(Sharing)

Plus Ultra!

Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA.
(twitter: @andrewenas)


“Coellum stellatum supra me, lex moralis intra me”– Immanuel Kant.

***

     Langit berbintang di atasku dan hukum moral di dalam diriku, itulah 
kata-kata yang tertulis di batu nisan Immanuel Kant, seorang pemikir besar 
Jerman yang hidup di abad ke-19. Baginya hukum moral itu hitam dan putih saja, 
tidak ada area abu-abu, etika deontologisnya adalah sebuah tugas hidup, ia 
bersifat imperatif-kategoris, tak ada tawar menawar.

***

     Tersebutlah sebuah kapal dari East India Company (semacam VOC-nya Inggris 
dulu) sedang melintasi selat Gibraltar, peristiwa ini digambar sebagai 
ilustrasi 
buku Novum Organum-nya Francis Bacon, dengan tambahan di bawahnya tertera motto 
Plus Ultra yang artinya “lebih lagi”. Tentunya kata ini adalah simbolisasi 
gairah ekspansionisme dan imperialisme Inggris demi mengumpulkan modal 
(capital) 
dari tanah jajahannya. Di buku inilah Francis Bacon memuat tesisnya, knowledge 
is power.

***

     Osama bin Laden tewas, dilansir bahwa di tempat persembunyiannya itu 
ditemukan juga pelbagai macam koleksi film porno. Wallahualam! Yang jelas 
hubungan diplomatik AS - Pakistan memanas. Amerika dipuji dan sekaligus dihujat 
dunia. Ada yang menyambut gembira kematian Osama, dan ada pula yang sebal. 
Namun 
di tengah euphoria  serta kekalutan situasi bernuansa politis-ideologis ini, 
ternyatalah muncul kesempatan bisnis global.

     Setelah pasukan khusus marinir AS memporakporandakan markas persembunyian 
Osama bin Laden,  tak lama berselang Perdana Menteri Pakistan Yousof Raza 
Gilani 
bersama menteri pertahanannya Akhmad Mukhtar terbang ke China untuk 
menegosiasikan paket pembelian sekitar 50 pesawat jet tempur JF-17 Thunder 
Jets. 
Pesawat mesin tunggal dengan multi-role-fighter yang dikembangkan dalam 
kerjasama antara China dan Pakistan ini dibandrol pada kisaran harga US$20juta 
sampai $25juta per buah. Jadi transaksi ini bakal bernilai total sekitar 
US$1milyar sampai $1,25milyar.

     Dominique Strauss-Kahn, chief of International Monetary Fund (IMF) 
terpaksa 
lengser dari jabatan prestisiusnya lantaran skandal pelecehan seksual di New 
York. Padahal lewat posisi ini ia telah menjadi kandidat kuat menuju kursi 
kepresidenan Perancis. Situasi kaotik di aras eksekutif ini mencuatkan beberapa 
nama kandidat untuk menggantikan tokoh kharismatik ini, termasuk Sri Mulyani 
Indrawati (mantan menkeu Indonesia dan sekarang salah satu direktur IMF). Dan 
bisa dipastikan bahwa “perebutan” posisi ini bukanlah pertarungan individual. 
Selain kapabilitas masing-masing individu, setiap negara asal kandidat telah 
mulai ‘kasak-kusuk’ kesana-kemari untuk menggolkan jagoannya masing-masing. Ada 
prestise nasional di kancah internasional disamping meningkatkan aksesibilitas 
ke pusat-pusat keuangan dunia. Ada tarik menarik kepentingan disini.

     Akhirnya Lee Kuan Yew dan rekan mantan perdana menteri Goh Chok Tong 
mengundurkan diri dari kabinet pemerintah Singapura. Dalam komunike bersamanya 
dikatakan bahwa mereka ingin membuka jalan mulus bagi para pemimpin muda 
Singapura, “A younger generation wants to be more engaged in the decisions 
which 
affect them,” selanjutnya dikatakan, “The time has come for a younger 
generation 
to carry Singapore forward in a more difficult and complex situation.” Sebuah 
langkah politik etis dan dinilai elegan oleh pelbagai kalangan.

***

     Kapital memang bisa mengalir kemana saja, senantiasa mencari ceruk-ceruk 
kesempatan dimana pun berada, betapa pun kaotiknya peristiwa yang 
melingkupinya. 
Namun juga ada dimensi lain yang penting, yaitu aspek kekuasaan sosial dari 
kapital. David Harvey (bukunya: The Enigma of Capital and The Crises of 
Capitalism, Profile Books - London, 2010) dengan lugas mengatakan, “There is, 
however, another motivation to reinvest. Money is a form of social power that 
can be appropriated by private persons. Furthermore, it is a form of social 
power that has no inherent limit. There is a limit to the amount of land I can 
posses, of the physical assets I can command. Imelda Marcos had 6,000 pairs of 
shoes, it was discovered, after the overthrow of her husband’s dictatorship in 
the Philippines, but that still constituted a limit in the same way that the 
very rich cannot own billions of dollars an individual can command. The 
limitlessness of money, and the inevitable desire to command the social power 
it 
confers, provides an abundant range of social and political incentives to want 
more of it. And one of the key ways to get more of it is to reinvest a part of 
the surplus funds gained yesterday to generate more surplus tomorrow. There 
are, 
sad to say, many other ways to amass the social power that money commands: 
fraud, corruption, banditry, robbery and illegal trafficking.”

     Segenap penghuni planet bumi terus bergerak, dalam format arus orang, arus 
barang, arus uang dan arus informasi. Rentangnya bukan lagi domestik namun 
mondial, dan yang juga penting adalah akselerasi percepatan geraknya. Dan saat 
ini kita semakin jelas membaca konturnya bahwa yang menjadi kausa penggerak 
semuanya ini adalah hasrat akumulasi kapital berskala global. Lalu apakah 
hasrat 
ini bisa menjadi tujuan yang bakal menghalalkan secara cara untuk mencapainya? 
Di sini sebuah pertanyaan etis (global ethics) menyeruak menuntut jawaban.

     Hans Kung (A Global Ethics for Global Politics and Economics, 1997) 
menegaskan, tak ada budaya bisnis tanpa budaya kepribadian! “Budaya bisnis, 
selalu penting dan memiliki relevansi strategis, pada akhirnya terdiri dari 
totalitas sikap ketegasan, nilai, kriteria, norma dan pola perilaku manajemen 
dan pekerja dalam sebuah bisnis. Sebuah bisnis terdiri atas orang, dan karena 
itu budaya bisnis mensyaratkan budaya kepribadian.” Kalau begitu, kepada setiap 
kitalah pertanyaan itu terarah, yang jawabannya dituntut dengan semakin segera 
pula.



(twitter: @andrewenas)
------------------------------------------------------------------------
(Artikel dari Majalah MARKETING edisi Juni 2011) 


STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES
Email: [email protected]

Kirim email ke