Original Sender : Dedhi <[EMAIL PROTECTED]> --------------------------------- At 07:23 23/02/99 , GP wrote >Original Sender : GP <[EMAIL PROTECTED]> >--------------------------------- >Oke I got it, but ... maksud gue dinamika disini keras lemah level >(amplitude) itu statis atau dimanis waktu dinormalizing? Kalo ini dinamic >berarti bagian lagu yang memang harusnya lembut (lemah atau nggak keras) >akan hilang ... ini yang gue nggak mau. Statis, tujuan normalizing cuman agar volume maksimum dari lagu ada di 98% allowable deflection. Berapa tuh yah ? -3dB ? Jadi kan enak, semua lagu jadi sama volumenya. Tapi dynamic bandwtidth tetap terjaga kok. Cuman sialnya kalo lagu 1 isinya emang lembut lembut semua, tapi lagu keduanya (dalam satu CD) keras keras semua. Jadinya lagu 1 sekeras lagu 2. Cuman karena kerjaan gue ngumpulin lagu dari berbagai sumber, ya gue masih mendingan gitu, daripada naik turunin tombol volume. dari pengalam sih bikinan CBS-Sony, kenceng suaranya, tapi bikinan Polygram rada kecil levelnya > >>Ngomong ngomong aku pakai Compression buat menipiskan bandwitdh MP3, supaya >>bisa direkam di pita kaset dengan baik. Hasilnya bagus tuh, gue pakai Audio >>Stocker Pro > >Lho apa nggak kayak suaranya radio 2 band ... he he he? heheh, ya jangan seagresif itu. Tapi coba kalo anda mau merekam dari CD/MP3 yang bandwidth-nya lebar ke dalam pita kaset, mana bisa sempurna. Kalo kita set level tertinggi (peak) dari lagu mendekati allowable peak dari tape, ketika dia mencapai valley, si valley akan tenggelam dalam noise floor tape. Sedangkan jika set valley-nya di atas noise floor tape, ketika mencapai peak, dia akan overload dan pecah. Bandwidth dari tape memang bisa saja diperlebar dengan cara menebar energi ke permukaan yang luas (mengurangi rapat energi) yang diwujudkan dengan menaikan kecepatan stream tape. Tapi ini jelas untuk peralatan professional, kalo peratalan komersial ya gak bisa lah. Cara lain adalah dengan menggunakan pita yang punya histeresis lebih lebar dan tahan bias tinggi, jenis pita Type IV (Metal). Cuman terakhir ke toko kaset, harga TDK SA-X yang 90 menit sudah 22 ribu..ihik. Nah buat yang pingin tetap memakai tape Type I ataupun Type II, ya kudu pakai Compressor. Coba deh intip studio studio recording professional, mereka pasti punya dedicated compressor/limiter atau paling enggak nebeng digital effect yang lain. Nah berhubung gue maunya tetep pakai pita Type I yang murah atau Type II yang rada mahalan dikit (tapi aku pakai hybrid mode,: pake bias LOW sehingga dyamic bandwidth equal type I, tapi pakai kurva equalisasi 120 usec sehinnga frequency bandwidth equal type IV), yah solusi satu satunya pakai COmpressor ini. >>Kualitas sih baik baik aja.Cuman kan karena datanya dikompresi dengan laju >>yang berubah melulu, jadinya kan perkiraan waktu mainnya gak bisa dengan >>cara linear (besar data dibagi laju bit rate) > >Kalo gitu nggak masalah karena qualitas suara kan yang penting, masalah >estimasi waktu di tampilan playernya tidak memebrikan apa-apa sewaktu kita >ngedengerin ... emang mau diplototin Ded? Emang sih untuk kualitas gak ada hubunganya. Hanya saja yang namanya song time ini penting lho. KAlo gak buat apa tuh orang bikin TOC di dalam CD Audio ? Hayoooo......... Soalnya dari info ini aku bisa menentukan durasi yang aku butuhkan ketika merekam dan bekerja dengan editor suara lainnya. >>Yang jadi pertanyaan gue, kira kira hardware codec yang dipakai di MP3 >>player hardware macam Diamond Rio itu support VBR kagak ? > >Teoritis, kan semua player bisa ngejalanin any bitrate mp3, jadi ya >kemungkinan besar ya bisa. VBR kan nggak ketat per spersekian detik >berubah ubah, kadang dia diem di 128, kadang di 160, kadang di 228 atau >malah turun ke 112, perpindahannya nggak cepet-cepet amat kok. WAh aku udah pernah baca semua thread ttg VBR di duh apa sih namanya panel diskusi yang pakai web itu. Di www.mp3.com di situ ada yang klain kalo WinPlay ama WinAMP kuno gak support VbR. TApi aku rada rada lupa. > >Iya tuh si Sabre lagi bikin proyek ngubah (add-on) CDROM drive biar bisa >jadi mp3 player, mudah-mudahan sukses ... entar mau gue agenin buat di Ina >... siapa tau bisa dibajak pula ... he he he . Eh yang bikin produk lain masih banyak lho..ke MP3 hardware itu bikin ngiler semua...heheh > >Note: >Oya ... nambahin AudioCatalyst yang versi 1.5 udah support sampai 20kHz, >kalo versi sebelumnya cuman 16kHz (makanya yang dulu nggak sebagus kurang >Fraundhoffer) Bisa download di mana nih ? PUnya gue yang versi 1.0 nih ---------------------------------------------------------------- Compu-Mania MailingList is provided by PT Centrin Utama Maintained by : [EMAIL PROTECTED] To Post a msg : Send mail to [EMAIL PROTECTED] To Unsubscribe : Mail to [EMAIL PROTECTED] BODY : unsubscribe Compu-Mania For more information, send mail to [EMAIL PROTECTED] with "HELP" in the BODY of your mail (without quote). ----------------------------------------------------------------
