Dear All, Saya setuju..atas tulisan dibawah ini, dan memang manusia pada mulanya diciptakan Tuhan itu amatlah special, yakni dijadikan serupa dan segambar dengan Dia...hanya saja, ketika manusia jatuh, maka derajatnya menjadi biasa..
Tetapi Dia mengirimkan anakNya untuk kembali mengangkat kita menjadi orang yang bukan dulu..karna itu kita harus benar benar menyadari hal ini sehingga tujuan hidup kita dan maksud Allah atas hidup kita menjadi penuh..karna itu arahkan seluruh kehidupan kita pribadi kepada tujuan yang sudah jelas, dan mengarahkan diri kepada apa yang telah di sediakannya bagi kita.. --- In [email protected], "Ch @ Bisnis_Center Y!" <broerchar...@...> wrote: > > Untuk sohib BC, > > Rencana & Mimpi 2009 > > Dikutip dari fesbuk nya 4 rajawali aldo, thalia, novita & christov - wiloto > > > > Akhir tahun adalah saat yang tetap untuk kita menelusuri kembali perjalanan > hidup kita selama setahun lalu dan merencanakan apa yang akan kita lakukan > di tahun depan. Baik untuk keluarga kita, bisnis kita, kegiatan sosial kita > dan lain sebagainya: Apa cita-cita kita? Apa yang ingin kita capai? Apa yang > ingin kita lakukan? > > > > Hukum 20-80 > > > > Hukum 20-80 ini biasa juga disebut hukum Pareto. Dalam hidup ini ternyata > hanya 20% dari seluruh aktifitas kita yang ternyata menyumbangkan 80% bagi > kehidupan kita. Bagi seorang Agnes Monica, ternyata dari seluruh kemampuan > yang dia bisa, kemampuannya di bidang tarik suara dan acting menyumbang 80% > dari kehidupannya. Bagi seorang Rudi Hartono, ternyata 20% dari seluruh > kemampuannya, yaitu Badminton menyumbangkan 80% kesuksesan dalam hidupnya. > > > > Prioritas! Itulah yang dimaksudkan. Kita memiliki banyak kegiatan, kita juga > memiliki banyak kemampuan, namun sulit bagi kita untuk dapat melakukan hal > itu semua, atau sulit bagi kita untuk mempertajam semua kemampuan kita > secara bersamaan. Kita perlu menentukan skala prioritas, apa 20% kegiatan > dan kemampuan kita yang paling menonjol dan mampu menyumbangkan 80% > keberhasilan dalam hidup kita? Fokuslah pada 20% itu. > > > > Waktu > > > > Dalam hidup ini ada empat hal yang tidak bisa kembali; kata yang telah > diucapkan, panah yang telah dilepaskan, masa lalu, dan kesempatan yang > disia-siakan. > > > > Kekayaan yang disia-siakan, kadang-kadang bisa diperoleh kembali. Kesehatan > yang disia-siakan, jarang bisa diperoleh kembali. Tetapi waktu yang > disia-siakan, tidak pernah diperoleh kembali. > > > > Waktu yang dapat kita gunakan sangat terbatas karena banyak hal yang tidak > dapat kita kontrol. Tapi sayangnya, sering kali kita menghabiskan waktu > kita, seperti kita masih punya banyak sekali persediaan waktu. Pertanyaan > bagi kita bukanlah apakah kita sibuk? atau sejauh mana kita sibuk? Tetapi > apakah kita sibuk melakukan pekerjaan dengan tepat? > > > > Tiga unsur penting untuk mengevaluasi hidup kita selama ini: Arah, > prioritas, dan mulai dari akhir. > > Apakah selama ini hidup kita tidak bertujuan? > > Apakah selama ini hidup kita tanpa arah yang jelas dan pasti? > > Apakah selama ini hidup kita sekadar mengalir? > > Apa kehendak Tuhan terhadap hidup kita? > > Apakah hidup kita sudah kita mulai dari akhir, artinya apakah hidup kita > sudah kita mulai dari tujuan akhir hidup kita, sebelum kita mati? > > Kita tidak dapat mundur dan mengulangi lagi awal kehidupan kita, tetapi kita > dapat mulai dari sekarang dan membuat sebuah akhir yang baru. > > > > Visi > > > > Apa visi hidup kita? Visi adalah melihat sebuah gambaran tentang apa yang > akan terjadi di masa dating. Visi mengekspresikan nilai dan standart > tertinggi kita, visi juga membuat kita spesial dan berbeda dari orang lain. > Visi sangat membantu kita memaparkan tahun-tahun ke depan dan membuat kita > tetap focus. Selain itu visi juga membuat enerji kita terfokus. > > > > Visi memang bukan segalanya, namun visi adalah awal segalanya. Jika tidak > ada visi maka rakyat binasa, visi adalah masa sekarang dan masa akan datang. > > > > Proses memiliki Visi, pertama kita perlu proses eksplorasi dan kreasi, kedua > kita perlu sadar bahwa ini merupakan proses intuitif dan emosional dan > seringkali tidak sesuai dengan logika. Di atas itu semua visi harus kita > minta pada Allah, apa yang menjadi keinginanNya atas hidup kita. > > > > Dalam praktek sehari-hari visi tidak selalu dating terang benderang, > seringkali visi dari Allah datang sebagai proses kristalisasi dari berbagai > tantangan hidup yang pada waktunya menjadi berlian indah yang bernilai > tinggi bagi kita dan sesama. > > > > Proses pengalian dan kreasi dalam memiliki visi adalah: > > 1. Lihat ke dalam diri, apa yang kita rasakan ? > > 2. Lihat ke belakang, apa yang sudah kita pelajari ? > > 3. Lihat ke sekeliling, apa yang terjadi pada orang lain dan sekitar ? > > 4. Lihat ke depan, apa gambaran utuhnya ? > > 5. Lihat ke atas, apa yang Tuhan harapkan dari kita ? > > 6. Lihat ke samping, apa sumber daya yg kita miliki ? > > > > Misi > > > > Visi saja tidak cukup, harus ada komitmen untuk BERTINDAK mencapai visi yang > disebut dengan MISI. Pertanyaannya adalah, apa misiku? Akan ada pilihan > tindakan yang tak terbatas untuk menentukan misi kita, pilih satu yang dapat > memberikan hasil maksimal untuk merealisasikan visi. > > > > Asumsi yang sering kali salah tentang misi adalah misi adalah my to do list, > atau misi saya harus penuh dengan penderitaan, atau misi saya harus mirip > dengan orang seusia saya. > > > > > > Goal > > > > Misi saja tidak cukup harus ada satu set langkah-langkah yang khusus dan > diukur untuk mencapai misi. Langkah-langkah itu disebut goal. Goal merancang > program untuk mencapai misi dan merealisasikan visi yang sudah kita > tetapkan. Kita mempunyai satu visi dan satu misi namun banyak goal dan > banyak kegiatan yang berdasarkan goal. > > > > Kehidupan kita harus seimbang dan utuh, maka gol yang kita tetapkan haruslah > meliputi seluruh aspek kehidupan; karier, keuangan, keluarga, pendidikan, > kesehatan, rohani, minat pribadi, pelayanan. Dan agar gol tersebut dapat > kita capai haruslah memenuhi kriteria SMART: > > 1. Specific (khusus dan jelas) > > 2. Measurable (dapat diukur) > > 3. Attainable (dapat dicapai) > > 4. Realistic (realistis) > > 5. Tangible (konkrit) > > > > Pentingnya menetapkan goal > > > > 1. Dapat mengurangi stress. > > 2. Jika kita melangkah diarah yang benar, tiap langkah -betapapun kecilnya- > akan membuat kita dekat ketujuan. > > 3. Seorang dgn sebuah goal/tujuan akan berjalan seratus kilometer di satu > jalan. Tapi seorang tanpa goal/tujuan akan berjalan satu kilometer di > seratus jalan. > > 4. Seorang yang berorientasi pd goal/tujuan selalu berambisi untuk mencapai > tujuannya melebihi Status, Kekuasaan & Uang. > > 5. Penetapan Goal menolong kita untuk tetap FOKUS. > > 6. Penetapan Goal menolong kita untuk menyederhanakan dalam mengambil > keputusan. > > > > Prinsip-prinsip penting dalam mencapai Goals > > > > 1. Belajar berkata TIDAK pada sebuah kesempatan dan berkata YA kepada GOALS. > > 2. Goal-goal kita harus bersumber dari kerinduan yang dalam dan keinginan > yang besar. > > 3. Teguh terhadap goal-goal kita & fleksibel terhadap metode kita > (aktivitas) > > 4. Goal-goal kita harus ditulis. > > 5. Kenali hambatan-hambatan dalam mencapai goal-goal kita. > > 6. Kenali apa dan siapa yang dapat membantu mencapai goal-goal kita. > > 7. Visualisasikan goal-goal kita. > > 8. Jangan pernah menyerah untuk mencapai Goal-goal kita. > > 9. Bila memang perlu dapat direvisi. > > 10. Selalu positive thinking. > > 11. Untuk memuliakan Tuhan dan menjadi berkat bagi sesama manusia, siapapun > dan apapun dia. > > > > > > Greg Werner seorang Strength & Conditioning Coach mengatakan "Buatlah suatu > kemajuan, maka kita akan senang. Buatlah kemajuan dari hari ke hari, minggu > ke minggu, dan kita akan menjadi seorang juara." > > > > Akhirnya, apakah visi kita? Apakah misi kita? Apakah goal-goal kita? Selamat > memulai hidup baru dengan visi, misi dan goal yang jelas. Tuhan Yesus > berserta kita. > > > > SELAMAT TAHUN BARU 2009 > > salam sayang dari kami berempat > > aldo, thalia, novita & christov - wiloto >

