On 5/14/07, Adi Bagus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   Lama sekali rasanya sudah berlalu, masa-masa dimana Merah-Putih selalu
> berkibar apabila ada turnamen bulutangkis. Siapa tak kenal Rudi
> Hartono. Siapa yang tidak tahu ungkapan King's smash. Masa-masa itu
> siaran turnamen bulutangkis menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu.
> Menjadi pelepas dahaga, di tengah himpitan masalah sehari-hari.
> Sinar gemilang bulutangkis Indonesia terus berlanjut ke era Icuk,
> kemudian Alan dan Susi. Tetapi kemudian meredup, walau masih ada
> setitik cahaya dari sebuah lilin bernama Taufik.
> Pukulan terakhir terhadap bulutangkis Indonesia, adalah gagalnya
> Indonesia untuk meraih gelar di turnamen yang diadakan di tanah
> tercinta ini.
>













====================
sedih euy ngeliat kenyataan yang ada
di kandang sendiri aja kita berantakan apalagi di kandang lawan.
apakah PBSI yakin bisa ngerebut piala Sudirman tahun ini.
sebuah target yang sulit tapi tetep harus di dukung.

Dana selalu menjadi alasan PBSI. kmaren gw denger pernyataan
Rexy mainaky, bahwa kalo dibandingin pemerintah Malaysia.
Pemerintah Indonesia kurang mendukung perkembangan bulutangkis.
Bisa diliat berapa dana yang mengalir ke kas PBSI...
bila dibandingkan dana yang mengalir ke PSSI.
padahal dari segi prestasi bulutangkis lebih mendunia dibanding sepakbola.

Sepertinya PBSI jangan malu belajar dari negara lain.
bahkan kalo perlu menarik pelatih dari luar.
selain untuk menyerap ilmu yang mungkin baru.
sepertinya pemain Indonesia ingin sesuatu yang berbeda.

Regenerasi jangan pula dilupakan. ganda malaysia begitu mendominasi saat
ini.
tapi Indonesia masih saja mengandalkan ganda putra yang lama..
seperti Toni/Chandra. pemain tunggal pun hanya punya 3 orang yang
berprestasi
Taufik, Sony dan Simon... diluar itu jaraknya masih jauh...


Buktikan bahwa Indonesia masih yang terbaik di Cabang Bulutangkis..

Wassalam,
Kaka Gugun





-- 
Kaka, Seedorf, n Gilardino


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke