(Sharing)
Kesempurnaan Tanpa Henti Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA. (twitter: @andrewenas) Setiap orang yang menjalankan bisnis atau perusahaan pasti menginginkan organisasinya menang dalam persaingan. Tidak ada pemimpin bisnis yang dalam business-plan-nya menargetkan untuk kalah. 'It's all about winning!' demikian kredo Jack Welch dalam bukunya: "Winning' (tahun 2005). Kemenangan akan mengangkat setiap orang yang ada di dalamnya. 'It just makes the world a better place'. Seperti kita tahu, Jack Welch adalah salah seorang legenda di dunia bisnis dan manajemen. Di bawah kepemimpinannya, General Electric mengalami restrukturisasi besar dan akhirnya mencapai kemajuan yang amat pesat. Dalam bukunya itu, Welch rumuskan keyakinannya, bahwa: 'Winning companies and the people who work for them are the engine of a healthy economy, and in providing the revenues for government, they are the foundation of a free and democratic society.' Sudah menjadi keniscayaan bahwa kita harus menang dengan cara yang benar, bersih dan sesuai aturan. Welch menandaskan perusahaan dan orang yang berkompetisi dengan curang tidaklah layak untuk menang. Syukurlah, berkat proses kontrol internal dalam perusahaan maupun lembaga-lembaga regulasi pemerintah, 'the bad guys are ususally found and kicked out of the game'. Yang menarik, Welch yang digelari CEO of The Century ini meyakini bahwa aspek orang adalah segalanya bagi perusahaan untuk menang. Sementara itu, di belahan bumi lainnya, Teddy P. Rachmat, mantan CEO Astra Group, dalam bukunya 'Creating Excellence, A Never Ending Journey' (2007) meyakini, semestinya entrepreneurship dan management tidak dapat dipisahkan. Me-manage bisnis itu sebenarnya ada empat hal, yakni: 1. Memilih bisnis atau 'what business are we in'. 2. SDM atau people. 3. Proses. 4. Kultur. ...dst. (twitter: @andrewenas) ------------------------------------------------------------------- (artikel terlampir, dari Tabloid Bisnis KONTAN) STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES Email: [email protected]
