Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi pengusaha terasa meningkat
ditandai dengan adanya berbagai pelatihan dan munculnya berbagai lembaga
yang menyediakan diri untuk mendorong dan melatih seseorang menjadi
pengusaha.

Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin
banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia dan
semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini pengangguran di
Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap usaha
merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha, akan
tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah akan
terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa pemerintah
juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu
pemerintah.

Pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi
pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan
bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang
akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada
dasarnya beresiko. Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada
resiko tertabrak. Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita tidak
akan menyeberang sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha,
resiko bisa kita minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita tidak
sanggup menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih
kecil. Dan memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil

Yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi pengusaha
karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi bukan
yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan
menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa memberikan
kepada Anda uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide
usaha, maka uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika
seseorang memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya. Banyak
pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya
perbankan berebut menawarkan modal kepadanya.

Untuk memulai usaha, sekali lagi bukan modal uang yang dibutuhkan.
Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita bisa
belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan bayar
di belakang. Jadi tidak ada modal uang. Jika memang membutuhkan uang,
sementara Anda tidak memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup
sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Anda menggunakan `modal'
yang diberikan Tuhan, tubuh dan akal Anda untuk memakai uang orang lain.
Jika anda masih bekerja sebagai karyawan, mungkin anda dapat mencari
bisnis yang dapat dijalankan secara part time. Saat ini telah tersedia
sistem bisnis yang memungkinkan untuk dijalankan secara part time di
luar jam kerja sebagai karyawan.

Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan diri
Anda untuk bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah
membuktikan bahwa banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan khayalan.
Mobil-mobil sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika mimpi
dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata.

Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru mungkin
anda bisa belajar dari para pebisnis yang telah berhasil. Belajar
tentang etos kerja dan teknik mengembangkan bisnisnya.

Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin
baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan lebih
dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu, maka
Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan
berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa
belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus tidak
pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa
pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan.

Disarikan dari : http://hipmi.org/blog/?p=30
<http://hipmi.org/blog/?p=30>

-------------------------------------------

Jika anda ingin :
- memulai bisnis sendiri,
- mengembangkan bisnis yang sudah berjalan, dan
- belajar dari pengalaman pengusaha yang sudah sukses
silakan anda hadir pada acara :

SEMINAR PENGEMBANGAN BISNIS (SPB)

Hari, tanggal : Minggu, 8-Juni-2008
Pukul : 13:45 - 17:30
Tempat : Graha Sucofindo Lantai 2
    Jl. Raya Pasar Minggu, Jakarta
Tiket : Rp 55.000 per orang
Pembicara : Budya & Theresia Yusanta
(Pengusaha TI dan Ritel dari Surabaya)

Pesan tiket via SMS, ketik :
SPB#Nama#Alamat#   kirim ke 021-92319175 / Rumadi

Di seminar ini Pak Budya dan Ibu Theresia akan sharing pengalamannya
dalam membangun bisnis sehingga kita bisa banyak belajar bagaimana cara
membangun dan mengembangkan organisasi bisnis yang besar dan produktif
untuk menghasilkan income jangka panjang yang dapat diwariskan.

Salam sukses!

Kirim email ke