(Sharing)
Meluncurkan Produk Baru Oleh: Andre Vincent Wenas,MM,MBA. (twitter: @andrewenas) Meluncurkan produk baru (barang, jasa atau ide) ke pasar memang merupakan salah satu kegiatan kunci dalam bisnis. Bahkan dalam konsep pemasaran dikatakan bahwa produk adalah komponen inti dari bauran pemasaran yang kita kenal sebagai 4P (product, price, place/distribution, promotion). Lalu apa sih sesungguhnya yang disebut ‘pasar’ (market) itu? Gampangnya, pasar itu adalah orang-orang yang memenuhi tiga kriteria: 1) punya kebutuhan (needs); 2) punya keinginan (wants); 3) punya potensi daya beli (purchasing power). Orang yang lapar punya kebutuhan (needs) untuk makan, dan manakala ia punya potensi daya beli (purchasing power) maka ia punya pilihan untuk memenuhi keinginan (wants) makan apa? Dimana? Bersama siapa? Dst. Cara gampang melakukan prakiraan pasar untuk meluncurkan setiap produk baru (baik itu berupa barang, jasa atau ide), seperti diusulkan Rodney Overton,(‘Are You an Entrepreneur?’ Singapore 2002) adalah dengan menjawab 3 pertanyaan sederhana sebagai berikut: 1) Apakah pasar untuk produk seperti ini bertumbuh (is it a growth market) ? 2) Apakah produk-produk ini dibutuhkan oleh pasar (are these products needed by the markets, or the correct products) ? 3) Apakah untuk produk ini ada ‘kendaraan penjualan’-nya (is it a vehicle for sales) ? Ilustrasinya begini: Daging buaya atau burung kasuari untuk beberapa daerah dan kelompok masyarakat tertentu bisa saja dipertimbangkan sebagai pasar yang sedang bertumbuh (growth market). Supaya jenis daging seperti ini bisa menjadi produk yang tepat menjawab kebutuhan pasar (correct products) diasumsikan bahwa konsumen hanya tertarik untuk membeli jika daging-daging ini dijual dengan cara potong tertentu yang membuat mereka merasa nyaman dalam mempersiapkannya, lalu mudah memasaknya dan menyantapnya. Maka daging itu mesti dipotong sedemikian rupa (prime cuts), dan bebas tulang. Dalam kasus ini, yang disebut ‘kendaraan penjualan’ (vehicle for sales) maksudnya adalah daging tersebut gampang diperoleh (tersedia di toko daging terdekat), dan tersedia dalam porsi-porsi tertentu yang telah di paket sedemikian rupa untuk memenuhi harapan pembeli, dan ada tambahan-tambahan pendukung (supporting) lainnya. Contoh lain misalnya produk biskuit. Akhir-akhir ini produk-produk yang berhubungan dengan soal diet (diet gula, diet garam, kolesterol, dll.) dianggap sedang tumbuh pasarnya (growth market). Maka produknya haruslah yang menjawab kebutuhan ini serta sekaligus menjawab keinginan untuk tetap mendapat rasa yang enak, manisnya seperti gula asli, atau tetap gurih walau bebas garam dan kolesterol! (correct product). Dan yang dimaksud dengan ‘kendaraan penjualan’ (vehicle for sales) dalam kasus ini adalah misalnya bungkus (packaging) yang menarik, terjangkau dengan daya beli dan gampang didapat di toko-toko terdekat. Untuk itu, kenali betul situasi pasarnya (ini adalah tempat di mana produk Anda bakal diserap!). Sering-seringlah jalan ke pasar sambil melakukan observasi atau pengamatan sungguh-sungguh perilaku konsumen di pasar, sekali-kali waktu membeli barang di toko ajukan pertanyaan-pertanyaan pendek soal produk mana yang paling banyak terjual? Warna apa? Jenis apa? Dst. Jangan cuma sekedar window-shopping untuk cuci-mata atau buang-buang waktu. (twitter: @andrewenas) ---------------------------------------------------- artikel dari Tabloid Bisnis KONTAN STRATEGIC MANAGEMENT SERVICES Email: [email protected]
