Tambah: Jarang atau hampir ga pernah liat orang2 di Asia (termasuk 
fans-nya di sana) pake kaos Micah Ricards, Legrotallie(?), Cicinho, 
Juan, Dida, Robinson, Metzelder, Ashley Coli, dll. Yang banyak kayak 
Ronaldinho, Messi, Henry, Beckham, Lampard, dan kawan2 penyerang. Di 
Eropa sono, hasil penjualan kaos akan dibagi dengan pemilik nama 
kaos.

Alfonso

--- In [email protected], "Alfonso" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> -----------
> Komentar: Saya rasa FIFA seharusnya membuat aturan baru dalam 
> sepakbola. Setiap posisi harus ada pemain terbaik dunianya. Jangan 
> kayak sekarang. Kita lihat saja:
> 1. Pemain terbaik dunia 95% selalu dari posisi penyerang atau 
> gelandang serang.
> 2. Pemain ingusan yang baru debut sekali, dan mencetak gol 
langsung 
> dianggap pahlawan, sedangkan pemain belakang atau kiper debut yang 
> melakukan clean-sheetga pernah dianggap apa-apa. Salah satu 
> ketidakadilan dan dosa terbesar sepakbola. Contoh: Theo Walcott 
yang 
> baru bikin 2 gol saat Arsenal menang 7-0 terakhir, langsung 
dianggap 
> pahlawan, hebat, namanya langsung masuk headline koran, dsb. 
Padahal 
> ya cuma kebetulan aja posisinya di depan. 10 kali nendang, masa ga 
> ada 2 yang masuk gawang?
> 3. Pemain depan lebih berpeluang pindah klub bagus, sedangkan bek 
> dianggap sebelah mata. Lihat aja Real Madrid, Barcelona, Milan, 
MU, 
> berapa kali mereka berminat transfer pemain belakang?
> 4. Nama pemain depan lebih sering menghiasi koran atau TV jika 
> mencetak gol (karena memang posisinya sbg ujung tombak, peluangnya 
> besar). Kita aja sekarang tahu berita Romario sudah mencetak gol 
ini 
> itu, tapi ga pernah tahu kabar Martin Keown. (mode rusuh: ON)
> 5. Pernah ada pemain belakang termahal dunia? Tunggu sampe cucu 
> buyut SBY lahir juga belum ada.
> 
> Kalau saya punya anak 7 tahun, ya saya suruh jadi penyerang. Ga 
mau 
> jadi bek. Kalau jadi bek, lebih baik suruh dia keluar aja dari 
klub 
> itu. Orang yang bisa mikir, siapa yang mau jadi bek kalau begini 
> keadaannya?
> 
> Alfonso
>


Kirim email ke