KAN CUMA DIKIT Salah seorang kakak kelas SMA pernah menuturkan pengalamannya saat diajar salah seorang guru galaknya. Waktu itu suasana kelas sedang hening. Namun tiba-tiba dari kursi belakang terdengar bunyi thiiiit . Sebenernya pelan, tapi karena hening kedengaran juga. Bukan enthut mberut kategorinya, tapi hanya sekedar enthut urang. Si guru mendadak murka. Dilacaklah asal bunyi tadi. Maka akhirnya tertangkap jugalah si pelaku peledakan bom biologis itu. Dengan pucat pasi dia menjawab tuduhan sang guru . : Guru : Kamu kenthut ya..??!! Murid : Ng.. ng nggak pak.. Guru : Nggak usah bohong ayo ngaku!! Kamu kenthut kan?? Murid : Anu pak.. anu.. nggak kok Guru : Lha yang tadi itu apa ??!! Murid : Kan . kan cuma dikit pak Glodhaakk Cah ra nggenah. Meskipun dikit kan tetep saja ngenthut. Tapi itulah yang seringkali terjadi di masyarakat. Mengabaikan yang sedikit. Sampai seringkali dianggap seakan nggak ada. Simbah masih inget, saat ada salah seorang pemabok yang mulai sadar, dia bilang sudah gak mabok lagi. Tapi sebagai gantinya tiap sore nyruput anggur cap Orang Tua. Mbareng ditegur, dia bilang Halah, kan alkoholnya cuma dikit, kan gak memabokkan . Sedikit dianggep nggak ada. Salah seorang anggota ngaji simbah pernah tanya tentang makan daging babi. Simbah jawab, babi itu haram. Dia ngeyel, kalo cuma secuwil nggak papa kan mbah? Secuwil dianggep nggak ada. Dan nggak apa-apa. Miturutnya, haram itu kalo ngemplok sak piring. Kalo dikit nggak papa. Demikian juga pendapat salah seorang satpam tetangga simbah. Setiap harinya kumpul sama wong mendhem jero murid pendekar dewa mabok. Karena ewuh perkewuh, akhirnya nenggak juga walau sak sloki. Saat ditegur isterinya dia beralasan. Halah kalo cuma sak sloki dan gak sampai mabok kan gak papa Urusan ini merembet ke segala arah. Saat simbah bicara obat yang mengandung alkohol, rata-rata dokter konco simbah mengatakan, Kan kadarnya cuma kecil lha nggak apa-apa lah. Wong ya buat obat kok. Padahal alkohol disitu perannya bukan untuk obat. Sayangnya ini juga merambah area perkorupsian. Saat korupsi cuma kecil, dianggep sepele. Wajar dan perlu. Bahkan kalo diusut dianggep kurang gaweyan. Sampai-sampai ada wacana buat memaapkan korupsi kalo cuma jutaan ripis. Yang namanya korupsi itu kalo jumlahnya minimal sak milyar. Kalo cuma ngapusi kwitansi belanja kertas, mbeli komputer, mark up biaya operasional dan segala tetek bengeknya . itu cuma gurem. Gak pantes diurus. Lha memang rejeki tambahan pegawe rendahan itu ya dari situ. Wis gendheng kabeh. Lha kalo kriwikan dibiarkan, akhirnya jadi grojogan juga. Menyepelekan hal kecil dan menganggap seakan itu gak ada, adalah awal kerusakan yang besar. Lha orang kesandung kan mesti sama barang cilikan. Kalo ada orang kok kesandung gerdu ronda, kuwi jenenge nubruk. Dudu kesandung iku
--------------------------------- Don't get soaked. Take a quick peak at the forecast with theYahoo! Search weather shortcut.
