pak sam ardi: kemarin cuci mata...survey ke sumur (dekat ujung kulon ) dimilis bicara cuci cuci... ada yg cuci tangan... ada yang cuci piring... padahal isunya cuci otak (brainwash kah :-)
asal jangan ada yang cuci uang (money laundering) ... dan cuci gudang... produk ups :-) thanks god its saturday again and again... lagi cuci mobil abis keluar kota dan bersih bersih meja :-) salam, rr - apw Sam Ardi wrote: > > > Pak Rudi, Pak Ody dan rekan sekalian, problemnya sebenarnya mudah > sekali kok diidentifikasi "apa kerjaannya siapa" seharusnya > > Blokir Situs Porno > 'Pemerintah Cuci Tangan, ISP Cuci Piring' > * > Jakarta* - Sikap tegas pemerintah yang mengharuskan Internet Service > Provider (ISP) untuk memblokir konten pornografi dianggap tidak > mencerminkan ide inti dari program Internet Sehat, yang lebih > mengandalkan pemberdayaan masyarakat dan gerakan /bottom-up/. > > "/Censorship/ dan Internet Sehat itu hal yang berbeda sama sekali," > tegas Donny BU, peneliti senior ICT Watch, kepada *detikINET*, Jumat > (23/7/2010). > > Menurut Donny, surat perintah pemblokiran yang ditanda-tangani Plt. > Dirjen Postel Muhammad Budi Setiawan itu mengesankan sikap pemerintah > yang menghibahkan tanggung jawab soal 'moralitas' ke tangan ISP. Yakni > melalui pendekatan teknis. > > "Jadi pemerintah terkesan cuci tangan, dan ISP yang cuci piring," > kelakarnya. > > "Pornografi itu soal moral dan imunitas diri. Perintah sensor ala > kominfo itu soal teknis. Dan di surat itu, makin menandakan kominfo > tidak paham ide inti dari 'Internet Sehat', yaitu pemberdayaan > masyarakat ditambah /bottom-up/," jelas pria yang juga aktif sebagai > akademisi ini. > > Salah besar, jika ada yang beranggapan bahwa cita-cita 'Internet > Sehat' dapat tercapai hanya dengan pendekatan teknologi, /top-down > /atau sensor belaka. > > "Dorong ISP untuk memiliki layanan buat keluarga, dorong pertumbuhan > konten lokal, dan dorong sosialisasi masif tentang Intenet Sehat ke > pendidikan dan keluarga," tukas Donny. > > ICT Watch selama ini memang terkenal dengan program Internet > Sehat-nya. Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini bahkan sudah > menjalankan kampanye tersebut sejak 2002 lalu. Namun beberapa tahun > belakangan, program serupa juga mulai digalakkan pemerintah. Hanya > saja dengan nama sedikit berbeda, yakni Internet Sehat dan Aman (Insan). > > "Kita/ sih/ sering/ share/ soal Internet Sehat ke Kominfo, Diknas dan > Kementerian Pemberdayaan Perempuan. Tapi pemerintah/ kan/ mungkin > butuh anggaran. Kalau kami swadaya saja, tetap jalan sejak 2002. Jadi > pola sosialisasinya berbeda," kata Donny. > > "Kita (ICT Watch-red.) tidak pro pornografi, tapi kita kontra > pendekatan moralitas vs teknologi," pungkasnya. > > > > Pada 21 Juli 2010 19:48, rusdiah <[email protected] > <mailto:[email protected]>> menulis: > > > > dear all: > > saya melihatnya langkah pak Menteri ini persis seperti yang dilakukan > oleh China untuk filter content bukan saja pornografi tapi content > politik yang berseberangan dengan policy pemerintah China... > > ada ngak yang punya analisa apakah China berhasil ? > > Jika China gagal... Indonesia akan gagal dan akan lebih sulit > mengimplementasikan saran pak Menteri ini... karena sistem pemerintah > dan kontrolnya lebih terpusat dan Indonesia lebih demokrasi > seperti Amerika. > > Kalau boleh saran untuk pak Menteri... sebaiknya membuat peraturan > yang > memfasilitasi misalnya jika kita sudah punya peralatan filtering...ie > Nawala... yah ini aja yang disupport... ini contoh saja... jadi > jangan > bikin policy yang melarang dan banning, menghambat...... karena nanti > jika ISPnya kurang teliti bisa kena banned... > > by the way... masalah pornografi seperti puncak gunung es...yang > sepertinya lebih parah adalah yang ada di lapak lapak...ngak jauh > hanya > dua ratus meter dari istana kata seorang panelist ketika seminar > HKI di > acara Creative bulan lalu... artinya juga tidak jauh dari jalan medan > merdeka barat :-) > supply chainnya sudah puluhan tahun tidak bisa diberantas... coba > saja > lihat video nya may a bi... lebih banyak didownload atau dari video > CD/DVD yg bisa dibeli di kota... atau tukar menukar melalui > HP...email... apa iya bisa difilter dengan cara canggih...kecuali > seperti China...bahkan email dimonitor..demikian juga CIA melakukan > monitor terhadap > email dan tapping phone... tapi negara ini punya resources dan > dana yang > cukup untuk melakukan ini semua... apa iya kita punya ? ... > sehingga di > AS banyak spy soviet tertangkap... > > Kenapa ini juga tidak sekalian diberantas......khan ini juga > multimedia... CD/DVD/ Media majalah dll... domainnya kementerian > kominfo... > > kalau pantun eh kata bijaknya... kuman diseberang lautan terlihat > tapi > gajah dipelupuk tidak... :-) > > jadi memang tidak mudah... dan pertanyaannya apakah kita siap ?... > mungkin saja nanti ada yang nyeletuk... kalau tidak dimulai dari > sekarang gimana ? sekali lagi... memang apapun dimulai dari langkah > pertama... namun bagaimana dengan langkah berikutnya... apa punya > road > map ups...:-) ...atau perencanaan jangka pendek...dan panjang... > ups... :-) > > atau sekedar karena marak peterporn, ari, maya dan may a bi > he..eh..he... jadi cari solusi jangka pendek... :-) > > semoga sudah melakukan feasibility study... dan punya road map > actions > plan yg jelas dan jangka panjang ? > > by the way... di berita internasional... statemen pak menteri ini > sudah > bikin heboh...:-) > > salam, rr - apw/ mastel ukm > > Ody Dasa Fitranto wrote: > > > > > > Ibarat di pasar tradisional, kalau ada yg jual sayur ada 1 saja > > ulatnya, si pedagang dikenai tuduhan menjual barang yg membahayakan > > konsumen. > > Utk pasar modern (supermarket) dg control yg baik, bisa saja itu > > diterapkan. Tapi utk yg punya dagangan seabreg, hanya bisa memilah > > secara garis besar, tentu akan sulit diterapkan. > > > > Dengan seabreg informasi, hanya pemilahan secara garis besar yg > bisa > > dilakukan, misalkan dari situs/ url dan kata kunci. Tapi secara > > mendalam memilah konten, utamanya yg berbasis multimedia, tentu > masih > > susah. Apalagi jika kontennya dienkripsi. > > > > Tapi, ya... Tetap mendukung sebagai upaya menangkal hal2 buruk. > > Semoga tidak berkesan memindah tanggung jawab dari menkominfo ke > isp. > > > > > > > > 2010/7/21 /wongcilik <[email protected] > <mailto:wongcilik05%40gmail.com> > > <mailto:[email protected] <mailto:wongcilik05%40gmail.com>>> > > > > *ISP yang meloloskan konten porno bisa dikatego rikan sebagai > > pendistribusi konten porno itu.* > > > > Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring mengatakan > > sudah mengirim instruksi kepada semua Internet service provider > > (ISP) di Indonesia untuk memblokir situs porno."Sudah disebar > > karena lisensi ISP itu dari Dirjen Postel, cukup instruksi dari > > Dirjen Postel," kata Tifatul di Bandung kemarin. > > > ------------------------------------ . .: http://www.facebook.com/BisnisCenter :. :-) ~ Do | Respect, Warm, Interact, Related, informative, Short :-( ~ Don't | OneLiner, MLM, pyramid scheme, scam, spam, illegal & SARA . Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Bisnis_Center/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Bisnis_Center/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: [email protected] [email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/

