Selamat buat Bapak yang sudah memulai langkah menuju bisnis semoga sukses.
Terima kasih atas postingannya. Memberi banyak inspirasi

 

Salam

 

Mr. P

 

 

From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED]
On Behalf Of aryanto dirja
Sent: Wednesday, September 17, 2008 9:49 AM
To: [email protected]
Subject: Bisnis_Center@ sharing

 

PENGALAMAN MENDIRIKAN MINI MARKET

Oleh : Shauman Shaladin

 

Saya cuma ingin membagi pengalaman saya mendirikan mini market. Meskipun
masih beberapa bulan berjalan dan belum ketahuan untungnya. Namun langkah
-langkah mendirikan mini market memberikan banyak pengalaman untuk saya dan
semoga perlahan dapat menambah lapangan kerja bagi orang lain.

 

Berawal di bulan Juli, saya dan isteri yang sedang berjalan melihat-lihat
sekitar toko peralatan rumah tangga kami, kebetulan saat itu kami memerlukan
beberapa kebutuhan bahan pokok dan toiletries, selang beberapa lama kami
berjalan, tak satupun kami jumpai toko yang cukup representative yang
menjual kebutuhan yang kami perlukan. Umumnya hanya toko biasa yang menjual
keperluan terbatas dengan penataan yang terbatas selain beberapa bengkel
motor dan warung makan.

 

Dari kesulitan kami yang ada, kami melihat ada peluang bagus untuk
mendirikan sebuah toko layaknya minimarket di wilayah tersebut. Untuk
menambah keyakinan, iseng-iseng ngobrol dengan para pelanggan toko, penduduk
sekitar maupun pemilik warung makan dan bengkel, mengenai kenapa ngga ada
toko layaknya sebuah minimarket disekitar mereka, menanyakan respon gimana
jika ada mini market disini. 

Dari jawaban yang didapat saya bisa tarik kesimpulan awal jika mereka
sebenarnya menginginkan adanya toko yang representative yang memudahkan
mereka berbelanja kebutuhan sehari-hari tanpa harus pergi ke pasar yang
tentu memerlukan biaya angkot maupun bensin.

 

Asumsi dasar tersebut memantabkan saya untuk mencoba membuka usaha toko
layaknya minimarket di lokasi tersebut. Berhubung saya sangat awam mengenai
bisnis ini, langkah awal untuk mendirikannya adalah mencari informasi awal
tentang apa itu mini market. Hal-hal apa yang harus dipenuhi, bagaimana cara
menjalankannya, peralatannya. Beruntung saya mendapatkan buku yang bagus
karangan Hadi Hartono, SE, "Sukses Mengelola bisnis mini market" di
Gramedia. Buku tipis namun memberi banyak informasi yang relevan dengan
kebutuhan.

 

Dari buku tersebut, saya mendapat gambaran hal-hal apa yang diperlukan untuk
mendirikan toko tersebut. Saya buat list kebutuhan awal dan di kolom kanan
saya cantumkan keterangan dimana saya mesti cari infonya. Mengingat saya
berada diluar jawa, kebutuhan akan peralatan tentulah dicari disekitar kita
minimal di ibu kota propinsi. Beruntung saya memiliki yellow pages. Ambil
daftar perusahaan yang menjual untuk perangkat utama seperti lemari, rak,
etalase de el el. Lalu hunting satu per satu sambil cari-cari apakah ada
yang menjual barang tersebut secara second.

 

Software Point of Sales saya dapatkan setelah browsing di internet. Saya
coba beli satu license yang resmi agar mendapatkan buku panduan dan layanan
purna jual yang baik termasuk info-info contact perusahaan supplier yang
bisa menyediakan barang.

 

Di bulan Agustus, informasi perangkat dasar sudah saya dapatkan termasuk
total biaya yang dikeluarkan untuk pembeliaannya. Namun ada hal lain yang
ternyata perlu dipertimbangkan, lokasi dan desain. Mengingat biasa sewa ruko
yang cukup mahal belum termasuk interiornya. Saya putuskan menyulap toko
alat rumah tangga menjadi mini market sementara peralatan rumah tangga saya
tempatkan dilantai 2. Untuk gudang dengan senang hati saya korban satu kamar
di rumah saya. Kalo dilihat konsepnya menjadi perpaduan mini market dan
peralatan rumah tangga. Lumayan nambah2 item produk.

 

Mengenai desain interior, beruntung ada majalah info franchise yang bisa
memberikan sedikit gambaran mini market sekelas alfamart dan Indomaret serta
circle K. walaupun tidak menyontek habis namun memberikan inspirasi mengenai
permainan warna dan penerangan termasuk desain ruangan. Biar tampak beda,
warna ruangan di dominasi oleh warna kuning sementara bagian luar toko di
dominasi warna orange. Cukup membedakan karena di kanan kiri ruko lain lebih
di dominasi warna hijau dan krem.

 

Mendapatkan Modal

Setelah saya kalkulasi untuk perangkat,dasar ternyata modal yang diperlukan
cukup besar. Hampir 35 juta. Yaitu untuk AC, computer Point of sales, Pintu
alumunium, etalase, kamera CCTV, rak snack, renovasi ruko. showchase.
Untungnya saya masih punya rak kayu dari usaha alat rumah tangga. Karena di
kantong Cuma ada 10 juta , mau tak mau mesti putar otak.

Untuk AC 1 pk saya ambil dari perusahaan kredit selama 1.5 tahun sehingga
saya Cuma bayar kurang lebih 400 rb per bulan, untuk pintu alumunium dan
etalase seharga 12 juta saya negosiasikan dengan pemiliknya untuk dibayar
secara mencicil 6 bulan dengan tambahan para karyawan dan pemilik toko
tersebut didaftarkan sebagai member dan mendapatkan harga khusus. Kebetulan
pemilik toko tersebut sudah kenal baik karena saya sering memesan etalase
dari mereka.

Kamera CCTV dan rak snack saya beli dengan kartu kredit. Tambahan modal saya
dapatkan dengan mengagunkan 2 Bpkb motor ke leasing sebesar 13 juta dan
digunakan untuk membeli computer point of sales dan renovasi. Sisa dana yang
ada menjadi tambahan modal untuk barang jualan.

 

Modal untuk barang

Sebagian modal barang jualan saya dapatkan dengan menawarkan proposal ke
teman-teman yang berniat invest ke minimarket saya. Caranya satu investor
hanya boleh untuk investasi satu klasifikasi produk seperti soft drink,
toiletries, makanan dll. Saya buatkan kode khusus klasifikasi di Software
Point of Sales agar traffic dari barang yang diinvestasikan bisa dimonitor
termasuk stock akhir dan jumlah yang terjual. Pembagian persentase
keuntungan berdasarkan barang yang laku. Rencananya uang hasil penjualan
juga akan dipisahkan berdasarkan klasifikasi tersebut dan dilaporkan ke
investor setiap bulan. Dari cara ini saya mendapatkan suntikan modal dari 3
orang teman saya. Cukup kompleks tapi berhubung modal pas-pasan. Resiko ini
saya ambil dulu. 

 

Berburu barang dagangan

Ternyata mendapatkan barang yang bagus dengan harga kompetitif merupakan hal
yang tidak mudah. Beruntung saya sudah punya supplier alat rumah tangga yang
dengan senang hati memberi info dimana tempat yang bagus mencari barang yang
dijual. Jawabannya sederhana, kalo mo cari barang untuk minimarket, cari aja
di daerah pergudangan. Disana banyak distributor resmi. Bisa tanya-tanya
tentang barang dan cara pembeliannya. 

 

Daerah pergudangan dimaksud ternyata luas dan saya mendatangi gudang
distributor satu persatu, berbicara dengan para sales termasuk minta list
produk mereka untuk dipilah-pilah. Cara yang sering saya gunakan, saya
katakan ke satpam bahwa saya ingin membuka minimarket dan ingin bertemu
dengna contact person-nya. Mereka (para satpam) akan senang hati mengenalkan
kita ke para salesnya. Dan umumnya mereka dengan senang hati
menginformasikan dimana letak distributor produk tertentu.

Saya jalankan proses ini satu minggu dan malamnya hari dilanjutkan dengan
membuat list apa saja yang akan kita beli untuk tahap awal. Ada kelemahan di
pembelian di pergudangan adalah tidak bisa mencampur varian produk. Kendala
ini saya siasati dengan membeli di grosir besar. Biar terlihat bervariasi
dan lebih banyak setiap varian produk cukup 3 item saja. Alasan karena saya
belum tau mana saja yang diminati oleh calon konsumen. Hal yang baik jika
membeli di kompleks pergudangan, jika kita dinilai bagus dari pembayaran dan
selalu membayar cash selama beberapa waktu, mereka akan menawarkan kemudahan
pembayaran hingga jatuh tempo dua minggu bahkan lebih. 

 

Strategi pemasaran

Sejak awal saya melihat sulit mendapatkan pelanggan yang loyal di category
retail. Untuk menyikapinya, software point of sales yang saya beli sudah
dilengkapi dengan system keanggotaan sehingga saya sedikit mengadopsi konsep
membership. Dimana saya lebih meningkatkan pelayanan untuk member dengan
harapan dapat menemukan atau mendapatkan pelanggan yang loyal.

Agar lebih menarik konsumen menjadi member, saya coba menggunakan harga
khusus member dan umum. Saya membuat list rencana promosi setiap bulannya
dan hanya dibagikan kepada member. Selain itu agar lebih mengenalkan, saya
memanfaatkan radio local untuk iklan. Strategi yang saya rencanakan ini akan
saya uji cobakan hingga beberapa bulan. Jika ternyata didapati masih perlu
perbaikan, informasi dari majalah swa, Mix dan marketing akan menjadi
referensi yang bagus.

 

Persiapan pembukaan

Pesiapan pembukaan yang cukup menyita waktu adalah input stock awal ke
computer. Setiap produk yang kita beli harus di pilah dan diklasifikasikan
kemudian di scan dan didata berdasarkan barcode. Kadang ada produk yang
tidak menggunakan barcode sehingga kita coba buat kode sendiri (kebanyak
peralatan rumah tangga produk china , bahan kue dan roti local). Agar lebih
menyakinkan semua produk yang telah dimasukan kemudian ditata di rak dan
dihitung ulang. Process ini memerlukan perhatian lebih dan ketelitian karena
jika lupa bisa salah menempatkan harga dan stok awalnya. Dari hampir seribu
item yang ada, diperlukan waktu dua minggu untuk pendataan. Cukup melelahkan
namun puas jika sudah diselesaikan.

 

Pembukaan 

Setelah menutup toko hampir beberapa lama, akhirnya persiapan awal selesai.
Saya meresmikan toko berkonsep minimarket di hari Minggu, 23 september 2007.
Agar lebih cepat dikenal dan tidak menghilangkan kesan toko rumah tangga,
saya gunakan nama "NADINE MART". Mohon doa restu semoga toko yang baru ini
bisa terus menghidupi dan menjadi sumber penghasilan orang lain.

 

 

  

 

 

 

--
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.289 / Virus Database: 265.0.0 - Release Date: 11/8/2004


-- 
Internal Virus Database is out-of-date.
Checked by AVG Anti-Virus.
Version: 7.0.289 / Virus Database: 265.0.0 - Release Date: 11/8/2004
 
    

<<image001.jpg>>

<<image002.jpg>>

Kirim email ke