Sebuah penampilan dan hasil pertandingan yang sempurna untuk Liverpool. Inilah start kompetisi terbaik Liverpool selama dilatih Benitez. Tujuh poin dari 3 pertandingan.
Tanpa Gerrard yang masih cedera, Alonso dan Sissoko diandalkan menjadi komandan di lini tengah. Pennant dan Babel di sayap sementara ujung tombak ditempati Torres dan Voronin. Pertandingan baru 20 detik, Voronin mendapatkan peluang emas ketika berhasil merebut bola back pass pemain belakang Sunderland dan tinggal berhadapan dengan Gordon, kiper Sunderland. Sayang, bola masih membentur badan Gordon dan melebar. Menit-menit berikutnya adalah tontonan dominasi Liverpool. Meski pemain-pemain Sunderland tampak ngotot melakukan tekanan-tekanan, namun kesolidan lini tengah Liverpool sulit ditaklukkan. Peluang Liverpool berikutnya datang dari Torres. Umpan Pennant yang teramat manis dari sisi kanan berhasil disundul Torres yang dalam posisi terbuka. Bola deras meluncur tapi lagi-lagi berhasil ditepis Gordon. Yessss, Gordon pantas jadi man of the match malam itu. Tidak percuma Sunderland menjadikannya kiper termahal di liga Inggris dengan harga 9 juta euro. Menjelang babak pertama berakhir, serangan Liverpool membawa hasil. Diawali umpan lambung Alonso dari tengah, bola melambung ke sisi kiri gawang Sunderland. Pennant yang berada di sana menyundul bola ke tengah, Torres coba mengontrol namun terlepas dan akhirnya mendarat di kaki Voronin. Sadar posisinya tidak terlalu menguntungkan untuk menendang ke arah gawang, Veronin memberikan umpan datar ke Sissoko yang kemudian langsung menghujamkan bola. Gol! Meski 2 pemain Sunderland coba menutup dan meski Gordon telah mengerahkan seluruh kelincahannya untuk melompat, bola terlalu kencang untuk ditepis. Itulah gol ke 7000 Liverpool selama mengikuti Liga Inggris. Entah apa yang dibilang Roy Keane di babak istirahat, babak kedua sepertinya akan menjadi milik Sunderland. Tekanan pemain-pemain Sunderland makin menjadi jadi. Kemanapun arah bola, mereka kejar, rebut dan segera bangun serangan. Namun sayang, entah karena kapasitas penyerang yang pas-pasan atau Agger/Carragher yang terlalu solid, membuat Reina masih terlihat santai di bawah gawang. Akibat tekanan lawan, Liverpool mengubah pola permainan. Torres dibiarkan sendirian di depan, mengintai di antara dua bek Sunderland. Sementara Voronin agak turun ke tengah. Pola ini cukup berhasil ketika beberapa kali, Torres berhasil menunjukkan dirinya sebagai pelari cepat untuk menerobos penjagaan lawan dan tinggal berhadapan dengan Gordon. Sayang seribu sayang, Gordon sedang on fire termasuk ketika berhasil menahan tendangan Voronin yang demikian keras dari jarak 7 meter. Gol kedua Liverpool akhirnya datang juga melalui kerjasama manis antara Pennant, Babel, Torres dan diakhiri tendangan kaki kanan Voronin. Berkaca dari pertandingan ini, Liverpool telah menyodorkan potensi besar yang mereka miliki. Derby County, lawan mereka minggu depan sudah seharusnya menjadi santapan untuk membuat langkah di kompetisi lebih cepat berpacu.
