[rudy] Lama ga menghitung hari, ternyata penantian Inter di Liga Champions sudah 43 tahun to? Semoga beruntung aja deh.
Ciao [/rudy] Rabu, 27/08/2008 14:41 WIB Jelang Liga Italia Mourinho Harus Lebih Spesial di Italia Doni Wahyudi - detiksport Jakarta - Tak ada sesumbar soal manusia spesial atau sejenisnya dilontarkan Jose Mourinho saat tiba di Inter Milan. Padahal di Nerazzurri dia dituntut untuk lebih istimewa. Tingkat kespesialan yang harus ditambah oleh Mourinho terkait dengan performa Inter di Liga Champions. Meski berjaya di dalam negeri selama tiga musim terakhir, Inter tak termasuk klub menakutkan jika berbicara level Eropa. Di Chelsea, pelatih Portugal ini mampu memupus dahaga The Blues akan gelar juara Liga Inggris yang sudah bertahan 50 tahun. Setibanya di Giuseppe Meazza penantian panjang lain berusia 43 tahun telah menunggu, itulah kali terakhir pasukan Hitam-Biru menguasai Eropa dengan merengkuh tropi Liga Champions. Faktanya sejak musim 2000-2001 prestasi terbaik Inter hanya melangkah ke semifinal di musim 2002-2003 sebelum ditumbangkan AC Milan dengan agregat 1-1. Dalam kurun tersebut Inter dua kali terhenti di babak 16 besar (2007/08 dan 2006/07), dua kali tumbang di perempatfinal (2005/06 dan 2004/05) dan terdepak di fase grup pada musim 2003/04. Di musim 2000/01 Inter malah gagal melangkah ke fase grup lantaran dipermalukan Helsingborg pada kualifikasi ketiga. Atas dasar itulah Liga Champions menjadi sangat penting buat Inter musim ini. Sebuah tropi Liga Champions memang berhasil dimenangkan Mourinho saat masih membesut FC Porto, tapi bersama The Blues prestasi terbaiknya hanyalah dua kali lolos ke semifinal. John Terry cs dua kali didepak Liverpool di babak semifinal. Sementara pada kesempatan lain Barcelona menjadi satu-satunya tim non-Inggris yang mampu mengalahkan mereka saat menang 3-2 di musim 2005/06. Beban yang bakal dipanggul Mourinho di Seri A mungkin juga tak seringan saat datang ke Premiership. Saat itu meski mampu memberi Chelsea gelar juara, di awal musim dia tak terlalu diharapkan mampu melakukan hal itu. Kondisi yang berbeda terjadi di Inter. Javier Zanetti cs adalah juara bertahan tiga musim terakhir yang kemudian memunculkan "keharusan" untuk kembali meraihnya musim ini. Nama besar pelatih 45 tahun itu juga bisa jadi taruhan. Padahal perjalanan mantan pelatih Benfica dan U.D. Leiria di Lega Calcio diyakini tak akan mudah. Setidaknya Fabio Capello beranggapan kalau "status spesial Mourinho tak akan banyak berpengaruh di Seri A. "Mourinho mengambil alih sebuah klub sensasional dan saya tak berpikir kalau dia akan melakukan sesuatu yang spesial. Yang akan dia ubah hanya satu persen...Tak ada yang bisa diajarkan Mourinho pada pelatih-pelatih kami. Sepakbola di Italia sangat berdasarkan taktik. Kami memiliki banyak pelatih hebat dan hanya sedikit yang mereka tak tahu soal permainan tersebut," sahut Capello beberapa waktu lalu. Akhir pekan lalu setidaknya Mourinho sudah mengawali pekerjaannya dengan tropi Super Copa Italia. Akankah itu jadi awal baik sang pelatih di Italia? ( din / key ) -- Cavaliere AC Milan atau tidak sama sekal! [Non-text portions of this message have been removed]
