http://www.bangkapos.com/detail.php?section=1&category=6&subcat=26&id=10318

Maskapai RI Masih Kategori Dua 

Jakarta - BANGKAPOS- Otoritas Penerbangan Sipil Amerika (Federal Aviation 
Administration/FAA) sampai sekarang masih menempatkan, tingkat keselamatan dan 
keamanan penerbangan Indonesia dalam kategori dua. ?Betul FAA masih memasukkan 
Indonesia di kategori dua sejak 2007, sebelumnya kategori satu,? kata Menteri 
Perhubungan Jusman Syafii Djamal kepada pers usai membuka Seminar ?Cultivating 
Safety Culture Through the Implementation of SMS? di Jakarta, Selasa (13/10). 

Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) sejak 1 Januari 2009 
mewajibkan penerapan Safety Management System (SMS) kepada seluruh perusahaan 
penerbangan dan perawatan pesawat. Menurut Menhub Jusman, kategori II bagi 
dunia penerbangan Indonesia diterapkan karena FAA menilai, banyak temuan yang 
masih harus diperbaiki. ?

Kondisi ini mengakibatkan, jika pun ada penerbangan Indonesia ke Amerika, 
mereka belum mengizinkan mengangkut penumpang dari negara itu, tetapi hanya 
menurunkan saja,? katanya. Oleh karena itu, tegasnya, pemerintah Indonesia 
mulai tahun depan meminta Amerika Serikat untuk melakukan audit langsung ke 
Indonesia. ?Namun, kategori II ini bukan berarti penerbangan Indonesia tidak 
aman,? katanya sambil menambahkan bahwa secara berkelanjutan upaya kerjasama 
dengan FAA terus ditingkatkan. Salah satu buktinya, mereka bersedia mengirimkan 
sejumlah ahli untuk menjadi nara sumber dan memberikan pelatihan safety kepada 
pada ahli dan otoritas penerbangan Indonesia. 

Pada kesempatan itu, Menhub Jusman menegaskan, pihaknya sampai sekarang belum 
menandatangani permintaan hak angkut penerbangan ke-5 (fifth freedom) dengan 
Malaysia. ?Selama belum ketemu dengan Menteri Transportasi Malaysia, kami juga 
belum menandatanganinya.

 Jadi, tergantung Malaysia,? katanya. Pengakuan FAA Seminar yang diadakan PT 
GMF AeroAsia bekerja sama dengan FAA menghadirkan sejumlah tenaga ahli FAA 
sebagai nara sumber, termasuk penjabat asisten manager sis-ifo FAA Amerika 
Serikat, Catherine Vanasche. Dirut PT GMF AeroAsia Richard Budihadianto 
mengakui, tenaga ahli FAA juga sudah melakukan audit kepada GMF AeroAsia untuk 
beberapa kemampuan pesawat pada tipe tertentu. 

FAA, kata Richard, mengakui dan memberikan sertifikat untuk GMF dalam hal 
perawatan pesawat A-C check bagi Airbus series seperti A319, A310 dan A320. 
Sebelumnya, PT GMF AeroAsia juga memiliki kemampuan untuk Airbus series bagi 
pesawat berbadan lebar seperti A330-200, 300 dan 400. ?Bagi tipe ini, kami juga 
bisa merawat hingga C-check, D-checknya akan diupayakan tahun depan,? katanya. 
Sementara untuk pesawat berbadan lebar seperti B747 series, PT GMF sudah mampu 
merawat hingga overhaul. 

Kirim email ke