Mungkin pemerintah mikirnya bonus gede lumsump didepan. Dari pada anuitas. Nah masalah muncul duit lumsump ini seringkali langsung habis. Sementara kalo anuitas rentan korupsi (jd inget taspen). Kudunya ada pihak ketiga yg ditunjuk oleh undang2 dan harus sebuah perusahaan profesional yg mengurus dana pensiun atlit. Jadi sebagian lumsump didepan, sebagian dikelola profesional. Yg ditunjuk harus bisa mempresentasikan bahwa anuitas yg diterima atlit sesuai dgn nilai saat atlit pensiun.
Gak lucu kalo 5jt sekarang, lalu atlit pensiun 30thn lg tetep dikasih 5jt. Penyakit dana pensiun selalu gini :-) Btw ada gak sih lembaga yg ngurusin pensiun atlit gini? Kalo lumsump anuitas gini si daup jagonya :-) On 8/28/08, heye <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > [h] > bener gun, pemerintah harus juga memperhatikan hari tua si atlet, > > tapi bonus tinggi untuk atlet yang berprestasi sekarang lebih penting, > karena itu memacu sang atlet untuk bisa berprestasi lebih tinggi, dan > juga memberikan dorongan lebih kepada atlet2 muda dan generasi penerus > untuk bisa menjadi atlet hebat dan memberikan gelar di masa depan... > > ..::[heye]::..
