Kamis, 22/11/2007 14:38 WIB
Arya Perdhana - detikSport
Scott Carson (BBC) London - Blunder kiper Scott Carson berbuah gol
pertama Kroasia. Inggris akhirnya gagal ke Euro 2008. Tapi, Carson
bukan kiper pertama dan satu-satunya yang pernah berbuat salah.
Sejarah penjaga gawang yang berbuat salah sudah kerap terjadi.
Cerita mundur ke bulan Oktober 1973. Saat itu, gawang The Three
Lions dikawal oleh Peter Shilton, yang kemudian dikenal sebagai
legenda Inggris.
Kala itu, Inggris menjamu Polandia dalam pertandingan penyisihan
Piala Dunia 1974. Inggris yang saat itu ditukangi oleh Sir Alf
Ramsey wajib menang. Di awal babak kedua, Shilton membuat kesalahan
dengan tidak mampu mencegah gol Domarski. Meski kemudian Allan
Clarke menyamakan kedudukan menjadi 1-1, tetap saja Inggris gagal
masuk putaran final yang digelar di Jerman Barat. Ujungnya, Ramsey
pun dipecat.
Kejadian berikutnya berlangsung pada Mei 1976. Inggris bertamu ke
markas Skotlandia di Hampden Park dalam pertandingan ujicoba.
Inggris kalah 1-2 karena gol yang dicetak Kenny Dalglish. Gol
Dalglish mutlak kesalahan Ray Clemence, kiper Inggris saat itu.
Sepakan pelan Dalglish nyelonong melewati kedua kaki Clemence yang
saat itu tergabung di Liverpool.
Shilton rupanya tidak belajar dari kesalahan. Pada partai perebutan
tempat ketiga di Piala Dunia 1990, Shilton kembali membuat malu.
Menghadapi tuan rumah Italia, kiper yang saat itu sudah berumur 41
tahun tersebut gagal menguasai sebuah backpass. Bola berhasil
direbut Roberto Baggio yang kemudian mencetak gol dan membawa Italia
menang 2-1.
Meloncat ke tahun 2002. Kali ini giliran David Seaman yang membuat
blunder. Menghadapi Brasil di perempatfinal Piala Dunia 2002, Seaman
gagal mengantisipasi tendangan bebas Ronaldinho. Kesalahan kiper
yang saat itu memperkuat Arsenal adalah penempatan posisinya yang
terlalu maju dari gawang. Terhentilah perjalanan Inggris di Korea-
Jepang karena kalah 1-2.
-------------
"Komentar saya: Saya ga tahu ya dengan kiper2 masa lalu, abis belum
lihat sih. Tapi, kesalahan David "Taman" Semanan (daerah Cengkareng)
ini menurutku terlalu dilebih2kan. Semanan kan juga punya
pertimbangan sendiri saat itu. Kalau saat itu, Semanan bisa
menangkis frikik Ronaldinho, kayaknya penghargaannya biasa2 aja.
Sekali salah kayak gini, diingat sampe liang kubur."
--------------
September 2004, tim "Tiga Singa" bertandang ke markas Austria dalam
penyisihan Piala Dunia 2006. Inggris sudah unggul 2-0, tapi kemudian
harus menerima hasil akhir 2-2. Gol penyama kedudukan Austria
dicetak Andreas Ivanschitz. Gol Ivanschitz seharusnya tidak terjadi
bila kiper David James lebih sigap. Bola tendangan Ivanschitz
bergulir pelan lewat di bawah tubuh James. Beruntung, Inggris masih
bisa lolos ke Piala Dunia 2006 di Jerman.
Kesalahan yang terjadi sebelum Carson dilakukan oleh Paul Robinson.
Oktober 2006, dalam partai kualifikasi Euro 2008 menghadapi tuan
rumah Kroasia, Inggris dalam posisi tertinggal 0-1. Di menit ke-69,
bencana datang bagi Robinson. Sebuah backpass lemah dari bek Gary
Neville tak mampu dikuasainya. Bola bergulir menembus gawang
Robinson. Inggris pun pulang dengan kekalahan pahit 0-2.
Carson sudah seharusnya belajar dari Robinson. Tapi nyatanya dia
tidak. Menghadapi lawan yang sama seperti Robinson, Carson membuat
kekeliruan di menit ke-8. Tendangan Nico Kranjcar gagal diantisipasi
kiper Aston Villa yang dipinjam dari Liverpool ini. Inggris akhirnya
kalah 2-3 dan gagal ke Austria-Swiss. Lagi-lagi blunder kiper
menghentikan langkah Inggris.
-----------
Komentar: Saya rasa FIFA seharusnya membuat aturan baru dalam
sepakbola. Setiap posisi harus ada pemain terbaik dunianya. Jangan
kayak sekarang. Kita lihat saja:
1. Pemain terbaik dunia 95% selalu dari posisi penyerang atau
gelandang serang.
2. Pemain ingusan yang baru debut sekali, dan mencetak gol langsung
dianggap pahlawan, sedangkan pemain belakang atau kiper debut yang
melakukan clean-sheetga pernah dianggap apa-apa. Salah satu
ketidakadilan dan dosa terbesar sepakbola. Contoh: Theo Walcott yang
baru bikin 2 gol saat Arsenal menang 7-0 terakhir, langsung dianggap
pahlawan, hebat, namanya langsung masuk headline koran, dsb. Padahal
ya cuma kebetulan aja posisinya di depan. 10 kali nendang, masa ga
ada 2 yang masuk gawang?
3. Pemain depan lebih berpeluang pindah klub bagus, sedangkan bek
dianggap sebelah mata. Lihat aja Real Madrid, Barcelona, Milan, MU,
berapa kali mereka berminat transfer pemain belakang?
4. Nama pemain depan lebih sering menghiasi koran atau TV jika
mencetak gol (karena memang posisinya sbg ujung tombak, peluangnya
besar). Kita aja sekarang tahu berita Romario sudah mencetak gol ini
itu, tapi ga pernah tahu kabar Martin Keown. (mode rusuh: ON)
5. Pernah ada pemain belakang termahal dunia? Tunggu sampe cucu
buyut SBY lahir juga belum ada.
Kalau saya punya anak 7 tahun, ya saya suruh jadi penyerang. Ga mau
jadi bek. Kalau jadi bek, lebih baik suruh dia keluar aja dari klub
itu. Orang yang bisa mikir, siapa yang mau jadi bek kalau begini
keadaannya?
Alfonso