*
*
 Menjadi wasit sepak bola adalah profesi yang penuh risiko. Apalagi, kalau
profesi itu dijalani pada kompetisi yang belum sepenuhnya profesional
layaknya Liga Indonesia. Sepertinya sudah menjadi sebuah kelaziman kalau
wasit dituding sebagai kambing hitam, bahan hujatan dan lemparan batu
penonton. Bahkan, korps baju hitam juga tidak pernah lepas dari intimidasi.

Nah, beratnya risiko itu juga dirasakan wasit terbaik nasional, Purwanto.
Untung, wasit asal Kediri tersebut senantisa bersikap tegas dalam memimpin
pertandingan. Sehingga, dia jarang mendapat sorotan negatif. Namun, sikap
tegasnya itu bukan berarti tidak mengundang bahaya.

Pernah sewaktu akan memimpin laga di Kalimantan Timur, Purwanto didatangi
sekelompok preman di kamar hotelnya. Mereka melancarkan beragam intimidasi
kepada Purwanto agar saat pertandingan membela tuan rumah. Karena
keteguhannya dalam memegang prinsip, Purwanto pun melawan aksi preman
tersebut.

"Saat itu juga saya tantang mereka untuk memukuli saya. Sebab, bagi saya
lebih baik dipukul sebelum pertandingan daripada pas pertandingan atau
sesudahnya. Eh, ternyata mereka malah takut dan pergi dari hotel," beber
Purwanto serasa tersenyum mengingat kejadian tersebut.

Lantas apa resep Purwanto bisa selalu tampil berwibawa ketika memimpin
pertandingan? Pria yang juga menjabat ketua komisi wasit Pengda PSSI Jatim
itu menyebutkan kalau dirinya senantisa menikmati setiap partai yang
dipimpinnya. Bukan saja menyimak teknik permainan yang ditampilkan para
pemain, Puwanto juga meresapi setiap aksi atraktif suporter di tribun.
"Memimpin pertandingan kan tidak harus dijalani dengan tegang. Ibarat
Ronaldinho yang selalu tersenyum dan riang setiap bermain, seperti itupula
saya saat memimpin pertandingan," tutur Purwanto. (fim)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke