Gol ke 7,000 LFC dicetak oleh Momo Sissoko pemain yang hampir gak diperkirakan 
bakalan turun malam itu.  Gol tersebut juga gol pertamanya Momo buat Liverpool.
   
  Voronin, bener-bener di luar ekspektasi fans.  Pemilik no punggung 10 
Liverpool musim ini sudah nyetak 2 gol dan siap memberikan persaingan buat Dirk 
Kuyt dan Crouch untuk jadi tandemnya El-Nine-O.
   
  C'mon you REDS!!!
   
  

Daniel Vero <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Sebuah penampilan dan hasil pertandingan yang sempurna untuk
Liverpool. Inilah start kompetisi terbaik Liverpool selama dilatih
Benitez. Tujuh poin dari 3 pertandingan.

Tanpa Gerrard yang masih cedera, Alonso dan Sissoko diandalkan menjadi
komandan di lini tengah. Pennant dan Babel di sayap sementara ujung
tombak ditempati Torres dan Voronin. Pertandingan baru 20 detik,
Voronin mendapatkan peluang emas ketika berhasil merebut bola back
pass pemain belakang Sunderland dan tinggal berhadapan dengan Gordon,
kiper Sunderland. Sayang, bola masih membentur badan Gordon dan
melebar. Menit-menit berikutnya adalah tontonan dominasi Liverpool.
Meski pemain-pemain Sunderland tampak ngotot melakukan
tekanan-tekanan, namun kesolidan lini tengah Liverpool sulit
ditaklukkan. Peluang Liverpool berikutnya datang dari Torres. Umpan
Pennant yang teramat manis dari sisi kanan berhasil disundul Torres
yang dalam posisi terbuka. Bola deras meluncur tapi lagi-lagi berhasil
ditepis Gordon. Yessss, Gordon pantas jadi man of the match malam itu.
Tidak percuma Sunderland menjadikannya kiper termahal di liga Inggris
dengan harga 9 juta euro.

Menjelang babak pertama berakhir, serangan Liverpool membawa hasil.
Diawali umpan lambung Alonso dari tengah, bola melambung ke sisi kiri
gawang Sunderland. Pennant yang berada di sana menyundul bola ke
tengah, Torres coba mengontrol namun terlepas dan akhirnya mendarat di
kaki Voronin. Sadar posisinya tidak terlalu menguntungkan untuk
menendang ke arah gawang, Veronin memberikan umpan datar ke Sissoko
yang kemudian langsung menghujamkan bola. Gol! Meski 2 pemain
Sunderland coba menutup dan meski Gordon telah mengerahkan seluruh
kelincahannya untuk melompat, bola terlalu kencang untuk ditepis.
Itulah gol ke 7000 Liverpool selama mengikuti Liga Inggris.

Entah apa yang dibilang Roy Keane di babak istirahat, babak kedua
sepertinya akan menjadi milik Sunderland. Tekanan pemain-pemain
Sunderland makin menjadi jadi. Kemanapun arah bola, mereka kejar,
rebut dan segera bangun serangan. Namun sayang, entah karena kapasitas
penyerang yang pas-pasan atau Agger/Carragher yang terlalu solid,
membuat Reina masih terlihat santai di bawah gawang. Akibat tekanan
lawan, Liverpool mengubah pola permainan. Torres dibiarkan sendirian
di depan, mengintai di antara dua bek Sunderland. Sementara Voronin
agak turun ke tengah. Pola ini cukup berhasil ketika beberapa kali,
Torres berhasil menunjukkan dirinya sebagai pelari cepat untuk
menerobos penjagaan lawan dan tinggal berhadapan dengan Gordon. Sayang
seribu sayang, Gordon sedang on fire termasuk ketika berhasil menahan
tendangan Voronin yang demikian keras dari jarak 7 meter.

Gol kedua Liverpool akhirnya datang juga melalui kerjasama manis
antara Pennant, Babel, Torres dan diakhiri tendangan kaki kanan
Voronin.

Berkaca dari pertandingan ini, Liverpool telah menyodorkan potensi
besar yang mereka miliki. Derby County, lawan mereka minggu depan
sudah seharusnya menjadi santapan untuk membuat langkah di kompetisi
lebih cepat berpacu.


                         

       
---------------------------------
Boardwalk for $500? In 2007? Ha! 
Play Monopoly Here and Now (it's updated for today's economy) at Yahoo! Games.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke