sebenarnya kasian juga para pejabat itu.. setiap kali ada keluarganya yang lulus jadi PNS atau dapat proyek pasti langsung disangka yang tidak2.. padahal mungkin di antara 100 itu ada juga 1-2 yang lulus dengan murni... kecuali untuk kasus beberapa keluarga pejabat yang tidak ikut ujian tapi * ujug-ujug* langsung dinyatakan lulus..nassami iyya orang yang betulan ikut ujian jadi senewen tawwa...
saya ingat 3 tahun lalu waktu istriku ikut ujian CPNS. waktu itu asli iseng ji, dia cuma ndak nyaman kerja satu grup perusahaan sama saya jadi iseng2 ikut tes CPNS. itupun ikutnya tes Pemprov karena ndak ribet, segala administrasi baru diurus dan dilengkapi kalo si bersangkutan sudah lulus. dari awal sy bilang ke Ofie : jangan terlalu berharap ya, namanya juga tes CPNS, jadi yang sudah lulus biasanya sudah ketahuan sebelum tes digelar. tapi ya namanya asli iseng ya lanjut aja.. ee..ternyatanya Lulus.. nah, abis itu saya jadi ramai oleh pertanyaan : siapa *dekkeng* mu ?, berapa ko bayar ?, siapa pejabat yang pegang ki nomornya istrimu ?..adduhhh..saya sampe bertanya2, betulkah semua itu CPNS yang lulus harus punya beking atau harus menyetor sejumlah uang sebagai syarat kelulusan ? untuk pertanyaan2 di atas saya cuma menjawab : saya kenal banyak pejabat, cuma masalahnya mereka ndak kenal saya..saya bayar untuk mengurus tes ini kira2 Rp. 20 ribu..biaya fotokopi, cuci foto sama ongkos bensin ke tempat tes... itu ji..tapi, sebagian yang bertanya itu masih tetap tidak percaya kalo istriku lulus murni....jadi, saya ambil kesimpulan kalau tes CPNS selama ini memang sudah akrab dengan kolusi dan nepotisme sehingga orang yang lulus murni sekalipun masih tetap dipertanyakan.. hehehe.. **panjangnya, harusnya jadi postingan di blog saja ini di..?, hihihi.. -- ----- "Keep on Bloggin' in a free world..!!!" read the contents of my brain at : http://daenggassing.com/
