Sayang kesuksesan Arsenal gak diiringi meroketnya pemain-pemain lokal
Ga seperti Ajax di tahun 90an.........

Pada tanggal 26/09/07, Firdauf Achmad Dhewata <[EMAIL PROTECTED]>
menulis:
>
>   Arsenal, Bukan Hasil Kerja Semalam
> Arya Perdhana a2s - detikcom
>
> Jakarta, Arsenal kini jadi klub terkaya di Inggris. Mereka melewati
> hegemoni klub-klub yang tradisinya lebih kuat seperti MU dan
> Liverpool. Buah dari proses bertahun-tahun.
>
> Pengumuman Arsenal bahwa mereka memperoleh pemasukan lebih dari 200
> juta poundsterling dan keuntungan 51,2 juta pounds memang cukup
> mengejutkan. Tapi sudah seharusnya fakta itu tidak dilihat sebagai
> sebuah upaya yang selesai dalam semalam.
>
> Arsenal adalah klub dengan tradisi yang kuat. Mereka tidak dibangun
> dengan gelontoran uang nyaris tak terbatas dari seorang konglomerat
> dari Eropa timur. Mereka tidak pernah jor-joran dalam membeli pemain
> bintang. The Gunners lebih suka membeli pemain muda berharga murah.
> Di saat yang sama mereka menjual bintangnya dengan harga mahal.
> Berhemat sekaligus berinvestasi.
>
> Arsene Wenger berperan amat besar dalam kesuksesan Arsenal. Manajer
> yang datang ke London pada tahun 1996 inilah yang merevolusi Arsenal
> di dalam lapangan. Gaya permainannya atraktif. Ia juga suka memakai
> pemain-pemain muda, klop dengan kebijakan irit klub.
>
> Saat The North Londoners memutuskan membangun stadion baru,
> kebijakan pengiritan makin menjadi. Stadion di kawasan Ashburton
> Grove itu menyedot kas Arsenal hingga 430 juta pounds.
>
> Banyak fans mulai jengah. Skuad Wenger benar-benar kedodoran
> dibanding rival-rivalnya. Di saat para kompetitor membeli pemain
> berharga jutaan pounds, Arsenal sepertinya sudah cukup bahagia
> membeli pemuda tak terkenal dari negeri di pelosok Afrika.
>
> Tapi kalangan yang dulu kesal dengan politik transfer Arsenal
> bolehlah kini menjilat ludahnya. Stadion bernama Emirates Stadium
> berubah menjadi profit center The Gunners. Kapasitasnya yang
> mencapai 60.000 kursi atau dua kali lipat Highbury membuat income
> dari tiket mengalir deras.
>
> Dari dalam lapangan, prestasi para pemain muda itu tidak
> mengecewakan. Wenger mengantar skuadnya tiga kali juara Premiership,
> empat kali jawara Piala FA dan satu kali runner-up Liga Champion
> Eropa.
>
> Dalam tiga tahun terakhir, Arsenal memang gagal jadi juara Liga
> Inggris. Chelsea dengan kekuatan uangnya dua kali menjadi jawara.
> Lantas tahun lalu, giliran MU yang juara.
>
> Terlalu dini bila dikatakan kesabaran Arsenal dalam mendidik pemain
> muda telah menuai hasil. Tapi setidaknya, musim ini diawali dengan
> sangat baik. Para pemain yang awalnya masih hijau itu mulai matang.
> Cesc Fabregas dkk menduduki puncak klasemen sementara Premiership.
> 16 poin dari enam gim, mencetak 15 gol dan hanya kemasukan enam.
>
> Terakhir, masih dengan bekal young guns, Arsenal maju ke babak IV
> Piala Carling. Dengan menurunkan pemain lapis kedua mereka
> membungkam perlawanan full team Newcastle United 2-0 di babak III,
> Rabu (26/9/2007) dinihari WIB.
>
> Sebuah perjalanan menuju kesuksesan lain tampaknya sedang dirintis
> The Young Gunners.
>
>  
>


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke