Pak charles, terima kasih atas responnya.
 
Begini pak, mungkin sedikit banyaknya saya mengerti atas resiko atau 
ancaman berat dari perbuatan atau tindakan pencemaran nama baik, 
tidak menyenangkan dsb, dan saya mengucapkan terima kasih karena 
disini bapak telah menambah dan memperkuat kesadaran saya agar 
berhati-hati dengan resiko atau ancaman berat itu.
 
Memang saya akui info itu disampaikan terlalu gamblang atau mungkin 
polos dan jor-joran, Maklum saya sedang gerah, enek' dan jiji' 
dengan banyaknya & beraneka ragamnya usaha-usaha penipuan, yang 
akhirnya mengingatkan saya pada kejadian yang pernah saya alami 
(Rasa-rasanya ko' salah yah memaafkan & melupakan begitu saja??? 
Karena terkadang, atau bahkan kebanyakan orang tidak pernah sadar 
apa dampak dari perbuatan2nya terhadap orang lain???).
 
Sebenarnya motif atau maksud & tujuan dari info itu biasa (saya rasa 
tidak salah), yaitu untuk sekedar mengingatkan saja agar waspada 
akan ancaman penipuan dan resiko kerja, terutama bagi orang-orang 
yang baru memulai atau sedang mencoba-coba usaha dan menjalin 
kerjasama, kurang pengalaman ditambah lagi tidak ada 
guru/mentor/konsultan, memiliki keterbatasan modal, sementara 
tuntutan (Proses, hasil serta pengalaman yang jauh lebih baik dari 
pada sekedar bekerja) dan bahkan harapan yang besar nantinya dsb, 
dan saya sayang dengan orang-orang yang dalam kondisi seperti itu, 
yah..kalau bisa jangan mencoba gagal atau berani celaka karena 
khawatir hopeless.
 
Mengenai ada pihak-pihak tertentu yang saya sampaikan dalam info 
itu, saya sudah sampaikan permohonan maaf dengan jelas & tegas pada 
saat itu juga(Silahkan baca keterangan yang di garis bawahi ini : 
saya tetap menghormati semua aparat hukum dan tunduk patuh pada 
hukum dan perundangan- undangan yang ada di indonesia), semoga saja 
semua ini bisa dimaklumi dan tidak ada yang mempermasalahkannya 
apalagi sampai hina mengakali & memanfaatkan kesempatan ini (Kurang 
kerjaan), tapi kalau dari si pelaku nya (SUSILOWATI), mungkin saya 
tidak akan menyia-nyiakannya pak, walaupun sebenarnya masih banyak 
hal yang bisa dilakukan / harus dikerjakan, yang bermanfaat dan bisa 
menghasilkan.
 
Menghormati anda sekalian,
 
Asep A.K
((Mohon diabaikan saja, jika posting saya dirasakan kurang berkenan, 
sejujurnya ini hanya sharing & tidak bermaksud negatif. Sukses untuk 
kita semua))





--- In [email protected], "Ch @ Bisnis_Center" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Setuju dengan pernytaaan anda, 
> anekdot masyarakat "Lapor Kambing hilang, sapi melayang"
>  
> namun harus dipertimbakan juga, bahwa kita mesti hati2 dengan 
langkah kita. Jangan sampai kita dikenakan tuduhan pencemaran nama 
baik (mis: kasus pelaporan korupsi)
> 
> COntoh kasus minggu ini: 
> 
> "Polisi Masih Telusuri Penyebar Rumor Bank Kesulitan Likuiditas"
> Sejumlah rumor beredar lewat SMS dan menyebutkan beberapa bank 
mengalami kesulitan likuiditas. Bank-bank bersatu mencari penyebar 
rumor dan kini sudah berhasil ditangkap. ----cut----
> 
> Anda dan saya tidak mengetahui motif orang itu menyebarkan SMS, 
> apakah spekulan atau dari institusi tertentu, korban likwidasi 
bank, atau kecewa dengan layanan bank?
> Atau hanya sekedar iseng, karena pulsa SMS nya tidak pernah 
dipakai.
> Melihat gencarnya pemberitaan tersebut, membuat tanda tanya bagi 
kita ..., 
> ada apa gerangan 
> Karena sejatinya ..... kita sebagai warga, berhak untuk 
mendapatkan keterangan yang sejelas-jelasnya 
> 
> 
> Salute, 
> Ch
> 


Kirim email ke