut nilai-nilai
hidup. Kesalahan dalam memilih nilai hidup yang diyakininya dapat
mengakibatkan terbelenggunya kejernihan suara hati manusia sehinggga
kejernihan suara hatinya tertutup, buta atau bahkan mati. Manusia menjadi
mudah terjerumus kedalam perbuatan yang merugikan, melanggar norma-norma
kemanusiaan, melanggar nilai-nilai spiritual kebaikan dan kebenaran.
Meskipun secara fisik dirinya berwujud manusia, tetapi tindakannya tidak
sesuai dengan unsur-unsur kemanusiaan. Perilakunya cenderung mudah melanggar
nilai-nilai kemanusiaan yang universal dan abadi.

 

Lantas bagaimana memilih nilai-nilai hidup yang kita yakini ?.

 

Kita menyadari bahwa derasnya arus informasi melalui audio visual maupun
berbagai sarana informasi lainnya dapat mempengaruhi gaya hidup, budaya,
perilaku yang dapat berpengaruh pada nilai-nilai hidup seseorang. Berbagai
tayangan dalam sinetron, dalam film, maupun berbagai gaya hidup yang
dipertontonkan oleh para selebriti, para tokoh masyarakat dapat mempengaruhi
nilai-nilai hidup seseorang. Kalau hal ini tidak disaring dengan baik, maka
dapat mempengaruhi nilai-nilai keyakinan hati seseorang. Keyakinan hati ini
lama kelamaan akan menjadikan sebuah prinsip hidup yang dianut dan akan
melahirkan tindakan sesuai nilai-nilai yang dianutnya tersebut. 

 

Setiap orang dapat terbentuk dan berkembang dipengaruhi oleh nilai-nilai
hidup yang dianutnya. Seseorang yang menganut nilai-nilai yang berpusat pada
hatinya, hasilnya adalah tindakan dan langkahnya yang bersumber dari
nilai-nilai spiritual "Illahiah" dalam hatinya. Namun kalau seseorang
menempatkan nilai-nilai hidup bentukan lingkungan sosial yang tidak sesuai
dengan suara hati, hasilnya adalah tindakan dan langkah yang akan sangat
merugikan dan bahkan bisa berakibat mengerikan.

 

Sebagai contoh, mereka yang menganut paham barat misalnya, umumnya
menempatkan nilai kehormatan diri pada ukuran prestasi pekerjaan,
keberhasilan bisnis, ilmu pengetahuan atau kesuksesan materialisme duniawi
lainnya. Mereka mendewakan keberhasilan ekonomi, ilmu pengetahuan dan
kesuksesan material duniawi sebagai tolok ukur kesuksesan hidupnya.
Sedangkan orang-orang Jepang pada umumnya menempatkan nilai kehormatan diri
mereka pada memiliki banyak persaudaraan dan pertemanan. Sehingga dalam
tindakannya selalu mengedepankan nilai-nilai pertemanan dan persaudaraan.

 

Kalau orang Jawa di zaman dulu menempatkan nilai kehormatan tertinggi adalah
memiliki kekuasaan (kraton atau pemerintahan), sehingga dapat mengatur nasib
kehidupan orang lain. Berbagai nilai-nilai hidup yang berkembang dalam
lingkungan ini dapat mempengaruhi nilai-nilai yang diyakini menjadi prinsip
hidup seseorang. Nilai-nilai hidup yang berkembang dalam kehidupan di
sekitar kita, lingkungan kita, dapat mempengaruhi prinsip hidup yang
seringkali tidak sesuai dengan suara hati nurani.

 

Lebih baik memilih nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara hati nurani.
Karena mereka yang menganut nilai hidup yang tidak sesuai dengan suara hati
pada akhirnya akan berujung pada kekecewaan, penyesalan dan kegagalan. Baik
itu kekecewaan dan kegagalan lahiriah maupun kegagalan pada tataran
batiniah. Sejarah kehidupan sudah membuktikan banyak manusia yang menganut
pada nilai-nilai hidup yang mengabaikan suara hati nurani terbukti
mengakibatkan kesengsaraan, kekecewaan, kegagalan dan bahkan kehancuran
hidup. 

 

Karena nilai-nilai bentukan lingkungan atau buatan manusia, pada umumnya
hanya menempatkan satu tujuan hidup duniawi semata, tidak menyeluruh dan
tanpa ada keseimbangan dengan sisi pemenuhan spiritualnya.  Hal ini dapat
menciptakan manusia yang mendewakan sesuatu selain Allah Tuhan Yang Maha
Esa. Ketidakseimbangan dalam sisi kehidupan pada akhirnya akan menghempaskan
mereka dalam kehancuran dan kegagalan. 

 

Dalam tataran kehidupan, kalau manusia menempatkan nilai hidup pada
kepentingannya sendiri, seringkali tidak memiliki sikap empati kepada orang
lain. Lebih mengedepankan ego pribadi untuk memenuhi nafsunya dibandingkan
memahami kepentingan orang lain.

 

Lebih baik berusaha menghindari berbagai nilai-nilai hidup dalam masyarakat
yang tidak sesuai dengan nilai-nilai spiritual kebenaran. Membebasakan hati
dari berbagai belenggu yang dapat menutupinya. Setidaknya ada tujuh lagkah
dalam membebaskan belenggu suara hati yang saya bahas dalam salah satu bab
buku saya "Heart Revolution, Revolusi hati Nurani" yang diterbitkan elex
Media Komputindo. Lebih lengkapnya anda dapat membacanya dalam buku
tersebut. 

 

Intinya berusahalah menjaga kejernihan suara hati, sehingga dapat menjadi
pembimbing dalam kehidupan kita. Nilai-nilai hidup yang sesuai dengan suara
hati nuranilah yang akan membawa manusia kearah kebahagiaan, kehidupan yang
penuh potensi dan keagungan insani yang hakiki. 

 

Sumber: Pentingnya Memilih Nilai Hidup Sesuai Suara Hati oleh Eko Jalu
Santoso,  Founder Motivasi Indonesia dan Penulis buku "The Art of Life
Revolution" dan buku "Heart Revolution, Revolusi Hati Nurani", diterbitkan
Elex Media Komputindo. 

 

Kirim email ke