Terima kasih Firsty ... artikel yang bermanfaat. Salam.
2009/12/7 firsty <[email protected]> > > > Hi Grup Milis Yahoo Bisnis Center, > Your friend, firsty, has recommended this article entitled 'Sikap adalah > segalanya' to you. > > Here is his/her remarks: > Saya moderator Milis Bisnis Center (as volunteer). Salah satu tugas saya > adalah menjaga traffic milis, agar tetap seperti tujuan, membangun motivasi, > kerjasama, dan hal-hal yang positif yang sekiranya dapat mencapai tujuan > milis tsb. > > Saya melihat bahwa tulisan ini bermanfaat untuk membangun karakter milis. > > Saya beranggapan tulisan ini bisa dishare ke teman atas ijin, dengan adanya > fasilitas "send to friend" di bagian atas. Dan saya melakukan sesuai > prosedur, dan meninggalkan jejak. :) > > Terimakasih. > > Regards, > Firsty Ren > > Sikap adalah segalanya > Posted By Admin On October 7, 2009 (11:08 am) In Edisi 72, Etika & > Moralitas > > Jurnal Kebebasan: Akal & Kehendak > Vol. III, Edisi no. 72 > Tanggal: 07 Oktober 2009 > Oleh: Nad > > (Pengantar - Mengawali comeback saya ke dunia maya setelah absen lebih > dari 3 bulan, saya tulis tips praktis di bawah ini, yang selama ini saya > terapkan bagi diri sendiri, dan yang saya harap berguna juga bagi Anda > pembaca. Tulisan ini juga mengawali tulisan-tulisan saya berikutnya, yang > dapat digolongkan ke dalam seri: praxeology in action.) > > Attitude is everything. Mungkin Anda pernah mendengar kalimat tersebut. > Padanannya dalam bahasa kita k.l.: sikap adalah segalanya. Bahkan kadang, > sikap adalah satu-satunya yang terpenting, the only thing. Attitude is > everything, dan di balik sikap kita adalah perspektif yang kita pilih, sadar > atau tidak, ataupun ketidak(mau)tahuan kita. > > Di dunia kerja dan dalam kehidupan sehari-hari, kita akan mendapati dua > jenis orang yang bekerja di lingkungan yang berbeda, namun menjalankan hari > demi hari mereka secara berbeda, dengan kinerja berbeda. > > Sebut saja tokoh ini A, yang mungkin Anda kenal. Ia sepertinya bekerja > separuh terpaksa, bermalas-malasan, dan bahkan merugikan tempat/teman > sekerja dengan mengelak dari tugas, menunda-nunda pekerjaan, memilih-milih > pekerjaan yang lebih ringan dan menghindari tugas ekstra, atau sering > mengeluh, kombinasi semua ini. > > Di lain pihak, ada pula rekan sekerja seperti B, yang profesionalitasnya > berbeda dari A. B orang yang menerima pekerjaannya sepenuh hati; bekerja > keras; siap menjalani tugas dan tanggung jawabnya. > > Sadar atau tidak sadar, kita adalah A atau B. Perilaku dan kinerja kita di > tempat kerja selalu didasari oleh sesuatuapapun itu namanyayang berada di > benak kita. Sesuatu tersebut ikut memengaruhi motivasi kerja kita. > Apapun itu, sesuatu tersebut bersemayam di dalam diri kita. > > Baik secara eksplisit dan implisit, semua ekonom dan pemikir dari mazhab > Austria, dari Menger, Bawerk, Bawerk hingga para Misesian, menggarisbawahi > pentingnya kewirausahaan dalam kehidupan. Enterpreneurship adalah kunci > kemajuan ekonomi bagi setiap individu, keluarga dan bangsa. Dan karena semua > manusia pada hakikatnya berekonomi untuk mencapai kebahagiaan (happiness), > dalam arti untuk memperbaiki atau meningkatkan suatu keadaan dari keadaan > sebelumnya, kewirausahaan adalah sesuatu kualitas yang dipentingkan. > > Dalam adikarya masing-masing, baik Mises maupun Rothbard bahkan mengatakan > bahwa kemajuan peradaban amat terkait kemampuan wirausahawan dalam > memproduksi secara massal hal-hal yang berguna bagi kemanusiaan kita. > > Jadi, kalau bisa, jadilah pengusaha. Titik. Tapi sudah terang, tidak > semua orang tertarik ataupun punya kemampuan menjadi pengusaha. Kita-kita > yang lebih suka amandan ini amat manusiawidapat menjadi pekerja, karyawan, > staf pada perusahaan-perusahaan, yang siap membayar kita di depan, atas > suatu proyeksi keuntungan yang baru bakal terwujud, atau gagal terwujud, > kemudian. > > Motivasi atau sikap kita terhadap perusahaan tempat kita bekerja pada dasar > yang lebih dalam pastilah berdasar pada sesuatu. Ini bisa berupa ignorance > ataupun pada suatu doktrin/stereotyping terhadap bisnis atau pengusaha. > > Satu faktor penting lain adalah faktor moral. Kita sering lupa moralitas > yang terlibat di pasar bebas. Semua kontrak kerja di pasar bebas adalah > sesuatu yang win-win, tanpa paksaan. Dengan kata lain, itu adalah sesuatu > yang pada dasarnya moral, yang dengannya tidak ada satu pihak pun yang per > definisi bakal dirugikan. Tanyakan diri kita: apakah ada yang lebih > bermoral daripada kesepakatan semacam ini? > > Untuk dapat menghargai semua ini, kadang kita sebagai (calon) karyawan > cukup membayangkan apa yang kiranya kita harapkan dari pekerja-pekerja kita > seandainya kita berada dalam posisi majikan/pemberi kerja. > > Mari lakukan yang terbaik di posisi kita masing-masing. Good luck bagi para > pencari kerja. Selamat bekerja bagi yang sudah di dalamnya. > > Article taken from Akal & Kehendak - http://akaldankehendak.com > URL to article: http://akaldankehendak.com/?p=461 > > [Non-text portions of this message have been removed] > > > [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ . .: http://www.facebook.com/BisnisCenter :. .: LINK WAJIB> http://finance.groups.yahoo.com/group/Bisnis_Center/grouplets/subscriptions .: LINK WAJIB> http://bisniscenter.ning.com/ | NOTE: NO-HardSelling, Bukan pengumpulan dana tanpa ijin pemerintah | posting beberapa artikel bermanfaat sebagai KONTRA PRESTASI iklan/promo SOFT-Selling. . Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Bisnis_Center/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Bisnis_Center/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

