Untuk sohib BC, 

Rencana & Mimpi 2009

Dikutip dari fesbuk nya 4 rajawali aldo, thalia, novita & christov - wiloto

 

Akhir tahun adalah saat yang tetap untuk kita menelusuri kembali perjalanan
hidup kita selama setahun lalu dan merencanakan apa yang akan kita lakukan
di tahun depan. Baik untuk keluarga kita, bisnis kita, kegiatan sosial kita
dan lain sebagainya: Apa cita-cita kita? Apa yang ingin kita capai? Apa yang
ingin kita lakukan?

 

Hukum 20-80

 

Hukum 20-80 ini biasa juga disebut hukum Pareto. Dalam hidup ini ternyata
hanya 20% dari seluruh aktifitas kita yang ternyata menyumbangkan 80% bagi
kehidupan kita. Bagi seorang Agnes Monica, ternyata dari seluruh kemampuan
yang dia bisa, kemampuannya di bidang tarik suara dan acting menyumbang 80%
dari kehidupannya. Bagi seorang Rudi Hartono, ternyata 20% dari seluruh
kemampuannya, yaitu Badminton menyumbangkan 80% kesuksesan dalam hidupnya.

 

Prioritas! Itulah yang dimaksudkan. Kita memiliki banyak kegiatan, kita juga
memiliki banyak kemampuan, namun sulit bagi kita untuk dapat melakukan hal
itu semua, atau sulit bagi kita untuk mempertajam semua kemampuan kita
secara bersamaan. Kita perlu menentukan skala prioritas, apa 20% kegiatan
dan kemampuan kita yang paling menonjol dan mampu menyumbangkan 80%
keberhasilan dalam hidup kita? Fokuslah pada 20% itu.

 

Waktu

 

Dalam hidup ini ada empat hal yang tidak bisa kembali; kata yang telah
diucapkan, panah yang telah dilepaskan, masa lalu, dan kesempatan yang
disia-siakan.

 

Kekayaan yang disia-siakan, kadang-kadang bisa diperoleh kembali. Kesehatan
yang disia-siakan, jarang bisa diperoleh kembali. Tetapi waktu yang
disia-siakan, tidak pernah diperoleh kembali.

 

Waktu yang dapat kita gunakan sangat terbatas karena banyak hal yang tidak
dapat kita kontrol. Tapi sayangnya, sering kali kita menghabiskan waktu
kita, seperti kita masih punya banyak sekali persediaan waktu. Pertanyaan
bagi kita bukanlah apakah kita sibuk? atau sejauh mana kita sibuk? Tetapi
apakah kita sibuk melakukan pekerjaan dengan tepat? 

 

Tiga unsur penting untuk mengevaluasi hidup kita selama ini: Arah,
prioritas, dan mulai dari akhir. 

Apakah selama ini hidup kita tidak bertujuan? 

Apakah selama ini hidup kita tanpa arah yang jelas dan pasti? 

Apakah selama ini hidup kita sekadar mengalir? 

Apa kehendak Tuhan terhadap hidup kita? 

Apakah hidup kita sudah kita mulai dari akhir, artinya apakah hidup kita
sudah kita mulai dari tujuan akhir hidup kita, sebelum kita mati? 

Kita tidak dapat mundur dan mengulangi lagi awal kehidupan kita, tetapi kita
dapat mulai dari sekarang dan membuat sebuah akhir yang baru. 

 

Visi

 

Apa visi hidup kita? Visi adalah melihat sebuah gambaran tentang apa yang
akan terjadi di masa dating. Visi mengekspresikan nilai dan standart
tertinggi kita, visi juga membuat kita spesial dan berbeda dari orang lain.
Visi sangat membantu kita memaparkan tahun-tahun ke depan dan membuat kita
tetap focus. Selain itu visi juga membuat enerji kita terfokus.

 

Visi memang bukan segalanya, namun visi adalah awal segalanya. Jika tidak
ada visi maka rakyat binasa, visi adalah masa sekarang dan masa akan datang.

 

Proses memiliki Visi, pertama kita perlu proses eksplorasi dan kreasi, kedua
kita perlu sadar bahwa ini merupakan proses intuitif dan emosional dan
seringkali tidak sesuai dengan logika. Di atas itu semua visi harus kita
minta pada Allah, apa yang menjadi keinginanNya atas hidup kita. 

 

Dalam praktek sehari-hari visi tidak selalu dating terang benderang,
seringkali visi dari Allah datang sebagai proses kristalisasi dari berbagai
tantangan hidup yang pada waktunya menjadi berlian indah yang bernilai
tinggi bagi kita dan sesama.

 

Proses pengalian dan kreasi dalam memiliki visi adalah: 

1. Lihat ke dalam diri, apa yang kita rasakan ?

2. Lihat ke belakang, apa yang sudah kita pelajari ?

3. Lihat ke sekeliling, apa yang terjadi pada orang lain dan sekitar ?

4. Lihat ke depan, apa gambaran utuhnya ?

5. Lihat ke atas, apa yang Tuhan harapkan dari kita ?

6. Lihat ke samping, apa sumber daya yg kita miliki ?

 

Misi

 

Visi saja tidak cukup, harus ada komitmen untuk BERTINDAK mencapai visi yang
disebut dengan MISI. Pertanyaannya adalah, apa misiku? Akan ada pilihan
tindakan yang tak terbatas untuk menentukan misi kita, pilih satu yang dapat
memberikan hasil maksimal untuk merealisasikan visi.

 

Asumsi yang sering kali salah tentang misi adalah misi adalah my to do list,
atau misi saya harus penuh dengan penderitaan, atau misi saya harus mirip
dengan orang seusia saya.

 

 

Goal

 

Misi saja tidak cukup harus ada satu set langkah-langkah yang khusus dan
diukur untuk mencapai misi. Langkah-langkah itu disebut goal. Goal merancang
program untuk mencapai misi dan merealisasikan visi yang sudah kita
tetapkan. Kita mempunyai satu visi dan satu misi namun banyak goal dan
banyak kegiatan yang berdasarkan goal.

 

Kehidupan kita harus seimbang dan utuh, maka gol yang kita tetapkan haruslah
meliputi seluruh aspek kehidupan; karier, keuangan, keluarga, pendidikan,
kesehatan, rohani, minat pribadi, pelayanan. Dan agar gol tersebut dapat
kita capai haruslah memenuhi kriteria SMART:

1. Specific (khusus dan jelas)

2. Measurable (dapat diukur)

3. Attainable (dapat dicapai)

4. Realistic (realistis)

5. Tangible (konkrit)

 

Pentingnya menetapkan goal

 

1. Dapat mengurangi stress.

2. Jika kita melangkah diarah yang benar, tiap langkah -betapapun kecilnya-
akan membuat kita dekat ketujuan.

3. Seorang dgn sebuah goal/tujuan akan berjalan seratus kilometer di satu
jalan. Tapi seorang tanpa goal/tujuan akan berjalan satu kilometer di
seratus jalan.

4. Seorang yang berorientasi pd goal/tujuan selalu berambisi untuk mencapai
tujuannya melebihi Status, Kekuasaan & Uang.

5. Penetapan Goal menolong kita untuk tetap FOKUS.

6. Penetapan Goal menolong kita untuk menyederhanakan dalam mengambil
keputusan.

 

Prinsip-prinsip penting dalam mencapai Goals

 

1. Belajar berkata TIDAK pada sebuah kesempatan dan berkata YA kepada GOALS.

2. Goal-goal kita harus bersumber dari kerinduan yang dalam dan keinginan
yang besar.

3. Teguh terhadap goal-goal kita & fleksibel terhadap metode kita
(aktivitas)

4. Goal-goal kita harus ditulis. 

5. Kenali hambatan-hambatan dalam mencapai goal-goal kita. 

6. Kenali apa dan siapa yang dapat membantu mencapai goal-goal kita. 

7. Visualisasikan goal-goal kita. 

8. Jangan pernah menyerah untuk mencapai Goal-goal kita. 

9. Bila memang perlu dapat direvisi. 

10. Selalu positive thinking. 

11. Untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama manusia, siapapun
dan apapun dia. 

 

 

Greg Werner seorang Strength & Conditioning Coach mengatakan "Buatlah suatu
kemajuan, maka kita akan senang. Buatlah kemajuan dari hari ke hari, minggu
ke minggu, dan kita akan menjadi seorang juara." 

 

Akhirnya, apakah visi kita? Apakah misi kita? Apakah goal-goal kita? Selamat
memulai hidup baru dengan visi, misi dan goal yang jelas. Tuhan Yesus
berserta kita.

 

SELAMAT TAHUN BARU 2009

salam sayang dari kami berempat

aldo, thalia, novita & christov - wiloto

Kirim email ke