seru...seru ni, boleh ikut nimbrung yah.. saya setuju dengan temen-temen, kenapa harus didi kempot atau AFI, kita khan punya icon "kota wali". dalam persepektif budaya saya setuju kalau nilai-nilai ini telah bergeser.
Tidak bisa dipungkiri, sebelum pak Tafta zani naek sebagai bupati, grebeg besar ini sudah melenceng ke aspek bisnis, berusaha mem-fusikan antara nilai-nilai budaya dengan kepentingan APBD Kab Demak, berharap tradisi masih bisa dipertahankan tanpa harus mengeluarkan cost besar. bahkan aparatur pemerintah dan jajaran Masjid Agung Demak sudah mafhum dengan kondisi ini; Bapeda berlomba naikin tarif masuk, menaikkan ongkos sewa lahan, plus tiap hari masih ada karcis retribusi. Departemen Agama melalui BKM nya pun tak ketinggalan, Masjid Agung sebagai jargon kebanggaan demak ikut "ternista" dalam kubangan materialistis manargetkan pundi-pundi rupiah didapatkan dari tradisi grebek besar pada malem hingga sore tg 10 dzulhijah melalui ratusan kotak amal yg disebarkan dari pelataran makam hingga di dalam altar masjid. Grebek besar sudah dikelola swasta, kalau saya mafhum apabila memang realitanya pemerintah masih butuh duit, exception bisa diterima apabila pemkab Demak kaya, punya potensi besar yag bisa dikembangkan. kalau tohpun hiburan mengundang AFI atau DIDI kempot saya bilang wajar. karena target pengelola mendatangkan pengunjung sebsar-besarnya dari santero wilayah KEDUNGSAPUR dan sekitarnya. dan ini sebagai jaminan pengelola kepada pemakai tenant-tenant seperti tong setan, dermolen, dangdutan dan pedagang-pedagang lainnya agar dipastikan pengunjungnya banyak. toh kenyataannya masyarakat kita lebih terdidik dengan hiburan-hiburan yang serba hedon drpada hiburan yang mengedepankan nilai sosial, norma dan adat istiadat. Disisi lain mungkin ada benarnya ketika aparatur pemerintah tingkat bawah sudah tidak bisa dipercaya untuk mencapai target pendapatan, dipakailah aji pamungkas yang lagi ngetrend di dunia bisnis sekarang yakni "outsourching" dunia ketenaga kerjaan kita juga lagi sensitif dengan isu ini. mending dapet duit 250 juta dari pada gak nyampe target plus ongkos sosial juga ikut naik karena ketidak profesionalan penyelenggaraan ketika dikelola pemerintah. terlepas dari itu semua, saya bangga bisa menjadi warga kota wali dengan segala warisan budaya. makanya saya pulang sebagai bagian liburan akhir tahun saya untuk sekedar melihat pawai tumpengan, prajurit patang puluhan dan grebek besar. apalagi yang bisa membuat kita kangen selain rumah kita, orang tua kita, sodara kita dan Masjid Agung Demak... Wassalam, Zaenal dr Cibinong --- nur arianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > memang mas fanar, demak mengalami stagnasi peradaban > antara budaya hendonis dan kota religius....... > nilai bahwa kota demak adalah kota santri kota wali > atau kota yang bernuansa islami sedikit terkikis > oleh para pendukung dan pelaku budaya itu > sendiri........... fakta yang tidak bisa dinafikan! > tapi kalau para pemimpin mau berpikir dan bertindak > niscaya kebesaran demak sebgai kerajaan pertama yang > bercorak islam pertama di tanah jawa bisa > dikembalikan martabatnya! > maka jangan salahkan kami kalau mencari penghidupan > yang layak keluar dari demak karena pemerintah demak > tidak dapat memberikan arti penghidupan yang layak > bagi warganya....tapiui seuatu ketika kita siap > ambil peran dalam pembangunan di demak karena demak > adalah ibu pertiwi kami, kami tidak sudi dipimpin > para pemimpin yang tamak tetdap diri dan > kelompoknya! > tugas siapa? > tugas para intelektual muda yang sedang mengemban > ilmu dan rejeki di luar kota demak.............. > > > salam hangat dari > para perantau di bali > > ----- Original Message ---- > From: ari sentani <[EMAIL PROTECTED]> > To: [email protected] > Sent: Sunday, December 9, 2007 3:18:25 PM > Subject: Re: [cahdemak] [berita] Grebeg Besar > dikelola swasta > > sungguh sangat disayangkan. .. > grebeg besar yang sedianya ditujukan untuk > memperingati idul adha > mulai bergeser.... .. > sekedar usul sajah... > kenapa harus ada didi kempot atau dara AFI atau > Sheila on 7 atau festival band? > kenapa tidak snada atau opick atau kyai kanjeng atau > sulis? > ini kan hari kebesaran umat islam > kenapa tidak diisi dengan acara yang lebih bernuansa > islami? > > memang sih ada gebrakan dengan adanya pihak swasta > yang menangani > tapi dalam pikiran saya > kenapa grebeg besar tidak dijadikan ajang festival > Islam terbesar di Indonesia > akan lebih tepat momentumnya, .... > dan akan menjadi tidak bijak dan semakin menjauhkan > umat dari kepribadian islam,.... > > "A. Fanar Syukri" <[EMAIL PROTECTED] com> wrote: > # Do mulih grebeg-an, gak? > # Siapa warga milis ini yang siap jadi pengelola > grebeg? > # Ops, jangan sampai ada anggota milis yang > di-grebeg fulisi, lho ya! > > Suara Merdeka: Rabu, 05 Desember 2007 <<SEMARANG>> > ------------ --------- --------- ----- > Besok, Grebeg Besar Dibuka Bupati > * Pengelolaan Diserahkan ke Swasta > ------------ --------- --------- ----- > > DEMAK - Tradisi grebeg besar Demak, Kamis (6/12) > akan dibuka Bupati H > Tafta Zani. Kegiatan yang dipusatkan di lapangan > Tembiring Jogo Indah > itu akan berlangsung selama 17 hari sejak Kamis > hingga Minggu > (23/12).Namun tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, > pengelolaan grebeg > besar tahun ini diswastakan, artinya tidak lagi > ditangani pemkab. > Langkah tersebut, menurut Asisten II Suseno SIp, > semata-mata agar > target pendapatan daerah tercapai. > > Pasalnya, ketika pengelolaan ditangani tim dari > pemkab, selalu tidak > memenuhi target PAD. Padahal potensi untuk > tercapainya cukup tinggi. > Setidaknya dapat dilihat dari jumlah pengunjung yang > memasuki arena > grebeg dan padatnya kaveling untuk pedagang.Pihak > swasta yang > dipercaya mengelola kegiatan itu adalah Sa'dan dari > CV Mandiri. > > Dia menjadi pengelola grebeg besar dengan memberikan > konstribusi PAD > sebesar Rp 245 juta.Suseno menambahkan, selama ini > tidak tercapainya > target pendapatan, karena keterbatasan jumlah > personel. Sebab, untuk > mengelola kegiatan akbar seperti itu butuh banyak > tenaga agar dapat > mengcover semua.''Karena berulang kali target tidak > terpenuhi, > sekarang dicoba diswastakan, '' katanya. > > Hasil Kerajinan > > Pemindahan pengelolaan bukan berarti pemkab > mengomersialkan kegiatan > yang telah mentradisi itu. Sebaliknya, justru > berkeinginan memajukan > dan menambah warna baru. Dengan keterlibatan pihak > lain dimaksudkan > agar pengelolaan lebih fokus dan profesional. > > Pihak yang mengelola diperbolehkan melakukan > improvisasi kegiatan, > misalkan menambah hiburan dan lainnya. Hanya saja > improvisasi yang > dilakukan dalam batasan yang diterima budaya > masyarakat Demak.Sa'dan > menuturkan, ia tertarik mengelola grebeg besar > karena ada keinginan > menghidupkan tradisi Demak. > > Oleh karenanya, pada kegiatan kali ini, pihaknya > menambah berbagai > hiburan, termasuk mendatangkan artis ibu kota > seperti Didi Kempot, > Dara AFI dan lainnya.Sementara itu hingga kemarin, > arena grebeg di > lapangan Tembiring Joglo Indah telah dipadati > pedagang. Mereka > menempati kaveling yang telah disiapkan pemkab. > > Kebanyakan pedagang yang membuka dasaran berjualan > mainan anak-anak > dan hasil-hasil kerajinan.Selain di Tembiring, juga > terdapat pedagang > yang berjualan di trotoar jalan sepanjang Jl Sultan > Fatah, jalan > sekitar terminal dan Jl Turmudi. (H1-16) > > http://suaramerdeka .com/harian/ 0712/05/kot19. htm > > > > > > > Looking for last minute shopping deals? Find them > fast with Yahoo! Search. > > > > > ____________________________________________________________________________________ > Be a better friend, newshound, and > know-it-all with Yahoo! Mobile. Try it now. > http://mobile.yahoo.com/;_ylt=Ahu06i62sR8HDtDypao8Wcj9tAcJ > > ____________________________________________________________________________________ Never miss a thing. Make Yahoo your home page. http://www.yahoo.com/r/hs
