Round 18 - 09/10/2005 - JAPAN, SUZUKA
Circuit length: 5,807 km
Race distance: 53 laps (307,573 km)
Kualifikasi: 11.00 WIB - Live Global/Star
Start Lomba: 12.30 WIB - Live Global/Star

Perang konstruktor pasti menjadi topik utama yang masih bisa "diributkan". Tapi 
kalau mau diurai lebih hot lagi, ada kajian menarik di seputar silly season F-1 
yang malah kian mengasyikkan memasuki akhir musim.

DOA HONDA TERKABUL
Kalau kata Aa Gym, doa seseorang di bulan puasa ini pasti didengar dan 
dikabulkan. Tapi, dikabulkannya kapan, itu urusan lain. Kasus Honda bisa 
diibaratkan kayak gini. Mereka sudah berdoa, dan berusaha, akan comeback ke F-1 
tahun 2000 sebagai konstuktor utuh. Namun karena infrastruktur dan banyak hal 
lain belum siap, mereka doa itu belum terkabul secara instan. Sebagai 
alternatif, Honda menyuplai mesin utk BAR dulu sejak 2000 hingga 2005.
Tahun lalu, kadar kerja sama Honda ke BAR dinaikkan, menjadi pemilik saham 45%. 
Dengan status ini, Honda lebih leluasa bergerak dan mereka bisa ikut mendikte 
BAR. Salah satu bukti mereka mendikte adalah ketika kasus Imola 2005 merebak. 
Honda dilaporkan kecewa berat karena BAR ternyata "curang" dengan menggunakan 
pemberat illegal. Bisa dimaklumi Honda kecewa karena yang jadi masalah adalah 
something di sasis BAR007 dan tak ada kaitannya dgn mesin Honda.
Buntut kekecewaan itu adalah mereka ingin mempercepat pembelian sisa saham BAT 
di perusahaan bernama BARH Limited. Rupanya BAT pun tak mau berlama-lama 
melepas saham itu dan akhirnya di Tokyo hari Selasa lalu keluar pengumuman 
Honda sudah resmi membeli BARH Ltd secara utuh dan akan mendaftarkan diri ke 
FIA tahun depan sebagai konstruktor. Doa lima tahun lalu pun terkabul.
Dengan kepastian ini, maka musim depan akan ada lima konstruktor utuh (pembuat 
sasis dan mesin dalam satu atap), yaitu Ferrari, Toyota, Renault, serta dua 
rookie, BMW dan Honda.

Setelah dibeli, semua hak paten yang dimiliki BAR dengan sendirinya menjadi 
milik Honda, termasuk markas besar mereka di Brackley, Inggris. Untuk sementara 
Honda pun masih akan menggunakan markas itu sebagai pusat operasional bisnis 
roda F-1 mereka sejak musim depan. Dua pembalap, Jenson Button dan Rubens 
Barrichello, sudah dikontrak ketika masih bernama BAR. Bagi Button, ini 
pengalaman pertama dia tampil bersama tim konstruktor utuh, sedangkan 
Barrichello pernah merasakannya selama di Ferrari sejak 2000.

Bagi Honda sendiri sebenarnya tampil sebagai konstruktor utuh bukan kali 
pertama. Justru debut mereka di F-1 tahun 1964 diawali sebagai tim konstruktor. 
Itu mereka lakukan hingga 1968. Pada periode itu prestasi mereka gak 
jelek-jelek amat. Di tengah mapannya mesin-mesin Eropa, Honda mampu menang 
lomba dua kali, pole position sekali, dan fastest lap dua kali.

Memang nama besar Honda terjadi ketika mereka comeback untuk kali kedua di F-1 
tahun 1980-an sebagai pemasok mesin. Tentu di sini yang dibicarakan adalah masa 
keemasan bersama Williams dan McLaren, lebih spesifik lagi Ayrton Senna dan 
Alain Prost. 

LUCKY STRIKE DAN VODAFONE
Walau BAR sudah out, tapi BAT masih bisa berkiprah. Mereka tetap ingin terlibat 
bersama Honda tahun depan sbg sponsor utama tim dgn mengusung brand Lucky 
Strike. Jadi kemungkinan besar nama tim ini adalah Lucky Strike Honda, dgn nama 
BAR spt entry name selama ini (Lucky Strike BAR-Honda) dibuang. Lucky Strike 
dipatok hanya akan bertahan selama setahun karena ternyata tahun 2007 sdh ada 
nama besar lain yg selama ini akrab dgn mobil merah: Vodafone. Secara bisnis, 
Vodafone sukses besar bersama Ferrari dan apalagi mereka juga mensponsori klub 
Manchester United. Masalahnya, konon, space mereka di mobil Ferrari adalah 
kapling yg disediakan oleh Marlboro. Mereka istilahnya membeli kapling itu ke 
Marlboro, bukan ke Ferrari. Masuk akal karena sponsor resmi Ferrari adalah 
Marlboro dengan entry name Scuderia Ferrari Marlboro. Dan Marlboro sudah pesan 
tempat di Ferrari hingga 2010. Dengan menjadi sponsor resmi Honda sejak 2007, 
justru Vodafone akan menjadi "Marlboro" di Honda. Soal doku, mereka gak 
kekurangan.

COCA-COLA & SECOND TEAM HONDA
Yang gak disangka-sangka adalah kabar bahwa Honda ternyata gak puas dengan 
hanya turun gelanggang sebagai konstruktor. Mereka masih mau juga menyuplai 
satu tim lagi, dan itu malah tim baru.
Banyak versi soal pembentukan tim baru ini. Yg paling masuk akal adalah 
"teguran" dari Honda Corp di Jepun sana soal "kenapa ente ngebuang Takuma-san". 
Merasa gak enak hati, dan ternyata dpt partner sepadan, Honda secara 
spektakuler mengutarakan niat utk memberi Takuma-san tempat yg "layak". Tempat 
itu adalah Tim B yg akan digarap bersama Coca-Cola, dan mungkin juga yg tak 
kalah ngebetnya: McDonald's.
Ada beberapa skenario yg masuk akal utk menjelaskan kasus ini. Pertama, 
Coca-Cola merasa harus menyaingi Red Bull. Coca-Cola adlh brand Amrik dan Red 
Bull brand Austria. Bisa2nya brand Austria yg sudah menjajah Amrik dari sisi 
penjualan minuman berenergi ini ingin lebih mengukuhkan diri jadi penjajah. 
Caranya, dgn membentuk satu tim F-1 lagi setelah membeli Minardi. Masih 
terngiang rumor yg menyebutkan bhw Minardi nanti akan diembel-embeli Red Bull 
Team US? Masih ingat Scott Speed dari mana? Semua bermuara ke Paman Sam.

Langkah2 ini yg membuat Coca-Cola panas. Kebetulan, mereka punya partner 
sepadan pada diri McDonald's. Kalau yg doyan ke Mekdi sih pasti tahu bahwa 
minuman ringannya di sana pasti Coca-Cola, bukan Pepsi. Benar gak sih? Saya dah 
lama tuh gak ke Mekdi. Coca-Cola dan Mekdi adalah dua nama Amrik. Kalau mereka 
penasaran ingin menggempur Red Bull, ya hayo aja. Tapi, sampai sekarang yg 
paling kuat dan ngebet adalah Coca-Cola dulu, karena Red Bull benar2 sudah 
menancap di F-1.

Partisipasi Coca-Cola di motorsport bukannya blm pernah. Arena NASCAR amat 
akrab dgn merek ini. Di F-3000 Internasional tahun 2001 mereka bahkan 
melahirkan juara pada diri Justin Wilson. Jadi, niat utk menggempur Red Bull 
memang tinggal memencet tombol "On" atau "Off" saja.

Terus terang, Coca-Cola dan Honda, juga kalau jadi nanti Mekdi, harus patungan 
utk membayar entry fee ke FIA sebagai tim baru sebesar 48 juta dolar AS. Kalau 
Honda sbg tim konstruktor sih gak perlu bayar itu lagi karena mereka membeli 
BAR. Persis ketika BMW membeli Sauber, atau Red Bull mengakuisisi Minardi, juga 
Midland mengkudeta Jordan.

Yg agak ringan dipikirkan adalah soal sasis. Sbg pemegang hak paten semua milik 
BAR, Honda bisa menggunakan sasis BAR007 utk dimodifikasi sebagai sasis "baru" 
mereka tahun depan utk second team, bolehlah dibilang sementara tim Coca-Cola 
Honda. Stok sasis itu berlimpah, karena dipakai oleh BAR di musim ini. Jadi, 
utk ini bisa dibilang case closed.

Kalau pun masalah sasis ini dialihkan, itu artinya Honda mungkin bakal melirik 
Dome, pembuat sasis dari Jepang. Selama ini wind tunnel Dome di Shiga, Jepang, 
kerap dipakai Honda utk menguji mobil2 mereka. Fasilitas yg ada di Shiga itu 
sama persis dgn yg ada di Brackley. 

Terakhir, siapa calon teman Takuma-san? Stok juga banyak. Ada Anthony Davidson 
yg dikabarkan paling kuat kansnya walau ia sudah diplot ke Midland, ada Franck 
Montagny, ada Heikki Kovalainen, ada Nico Rosberg, ada . Ananda Mikola. 
Pokoknya daftarin aja dulu ke FIA, nanti tinggal dipilih deh tuh siapa yg mau 
ikut.

Semua asumsi soal second Honda team termasuk Coca-Colanya masih terlalu sumir 
dan benar2 hanya rumor. Jadi kans utk menjadi true story nantinya tetap harus 
kita anggap 50-50.

==== break sahur dulu ya. ====
(balik lagi, abis makan sahur pake nasi padang, minumnya teh botol. Ah, jadi 
ngimpi kalo aja teh botol mau ngikutin jejak Coca-Cola, paling gak sponsorin 
Ananda Mikola deh ikut A1 Grand Prix. Kebetulan, salah satu syarat sponsorship 
A1GP adalah harus produk lokal, jadi teh botol masuk kategori produk lokal itu.)

SMILE ON FIA
Seminggu terakhir ini tak pelak yg paling tersenyum lebar adalah FIA, dan pasti 
ikut2an senyum juga adalah Oom Bernie Ecclestone. Gak perlu pake logika 
njelimet ngejelasin kenapa ancaman GPMA (Grand Prix Manufacturers' Association) 
utk menggelar seri tandingan F-1 bisa berantakan. Williams sudah menyatakan gak 
mau terlibat lebih jauh di GPMA, maksudnya tentu dlm hal bikin seri tandingan 
2008 ke sana. Itu saja sudah kartu truf, mengingat Williams (Frank Williams) 
adalah teman dekat Ron Dennis, bos McLaren.

Kepastian Williams tidak menandatangani Dokumen Munich (tempat GPMA 
kongko-kongko membahas seri tandingan), kian menguatkan mereka segera mengikuti 
jejak Ferrari, Red Bull, dan Midland utk ikut Concorde Agreement baru periode 
2008-2012. Fakta bhw Red Bull kini punya dua tim (Minardi) tambah menguatkan 
posisi Concorde Agreement baru. 

Langkah Williams sendiri bisa dimaklumi mengingat mereka kini benar2 lagi gak 
ditopang pabrikan besar. Selepas BMW, mereka hanya dpt mesin tuner dari 
Cosworth. Kalau McLaren kan beda, mereka dibackup habis sama Mercy.

Terus, dengan BMW dan Honda sebagai dua pabrikan terbesar sudah menyatakan 
commitment total di F-1 sejak 2006, masuk akalkah bila tahun 2008 mereka ikut 
seri tandingan. Buat apa mahal2 berinvestasi di F-1 kalau hanya utk dua tahun 
ikut lomba (2006 & 07), terus ikut seri baru yg blm tentu seheboh F-1?

Soal tim ke-11, anggap Coca-Cola Honda atau bla-bla-bla Racing, FIA menyambut 
baik. Mereka memang sudah lama merindukan grid ke-21 dan 22 di F-1. Kalau sudah 
begini ceritanya, FIA tinggal memberi sentuhan manis pada Regulasi Lomba dan 
Regulasi Teknis yg benar2 lebih mengakomodasi keinginan tim, terutama soal 
kualifikasi dan terminologi "cost cutting". Ross Brawn (Ferrari) dan Patrick 
Head (Williams) sudah diberi tugas khusus oleh FIA utk menjembatani kepentingan 
ini.

SUZUKA
Fuel effect: 0,38 dtk/10 kg bahan bakar
Fuel consumption: 2,9 kg/lap
Tyre usage: 3, skala 1-5
Brake wear: 1, skala 1-5
Grip level: 4, skala 1-5
Downforce level: 3, skala 1-5
Full throttle: 62% rata-2 satu lap
Sirkuit serba-kedua, kedua terpanjang setelah Spa di Belgia, kedua paling 
menantang juga setelah Spa, kedua paling disukai pembalap, punya "kedua" arah 
maksudnya ada bagian clockwise ada juga anti-clockwise karena layoutnya yg 
berbentuk angka 8. Tambahan, khusus tahun ini, Suzuka adalah seri kedua 
terakhir.

Karena punya dua arah yg sama menantangnya, penggunaan ban jadi balance di 
sini. Kekhususan mungkin ada pada balance mobil, terutama saat melibas di Esses 
(tikungan S beruntun). Kalau mau melihat the beauty of Kimi akan terlihat lagi 
di kualifikasi. Apalagi kalau gak ada embel2 dia kena penalty mundur 10 titik. 
Dgn taktik apa pun rasanya Kimi bisa menempati pole di sini. Gangguan terbesar 
dari JPM, walau kalau Renault pake low fuel juga bisa bikin party berantakan 
spt di Interlagos. Kalau normal, Kimi will be on pole.

Suzuka adalah sirkuit medium to high downforce. Skill pembalap lebih menonjol 
di sini karena banyak racing line yg menjebak. Jangankan pembalap "kemarin 
sore", pembalap veteran aja masih suka melintir di sini. 

Kalau tahun lalu sesi Sabtu dibatalkan karena ada topan, tahun ini diprediksi 
gak akan ada badai, tapi hujan tetap jadi momok. 

ENGINE STATUS: 1 (mesin baru); 2 (sdh dipakai di GP seblmnya)
Schumi 2 - Barrichello 2
Button 1 - Sato 2
Alonso 2 - Fisichella 2
Webber 2 - Pizzonia 2
Kimi 2 - JPM 2
Villeneuve 1 - Massa 2
DC 2 - Klien 2
Trulli 2 - Ralf 1
Monteiro 2 - Narain 2
Doornbos 1 - Albers 1

TYRE WAR
BRIDGESTONE 1, MICHELIN 16
Ini satu2nya sirkuit yg belum bisa ditaklukkan Michelin, selain tentu kasus 
heboh di Indy. Rekor itu bisa aja pecah tahun ini karena dari sisi apa pun 
mereka unggul atas Bridgestone. Status ini sirkuit Bridgestone, dan paling dkt 
dari markas mereka di Tokyo, tak akan berpengaruh banyak. Kedua tim sama2 akan 
menggunakan ban medium to hard. Sirkuit ini lumayan kejam terhadap ban, dan dgn 
grip bagus sekaligus layout menantang. 
Spt yg sudah2 walau belum terbukti, harapan tunggal Bridgestone adalah bila 
Suzuka benar2 diguyur hujan, kalau perlu lebat. Oleh Schumi ban terbaru 
Bridgestone dites di Paul Ricard dan katanya dia puas banget. Tapi, yg udah2 
juga, terkadang hasil tes tak selamanya tergambarkan saat lomba karena 
perbedaan drastis situasi race simulation.

TEAM BY TEAM
FERRARI
1 Schumi 
2 Barrichello
Normalnya Schumi tak kesulitan tampil baik di Suzuka. Tapi kondisi tahun ini 
serba-susah bagi dia. Kalau dia menatap Suzuka dgn poin sama dgn JPM, mungkin 
dia meninggalkan sirkuit ini sudah tertinggal. Sejak lama dia sudah 
mewanti-wanti sulit mempertahankan posisi ketiga klasemen pembalap karena JPM 
akan dgn mudah menyusulnya. Itu telah terjadi. Satu2nya harapan adalah tetap di 
atas Fisichella dan ia sudah mendemonstrasikannya di Interlagos.
Barrichello mengunjungi markas Bridgestone, sekaligus perpisahan. Sejak 1997 
dia selalu pakai ban ini dan dia menjadi pembalap paling lama yg memakai 
Bridgestone. Makanya dia dpt plakat khusus dari Bridgestone sebelum tahun depan 
pindah ke Michelin bersama tim Honda.
Kabar duka dari Maranello adalah salah satu mekanik tim tes Ferrari tewas dlm 
kecelakaan mobil seminggu sebelum GP Jepang. Sang mekanik, Ivan Petterlini, 
berusia 33 tahun tewas seketika selepas mobil Fiat Puntonya bertabrakan dgn 
mobil Audi A4. 

BAR
3 Button
4 Sato/Davidson
Button menyambut baik kabar Honda membeli BAR. Menurutnya, Honda bakal bisa 
jadi mesin jawara, yg dgn sendirinya bakal membawa dia menjadi juara dunia 
kelak. Suzuka adlh sirkuit milik Honda dan lomba nanti adalah balapan ke-100 
kolaborasi BAR dgn Honda yg dimulai sejak 2000. Setelah Sato memakai mesin 
Honda baru di Interlagos, kini Button mendapat giliran juga. 

RENAULT
5 Alonso
6 Fisichella
Setelah berhati-hati dlm beberapa seri terakhir karena ingin memastikan Alonso 
jadi juara dunia, kini saatnya Renault menaikkan level persaingan. Mobil mereka 
gak akan lagi disetel rev aman, melainkan rev tinggi. Alonso dan Fisichella 
diprediksi akan jauh lebih agresif kali ini, karena tujuan mereka tinggal satu: 
title konstuktor. Masalahnya, seberapa tangguh rev tinggi Renault dibanding 
McLaren? Kalau jawabannya selevel, ya perang konstruktor akan ramai. Saya 
memprediksi performa Renault meningkat, tapi masih blm selevel McLaren.

WILLIAMS
7 Webber
8 Heidfeld/Pizzonia
Target realistis bagi mereka adalah menambah rekening poin. Webber sudah 
menyadari itu. Sebelum ke Suzuka, Webber sempat latihan fisik ala militer 
ketika berkunjung ke kantor salah satu sponsor Williams, QinetiQ. Pizzonia, yg 
akan mewarisi kursi Heidfeld hingga akhir musim, sama sekali buta Suzuka. 
Modalnya adlh mesin yg masih tergolong fresh karena di seri sebelumnya ia 
tabrakan di lap pertama.

McLAREN
9 Raikkonen
10 Montoya/de la Rosa/Wurz
Datang ke sirkuit yg butuh aerodinamika prima tentu dgn segudang harapan. 
Secara teori sulit menaklukkan McLaren di sini, sama sulitnya mengalahkan 
mereka di Silverstone, Monza, Spa, atau sirkuit baru di Turki, Istanbul. Semua 
sirkuit itu adalah makanan Adrian Newey. McLaren sdh menyadari serangan baru yg 
bakal dilancarkan Renault, tapi mereka juga punya modal, yakni update paket 
aero yg sebenarnya udah bagus itu. Yg paling enak memang melihat kehebatan 
MP4-20 di trek full wet. Mobil ini terbukti hebat di trek kering dan di trek 
damp (setengah basah). Yg blm adalah di trek basah.

SAUBER
11 Villeneuve
12 Massa
Walau Suzuka adlh salah satu sirkuit favorit Villeneuve, tapi dia gak suka 
bagian chicane terakhir dan hairpin panjang di sini. Dpt lap time bagus sdh 
merupakan "kemenangan" di Suzuka. Massa juga suka Suzuka karena secara umum 
trek ini menantang dan selalu dipenuhi penonton yg tahu persis apa itu F-1.

RED BULL
14 Coulthard
15 Klien/Liuzzi
Kabar baik buat DC, karena dia sudah ditawari posisi penasihat Red Bull bila 
kelak pensiun jadi pembalap. Dlm selang sejak GP Brasil, Red Bull menghiasi 
media dgn berita seputar kemungkinan Red Bull Jnr (Minardi) ikut langkah mereka 
menandatangani Concorde Agreement. Kalau melihat grafik penampilan, 

TOYOTA
16 Trulli
17 Ralf
Tahun lalu Trulli memulai debut bersama Toyota di sini. Ralf sendiri sdh tak 
asing dng Suzuka, mengenang kisah suksesnya di arena Formula Nippon. Tugas utk 
menggeser Ferrari memang nyaris mustahil, tapi plg tidak kalau cuma sekedar 
memburu podium kayaknya bisa. Biasanya di sirkuit yg butuh aero bagus, 
penampilan Toyota juga bagus. Sasis baru Toyota, TF105B, akan dipakai pertama 
kali oleh kedua pembalap di Suzuka. Bedanya, Ralf langsung nyetel dan merasa 
nyaman, sementara Trulli belum. Tapi kesulitan Trulli hanya utk lap-lap awal. 
Kalau utk lomba dia mengaku no problem. 

JORDAN
18 Monteiro
19 Karthikeyan
Kalau Narain pernah balapan di Suzuka tahun 2001 di arena Formula Nippon, Tiago 
blm pernah sama sekali. Khusus di seri ini, Jordan bakal memanggungkan local 
hero, Sakon Yamamoto, pada sesi free practice Jumat. Sebelumnya, Yamamoto sdh 
menguji mobil Jordan di Silverstone saat tes.

MINARDI
20 Friesacher/Doornbos
21 Albers
no particular news

salam,
arief k.


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Get fast access to your favorite Yahoo! Groups. Make Yahoo! your home page
http://us.click.yahoo.com/dpRU5A/wUILAA/yQLSAA/2_TolB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [EMAIL 
PROTECTED]
========================================================== 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 




Kirim email ke