Gile, akhirnya patah juga.
Tadinya gw pikir Federer = Wimbledon dan Nadal = French Open, dan Nadal equal 
Federer = Australian n US Open
Berarti sekarang adalah rasa penasaran Federer yg belum tuntas, French Open. 
Rasa dahaga Nadal sudah terpuaskan.

Selamat Nadal, selamat Spanyol untuk tahun indah mereka.



Delfiar


  ----- Original Message ----- 
  From: Firdauf Achmad Dhewata 
  To: [email protected] 
  Sent: Monday, July 07, 2008 10:57 AM
  Subject: [BolaML] Dramatis, Nadal Juara Wimbledon


  kalo kemaren banyak orang bilang tahun berakhiran 8 adalah tahun 
  belanda, maka menurut gw tahun 2008 adalah tahunnya Spanyol :) :)

  bravo espana

  ====================================================
  Dramatis, Nadal Juara Wimbledon
  Kris Fathoni W - detikcom

  Wimbledon, Butuh lima set, dua kali penundaan akibat hujan dan 
  pertandingan yang berjalan nyaris lima jam untuk menentukan juara 
  Wimbledon. Bak sebuah drama nan menegangkan, Rafael Nadal keluar 
  jadi pemenang dengan menundukkan juara bertahan Roger Federer, 6-4, 
  6-4, 6-7 (5-7), 6-7 (8-10) dam 9-7.

  Pertandingan, Minggu (6/7/2008), yang resmi tercatat sebagai final 
  tunggal putra dengan durasi terlama, mengalahkan rekor 28 tahun lalu 
  di Wimbledon, itu bergulir menegangkan selama empat jam dan 48 menit 
  dan pasti akan tercatat sebagai salah satu partai klasik. 

  Nadal meraup keunggulan di dua set awal, tapi Federer melakukan 
  comeback cemerlang di dua set berikutnya. Lewat pertarungan ketat 
  yang banyak diwarnai deuce dan kejar mengejar skor, akhirnya Nadal 
  keluar dengan senyuman paling lebar dan jadi raja Wimbledon usai 
  menang di set kelima. Nadal kini jadi petenis putra Spanyol pertama 
  yang memenanginya usai Manuel Santana tahun 1966. 

  Kekalahan buat Federer mematahkan ambisinya merengkuh gelar keenam 
  beruntun di Wimbledon. Dia juga gagal melewati rekor Bjorn Borg 
  untuk jadi petenis Open Era pertama yang mencatatkan enam gelar 
  berturut-turut --keduanya sama-sama mengantongi lima gelar. 
  Kegagalan kian mengecewakan Federer yang belum pernah menjuarai 
  Grand Slam tahun ini, apalagi dia sudah dua kali kalah oleh Nadal di 
  final --Prancis Terbuka dan sekarang Wimbledon.

  Buat Nadal, kesuksesan ini adalah yang pertama di Wimbledon. Petenis 
  Spanyol itu sebelumnya dua kali kandas di final dua musim belakangan 
  dari Federer. Ini sekaligus menegaskan kalau si Raja Clay Court itu 
  juga bisa berjaya di lapangan rumput, arena yang biasanya dikuasai 
  Federer. 

  Dalam pertandingan, Federer yang melakukan servis pertama kali dan 
  tidak menyia-nyiakan peluang tersebut untuk mengantongi poin 
  pertama. Namun Nadal bisa menyamakan kedudukan di game kedua bahkan 
  berbalik unggul 1-3. Federer lantas bisa memangkas ketinggalan jadi 
  2-3 dengan gaya: dengan servis, dia memberikan Love buat Nadal.

  Susul menyusul kembali terjadi. Federer sempat kehilangan poin di 
  game kedelapan, tapi lagi-lagi Federer bisa memaksimalkan servisnya 
  di game kesembilan dan Nadal kembali harus puas dengan Love dan 
  Federer Express membuntuti dengan 4-5. Namun set pertama akhirnya 
  jadi milik Nadal. Setelah tiga kali mencapai set point pada posisi 
  deuce, Nadal mengunci kemenangan di set pertama dengan 6-4 usai 
  mengakhiri reli baseline.

  Pada awal set kedua, Federer langgsung menggila. Nadal ditahannya 
  dengan Love untuk unggul 1-0. Federer terus melaju untuk unggul 3-0. 
  Nadal mencuri satu poin pada game keempat, namun Federer kembali 
  menjauhkan kedudukan jadi 4-1 lagi-lagi lewat Love Game. Nadal belum 
  menyerah dan terus mengejar dan bisa mengejar Federer di game 
  kedelapan set kedua untuk bikin kedudukan jadi 4-4. Di game 
  kesembilan, Nadal berbalik unggul. Dia bahkan mampu menutup set 
  kedua dengan kemenangan 6-4.

  Ketatnya pertandingan kembali terjadi di set ketiga dengan Federer 
  unggul duluan. Sedikit kekhawatiran melanda ketika Nadal terpeleset 
  di game ketiga dan sempat mendapat perawatan walau dia masih bisa 
  melanjutkan. Federer kembali membuat Love Service Game lagi untuk 
  membuat dirinya unggul 3-2. Saat Nadal menyamakan kedudukan jadi 4-
  4, awan mendung mulai menyelubungi langit. Guyuran hujan turun saat 
  Federer memimpin 5-4 dan pertandingan pun dihentikan.

  Setelah satu jam lebih berlalu, matahari kembali muncul dan Nadal 
  bersiap melakukan servis. Pertarungan set ketiga ini akhirnya harus 
  ditentukan lewat tie-break, dengan Federer keluar jadi pemenang 7-6 
  (7-5). Secercah peluang buat Federer guna mempertahankan gelar. 

  Alotnya partai ini masih terus nyata tersaji di set keempat. Nadal 
  unggul duluan atas Federer walau keduanya lantas terus bersaing 
  ketat. Love-service game dibuat Nadal untuk bikin dirinya unggul 4-
  3, tapi Federer kemudian bisa mengejar jadi 4-4, 5-5 bahkan 6-6. Tie-
  break harus dilakukan.

  Dari awal sudah terlihat kalau tie-break akan berjalan ketat, dengan 
  reli yang sudah langsung tercipta. Federer mencetak poin pertama, 
  tapi Nadal bisa membalikkan keadaan dengan unggul 4-1. Lewat 
  comeback sengit, Federer mengunci Nadal di angka 8 dan sukses meraih 
  set point dan mengunci kemenangan di set keempat ini dengan 7-6 (10-
  8). Luar biasa!

  Set kelima dimainkan. Kedua petenis sama-sama tampil ngotot. Federer 
  unggul dua kali dan dua kali pula Nadal menyamai. Sayang hujan 
  kembali turun di set kelima dan pertarungan luar biasa ini kembali 
  tertunda. Setelah sekitar 15 menit menunggu, laga menegangkan antara 
  Nadal kontra Federer dilanjutkan.

  Federer kembali membuat Love Service Game untuk memimpin 4-3 atas 
  Nadal, yang langsung menjawab dengan kembali membuat kedudukan jadi 
  sama kuat usai memenangi deuce. Federer meraih kembali keunggulan 5-
  4, tapi lagi-lagi bisa disamakan Nadal. Sang petenis Spanyol 
  berbalik di atas angin dan unggul 40-15. Tapi apa itu? Lagi-lagi 
  Federer bikin ace untuk memperkecil jarak, bahkan lantas bisa 
  memaksakan deuce. Game ini akhirnya jadi milik Federer dengan 6-5.

  Kedudukan kembali sama kuat setelah Nadal menyamakannya jadi 6-6 
  dengan menahan Federer di angka 15. Keduanya kemudian kembali 
  menghasilkan deuce setelah pengembalian Federer menghantam net. 
  Federer akhirnya menutup dengan 7-6. Nadal kini berusaha menjaga 
  kans dan dia akhirnya berhasil melakukannya! Kedudukan sekarang jadi 
  7-7 di set penentu ini.

  Deuce lantas hadir lagi dan dimenangi Nadal, walau sebelumnya 
  Federer sempat mengeluarkan ace, dan kini Nadal memimpin 8-7 dalam 
  pertandingan yang sudah berjalan 4 jam 41 menit. Di game setelahnya, 
  deuce hadir lagi dengan Advantage di Nadal. Dia melakukan serve dan 
  bertukar pukulan. Ow!! Bola pukulan Federer kandas di net. Nadal 
  jadi juara baru dan dia pun terjerembab bahagia di lapangan. 

  . 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke