Makasih DR atas apresiasinya.
Entah di instansi lain,
Di instansi saya semakin hari semakin baik sistem rekruitmennya..

Sudah sangat jarang saya temui pegawai baru yang diterima tidak mampu bekerja 
profesional.

Bahkan instansi saya tidak mengangkat pegawai honornya yang bahkan telah 
berbelas2 tahun masa kerjanya.

Ini juga berimbas tidak diangkatnya anak pejabat yang biasanya dititip sebgai 
honorer.

Soal profesionalisme, kami pun mengadopsi 
sistem kode etik yang diterapkan di bank2 seperti mandiri.
.:meruang tak bertepi|tak berujung batas:.

Proudly Sent from My  Device 
dikuat-kuatin oleh Telkomsel dan sedikit ilmu sihir ®

-----Original Message-----
From: "Muhammad Ruslailang" <[email protected]>

Date: Fri, 9 Jan 2009 11:29:17 
To: Am blog<[email protected]>
Subject: [blogger_makassar] Stereotyp versus apresiasi kita ke aparat (was: Ira 
Dicurangi!! )



Teman2, bil khusus ipul degas

Sa kira stereotyp CPNS pake dekkeng itu adalah warisan jaman orba. Skrg kita 
mesti mulai menghilangkan prasangka buruk itu, secara sudah mulai berangsur2 
hilang praktek kolusi itu. 

Buktinya sudah banyak yg lulus murni. Bukan cuman Ofie saja, tp banyak jg 
temanku yg lulus jd PNS. Di milis ini saja banyak yg lulus krn kompeten semisal 
Awi, Jul, dsb. 

Kalopun ada yg curang, sa kira cuman segelintirji...

Kalo sa pribadi sudah mulai menanamkan prasangka baik buat aparat kita, dan 
menghargai hasil kerjanya. kalo bukan kita yg mulai mengapresiasi 
profesionalisme mereka, lantas siapa lagi? Sa jd ingat tulisan Ipul yg tayang 
pertamakali di panyingkul ttg petugas PLN yg baek kerjana.

Btw, kalo memang ada bukti terjadi kecurangan, sa kira itu perlu dilaporkan ke 
yg berwajib, asal bukanji dilandaskan krn prasangka yg tanpa dasar.

Banyakmi saluran pelaporannya, misal Ombudsman atau polisi. Kalo mau demo ya 
boleh saja asal ada dasarnya, jg sampai demo dilakukan hanya semata2 karena 
pengen menumpahkan rasa kesal saja.

Pada dasarnya demo menjadi sarana menyalurkan aspirasi jika memang saluran lain 
sudah tersumbat....


salama'

drusle
http://daengrusle.com

Powered by Telkomsel BlackBerry®

-----Original Message-----
From: Mus_ <[email protected]>

Date: Fri, 9 Jan 2009 18:55:57 
To: <[email protected]>
Subject: Re: [blogger_makassar] Ira Dicurangi!! Ayo Kita DEMO!! BAKAR BAN!!


Tapi yang disesalkan ira itu bukan karena dia ndak lulus.
Tapi karena ndak ada namanya di daftar peserta.

Kan?

2009/1/9 Jul <[email protected]>

>    Mungkin melalui milis ini dan blog2 masing2 kita bikin petisi buat
> pemda sinjai.
> K ira buatmi di petitiononline.
> Banyakji itu mo sebarki.
> Hehe$
>
> .:meruang tak bertepi|tak berujung batas:.
>
> Proudly Sent from My  Device
> dikuat-kuatin oleh Telkomsel dan sedikit ilmu sihir (R)
>
> ------------------------------
> *From*: "Syamsoe Syamsoe"
> *Date*: Fri, 9 Jan 2009 11:59:30 +0800
> *To*: <[email protected]>
> *Subject*: Re: [blogger_makassar] Ira Dicurangi!! Ayo Kita DEMO!! BAKAR
> BAN!!
>
> benar juga daeng ..Kalo sy jadi irha, sy akan jejak kasus.. supaya semuanya
> jadi lebih jelas
>
> (berusaha menepis si pembentuk opini publik bahwa syamsoe adalah pebuat bom
> ehh pembakar esmosi )
>
> Pada 9 Januari 2009 11:02, Syaifullah AF <[email protected]>menulis:
>
>>   sebenarnya kasian juga para pejabat itu..
>> setiap kali ada keluarganya yang lulus jadi PNS atau dapat proyek pasti
>> langsung disangka yang tidak2..
>> padahal mungkin di antara 100 itu ada juga 1-2 yang lulus dengan murni...
>> kecuali untuk kasus beberapa keluarga pejabat yang tidak ikut ujian tapi
>> *ujug-ujug* langsung dinyatakan lulus..nassami iyya orang yang betulan
>> ikut ujian jadi senewen tawwa...
>>
>> saya ingat 3 tahun lalu waktu istriku ikut ujian CPNS. waktu itu asli
>> iseng ji, dia cuma ndak nyaman kerja satu grup perusahaan sama saya jadi
>> iseng2 ikut tes CPNS. itupun ikutnya tes Pemprov karena ndak ribet, segala
>> administrasi baru diurus dan dilengkapi kalo si bersangkutan sudah lulus.
>> dari awal sy bilang ke Ofie : jangan terlalu berharap ya, namanya juga tes
>> CPNS, jadi yang sudah lulus biasanya sudah ketahuan sebelum tes digelar.
>> tapi ya namanya asli iseng ya lanjut aja..
>>
>> ee..ternyatanya Lulus..
>>
>> nah, abis itu saya jadi ramai oleh pertanyaan : siapa *dekkeng* mu ?,
>> berapa ko bayar ?, siapa pejabat yang pegang ki nomornya istrimu
>> ?..adduhhh..saya sampe bertanya2, betulkah semua itu CPNS yang lulus harus
>> punya beking atau harus menyetor sejumlah uang sebagai syarat kelulusan ?
>>
>> untuk pertanyaan2 di atas saya cuma menjawab : saya kenal banyak pejabat,
>> cuma masalahnya mereka ndak kenal saya..saya bayar untuk mengurus tes ini
>> kira2 Rp. 20 ribu..biaya fotokopi, cuci foto sama ongkos bensin ke tempat
>> tes...
>>
>> itu ji..tapi, sebagian yang bertanya itu masih tetap tidak percaya kalo
>> istriku lulus murni....jadi, saya ambil kesimpulan kalau tes CPNS selama ini
>> memang sudah akrab dengan kolusi dan nepotisme sehingga orang yang lulus
>> murni sekalipun masih tetap dipertanyakan..
>> hehehe..
>>
>> **panjangnya, harusnya jadi postingan di blog saja ini di..?, hihihi..
>>
>>
>>
>>
>>
>> --
>> -----
>> "Keep on Bloggin' in a free world..!!!"
>> read the contents of my brain at :
>> http://daenggassing.com/
>>
>>
>>
>
>
> --
> ~ Syamsoe ~
>
> www.syamsoe.com
>   
>



-- 
http://profmustamar.com
http://cimut.orangbiasa.com
http://orangbiasa.com

Kirim email ke