memang mas fanar, demak mengalami stagnasi peradaban antara budaya hendonis dan kota religius....... nilai bahwa kota demak adalah kota santri kota wali atau kota yang bernuansa islami sedikit terkikis oleh para pendukung dan pelaku budaya itu sendiri........... fakta yang tidak bisa dinafikan! tapi kalau para pemimpin mau berpikir dan bertindak niscaya kebesaran demak sebgai kerajaan pertama yang bercorak islam pertama di tanah jawa bisa dikembalikan martabatnya! maka jangan salahkan kami kalau mencari penghidupan yang layak keluar dari demak karena pemerintah demak tidak dapat memberikan arti penghidupan yang layak bagi warganya....tapiui seuatu ketika kita siap ambil peran dalam pembangunan di demak karena demak adalah ibu pertiwi kami, kami tidak sudi dipimpin para pemimpin yang tamak tetdap diri dan kelompoknya! tugas siapa? tugas para intelektual muda yang sedang mengemban ilmu dan rejeki di luar kota demak..............
salam hangat dari para perantau di bali ----- Original Message ---- From: ari sentani <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Sunday, December 9, 2007 3:18:25 PM Subject: Re: [cahdemak] [berita] Grebeg Besar dikelola swasta sungguh sangat disayangkan. .. grebeg besar yang sedianya ditujukan untuk memperingati idul adha mulai bergeser.... .. sekedar usul sajah... kenapa harus ada didi kempot atau dara AFI atau Sheila on 7 atau festival band? kenapa tidak snada atau opick atau kyai kanjeng atau sulis? ini kan hari kebesaran umat islam kenapa tidak diisi dengan acara yang lebih bernuansa islami? memang sih ada gebrakan dengan adanya pihak swasta yang menangani tapi dalam pikiran saya kenapa grebeg besar tidak dijadikan ajang festival Islam terbesar di Indonesia akan lebih tepat momentumnya, .... dan akan menjadi tidak bijak dan semakin menjauhkan umat dari kepribadian islam,.... "A. Fanar Syukri" <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: # Do mulih grebeg-an, gak? # Siapa warga milis ini yang siap jadi pengelola grebeg? # Ops, jangan sampai ada anggota milis yang di-grebeg fulisi, lho ya! Suara Merdeka: Rabu, 05 Desember 2007 <<SEMARANG>> ------------ --------- --------- ----- Besok, Grebeg Besar Dibuka Bupati * Pengelolaan Diserahkan ke Swasta ------------ --------- --------- ----- DEMAK - Tradisi grebeg besar Demak, Kamis (6/12) akan dibuka Bupati H Tafta Zani. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan Tembiring Jogo Indah itu akan berlangsung selama 17 hari sejak Kamis hingga Minggu (23/12).Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, pengelolaan grebeg besar tahun ini diswastakan, artinya tidak lagi ditangani pemkab. Langkah tersebut, menurut Asisten II Suseno SIp, semata-mata agar target pendapatan daerah tercapai. Pasalnya, ketika pengelolaan ditangani tim dari pemkab, selalu tidak memenuhi target PAD. Padahal potensi untuk tercapainya cukup tinggi. Setidaknya dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang memasuki arena grebeg dan padatnya kaveling untuk pedagang.Pihak swasta yang dipercaya mengelola kegiatan itu adalah Sa'dan dari CV Mandiri. Dia menjadi pengelola grebeg besar dengan memberikan konstribusi PAD sebesar Rp 245 juta.Suseno menambahkan, selama ini tidak tercapainya target pendapatan, karena keterbatasan jumlah personel. Sebab, untuk mengelola kegiatan akbar seperti itu butuh banyak tenaga agar dapat mengcover semua.''Karena berulang kali target tidak terpenuhi, sekarang dicoba diswastakan, '' katanya. Hasil Kerajinan Pemindahan pengelolaan bukan berarti pemkab mengomersialkan kegiatan yang telah mentradisi itu. Sebaliknya, justru berkeinginan memajukan dan menambah warna baru. Dengan keterlibatan pihak lain dimaksudkan agar pengelolaan lebih fokus dan profesional. Pihak yang mengelola diperbolehkan melakukan improvisasi kegiatan, misalkan menambah hiburan dan lainnya. Hanya saja improvisasi yang dilakukan dalam batasan yang diterima budaya masyarakat Demak.Sa'dan menuturkan, ia tertarik mengelola grebeg besar karena ada keinginan menghidupkan tradisi Demak. Oleh karenanya, pada kegiatan kali ini, pihaknya menambah berbagai hiburan, termasuk mendatangkan artis ibu kota seperti Didi Kempot, Dara AFI dan lainnya.Sementara itu hingga kemarin, arena grebeg di lapangan Tembiring Joglo Indah telah dipadati pedagang. Mereka menempati kaveling yang telah disiapkan pemkab. Kebanyakan pedagang yang membuka dasaran berjualan mainan anak-anak dan hasil-hasil kerajinan.Selain di Tembiring, juga terdapat pedagang yang berjualan di trotoar jalan sepanjang Jl Sultan Fatah, jalan sekitar terminal dan Jl Turmudi. (H1-16) http://suaramerdeka .com/harian/ 0712/05/kot19. htm Looking for last minute shopping deals? Find them fast with Yahoo! Search. ____________________________________________________________________________________ Be a better friend, newshound, and know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ
