FYI ...

Regards,
LEO TOBING

-----
Sent from my BlackBerry® Powered by Yahoo lah

-----Original Message-----
From: "LEO TOBING" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sat, 3 Jul 2010 13:55:50 
To: Perhimpunan-Advokat-Indonesia<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [PERADI] Ini dia beritanya, "Menggugat Unilever karena 7th pakai AXE 
tetap gak dapat cewe!!!"

Karena tidak dapat menarik gadis seorangpun, seorang pria yang frustasi 
menggugat distributor Axe.

New Delhi. Seorang pemuda berusia 26 tahun menggugat perusahaan HUL (Hindustan 
Unilever Limited), yang memasarkan produk perawatan pria dengan merk dagang 
Axe, dengan tuduhan telah menipu dan menyebabkan  ‘penderitaan mental’. 
Penggugat menyebutkan kegagalannya untuk menarik gadis manapun meskipun dia 
telah menggunakan produk Axe selama lebih dari tujuh tahun sampai sekarang. 
Iklan Axe menunjukkan bahwa produk-produk itu membantu kaum pria untuk bisa 
langsung menarik wanita.

Vaibhav Bedi, sang penggugat, juga menyerahkan semua bukti ke pengadilan dari 
semua produk yang telah digunakan maupun yang belum terpakai, yang berupa 
deodorant sprays, perfume sticks and roll-ons, 
anti-perspirants, aftershaves, body washes, shampoos, dan hair gels
dengan merek Axe. Penggugat juga meminta agar semua produk itu diperiksa di 
laboratorium.

Vaibhav terpaksa mengambil langkah ini karena pembantunya memukulinya dengan 
sapu ketika ia mencoba untuk membuatnya terkesan dengan tampil telanjang di 
depannya setelah menggunakan semua produk Axe.

“Lalu mana Axe Effect-nya? Saya sudah menunggu selama lebih dari tujuh tahun. 
Sejak kuliah sampai dengan saya bekerja di kantor, tidak ada satupun gadis yang 
mau saya ajak bahkan hanya untuk minum teh atau kopi dengan saya, meskipun saya 
yakin mereka bisa membaui parfum, 
deodorant dan aftershaves yang saya pakai. Saya selalu menggunakan produk itu 
dengan harapan bisa seperti apa yang terjadi pada iklan di televisi.  Akhirnya 
saya berusaha untuk menarik perhatian pembantu saya yang telah bertengkar 
dengan suaminya dan tinggal sendirian selama lebih dari setahun. Dan ternyata 
saya malah dipukuli dengan sapu! ” Vaibhav mengungkapkan keluhannya.

Vaibhav mengklaim bahwa dia telah menggunakan semua produk Axe sesuai instruksi 
yang ada bahkan sejak dia pertama kali membelinya. Dia berargumen bahwa jika 
dia tidak bisa mengalami Axe Effect meskipun telah menggunakan produk sesuai 
petunjuk, berarti perusahaan telah menipu atau menjual produk palsu.

“Saya selalu menyimpannya di tempat sejuk dan kering, dan menjauhkan mereka 
dari cahaya matahari langsung atau panas. Saya selalu menggunakan penggaris 
sebelum menyemprotkan untuk memastikan bahwa jarak antara nozzle dan ketiak 
saya adalah sekurang-kurangnya 15 cm. Saya selalu melakukan sesuai petunjuk 
pemakaian. Saya bahkan memukul keponakan saya yang berusia 5 tahun karena telah 
mendekati lemari saya, sesuai dengan anjuran yang menyatakan agar menjauhkan 
dari jangkauan anak-anak. Namun, akhirnya yang saya dapatkan adalah pukulan 
sapu dari pembantu saya”, Vaibhav mengungkapkan dengan nada frustrasi.

Vaibhav mengklaim bahwa dia telah mengalami banyak penderitaan mental dan 
penghinaan di depan umum karena tidak adanya Axe Effect dan dia ingin agar 
perusahaan Axe mengkompensasi dia untuk semua penderitaan tersebut.

HUL secara resmi telah menolak berkomentar mengenai kasus tersebut, tetapi 
salah satu sumber menyebutkan bahwa HUL cukup khawatir atas perkembangan kasus 
ini. Perusahaan mungkin berpendapat bahwa Vaibhav itu memang tidak 
berpenampilan menarik dan tidak memiliki persyaratan minimal agar Axe Effect 
terjadi. HUL secara resmi memang belum mengeluarkan pernyataan apapun, namun 
para ahli hukum percaya bahwa HUL akan sulit untuk meyakinkan pengadilan.

“HUL mungkin tergoda untuk mengambil garis argumentasi, tetapi sangat berisiko. 
Tidak ada data yang memperkuat anggapan bahwa orang ini bodoh dan tidak menarik 
bagi para wanita. Pada kenyataannya, banyak wanita yang cantik dan menarik 
ternyata menikah dengan pria yang bodoh dan menyeramkan. Saya akan menyarankan 
perusahaan untuk menyelesaikan masalah ini di luar pengadilan,” kata pengacara 
Ram Jethmalani.


Regards,
LEO TOBING

-----
Sent from my BlackBerry® Powered by Yahoo lah

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke