ha ha ha ha.. ifud pinter,, yang suka ngeyelan dapet siapa coba?? merasa paling jago dpt siapa? merasa pinter ndiri, dptnya??
raelistis friends.. manusia ibarat reaktant yang sedang direkasikan oleh si perancang Reaksi dalam bejana bulat, sebut dunia. jadilah reaktant yang stabil, so yield dari produkt reaksi akan banyak prosentasinya , untuk kemudian menuju bejana terakhir, yaitu akhirat.. peace :P Kalte -Gruesse aus Leipzig w.i.t >From: saif <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [email protected] >To: [email protected] >Subject: Re: [cahdemak] pak arif...spesial for didit >Date: Sun, 25 Feb 2007 18:35:37 -0800 (PST) > >...........ngeyelan........ > yg jelas laki laki baik baik akan dapat perempuan baik baik, begitu juga >sebaliknya > jadi harusnya nanya ke diri sendiri seberapa baikkah aku sehingga aku >layak oleh Allah di sandingkan dengan perempuan yg baik > kalau mau dapat seperti fatimah jadilah seperti ali.. > > >Raditya Eka Permana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > he he he KLISE > > didit > >saif <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > spesial for didit yang ditolak terusss kekekekekek Bila Cinta Tak >Berbalas > > >"Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya >kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi >menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya. > >Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? >Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati >yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup >menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya >karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan. > >Ya drama kehidupan menuju mahligai pelaminan memang beragam. > Ada > >yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh >onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak >bertaut dalam maghligai pernikahan. > >Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bisa mengalaminya. >Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai >subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta >âseandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat >perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, >menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh >dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka. > >*** > >Mengambil sikap > >Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan >dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari >gharizatul baqa (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada >manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang >belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia >memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa. > >Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa >hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan >meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan >semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap >seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun >bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa >kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya. > >Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan >pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak >mengatakan :Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang >berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan >kegagalan dan tak penah memikirkannya. > >Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari >segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran >dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan >tetap mengimani qadla Allah SWT. > >Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, >persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil: > >Percayai qadla > Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua >keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian >dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa >memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir >kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, >berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dan sebagainya. Demikian >pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man >propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah >jua yang menentukan. > "Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan >penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi alaqah >kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya >dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah amalnya, rizkinya dan >ajalnya. (HR.Bukhari). > Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. >Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik >dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita Allah >Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya. > Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita >kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. >Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah. Akankah kita menerima >qadla-Nya atau merutuknya? > Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan >InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. >Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan >si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita. > >Bersiap untuk cinta dan bahagia > "Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan >membahagiakan ukhti," demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap >akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita >siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap >untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang >yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang. > Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa >kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak >percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang berani menolak pinangan >kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, "berani-beraninya..." >atau "apa yang kurang dari saya....." > Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan >membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin >tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan >terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang >sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, >apapun yang terjadi kelak. > Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat >menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih bunga yang lain, hati ini >tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang >dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan >bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan. > "Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya >seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi >seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik >baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik >baginya." (HR. Muslim). > >Bukan Aib > Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian >ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk >perjuangan menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang >pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan >padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah >ditolak, banyak ikhwan yang senasib dan sependeritaan. > Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa >terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang >kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu. > >Kita mungkin takkan Bahagia > Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada >ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah >yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun >menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar >orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak >pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan >istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan >pernikahan. > Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada >kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar perceraian? jawabannya >adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah >tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan (al hanaah) dari >pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga >bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahualam bi ash >shawab. > "Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh >rujuk lagi dengan cara yang maruf atau menceraikan dengan cara yang baik." >(QS. Al-Baqarah [2] : 229). >Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita >memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik >secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari. > Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita >idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah >tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti >akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti >yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan. > Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah >menikah dengan orang lain âbukan dengan si dia yang antum idamkan- >niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah >banyak orang yang telah merasakan hal demikian. > >Saya tak mungkin berbahagia tanpanya > Ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus >dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan >kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus >mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan >angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan >menutup peluang untuk bahagia. > Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang >sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan >kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu >tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, >akan ada orang yang membahagiakan kita kelak. > >Cinta membutuhkan waktu > "Maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti >dalam waktu 1 X 24 jam!" Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang >bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah >tangga, pastinya banyak pertimbangan-pertimbangan yang harus dipikirkan. > Ada > >unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang >mungkin bisa diambil. > Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu >menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar âcontoh extrim pada >kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir >dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir >seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang >orang yang berkhitbah > >Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna > "Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada >keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, >penyayang, humoris, mapan dan juga tampan." Itu mungkin suami dambaan Anda >duhai Ukhti. tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria >itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah >seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. > Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa >memenuhi semua keinginan kita. > Ada > >yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, >ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dan >sebagainya. > Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi >calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi "yang >penting akhwat" atau "yang penting ikhwan". Tapi realistislah, setiap >menusia punya kekurangan â sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah >adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan >orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan >melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan. > Maka doa kita kepada Allah bukanlah, "berikanlah padaku >pasangan yang sempurna" tetapi "ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan >yang baik bagi agamaku dan duniaku." > >Kekuatan Ruhiyah > Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah >kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. >Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah >anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan >dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal >status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan >menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud dawah lalu setiap >akhwat mendambakannya. > Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut >persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita >"luar biasa" berjodoh dengan yang biasa-biasa. Seperti seringnya kita >melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. >Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan >ukuran-ukuran manusia. > Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal >kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. >Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat >diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud >mengatakan jangan ke-ge-er-an dengan segala title dan atribut yang >melekat pada diri kita. > >Beri cinta kesempatan (lagi) > "... dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. >Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang >kafir." (QS. Yusuf [12] : 87). >Bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. >Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, >demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan >berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila >hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, >Insya Allah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, >itu adalah bagian dari kekuasaanNya. > Cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang >dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. > Ada > >orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan >segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk >merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk >kembali merasakan kehangatan cinta. love is knocking outside the door. >Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada >kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, >ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang >dirihoi agamanya. > "Jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho >agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya >maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata." (HR. >Turmudzi). > "Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena >hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka >pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu." >(HR. Ahmad) > > dari sebuah blog... ( afwan ana lupa) > > > > > >Raditya Eka Permana <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Wah : SAMSONS >- Naluri Lelaki > saya mah karena ditolak melulu euy, ga laku > > didit > >nur arianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > >Ada beberapa sebab seseorang telat nikah, Buat merenungi, kenapa telat >nikah. > >SELERA TINGGI >Selera tinggi yang dimaksud bukan dalam makanan, tapi dalam memilih jodoh. >Pinginnya yang sempurna segalanya. Tak ada kekurangan sedikitpun. Agamanya >bagus [tentu..!!], cakep, kaya raya, keturunan baik-baik,tinggi badan 170 >cm, rambut berombak, cerdas, pinter masak dan jahit, sabar penyayang, >keibuan, hafal Al-Qur'an, pinter ceramah..[aduh..banyak sekali !!].Yang >demikian tentu susah dapetnya. Nggak tahu harus nyari dimana, di super >market jelas ndak ada. Akibatnya, setiap kali ada muslimah yang >ditawarkan,selalu saja kandas. Belum kelasnya, katanya! Sebaliknya, yang >wanita juga punya kriteria khusus, Saya pingin nikah dengan yang sudah >profesor dan cakep banget.biasanya wanita suka laki laki yang beRWIBAWA.. >wiii banyak uangnya..wiii ada mobilnya...wiii ada rumahnya...wiiii banyak >kartu kreditnya...dan banyak lagi wiiiiii. Atau Paling tidak pegawai negeri >. Karena kriteria yang cukup sulit ini, maka banyak para pemuda dan pemudi >yang harus telat nikah. > >STUDY ORIENTED >Banyak juga yang telat nikah karena study oriented.Belajar dan belajar >adalah prioritas utama. Siang, malam, pagi, petang terus belajar. Iapun >selalu pingin pindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, dari satu >daerah kedaerah yang lain. SD di Jogja, SMP di Medan, SMU di Jakarta, S1 di >Surabaya, S2 di Jepang, S3 di Amerika, terus pulang ke Indonesia tinggal di >Paris van Java. Sampai-sampai lupa kalo'butuh pendamping hidup. Tahu-tahu >usia udah kepala lima. Kasus telat nikah krn alasan studi ini juga sering >terjadi. > >PUNYA APA-APA DULU >Saya belum punya apa-apa untuk berumah tangga, begitu alasan yang >diutarakan sebagain oranmg untuk melegitimasi pengunduran pernikahan. Punya >apa-apa,yang dimaksud sering bermakna belum punya rumah sendiri, mobil >sendiri, HP, kulkas, komputer, mesin cuci atau bus...[untuk apa yaa?]. >Prinsip belum punya apa-apa ini sering dilontarkan. Padahal orang yang >nikah ndak mesti harus punya hal-hal diatas terlebih dahulu. Rumah, >ngontrak dulu juga ndak apa-apa. Nggak ada mobil juga ndak masalah, bisa >naik angkutan, motor atau sepeda [romantis khan ??]. HP,kulkas dan komputer >nggak jadi syarat dalam pernikahan. Apalagi bus.... > >ORANG TUA PINGIN..... >Pesan khusus dari orang tua kadang jadi penghalang untuk melangsungkan >pernikahan. Sebenarnya sich udah pingin juga, tapi orang tua saya..., >demikian keluhan mereka. Orang tua terkadang ngelarang si anak yang udah >ngebet nikah. Alasannya macam-macam, seperti bantu prang tua dulu lah, >jangan terlalu muda,rampungkan studimu, lanjutkan dulu >karirmu.....Permintaan orang tua yang seperti ini sering membuat para >pemuda dan pemudi mikir-mikir lebih panjang tentang pernikahannya. >Sebenarnya nggak ada pertentangan antara nikah dengan berbakti sama ortu. >Secara umum, orang tua berkeinginan anaknya hidup bahagia. Oleh karena itu, >kalo' si anak mampu meyakinkan ortu ttg kehidupan rumah tangganya, >insyaAllah oke-oke saja kok kalo' mau nikah cepat. > >NIKAH ITU SUSAH >Ini alasan klasik yang diungkapkan orang. Nikah itu susah, nggak usah >terburu-buru. Belum lagi kalo' udah punya anak, tambah susah lagi dong... >Akhirnya pengunduran jadwal nikahpun jadi pilihan. Ada juga yang nggak >pingin susah [karena nikah] kemudian cari jalan pintas. Maunya enak melulu, >tanpa mau tanggung jawab. Macem-macem solusinya, bisa pacaran atau dolan >kesini, dolan kesitu, keluar kesana, keluar kesini..... > >PERNAH GAGAL >Sebagian sahabat merasa trauma dengan peristiwa kegagalan yang menimpa. >Pernah dilamar ataupun melamar tapi batal ataupun ditolak. Kadang tak cuma >sekali tapi berkali-kali. Akibatnya ia jadi putus asa dan takut mengalami >hal yang serupa. Malu banget, demikian katanya. Apalagi bila kegagalannya >sempat terdengar oleh teman-teman yang lain. > >PERSAINGAN KETAT >Bukan berita baru bila jumlah muslimah hari ini membludak. bahkan >perbandingan antara laki-laki dan perempuan bisa lebih dari satu banding >dua. Akibatnya banyak muslimah yang tersingkir dan tak dapat jatah pilih >kaum pria. Ini bukan menakut-nakuti, tapi sungguhan. Namun percaya dech, >Allah itu Maha Adil terhadap hamba-NYA. > >Itulah tadi beberapa penghalang seseorang untuk melangsungkan pernikahan. >Setahun, dua tahun, tiga tahun, empat, lima..... akhirnya usiapun beranjak >tua. > >Anda termasuk yang mana... > > >ayu armanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: hey Pak Arif dah sampe >mana?? kabar kabari geh.. > > >From: arief sasmito <[EMAIL PROTECTED]> > >Reply-To: [email protected] > >To: [email protected] > >Subject: [cahdemak] Fwd: [FTK ITS] Siapa Butuh Kaki Palsu? > >Date: Thu, 25 Jan 2007 19:17:00 -0800 (PST) > > > >Note: forwarded message attached. > > > > > > > > > >__________________________________________________________ > >Food fight? Enjoy some healthy debate > >in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. > >http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367 > > >From: HERY UTAMA <[EMAIL PROTECTED]> > >To: arek kapal 95 <[EMAIL PROTECTED]> > >CC: Agung Rusliyono <[EMAIL PROTECTED]>, angga fikrie > >kusuma <[EMAIL PROTECTED]>, Erlyna Susantie Baker > ><[EMAIL PROTECTED]>, Hendra Saputra bhdf > ><[EMAIL PROTECTED]>, iwan bk sai > ><[EMAIL PROTECTED]>, Arief Ciwok <[EMAIL PROTECTED]>, Citrawati > >- Tatha Pusporini <[EMAIL PROTECTED]>, Daniel Wilson > ><[EMAIL PROTECTED]>, "Debby N. Kalengkongan" > ><[EMAIL PROTECTED]>, dwi <[EMAIL PROTECTED]>, sai dibyo > ><[EMAIL PROTECTED]>, Herni Magdalena Kairupan > ><[EMAIL PROTECTED]>, Marike HC > ><[EMAIL PROTECTED]>, sai kapid <[EMAIL PROTECTED]>, Imam > >Sodirin <[EMAIL PROTECTED]>, Kartika Prima Sari > ><[EMAIL PROTECTED]>, "M. Ichsan" <[EMAIL PROTECTED]>, > >srimulyanto <[EMAIL PROTECTED]>, Juli Purwanto > ><[EMAIL PROTECTED]>, "M. Kusnandar" > ><[EMAIL PROTECTED]>, Nur Wachid > ><[EMAIL PROTECTED]>, oscar tambajong <[EMAIL PROTECTED]>, > >sigit prastowo <[EMAIL PROTECTED]>, rizky febriyanti > ><[EMAIL PROTECTED]>, Rudy <[EMAIL PROTECTED]>, sai tina > ><[EMAIL PROTECTED]>, Tomi Sugiri <[EMAIL PROTECTED]>, Dwi Wahyurini > ><[EMAIL PROTECTED]>, siti zullaikah <[EMAIL PROTECTED]> > >Subject: Fwd: [FTK ITS] Siapa Butuh Kaki Palsu? > >Date: Thu, 25 Jan 2007 04:36:23 -0800 (PST) > >FYI guys, > > > >huju > > > >Note: forwarded message attached. > > > > > > > > > >__________________________________________________________ > >Food fight? Enjoy some healthy debate > >in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. > >http://answers.yahoo.com/dir/?link=list&sid=396545367 > > >From: "dwijat" <[EMAIL PROTECTED]> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] > >To: <[EMAIL PROTECTED]> > >Subject: [FTK ITS] Siapa Butuh Kaki Palsu? > >Date: Thu, 25 Jan 2007 14:26:52 +0700 > >Maybe your friend, your neighbor, or Saudara need this info. > > > >Salam, > >Dwi > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > > Siapa Butuh Kaki Palsu? > > > > Dear all, > > > > A very generous friend of mine akan melakukan kegiatan amal dengan > >cara mendatangkan team Jaipur Foot India (ahli pembuat pemasang kaki > >palsu/protesa) sebanyak 300 pasang. Sampai hari ini, sudah 150 orang yang > >mendaftar.. Jadi masih ada 150 pasang lagi. Apabila ada rekan2, kenalan, > >ataupun siapa saja yang membutuhkan kaki palsu ini... bisa menghubungi >aku > >yaa... (Liza - 0815 878 5900) > > > > > > > > Kaki palsunya akan diberikan dipasang secara gratis, tanpa biaya > >sepeserpun... mulai tanggal 18 sampai 28 Februari nanti. Tidak ada ikatan > >apapun... karena memang tujuannya benar2 untuk membantu sesama. Dengan >kaki > >palsu ini, pengguna akan bisa hidup seperti layaknya orang normal.. bisa > >lari, melompat, menekuk, bahkan memanjat pohon.. n bisa pakai sepatu. > > > > > > > > Tolong forward juga ke temen2 yang lain. J Thank you. > > > > Yours Sincerely > > > > > > > > Liza Amelia Djohan > > Communications Officer > > > > Sampoerna Foundation > > Sampoerna Strategic Square > > Tower B, 3rd Floor > > Jl. Jendral Sudirman Kav. 45 Jakarta 12930 > > INDONESIA > > Phone: 62 21 577 2340 ext. 7050 > > Fax: 62 21 577 2341 > > Email: [EMAIL PROTECTED] > > Website: www.sampoernafoundation.org > > > > > > > > > > > > > > > > > > > >__________________________________________________________ >FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! >http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/ > > > > > >--------------------------------- > Any questions? Get answers on any topic at Yahoo! Answers. Try it now. > > > > > >--------------------------------- > Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. > > > > > >--------------------------------- > The fish are biting. >Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing. > > > > > > > >--------------------------------- > Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and >always stay connected to friends. > > > > >--------------------------------- >Food fight? Enjoy some healthy debate >in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A. _________________________________________________________________ FREE pop-up blocking with the new MSN Toolbar - get it now! http://toolbar.msn.click-url.com/go/onm00200415ave/direct/01/ Silakan kunjungi website milis di http://groups.yahoo.com/group/cahdemak Berdiskusi seputar Demak di forum www.s14.invisionfree.com/demak Arsip-arsip berita seputar demak, mengenai Bupati, DPRD, pendidikan, sosial dan budaya, serta lainnya dapat dilihat di http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/files/ Data base anggota milis dan tokoh masyarakat demak dapat dilihat di http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/database Photo seputar demak dapat dilihat di http://photos.groups.yahoo.com/group/cahdemak/lst Link ke website tentang demak dapat dilihat di http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/links Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/cahdemak/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
