No explanation.
Milan were totally out-classed by the young gunners last night.
Sial buat Milan dapet undian begitu berat di babak pertama knock-out stage,
tapi as real champion tentu semua harus dihadapi.

Kekalahan Milan yang disambut gembira oleh para tifosi klub lain di Eropa
semakin menunjukkan bagaimana sebenarnya Milan adalah klub terbesar saat
ini. Saat klub2 besar lainnya gagal mengalahkan Milan, tentu harapan
ditumpahkan kepada yang lain untuk saling membantu menyingkirkan tim paling
hebat ini.

Hikmah kekalahan ini tentunya adalah persiapan Milan ke depan untuk menjadi
tim yang lebih hebat lagi. Untuk itu, tanpa mengurangi rasa hormat dan
haturan ucapan terimakasih kepada seluruh tim saat ini, rasanya era generasi
emas sekarang perlu untuk dilakukan perbaikan.

Restrukturisasi (bukan pemecatan) wajib dilakukan secara komprehensif. Bos
Silvio Berlusconi yang sama2 ikut sedih tadi malam tentu menyadari
sepenuhnya hal ini. Pertama tentu kita harus melihat allenatore tercinta Don
Carlo Ancelotti. Salut atas pencapaian beliau atas gelar juara dunia, Eropa
dan Scudetto tapi ketidakmampuan (baca: keberanian) beliau memaksimalkan
potensi muda saat kondisi tim tidak fit semalam adalah salah satu
penyebabnya.
Saat Kaka dan Pirlo yang walau istirahat 2 game tapi tidak maksimal semalam,
saat Il Panthera cedera, saat Nesta, Maxi dan Kakhaber tidak maksimal, saat
La Bandiera sudah lelah semalam, tidak ada upaya maksimal dari Don Carletto
untuk menghembuskan nafas baru.
Potensi Yoann Gourcuff, Andrea Paloschi, Daniel Bonera, Willy Aubameyang
yang sebenarnya sangat sepantaran dengan rata2 pemain Arsenal tidak berani
dimunculkan.
Sebenarnya sejak awal tidak ada jaminan bahwa dengan squad inti yang tidak
fit Milan bisa menang, tapi gak ada keinginan untuk memunculkan para
youngster itu juga.

Sebagai tifosi Milan tentunya gw yakin Milan akan kembali lagi tahun depan.
Tahun genap memang bukan keberuntungan buat Milan. Secara umum di UCL pun
tahun ini gw lebih punya feeling bahwa kuda hitam akan muncul sebagai juara.
Buat Milan, selanjutnya konsentrasi di Serie A. Gw yakin zona Champions akan
kembali dimasuki. Tapi kalaupun harus main di UEFA Cup tahun depan gw pikir
bukan sesuatu yang jelek juga mengingat ini adalah piala yang belum pernah
dimiliki Milan sambil melakukan uji coba terhadap the new era of golden
Milan.

Ciaoooooooooo



-- 
Forza MILAN


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke