TIPSANI:

Pernah anda jumpai orang yang TIPSANI, sementara buat makan saja susah? Berikut 
ini beberapa tips yang perlu diperhatikan untuk menghadapi insan Tukang Tipu 
Sana Sini.

• Bawa macam-macam proposal yang profitnya selangit
• Meng claim dirinya exs tangan kanan Direktur atau ekspert
• Bicara selalu diatas, penampilan necis atau sebaliknya
• Selalu memberikan janji-janji surga
• Saat menawakan proposal, tidak berani bertatapan mata (tidak selalu)
• Tiap kesempatan selalu membawa nama Tuhan, (tidak selalu)
• Plin-plan dalam cerita atau mengambil keputusan
• Suka menyepelekan masalah (semuanya gampang)
• Selalu punya assistant yang mendukung tiap scenario (rundown)
• Punya ID Card lebih dari satu/ Gonta-ganti ID Card juga Phone#,
• Domisili seperti keong, pindah tiap musim.
• Introvert tidak berani menceritakan keluarga (sangat tertutup)
•  ???
•  ???
•  ???
•  ???


Bila anda sudah masuk perangkap, biasanya akan menyusul another
project (red: Poject Ongkos), yang lebih profitable. Rekan/partner
yang sudah tidak menguntungkan biasanya akan ditendang keluar
lapangan.

Selamat bermitra, mohon maaf bila ada yang kurang berkenan.
Mohon ditambah bila ada yang kurang

Salam TIPSANI





--- In [email protected], "Rumadi H" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>
> Akhir-akhir ini kecenderungan untuk menjadi pengusaha terasa
meningkat
> ditandai dengan adanya berbagai pelatihan dan munculnya berbagai
lembaga
> yang menyediakan diri untuk mendorong dan melatih seseorang menjadi
> pengusaha.
>
> Hal ini merupakan perkembangan yang sangat menggembirakan. Semakin
> banyak pengusaha, maka semakin banyak lapangan kerja yang tersedia
dan
> semakin banyak pengangguran yang bisa diserap. Saat ini
pengangguran di
> Indonesia telah mencapai angka 11 juta. Jika kita asumsikan setiap
usaha
> merekrut setidaknya 2 pegawai, maka jika tumbuh 1 juta pengusaha,
akan
> tersedia 2 juta lapangan kerja. Dengan adanya pengusaha, pemerintah
akan
> terbantu untuk menyediakan lapangan kerja. Kita tahu bahwa
pemerintah
> juga memiliki keterbatasan. Munculnya pengusaha akan sangat membantu
> pemerintah.
>
> Pertama yang harus dilakukan adalah mengatasi rasa takut menjadi
> pengusaha. Umumnya orang enggan menjadi pengusaha karena takut akan
> bankrut, takut tertipu dan lain-lain. Intinya takut akan resiko yang
> akan dihadapi. Padahal sebenarnya, apapun yang kita lakukan pada
> dasarnya beresiko. Sebagai contoh: kita menyeberang jalan, tentu ada
> resiko tertabrak. Sebagai orang yang dikaruniai akal, tentu kita
tidak
> akan menyeberang sembarangan. Begitu pula dengan menjadi pengusaha,
> resiko bisa kita minimalkan dengan manajemen yang baik. Jika kita
tidak
> sanggup menanggung resiko besar, kita bisa memilih resiko yang lebih
> kecil. Dan memang lebih baik memulai dari sesuatu yang kecil
>
> Yang kedua adalah mengenai modal. Banyak orang batal menjadi
pengusaha
> karena tidak memiliki modal. Sesungguhnya modal itu penting tapi
bukan
> yang utama. Yang utama adalah ide. Uang berapapun tidak akan
> menghasilkan keuntungan jika tidak memiliki ide. Saya bisa
memberikan
> kepada Anda uang 1 milyar hari ini, tetapi jika Anda tidak punya ide
> usaha, maka uang itu akan habis pelan atau cepat. Sebaliknya jika
> seseorang memiliki ide, maka uang akan datang dengan sendirinya.
Banyak
> pengusaha yang memulai tanpa modal sama-sekali, dan pada akhirnya
> perbankan berebut menawarkan modal kepadanya.
>
> Untuk memulai usaha, sekali lagi bukan modal uang yang dibutuhkan.
> Pilihlah usaha yang tidak membutuhkan uang untuk memulainya. Kita
bisa
> belajar dari para pedagang yang menjual cash tetapi membeli dengan
bayar
> di belakang. Jadi tidak ada modal uang. Jika memang membutuhkan
uang,
> sementara Anda tidak memiliki uang, pakailah uang orang lain. Cukup
> sederhana. Masalahnya tinggal bagaimana Anda menggunakan `modal'
> yang diberikan Tuhan, tubuh dan akal Anda untuk memakai uang orang
lain.
> Jika anda masih bekerja sebagai karyawan, mungkin anda dapat mencari
> bisnis yang dapat dijalankan secara part time. Saat ini telah
tersedia
> sistem bisnis yang memungkinkan untuk dijalankan secara part time di
> luar jam kerja sebagai karyawan.
>
> Modal yang kedua adalah keberanian. Mulai dari sekarang, beranikan
diri
> Anda untuk bermimpi. Mungkin ini agak aneh, tetapi dunia sudah
> membuktikan bahwa banyak penemuan ilmiah berdasarkan mimpi dan
khayalan.
> Mobil-mobil sekarang ini berasal dari khayalan masa kecil. Ketika
mimpi
> dan khayalan terwujud, kesuksesan sudah menanti di depan mata.
>
> Jika Anda sulit menemukan sebuah bisnis yang benar-benar baru
mungkin
> anda bisa belajar dari para pebisnis yang telah berhasil. Belajar
> tentang etos kerja dan teknik mengembangkan bisnisnya.
>
> Selanjutnya siapkan keberanian untuk memulai. Makin cepat akan makin
> baik. Ibarat antrian, yang lebih dulu akan mendapatkan kesempatan
lebih
> dulu. Buanglah keraguan Anda, karena jika Anda selalu ragu-ragu,
maka
> Anda tidak akan pernah memulai, dan Anda tidak tahu apakah Anda akan
> berhasil atau gagal. Jika tidak pernah memulai, maka Anda tidak bisa
> belajar bagaimana menghindari kegagalan dan Anda juga sekaligus
tidak
> pernah mengalami kesuksesan. Anda hanya akan terus berpikir, tanpa
> pernah mencoba untuk melakukan yang Anda pikirkan.
>
> Disarikan dari : http://hipmi.org/blog/


Kirim email ke