Nah ini. Klo bener2 terealisasi, gw angkat 2 jempol deh buat Pak Wapres. *F1 di Bali ? *pindah ke Bali aja kali ya ?
GO GO GO INDONESIA !!! Suara Merdeka, Sabtu, 01 Desember 2007 OLAHRAGA Kalla Tertarik Gelar F1 di Bali JAKARTA- Besarnya keuntungan ekonomi yang diperoleh dari penyelenggaraan Kejuaraan Formula Satu membuat Wapes Jusuf Kalla tertarik menggelar balapan paling bergengsi tersebut di Indonesia. Kalla melihat Bali sebagai tempat paling memungkinkan menjadi tuan rumah balapan jet darat itu. Ketertarikan tersebut dilontarkannya ketika mendengar penuturan pembalap nasional Zahir Ali yang beraudiensi di Kantor Wapres, kemarin. Zahir adalah pembalap Indonesia yang belum lama ini menjuarai Formula Asia BMW 2007 di Malaysia dan China. Zahir yang datang bersama manajer Troy Reza Warokka melaporkan prestasi yang baru dicapainya itu. Dia juga mengungkapkan rencana di ajang balap masa mendatang. ''Secara umum Wapres gembira dengan prestasi yang telah kami capai,'' kata Zahir seusai audiensi. Dari pembalap nasional itu, Kalla mendapat informasi bahwa penyelenggaraan balap mobil internasional, terutama F1, mendatangkan keuntungan sangat besar bagi tuan rumah. Malaysia, misalnya, sudah mencicipi dampak finansial dari penyelenggaraan F1 di Sirkuit Sepang. "Seorang pembalap F1 bisa membawa tim yang terdiri atas 100 orang. Mereka datang dengan membawa truk kontainer besar. Mereka ini bisa menginap di satu hotel,'' terang Zahir. Pariwisata Padahal F1 biasanya diikuti tak kurang dari 18 tim. Zahir menyebut pendapatan per minggu yang diterima pemerintah Malaysia dari balapan F1 di Sepang mencapai 30 juta dolar AS dengan jumlah penonton 10 ribu orang. Ironisnya, separo penonton di Sepang berasal dari Indonesia. ''Mengetahui hal itu, Wapres mendukung bila F1 dilaksanakan di Indonesia. Mungkin karena latar belakang beliau pengusaha,'' tutur Reza. Ketika Zahir mengusulkan kemungkinan F1 digelar di Bali, Wapres langsung mengambil kertas dan membuat perhitungan. Tempatnya di Bali karena konteksnya berkaitan dengan pariwisata. Pulau Dewata itu juga dianggap paling pas karena namanya sudah mendunia. Dalam rencananya ke depan, Zahir menyatakan akan terus mengikuti ajang Formula Tiga. Namun, pihaknya belum memutuskan akan bergabung dengan tim manapun. (A20-78)
